NovelToon NovelToon
Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: athania

Dalam Novel ini mengandung beberapa unsur dewasa untuk 21+.
Mohon bijak dalam membaca

Nafiza dan Brian mereka baru saja menikah. mereka menikah bukan karena saling mencintai, melainkan dijodohkan oleh kedua orangtua mereka.
Kedua orangtua nafiza dan brian adalah teman dekat mereka sering melakukan kerjasama bisnis sehingga mereka memutuskan untuk menikahkan kedua anaknya.
Nafiza baru berumur 17 tahun dan masih sekolah kelas XII sedangkan brian berumur 25 tahun sedang menjalankan perusahaan milik ayahnya meski begitu pernikahan ini dibolehkan karena mereka berasal dari keluarga kaya dan terpandang.
Tetapi nafiza dan brian sama-sama tidak saling menyukai, mereka mau menikah hanya untuk menuruti keinginan kedua orangtua mereka dan berkomitmen untuk sama-sama tidak akan saling jatuh cinta juga tidak tidur bersama. Lalu bagaimana kisah rumah tangga nafiza dan brian? sanggupkah mereka untuk tidak saling jatuh cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon athania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Attention

Brian sudah mengganti pakaiannya.

"Nona kamu sudah selesai belum ganti pakaiannya?" tanya Brian sambil mengetuk pintu kamar Nafiza.

"Tunggu sebentar aaaawww"

BRUUUKKKK

Brian segera masuk kamar Nafiza ternyata Nafiza sudah tersungkur di lantai, Brian membantu membangunkan dan mendudukan Nafiza di ranjangnya.

"Kakiku sakit kalau di gerakkan" tanpa basa basi Brian langsung menggendong Nafiza keluar kamar.

"Hey aduh Brian apa sih yang kamu lakukan, turunkan aku!!"

"Nunggu kamu jalan sendiri pasti lama. Kita harus cepat ke rumah sakit"

Brian menuruni tangga dengan hati-hati, Nafiza hanya bisa diam.

"Maaf ya merepotkanmu terus"

"Tidak ada yang direpotkan, kita harus saling membantu, aku yang bawa kamu ke sini setidaknya aku harus bertanggung jawab kalau sesuatu terjadi sama kamu"

"Oh oke bos aku bakal ingat semua kebaikanmu" jawab Nafiza sambil tersenyum.

Keduanya menaiki mobil Brian, tak lama kemudian setelah sampai di rumah sakit dan melakukan pemeriksaan kaki Nafiza harus diperban dan diberi sedikit penyangga, dokter berpesan sementara waktu Nafiza tidak boleh memaksakan diri untuk berjalan sampai 2 minggu, setelah diberi resep obat Brian menunggu di apotik rumah sakit sedangkan Nafiza menunggu di ruang tunggu, lalu ada seorang ibu yang bertanya.

"Apa dia pacarmu dik?"

"Hem sebetulnya kami sudah menikah bu" jawab Nafiza.

"Wah menikah muda ya tapi sepertinya kamu masih sangat kecil"

"Ehhhh iya" Nafiza sedikit bingung mau berkata apa lagi, pertanyaan tadi refleks di jawab Nafiza, untungnya Brian cepat kembali dan mereka pulang duluan.

***

Setibanya di rumah Brian menggendong Nafiza dan mendudukannya di kursi depan tv.

"Terima kasih ya" ucap Nafiza.

"Sama-sama"

"Sepertinya aku butuh alat bantu berjalan deh"

"Tidak usah"

"Hah kenapa?"

"Selama kamu sakit aku akan cuti kerja, akan terlihat jahat kalau aku meninggalkanmu saat kamu sedang sakit, nanti apa fikiran orangtuamu anaknya menderita setelah menikah, yang ada nanti aku di marahi"

Nafiza tertawa mendengar perkataan Brian, betul juga sih apa kata Brian, dia memang pria yang baik.

"Baiklah bos baik hati, aku mengantuk"

"Ayo kuantar ke kamar"

Brian menggendong Nafiza menaiki anak tangga dengan hati-hati.

"Kamu pernah di gendong siapa?"

"Belum pernah, cuma kamu"

Tiba-tiba kedua pipi mereka merah, Brian menurunkan Nafiza di ranjangnya kemudian menyelimut Nafiza.

"Terima kasih ya untuk hari ini"

"Hem iya tidurlah yang nyenyak kalau kamu butuh sesuatu langsung panggil aku"

"Baik bos" Nafiza sambil tersenyum.

Brian menutup pintu kamar Nafiza kemudian Nafiza terlelap tidur.

***

Dua hari kemudian, selama sakit Nafiza terus ditemani Brian, di ajak belajar dan menonton film kesukaan Nafiza tapi lama kelamaan Nafiza mulai bosan.

Tingtong tingtong..

Bunyi bel rumah Nafiza kebetulan yang membukakan pintu adalah Brian, terlihat seorang gadis berambut panjang diikat dengan gaya ekor kuda.

"Kamu silahkan masuk ke dalam kamar Nafiza ada di atas yang kedua dari depan"

"Oke ka" ternyata Tita mengunjungi Nafiza di rumah Tita terpesona melihat rumah Nafiza bersama Brian, sesampainya di atas dia mengetuk pintu kamar Nafiza.

Tok tok

"Masuk saja tidak di kunci"

Tita masuk dan disambut pelukan oleh Nafiza.

"Kamu kok bisa ke sini Ta?"

"Suami kamu menelfon kepala sekolah dan meminta aku supaya datang ke sini"

"Brian tidak bilang apa-apa padaku"

"Dia mungkin tahu kamu butuh teman, sudahlah yang penting kita sudah bertemu, aku merindukanmu"

"Aku juga" mereka tertawa dan berpelukan seperti sudah bertahun-tahun tidak bertemu padahal baru 2 hari Nafiza tidak masuk sekolah.

Brian bisa mendengar kehebohan Nafiza dan Tita dari bawah kemudian ponselnya berbunyi dan itu panggilan dari Nafiza.

"Kenapa nona?"

"Aku mau turun"

Kemudian Nafiza mematikan telefonnya Brian langsung menuju ke atas.

"Gendong dari belakang saja ya"

"Oke"

Brian kemudian menggendong Nafiza di punggungnya, Tita mengikutinya dari belakang, Tita merasa iri melihat temannya bagi dia ini sangat romantis.

Sesampainya di bawah Nafiza kemudian di dudukkan di kursi depan televisi.

"Terima kasih"

"Sama-sama" kemudian Brian pergi ke kamarnya.

"Iihhh suami kamu itu romantis sekali Fiz aku iri, apa dia punya adik? aku mau dong sama adiknya" rengek Tita.

"Dia anak tunggal Ta, hem romantis? masa sih biasa saja ah"

"Menurutku dia romantis Fiz, saat dia jemput dan gendong kamu dari ruang uks waktu itu semua terpesona melihatnya, siap-siap nanti kamu akan banyak yang wawancara bagaimana bisa punya suami super tampan dan baik seperti Brian"

"Huh lebay" mereka berdua tertawa hingga Tita akhirnya harus pulang mereka sudah puas bercengkrama.

Kriiiiiingggg

Bunyi ponsel Brian tentu saja yang menelfon adalah Nafiza.

"Kenapa nona?"

"Antar aku ke ruang makan aku lapar"

Lalu Brian mematikan telefon dan langsung turun, menggendong Nafiza di belakang punggungnya dan mengantarnya ke meja makan.

"Temani ya, aku tidak mau sendirian" rengek Nafiza.

"Iya" Nafiza makan dan Brian hanya memperhatikannya saja sampai Nafiza selesai dan merasa kenyang.

"Aku mau ke depan dekat kolam berenang, gendong ya"

Brian lalu menggendong Nafiza tapi saat akan di turunkan.

"Dingin ah aku mau menonton tv saja"

Brian kemudian menuruti permintaan Nafiza tapi saat akan diturunkan lagi.

"Eh tunggu aku ngantuk, antar ke kamar saja deh" sambil mengeratkan tangannya ke leher Brian.

"Ya ampun Nafiza kamu mau bunuh aku ya" rasanya seperti di cekik.

"Eh maaf" kemudian Nafiza melonggarkan tangannya.

"Aku lelah nona kamu dari tadi cuma mau main gendong-gendongan saja ya"

"Hehe tidak kok, ya sudah antar aku ke kamar saja aku mengantuk, benar ini terakhir ko aku tidak akan kemana-mana lagi"

Brian mengantar Nafiza ke kamarnya, kemudian Brian pergi ke ruangan kerjanya. Nafiza tadi benar-benar mengerjainya sampai lelah.

***

2 minggu kemudian

Rasanya seperti bebas dari penjara, mungkin itulah yang di rasakan oleh Nafiza setelah perban di kakinya di buka dan dia sudah boleh berjalan karena sudah sembuh total, dia berfikir ingin memberikan sesuatu yang spesial untuk Brian karena selama dia sakit Brian selalu mendampinginya dan merawatnya.

Pagi itu Nafiza dan Brian sudah menaiki mobil dan tiba di sekolah, Nafiza kemudian memberi sebuah tas kecil kepada Brian.

"Terima kasih ya kamu selama ini tidak pernah marah di repotkan olehku" ucap Nafiza sambil tersenyum.

"Iya, tapi apa ini?"

"Hadiah buat pak bos yang baik" kemudian Nafiza turun dan melambaikan tangannya kepada Brian kali ini dia tidak menitipkan cincinnya lagi, mungkin tidak akan menitipkanya lagi. Cincin pernikahannya selalu terpakai di jari manisnya, Brian kemudian melajukan mobilnya, dia sebenarnya penasaran dengan apa yang diberikan Nafiza tapi karena sudah siang dia memutuskan untuk membukanya di kantor.

Setelah sampai dia langsung masuk ke ruangan kantornya dan membuka isi tas kecil dari Nafiza, ternyata ada kotak makan dan sepucuk surat.

"Aku tidak tahu harus memberikan apa padamu, aku juga belum tahu selera kamu, aku cuma bisa membuat ini. semoga rasanya enak ya. Selamat makan. . :)"

Ternyata isi dari kotak makan itu adalah nasi goreng, Nafiza membuatnya pagi tadi sebelum brian bangun, nasi goreng sederhana buatannya sendiri di bentuk dengan sosis berbentuk bulat seperti mata, telur diukir bentuk smile dan tomat yang berbentuk hati.

Brian tersenyum memang sangat sederhana tapi bukan itu yang membuatnya tersenyum, dia tahu bahwa Nafiza tulus membuatkannya.

"Nafiza memang gadis yang baik"

1
Qaisaa Nazarudin
BODOH nin BEGO Brian,, Kamu lepaskan dia sekarang malah dia akan memakai rencana yg lain lg utk menjebak mu, Harusnya jgn di beri peluang ke org yg kek gini..🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Untung aja ortunya juga sudah tau, Setelah ini harap Brian bisa bersikap tegas ke Sabrina, Kalo bisa pecat aja, Mending cari sekretaris yg cowok aja,Apa lagi sekarang Brian sudah menikah dan sering pergi keluar kota, jgn sampai jadi bumerang utk rumah tangga nya..
Qaisaa Nazarudin
Kamu yg jauh lebih dulu mengenal Brian, Kenapa Brian belum menjadi milik mu, Kenapa kamu gak kamu bilang langsung ke Brian supaya dia menikahi mu?? Dan itu membuktikan kalo Brian mmg gak ada rasa ke kamu, Vuma kamu yg bertepuk sebelah tangan,,🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Noh sekarang kamu rasakan apa yg Brian tlah rasakan,,
Qaisaa Nazarudin
Dari sini kamu harusnya sudah belajar dr kesalahan mu Nafiza, kangan sampai berulah lg, gak ada yg namanya temen antara cewek dan cowok,Apalagi Septa nekat banget,padahal dia udah tau status kamu, Berarti dia emang bukan cowok yg baik..
Qaisaa Nazarudin
Nafiza akan merasakan apa yg Brian rasakan saat dia melihat poto Brian dgn Sabrina nanti..
Qaisaa Nazarudin
Itu mah udah jadi Obsesi bukan lagi suka apalagi Cinta..
Qaisaa Nazarudin
Modus banget,Apa Brian gak peka dgn tingkah lakunya nih cewek,,
Qaisaa Nazarudin
pasti Brian tau siap Septa ya..
Qaisaa Nazarudin
Latanya udah mengenalndr kecil dan udah menganggap adek, Tapi kenapa masih manggil Nafiza dgn NONA??🤫🤫
Bu sul Nganjuk
Brian kamu romantis banget ya..... 😁😁😁
Bu sul Nganjuk
penuhi janji mu, nafisa...... 😁😁
Bu sul Nganjuk
tambah seru thor, tunggu upnya ya thor 😁
juli8ri
masik nyimak
Aikim
seru
Suzieqaisara Nazarudin
kenapa suaminya selalu manggil istri nya Nona..katanya udah kenal dari kecil,adek kek apa kek..
Masitah Spt
. ..
Imha Dimas
aduh anak siapa sich ini 🤭🤭🤭 ganteng maxsimal klu ini mah, jadi halu Dech akuX 😂 aku padamu Thor 🥰🥰🥰🥰🥰
Dobinca
ahh suka banget novelmu Thor..ringan..dan sangat menghibur..thank u Thor 🥰🥰🥰
Dobinca
astaga...sumur..semak..melon..tukang gali🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!