Seorang prajurit sudah selayaknya setia dan tegas dalam setiap tindakan, lalu bagaimana jika seorang prajurit muda memiliki dua pacar sekaligus? Dan tak bisa melepaskan salah satu pacarnya karena sumpah yang tak mungkin dilanggar? baca selengkapnya hanya di noveltoon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 6
RERUNTUHAN BANGUNAN PASCA BENCANA
Gempa besar yang terjadi seminggu yang lalu tak hanya meluluhlantakkan bangunan saja , jembatan yang melintang hampir lima puluh meter juga ikut ambruk .
Akibat runtuhnya jembatan yang telah dimakan usia tersebut akses dari daerah aman semakin sulit . Ada puluhan orang dan kendaraan ikut terjerumus kedalam sungai .
Gempa yang terjadi saat hujan yang begitu lebat membuat lebih banyak korban yang berjatuhan , apalagi penghubung terbesar ke daerah lain ambruk .
Masyarakat disana hanya berlarian menyelamatkan diri diantara genangan air yang mulai tinggi , penyebabnya karena sungai besar itu terhambat reruntuhan jembatan .
"Ngomong-ngomong nama cewek mu itu siapa ?" tanya Adhi sambil memanggul kardus bantuan .
Bantuan itu di seberangkan dengan sebuah tali pada kedua ujung jembatan .
"Namanya Siwi , ada apa ?" balas Bagas yang juga memanggul karung berisi pakaian bersama beberapa warga . "Tidak !, nggak enak aja kalo nyebutnya dia...,dia terus ." Sahut Adhi ,
"Terakhir kau hubungi Siwi kerja dimana ?" tanya Adhi kembali , "Aku juga tak tau kan terakhir aku hubungi dia masih kuliah tapi yang pasti dia orang negara."
"Kalo aku jadi kamu pasti sudah aku telpon dia sejak kemarin-kemarin , Gas !" ucap Adhi membandingkan .
"Sayangnya aku tetaplah aku yang punya jalan sendiri ," sahut Bagas ketus . "Sayangnya jalan mu malah buatmu makin rindu ." Adhi tak mau kalah .
Note : like dulu ya guys biar nggak lupa...
"Setelah aku pikir kamu rindu tapi takut jika dia mengingkari janjinya kan ?" tanya Adhi memancing Bagas . "Kita lanjutkan nanti malam di tempat kemarin !" pungkas Bagas .
Bagas langsung membagikan pakaian yang ia bawa sedangkan Adhi harus menuju dapur umum membantu menyiapkan makanan siang ini .
...****************...
RESTORAN ZEE
"Kamu sudah menunggu lama ?" tanya Rian dan Dwi yang baru datang ."Sepuluh menit yang lalu ," menatap jam tangannya .
"Kamu butuh bantuan apa tentang Bagas ?" Rian langsung ke poinnya , namun Siwi menyuruhnya untuk lebih sabar . "Pesan saja dulu , jangan terlalu terburu-buru !"
"Sejak kapan kalian sudah kenal ?" Dwi menanyakan hal itu karena ingin memastikan mereka benar-benar tak ada hubungan selain teman .
"Aku sudah kenal sejak kelas satu SMA , tapi lebih dekat saat jadi pacar temannya !" sahut Siwi santai sambil menyeruput jusnya . "Syukurlah , maaf karena aku telah menuduh kalian !"
"Tak apa , aku hanya butuh bantuan Rian untuk menghubungi Bagas ." Jawab Siwi lagi , "Bukankah aku sudah memberimu kontaknya waktu itu , hilang atau bagaimana ?" Rian bingung mengapa harus lewat dirinya .
"Tidak ! , aku masih menyimpannya tapi takut sudah tidak aktif saja ." Bohong Siwi agar Rian mau membantunya , "Dia tak pernah berganti nomor , atau hanya alasanmu saja ," Rian mulai curiga .
"Iya , kamu itu tahu aja !, tapi kamu maukan bantu aku ?" Siwi tetap meminta Rian . "Semua wanita emang sama aja !, egonya gak ketulungan !" ujar Rian dan meminta ponselnya yang dibawa Dwi .
"Nelpon duluan juga gak ada ruginya juga kok !" sindir Rian tak hanya pada Siwi tapi juga pacarnya . "Tuh , disindir pacar kamu tuh !, gara-gara gak mau nelpon duluan."
Dwi menatap pacarnya hingga melotot mewakilkan sebuah pertanyaan apakah benar yang dikatakan Siwi , "Hemmm...,pasti ngambek lagi !, gara-gara Lo sih , Wi !"
Note : bagi yang lupa atau belum like silahkan di klik jempol dulu yah...,biar mantap tambahin komen , rate 5 dan vote juga yah...
happy ending donk
huffffft
smg buruan ketemu jodohnya
dah runyam ne mslh Lo
kabuuuuuur
gw jg mo bantu lo
jgn buka malu Bagas donk sayang!!!!!!
biarlah dicintai dr pd mencintai
biar Salma gak di PHP in
Seringkali bikin resah. Gundah tak berakhir.
Dan ketika semua pada titik akhir dari kerinduan.....namun....
Benar, perempuan tak mungkin menghubungi duluan. Rasanya tabu
saling dukung yuuu dengan novel terbaru ku "Love Winter"
Terimakasih