NovelToon NovelToon
MANUSIA PARASIT

MANUSIA PARASIT

Status: tamat
Genre:Janda / Selingkuh / Pernikahan Kilat / Pelakor / Tamat
Popularitas:95k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

Parasit sering dipakai sebagai kata kiasan pengambaran : *Cara Hidup Seseorang*

Sebagaimana kisah yang terjadi dalam kehidupan Ambar Kirania, seorang Ibu muda bersama Rulof Kardasa, seorang Pejabat ASN. Begitu juga dengan Mathias Naresh, Pengacara muda bersama Angel Chantika, seorang calon model.

》Apakah mereka mampu hidup bersama parasit, atau tenggelam dan dihancurkan oleh para parasit?

》Ini adalah kisah orang-orang yang bertahan dan berjuang saat berada dalam lingkaran Manusia Parasit.

🙏🏻Yuuuukk., mari baca karya keduaku.♡
🙏🏻Semoga tidak berada dalam lingkaran ini.♡

Selamat Membaca.


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

06. Mathias Naresh.

...~•Happy Reading•~...

Di sisi lain ; Mathias yang telah selesai makan, langsung pamit kepada Sari, karena harus kembali ke kantor. (Dia dan Sari bersaudara sepupu. Ayahnya dan Ibu sari, kakak beradik).

Ketika sudah duduk di atas motor sportnya, Mathias melihat Ambar sedang berdiri menunggu di sudut restoran. Tidak lama kemudian sebuah motor mendekatinya, lalu Ambar naik.

Mathias penasaran dengan teman Sari yang bersuamikan pejabat tinggi. Sesuatu yang tidak masuk di akalnya. Bukan karena tempat bekerja atau pekerjaannya, tetapi statusnya tidak cocok untuk bekerja keras di restoran.

Mathias menjalankan motor pelan sambil mengikuti motor yang membawa Ambar. Ketika melihat motor berhenti di stasiun gondangdia, alis Mathias bertaut. Dia terus melihat, sampai Ambar masuk ke dalam stasiun.

'Mungkin dia naik kereta, supaya tidak bermacet ria. Seperti diriku, lebih memilih naik motor sport daripada mobil untuk menghindari tua di jalanan.' Mathias membatin.

Melihat Ambar naik kereta, Mathias memacu motor ke arah kantor di Salemba. Setelah parkir motor, Mathias masuk ke kantor sambil menenteng helm di tangan.

"Bagas, kau sudah bisa pulang." Mathias berkata kepada asistennya saat melihat dia masih bekerja.

"Sebentar lagi Pak, tanggung. Sedikit lagi baru saya pulang." Bagas berkata dari balik di meja kerja. Mathias hanya bisa mengangguk, melihat Bagas masih mau selesaikan tugasnya.

Kantor Pengacara Mathias berlantai dua, tidak terlalu besar dan tidak banyak ruangan. Hanya ada ruang tunggu yang berisi satu set sofa dan meja tamu, serta dispenser dan perangkat pelengkapnya. Selain itu, ada ruang kerja Bagas dan kamar mandi.

Sedangkan di lantai atas ada ruang kerja Mathias, ruang arsip dan ruang pribadi Mathias. Di dalam ruang pribadi tersebut ada kamar mandi, tempat tidur, lemari pakaian, kulkas dan kompor. Dilengkapi juga dengan meja makan kecil dan kursi makan untuk dua orang. Sehingga jika harus bekerja lembur, Mathias tidak pulang ke rumah.

Di ruang kerja Mathias, ada Meja dan kursi kerja, juga 1 set sofa dan meja tamu. Ada juga beberapa lemari kayu yang menempel di dinding. Jendela kacanya di tutup oleh krei. Jika pagi hari, krei tersebut digulung naik sehingga bisa melihat kesibukan yang terjadi di jalan raya.

Mathias masuk ke ruang kerjanya lalu memeriksa dokumen dan mulai bekerja. Tiba-tiba pintu ruangannya diketuk.

"Masuuukk... Ada apa Bagas?" Tanya Mathias, ketika melihat Bagas telah masuk ke dalam ruangan.

"Masih banyak yang dikerjakan, Pak?" Tanya Bagas, sambil mendekati meja bossnya.

"Tidak juga, saya sedang siapkan data dan dokumen untuk beberapa kasus 'TQ'. Bagaimana?" Tanya Mathias, sambil melihat Bagas. Dia mengistilahkan kasus-kasus yang dibantu dengan sukarela, bagi orang yang tidak mampu membayar pengacara dengan sebutan 'Kasus TQ'.

"Saya mau lapor pertemuan dengan client tadi siang, Pak." Ucap Bagas.

"Ooh, iyaa. Duduk... Bagaimana dengan pertemuanmu? Apakah mereka mau memakai jasa kita?" Tanya Mathias, saat Bagas duduk di kursi di depan meja kerjanya.

Kemudian Bagas menjelaskan pertemuannya dengan client yang ditemui mewakili bossnya. "Mereka setuju memakai jasa kita, Pak. Tapi mau bertemu dan berbicara langsung dengan bapak..." Ucap Bagas, mulai menjelaskan.

"Ok. Kalau begitu, besok kita akan bicarakan dan atur pertemuan dengan mereka. Mau ke sini silahkan, atau di luar juga boleh." Mathias berkata serius. Dia yakin clientnya tidak akan datang ke kantornya yang sederhana.

"Baik, Pak. Besok pagi saya akan hubungi mereka dan atur. Oooh iyaa, Pak. Apa bapak sudah bertemu dengan Mba Angel?" Tanya Bagas ragu, teringat hal yang akan disampaikan.

"Belum. Dia lagi ke Makassar. Mengapa kau tanyakan?" Tanya Mathias heran. Dia makin heran melihat wajah Bagas yang cemas dan gelisah.

Hati Bagas sedang menimbang-nimbang, mau kasih tahu atau tidak, sebab dia khawatir dan sayang pada bossnya. Walaupun bossnya galak, tapi sangat baik hati. Sehingga dia tidak sampai hati merahasiakan dari bossnya.

"Begini, Pak. Tadi siang saya pergi ke Sency untuk bertemu client menggantikan bapak. Saya melihat Mba Angel, sedang makan bersama seorang pria." Ucap Bagas pelan. Mathias jadi melihat Bagas dengan serius, karena Angel bilang dia masih di Makassar.

"Yang kau katakan itu benar? Dan apa kau yakin itu Angel?" Tanya Mathias, tegas untuk meyakinkan. Karena Angel tadi kirim pesan kepadanya, bahwa masih di Makassar. Orang tuanya masih kangen, jadi menahannya di sana untuk beberapa hari lagi.

"Saya sangat yakin, Pak. Kan saya sudah beberapa kali diminta antar Mba Angel. Jadi saya sangat mengenal." Bagas meyakinkan. Mathias melihatnya, tetapi tidak berkata apapun.

"Dan juga, Pak. Saya bilang ini, karna saya sudah pernah melihat beberapa waktu yang lalu. Mba Angel dengan pria yang sama. Saya kira itu teman kerjanya, jadi saya tidak bilang sama bapak. Tetapi ketika tadi saya melihatnya dengan orang yang sama lagi, saya jadi curiga." Ucap Bagas lagi.

"Ini, Pak. Bapak bisa lihat di video ini. Tadi saya sempat ambil sedikit, saat mereka jalan melewati tempat kami. Mungkin bapak kenal orangnya, jangan sampai itu saudaranya." Ucap Bagas sambil menyerahkan ponselnya.

Ketika melihat videonya, wajah Mathias berubah. Benar, Angel sedang berjalan sambil menggandeng seorang lelaki yang tidak dikenalnya. "Mariiii... Pegang ponselmu dan ikuti saya. Dia mau main kucing-kucingan denganku, rupanya." Mathias berkata lalu berdiri dengan wajah geram.

Dia memasukan semua dokumen dan laptop ke dalam tas kerja. Kemudian berjalan keluar, dan menutup pintu kantor dengan keras. Bagas jadi terkejut melihat sikap bossnya.

"Bagas, bawa helm mu dan jangan lupa matikan lampu." Mathias mengingatkan Bagas, sambil berjalan keluar kantor. Bagas mengikuti dengan berjalan cepat, karena langkah Mathias yang panjang.

Bossnya adalah seorang pengacara yang tinggi dan kekar. Tanpa berjalan cepat saja, sudah membuat Bagas ketinggalan. Apalagi seperti sekarang, Bagas harus setengah berlari untuk bisa mengimbangi langkahnya.

Wajahnya tidak bisa dibilang tampan, tetapi menarik. Berhidung mancung, alis tebal dengan mata yang jernih, bening. Jika orang melihatnya, tidak bisa hanya sekali pandang. Mereka akan balik melihat lagi. Apalagi seperti sekarang, dalam balutan jacket kulit dan duduk di atas motor sport, sangat keren dan maskulin.

Bossnya sering membuat orang terpesona, ketika sedang berdiri di ruang pengadilan saat membela clientnya. Sebab Mathias adalah pengacara yang cerdas dan sangat percaya diri, ketika membela clientnya.

Bossnya tidak pernah membela asal-asalan, semua kasus yang ditanganinya di teliti dan dipelajari dengan baik. Sekalipun itu kasus TQ, dia mengerjakannya dengan sepenuh hati.

Ketika telah sampai di tempat parkir motor, Mathias menyalakan mesin dan naik ke atas motor. Setelah merasa Bagas sudah duduk di atas motor, Mathias langsung keluar dari tempat parkir ke jalan raya dan menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi.

Bagas duduk di belakangnya dengan jantung berdegup kencang. Dia berdoa tidak henti sambil memeluk bossnya dengan erat, agar tidak terbang seperti daun.

Setelah tiba di Apartemen, Mathias dan Bagas langsung masuk ke lift. Bagas hanya mengikuti, karena belum pernah ke apartemen yang sedang didatangi.

Setelah mendekati salah satu kamar, Mathias berbisik kepada Bagas. "Siapkan kamera ponselmu dan rekam semua, tidak terkecuali." Ucap Mathias, pelan. Bagas lakukan seperti yang diminta tanpa bertanya.

Kemudian Mathias menekan password pada kunci pintu. Setelah melihat Bagas telah siap, Mathias mendorong pintu dan tralaaa laaa ... Dua anak manusia berbeda jenis sedang bercumbu ria di atas sofa, tanpa busana.

Ketika mendengar pintu dibuka, orang tersebut terkejut dan melihat ke pintu. Mata mereka terbelalak seperti melihat hantu, saat tahu siapa yang membuka pintu.

...~●○♡○●~...

1
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
kasian Ambar juha sama seni semoga ada yang bisa bantu mereka keluar dari keluarga gila ini
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
ayo tegas Ambar jangan mau kalah sama para parasit
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
pasti si Inge ini dasar parasit semua ini keluarga rulof seenaknya minta dibiayai
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
kakaknya tantrum mesti takut siapa yang bakal ngurus kehidupan dia kedepannya
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
fix laki² bodoh itu pasti rulof yang mau²nya dikuras hartanya sama angel tapi anak istri terlantar
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
Bagas kamu layak dapat bonus ini karena baik banget mau bantu bos mu
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
dasar bego masih sayang kalung dengan bermacam alasan , sana menggembel
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
bangeten si angel bener usir aja Tante biar tau rasa dia kapok
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
gimana gak dijambak wong orang tua nya dibohongi mana terlanjur marah2 ke Mathias
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
wow kejutan luar biasa angel kamu keren loh betina liar mangsamu dimana2
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
sadar juga kalo kamu terlalu jauh ya rulof , tapi sayang terlambat kayaknya Ambar udah muak sama kamu
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
sableng si rulof uang nikahan kok di aku2 duit dia 😂😂 gini nih kalo suami gila , ehh jangan bilang kalo rulof ini selingkuhan si angel ya habis kalang kabut soal duit Mulu
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
nah buat pelajaran ya Mathias yang cantik belum tentu sejalan sama kelakuannya
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
syukurlah Ambar semua sudah aman sekarang kamu sama juha sudah punya jaminan hidup kedepannya
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
dasar suami edan ya biarin lah wong perhiasan Ambar kok disembunyikan gak boleh, tapi bagus feeling Ambar buat amankan harta dia sendiri seni juga pintar
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
penasaran siapa selingkuhan si angel sih kok bisa royal ke angel yang cuma pacar
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
gilanimen angel udah selingkuh eh di apartemen Mathias pula , dasar betina Gatsu diri
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
waduh good Bagas berkat infomu Mathias langsung datang ke apartemen dan wah kejutan apa ada yang lagi main tumpang tindih😂
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
ngenes banget nasibmu Ambar , sampai harus ngutangg ke mba seni , tapi untungnya dia baik
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
ya ampun suami ASN tapi bisa serba kekurangan ini yang salah di suami nya Ambar kayaknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!