NOVEL INI ADALAH KARYA MISI KEPENULISAN NT, SECARA RESMI AUTHOR MENDAPAT IZIN RESMI UNTUK MENGADAPTASI KOMIK INI MENJADI NOVEL.
Sinopsis
Awal cerita bermula Karenina puspita, si gadis jenius bela diri harus merelakan dirinya mati muda, mati tanpa sebab. Tuhan memberikannya kesempatan dua untuk hidup kembali namun ditubuh seorang gadis yang hidupnya penuh masalah yang bernama Raya Mahesa, Beruntungnya Raya adalah anak orang kaya dan mempunyai tunangan super sempurna seorang artis terkenal. Akibatnya Raya menjadi sasaran para Fans tunangannya, Alend Bagaskara.
"Aku bukan lagi gadis polos yang dulu itu!tidak akan kubiarkan kalian menindasku!!!."
Bagaimana cara Karenina menghadapi kehidupan keduanya? seberapa keras usahanya untuk menyesuaikan diri hidup sebagai dirinya yang baru, ada rahasia apa dibalik Raya dan Karenina?
*** Hai semua pembaca sekalian Selamat menikmati karya kepenulisan ini yak.. bantu author dalam menjalani misi hehehehe***
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sheera Naya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 6 – Putri Keluarga Mahesa
***
Wajah sang asisten terlihat resah. Dari tingkahnya Alend sedang berada dalam kondisi Bad mood.
“Lagi - lagi Raya, seperti tidak ada habisnya saja tapi kok tumben hari ini membuat Kakak Alend terpengaruh… Lebih baik jangan banyak tanya dulu deh.. nanti tambah bad mood panjang urusan” kata sang asisten dalam hati.
Pria itu merutuki Raya yang selalu saja membuat Alend terganggu akibat pemberitaannya. Bisa dikatakan sang asisten Alend juga menjadi haters dari Raya. Salah satu orang yang menganggap gadis itu tidak pantas bersanding dengan sang idola. Alend masih dengan begitu sabar membiarkan tunangannya terus berbuat hal bodoh padahal tingkah Raya bisa saja mempengaruhi popularitasnya.
Dengan adanya skandal yang ditimbulkan Raya, sang Asisten merasa ada jalan keluar bagi artinya untuk memutuskan hubungan dengan si pembawa masalah itu ( Raya ).
“ Kakak Alend, Dengan adanya skandal Raya sebesar ini, Kak Tantri bermaksud untuk memanfaatkannya “ Kata Asisten Alend dengan semangat menyalanya.
Alend duduk tanpa suara, diam saja sambil menunggu kelanjutan perkataan asistennya. Tidak ada respon yang berarti darinya.
“ Apa tidak lebih baik menggunakan peluang kali ini untuk mengakhiri kontrak pernikahan kalian? Lagipula kita juga punya alasan untuk mengakhirinya kan? kalau kau setuju kita tinggal mengeksekusi rencana ini, tidak akan ada yang menyalahkan kita sebaliknya semua orang akan maklum“ Kata Sang asisten panjang lebar.
Alend menarik napas dan menghembuskan perlahan. Ada banyak hal yang dipikirkannya tidak bisa diungkapkannya begitu saja. Alend memang terkenal dingin dan bicara seperlunya saja bahkan pada orang didekatnya. Tidak ada seorangpun yang tahu mengapa Alend terus saja mempertahankan pertunangannya dengan Raya.
Jika Raya yang mati – matian bertahan dengan Alend, semua orang menganggapnya masuk akal, dengan segala kesempurnaan lelaki itu jangankan Raya, Alend menjadi impian semua gadis yang ada didunia. Lalu Apa alasan Alend tidak melepaskan Raya dengan segala masalah yang dibawanya? Banyak yang menduga Raya hanyalah Tameng Alend dari harapan para fans Wanita.
Banyak dugaan jika Raya memanfaatkan perjanjian pernikahan yang dibuat oleh kakek Alend dan kakek Raya sebagai alasan untuk mengikat lelaki itu disisinya. Maka tidak heran semakin popular Alend semakin banyak pula haters untuk Raya.
“ Tidak… Hidupnya juga tidak mudah di Keluarga Mahesa” Tolak Alend perlahan.
Alend seperti pahatan patung yang dibuat sempurna, mungkin disaat pembagian kasih sayang oleh tuhan, Alend berada diurutan antrian nomor satu. Duduk Biasa saja terlihat seperti model. Raut wajah, tatapan mata serta bibir sangat menggoda iman siapapun yang didekatnya. Seperti terhipnotis!
Sang asisten menatap artisnya dengan wajah bersemu merah, astaga bahkan sang asisten menelan ludah hanya karena melihat pose Alend seperti itu.
Astaga kalau dirumah tolong dikontrol sedikit Gerakan kamu! Jangan menggodaku yang masih sangat polos ini… ya tuhan bimbing aku agar tidak belok ke jalan yang salah …
Sang asisten Nampak memegang dadanya yang entah mengapa berdegup kencang melihat Gerakan Alend padahal Alend sendiri seperti tidak sadar dengan apa yang dilakukannya.
“ Alend, beberapa bulan lagi Raya sudah berusia 20 tahun, kontrak pernikahan yang disepakati…. “
“Aku tahu…” Potong Shing Alend dengan cepat.
Alend memegang dahinya sambil tersenyum. Tatapan matanya entah menerawang kemana. Tidak ada yang bisa menebak apa yang dipikirkan lelaki itu.
“ Masih ada beberapa bulan lagi, apa aku terlihat tidak bisa menangani Raya? “ Tanyanya sambil tersenyum kecil.
Terlihat jika Alend memang sudah punya cara untuk menangani Raya.
Asisten Alend tidak habis pikir, sang artis masih saja mempunyai rasa toleransi yang Panjang pada tunangannya yang notabene membawa masalah dengannya.
“Tidak disangka, Raya bisa membuat gunung es (Alend) yang terkenal berkepribadian dingin ini marah dan senyum disaat yang bersamaan…hmmmm…keberaadan Raya tidak bisa dianggap remeh…”Gumam sang asisten dalam hati.
Siapapunvtahu mengenai Raya langsung memastikan masa depan gadis itu dengan satu kata.
SURAM!
***
Kediaman Keluarga Mahesa.
Raya berdiri didepan gerbang rumahnya. Hari sudah sangat malam, bulan berganti dengan matahari memberikan sinar terindahnya dalam lingkaran penuhnya.
Tidak mau terima juga tetap harus menerima
Yang akan datang pasti akan datang..
Langkah kaki Raya masuk ke dalam rumah, Aku ingin melihat apa yang akan terjadi padaku
Dalam hatinya bertekad untuk tidak menjadi Raya yang polos. Dirinya tidak ingin merasakan apa yang dirasakan Raya selama tinggal di kediaman Keluarga Mahesa ini.
Mama…
mengapa mama meninggalkanku…
Dalam kepala Raya muncul kenangan seorang gadis kecil yang tengah menangis. Dialah Raya…
Papa?
Anak perempuan menengok kedatangan papanya.
Raya sayang, ini adalah mama dan adik barumu.
Perkataan sang papa sangat mengejutkan gadis kecil itu. Dirinya tidak mengira akan mendapatkan ibu tiri dan seorang adik lelaki yang begitu besar. Tidak ada yang mencoba menunjukkan kasih sayang pada Raya kecil saat itu.
Tidak lama berselang sang ibu tiri melahirkan anak perempuan lagi dalam keluarga. Kini Keluarga Mahesa memiliki seorang putri.
Putri Keluarga Mahesa.
Keluarga Mahesa.
Keluarga yang tidak memasukkan Raya sebagai anggota keluarga mereka. Hanya ada mereka tidak ada Raya. Gadis kecil itu harus merasa disisihkan sejak kecil. Diabaikan!
Gadis itu hanya menatap keluarganya itu dengan tatapan sendu.
Raya melangkah masuk ke dalam halaman rumah. Jarak gerbang menuju pekarangan rumah agak jauh sehingga Raya dapat melamun sepanjang jalan.
Rumah megah besar tempat Raya menjalani hidupnya, tidak ada rasa nyaman karena Raya tidak mendapatkan kehangatan keluarga disini. Rumah tampak sunyi. Beberapa lampu menyala pertanda adanya penghuni dalam rumah. Lagi – lagi Raya merasa aneh untuk masuk ke dalam rumah itu.
Aahh … keluh Raya dalam hati.
Suasana malam semakin dingin, Raya merasa Lelah dan ingin segera beristrahat.
“ Kau.. Kenapa anda Kembali Nona? “ Tanya seorang pria berpakaian rapi.
Tampaknya pria itu adalah kepala pelayan Keluarga Mahesa.
Kepala pelayan dari keluarga Maheda Sangat pintar bertindak sesuai dengan momentum yang ada, wajahnya penuh dengan senyuman namun Raya dapat menilai jika senyuman pria didepannya palsu dan terkesan licik.
Seekor anjing bawahan Rika… Gumam Raya dalam hatinya.
Rika adalah nama ibu tiri Raya.
“ Memangnya kenapa? Apa aku tidak boleh pulang? “ Tanya Raya dengan nada dibuat ketus.
Raya melempar Jaket dan tasnya ke arah kepala pelayan dengan angkuhnya. Raya berbalik menuju pintu masuk rumahnya.
“ Huh! Jangan sombong kau! Lihat saja nanti akan ada hal buruk yang akan kau dapatkan! “ Bisik kepala pelayan dengan tatapan tidak suka.
Kepala pelayan itu tidak menyukai keberadaan Raya dirumah kediaman Keluarga Mahesa. Baginya tuan yang harus dilayaninya adalah Papa Raya, Ibu Tiri dan saudara tiri Raya saja, Sedangkan Raya hanya orang luar yang tidak layak tinggal dalam keluarga itu.
***