sejatinya tidak ada wanita manapun yang mau dimadu,
Nadila Fitria seorang janda yang terpaksa harus menikahi sahabat mendiang suaminya untuk menutupi rasa malu keluarga,
Dan Galang Hendriansyah harus menutupi pernikahan sirinya dengan Nadila demi bisa melanjutkan rencana pernikahannya dengan Alika Pratiwi,
Rasa bersalah Galang atas kematian sahabatnya yang spontan menyelamatkan nyawanya membuatnya dilema,
sanggupkah Galang bersikap adil, karena sejatinya tidak ada yang dapat menimbang keadilan itu,
sanggupkah Dila merebut hati suami siri nya itu,dan bagaimana sikap alika jika tahu dirinya ternyata istri kedua meskipun hanya pernikahannya yang dilegalkan,,,,
akankah mereka mendapatkan kebahagiaan dalam kehidupannya
***masih tahap revisi ya guys****
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariska raza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 6 kecupan
"pesan dari siapa mas kok kamu tegang gitu"
"oh bukan apa-apa hanya dari vivi"galang mendudukkan bokongnya dikursi panjang pojok butik itu
"aku lelah sekali mas,pengen langsung tidur bisakah kita pulang sekarang?"Alika terlihat menguap beberapa kali
"apa semua urusan disini sudah selesai sayang?"tanya galang dijawab anggukkan oleh Alika, sepertinya kekasih nya ini memang benar-benar lelah.jemari galang langsung meraih jemari Alika membawanya ke mobil untuk segera beristirahat
karena begitu lelah Alika pun tertidur dengan pulasnya,wajah cantik itu terlihat sangat lelah.galang lalu menepikan mobilnya dan berhenti sejenak.netranya terus memandang wajah cantik kekasih hatinya itu, jemari tangan nya mulai menyentuh pipi mulus itu...
"maaf kan aku sayang,aku sudah salah melangkah...aku tidak tau harus berbuat apa sekarang.aku sangat mencintaimu...sangat dan sangat"sebuah kecupan dia dapatkan dikening Alika.sang empunya tubuh pun akhirnya menggeliat merasa wajah nya ada yang menjamah,
"kita sudah sampai kah mas?"kelopak mata itu mengerjap mencoba melihat sekeliling
"belum sayang mas tadi hanya ingin memandang wajah cantik mu saja"
"ah pasti bukan cuma memandang tapi mas pasti mencuri kecupan lagi kan"Alika memanyunkan bibirnya sambil berdecak
"maaf.... aku tidak sabar ingin menjadikan mu permaisuri dirumah kita nanti.tidurlah lagi mas akan melanjutkan perjalanan kita"
"mas terimakasih ya sudah mencintai ku sedalam ini"wajah itu menunduk malu
"aku yang harusnya berterimakasih karena kamu memilih ku diantara para pemuja mu yang lain"
perjalanan menuju ke rumah keluarga Hendriansyah itu pun dipenuhi dengan pujian pujian yang terlontar dari mulut mereka,
"bunda kok ayah Alang belum datang sih"gerutu albi yang sedari tadi gelisah menunggu kedatangan Galang tapi yang ditunggu tak jua menampakkan diri
"Albi...mungkin ayah Galang sedang sibuk nak,kan besok kita mau pindah ke rumah ayah Galang, pasti ayah Galang sekarang sedang mempersiapkan kedatangan kita besok''rayu dila ke anaknya yang dari tadi gelisah itu
"tapi albi kangen bunda"
"ya sudah kita telfon ayah Galang tapi kalo tidak diangkat jangan nangis ya!!
akhirnya dila menelfon suami siri nya itu tapi sampai panggilan ketiga pun tak jua ada jawaban,dengan lesu Albi akhirnya menurut perintah bundanya.
entah mengapa rasa kecewa itu muncul begitu saja dalam relung hati dila,merasa ada yang kurang dari ketidak hadiran galang setelah pernikahan itu.
pernikahan tanpa cinta dan terpaksa itu,
semenjak menikah dengan Gerry Dila tidak pernah bekerja dia menjadi ibu rumah tangga seutuhnya, menyiapkan makan, merawat anak dan membersihkan rumah.dan setelah kehadiran Galang yang selalu mengatas namakan hutang nyawa setelah pertolongan Gerry itu,dia selalu ada sebagai pengganti kepala rumah tangga,sebagai ayah untuk albi.
kematian Gerry tidak merubah apapun dalam kehidupan sehari-hari dila, hanya kasih sayang dan sentuhan gerry yang hilang
apakah pernikahannya dengan galang akan bisa mengembalikan kasih sayang Gerry yang telah meninggal itu.
"dila...dila...dila...'
suara teriakan itu sangat memekakkan telinga
"dila...dila keluar kamu dila,"
dengan setengah berlari dira menuju arah suara itu.betapa kagetnya dia melihat siapa yang berteriak memanggil namanya dengan teriak itu.
setelah melihat wanita yang dicarinya keluar wanita paruh baya itu langsung mengeluarkan kata-kata penuh amarahnya
--------------
ni sedang rilis baru "BUKAN SEKEDAR WANITA SIMPANAN" lanjut baca ya kak