NovelToon NovelToon
Dia Menjadikanku Selir Ketika Dia Menjadi Kaisar

Dia Menjadikanku Selir Ketika Dia Menjadi Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Wanita / Harem
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Masih dalam masa berkabung karena ayah dan semua saudara laki-lakinya gugur di medan perang. Bai Ningyuan, putri sulung jenderal Bai harus menerima kenyataan pahit yang sangat menyakitkan.

Putra mahkota, suaminya telah diangkat menjadi kaisar. Tapi titah pertama yang kaisar itu tulis adalah menurunkan pangkat Bai Ningyuan menjadi selir.

Tangan Bai Ningyuan gemetar, suaminya telah menjadikannya selir. Karena harus mengangkat putri perdana menteri Su menjadi permaisuri.

"Nyonya, silahkan berkemas. Dan pindah dari istana timur ini menuju istana Hanzi!" seru Kasim Wang.

"Nyonya..." pelayan di sisi Bai Ningyuan tampak sedih, matanya sudah berkaca-kaca.

"Lin'er, bereskan barang. Yang mulia ingin aku menjadi selir... " Bai Ningyuan terkekeh lirih, "maka aku akan menjadi selirnya!"

'Xuan Pingyan! jangan menyesali keputusanmu ini!' geram Bai Ningyuan dalam hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Lin'er menghentikan langkahnya, ketika dia melihat semua pelayan yang sudah menyelesaikan semua pekerjaan mereka pergi meninggalkan istana Hanzi. Hanya ada dua pengawal yang berdiri di depan gerbang. Istana itu bahkan sangat sepi, terlalu sepi rasanya.

Lin'er mengalihkan pandangannya ke arah dapur. Tak ada asap mengepul di cerobong. Apakah artinya mereka harus menyiapkan makanan mereka sendiri? seperti inikah? pada akhirnya kehidupan mereka selanjutnya.

Lin'er menuju ke dapur istana Hanzi itu. Ukurannya memang besar. Tapi, ketika Lin'er masuk ke dalamnya. Bahkan tidak ada apapun disana yang bisa di masak. Hanya gentong air yang bahkan baru terisi setengahnya.

Lin'er kembali masuk ke istana. Bai Ningyuan sedang merapikan buku dan alat tulisnya di meja belajar, di salah satu ruangan dekat kamar tidur utama.

"Nyonya, para pelayan itu bahkan tidak menyiapkan bahan makanan. Tidak ada apapun di dapur!" keluh Lin'er.

Biasanya, yang namanya istana akan ditinggali itu, pasti akan disiapkan bahkan makanan. Lin'er menduga, kalau permaisuri yang memang mengatur semua istana di kerajaan Huaming itu memang sengaja mempersulit istana Hanzi ini.

Bai Ningyuan meletakkan pemberat kertas pemberian dari ayahnya di atas meja. Benda itu salah atau benda kesayangannya. Setelah itu dia mengangkat pandangannya dan tersenyum pada Lin'er.

"Bukankah itu bagus, kita tak perlu memasak. Ambil beberapa keping perak di tempat penyimpanan kita Lin'er, dan beli makanan yang enak. Bagaimana kalau kita rayakan pindah ke tempat baru dengan minum arak, juga makan bebek panggang?"

"Tapi nyonya, kenapa harus menggunakan uang pribadi nyonya. Bukankah seharusnya segala pengeluaran..."

"Lin'er!" sela Bai Ningyuan, "kita tidak bisa mengandalkan orang lain, dan tidak perlu!"

Lin'er segera menganggukkan kepalanya.

"Baik nyonya, aku akan segera membeli makanan enak untuk nyonya!"

"Bawa token kita, mungkin orang-orang itu juga akan mempersulit kita untuk keluar masuk istana!"

"Baik nyonya!"

**

Sementara itu di kediaman jenderal Bai, seorang pria dengan ikat kepala putih di kepalanya, hanfu putih bersama dengan beberapa pengawal di belakangnya tampak berjalan masuk ke aula utama.

"Pangeran kedua..." ucap Lin Qingxue dengan suara bergetar perlahan.

"Nyonya Lin, aku turut berduka. Maaf, aku baru bisa kembali..."

Brukk

Lin Qingxue jatuh berlutut di depan Xuan Ziyuan. Para menantu juga ikut berlutut memberikan penghormatan pada pangeran kedua.

Mata Xuan Ziyuan berkaca-kaca melihat Isak tangis seluruh wanita di kediaman jenderal Bai. Hatinya terasa sakit, dadanya juga sesak. Dia bahkan dikirim pergi, ketika dia berusaha memperingatkan jenderal Bai dan pasukannya oleh kaisar sebelumnya, yang juga ayahnya sendiri.

Jenderal Bai adalah gurunya, yang pertama kali mengajarinya cara menggunakan pedang dengan benar.

Tes

Air matanya jatuh seketika, namun pangeran kedua segera menyeka air matanya. Sekarang, dia bahkan tidak akan dipanggil pangeran kedua lagi. Sekarang gelarnya adalah pangeran Ziyu. Artinya seseorang yang tidak akan ikut campur lagi dengan masalah internal di istana kerajaan.

Wilayah kekuasaannya, hanya sebatas kediamannya dan juga wilayah yang sudah di tunjuk oleh mendiang kaisar sebelumnya. Dan juga bertanggung jawab atas perbatasan wilayah timur kerajaan Huaming.

"Maafkan aku nyonya...!" lirih pangeran Ziyu.

"Kaisar terlalu tidak adil, pangeran..." adu Mu Wanqing, menantu tertua yang saat ini sedang hamil tua.

Pangeran Ziyu menoleh. Tapi dia juga tidak bisa melakukan apa-apa saat ini. Semuanya sudah terlambat.

"Jika ada yang bisa aku lakukan..."

"Jagalah Ning'er kami, pangeran. Dia adalah satu-satunya yang masih harus berada dalam belenggu istana yang sangat kejam itu. Dia sendirian disana!" kata Lin Qingxue dengan mata merah dan basah.

"Benar pangeran, dia bahkan mendapatkan penghinaan. Kaisar kejam dan tidak adil itu menurunkan posisinya tanpa dia melakukan kesalahan. Hatinya pasti hancur saat ini. Bantulah dia pangeran, jika memang ayahku dan suamiku masih pangeran anggap guru dan saudara seperguruan!" sambung Mu Wanqing.

Mata pangeran Ziyu segera tertuju pada papan nama paling kecil yang ada paling pojok. Tertulis disana Bai Yuchen, usianya bahkan baru 14 tahun. Dia adalah anggota termuda dari keluarga jenderal Bai.

Tanpa Xuan Ziyuan sadari, tangannya terkepal kuat begitu saja. Intrik perebutan kekuasaan di istana memang benar-benar kejam. Bahkan remaja yang jika bertemu dengannya selalu ceria itu, harus gugur untuk pertempuran pertamanya membela orang yang bahkan tidak perduli nyawanya.

"Aku berjanji pada kalian. Aku pasti akan melindungi Ningyuan. Bagaimana pun caranya, aku tidak akan biarkan dia dilukai oleh orang-orang yang haus kekuasaan itu!"

Pangeran Ziyu meninggalkan tempat itu setelah memberikan janji yang bukan hanya omong kosong pada keluarga Bai. Kalau dia lama-lama di tempat itu, memang sangat tidak aman, justru bagi keluarga Bai sendiri.

Sekarang keluarga Bai sangat lemah, jenderal Bai dan semua pria sudah gugur. Akan sangat mudah mencari kesalahan, dan membuat keluarga itu menderita.

Pangeran Ziyu hanya bisa melindungi keluarga gurunya itu dari jauh.

Setelah pangeran Ziyu pergi. Lin Qingxue bangkit perlahan dibantu oleh pelayan pribadinya. Dia menghampiri menantunya yang sedang hamil besar dan membantunya bangkit.

"Ibu, apakah pangeran kedua akan..."

"Kita lupa Wanqing, harusnya kita memanggilnya pangeran Ziyu. Dia bahkan tidak bisa menentukan dia harus berbuat apa. Kenapa aku sampai bicara tidak masuk akal, bahkan memintanya melindungi Ning'er" kata Lin Qingxue resah.

"Ibu, pangeran Ziyu adalah murid kesayangan ayah. Dia sangat menghormati ayah, sangat menyayangi Ning'er seperti adik sendiri. Dia pasti akan berusaha menjaga Ning'er!"

"Ibu harap begitu. Tapi bahkan ibu tidak berani berharap banyak!"

Kedua wanita yang kini telah menjanda itu saling merangkul dan menguatkan. Mereka sungguh merasa begitu kecil saat ini. Bahkan tak bisa berbuat apapun, padahal ketidakadilan sudah terjadi berkali-kali pada mereka. Semua anggota keluarga pria telah gugur, bahkan tidak mendapatkan kehormatan apapun. Justru, putri sulung mereka mendapatkan penurunan pangkat. Hidupnya di Harem istana pasti akan sangat sulit.

Namun, mereka juga tidak bisa melawan. Sungguh akhir yang sangat menyedihkan, bagi orang-orang yang benar-benar tulus membela kerajaan.

Di tempat berbeda, malam sudah semakin mendekat. Seorang pria berjubah emas dan duduk di singgasana yang begitu megah menutup lembaran dokumen terakhir yang harus dia periksa.

"Yang mulia, Kasim Chen datang. Membawa 5 plakat selir yang..."

"Aku ingin istirahat di istana ku sendiri. Beberapa hari ini sangat melelahkan. Aku tidak punya tenaga meladeni wanita-wanita manja itu!" sela kaisar.

Dialah Xuan Pingyan. Suami yang telah menjadikan istri pertamanya sendiri sebagai selir ketika menjadi seorang kaisar.

"Baik yang mulia!" kata Kasim Wang meski belum selesai bicara.

"Bagaimana keadaannya?"

Kasim Wang cukup paham, kemana arah bicara kaisar nya.

"Sudah pindah ke istana Hanzi yang mulia, sesuai pengaturan permaisuri Su!"

"Malam ini dingin, tambahkan arang dan kayu bakar ke istananya!"

"Baik yang mulia!"

***

Bersambung...

1
kaylla salsabella
hayooo ada apa
vj'z tri
baja /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ aserehaha rehaha hahahahahha
vj'z tri
pemirsa selanjutan mari kita saksikan bersama sama bagaimana rupa wajah dari permaisuri aaaaaaSu/Facepalm/
vj'z tri
manis di bibir memutar kataaaa malah kau tuduh aku lah segala penyebab nyaaaa oooo siapa terlena pasti nya terpanah bujuk nya rayu nya suara nya yang memikat simpatiii dann harapaa 💃💃💃💃
Kedan Bawel 🍒
Genk Permaisuri & selir² munafik saling menyalahkan & saling membela diri.. 🤭
Kalau Bai Ningyuan mah santuy, untuk apa cari perhatian kaisar lagi..
Toh cinta nya saat ini udah mati..
Yg ada di hati nya hanya balas dendam atas keluarga nya yg telah mati & gak dihargai.. 🤭
Kedan Bawel 🍒: Kadang terlihat santun..
Kadang terlihat baik hati..
Kadang terlihat lugu..
Kadang pula terlihat menarik perhatian bagi yg tak memahami..
Sayang nya banyak tertipu dengan tampilan begini..
Karena mereka tak tahu apa yang ada di otak & hati nya dari manusia tipe begini..
Bisa jadi emang baik, bisa juga ular, atau mungkin saja tipe manusia bunglon yg bisa berubah penampilan sewaktu-waktu untuk bisa mengelabui.. 🤭
total 1 replies
Muft Smoker
selir Bai mulai mengeluarkan taring ny lagii ,,
yula
💪💪💪💪💪thor lanjut
yula
💪💪💪💪💪thor
Dewi Habibah
lagi donk
Noer Row_ling: yok lanjut, semangat
total 1 replies
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
kok kalah ...mang lagiblomba apa k Noer /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer Row_ling: kacau balau ya kak, ya ampun hayati lelah kayaknya
total 1 replies
vj'z tri
bapak e sopo meneh Iki lah /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ sakit nya tuh disini di dalam hati ku sakit nya tuh disini tahu kau tak datang
vj'z tri
beredam air dari Mbah dukun /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
aud ????/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
separuh ??? hufh ya ya ya aku mengerti k Noer /Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
tenang ada waktu nya untuk menghina dan membalas mereka /Joyful//Joyful/
vj'z tri
kaisar masa gitu
vj'z tri
situ???? situ dua tiga dkk /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!