NovelToon NovelToon
Cinta Yang Sempurna

Cinta Yang Sempurna

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Syafitri wulandari

Area 21+ harap bijak dalam membaca.

Arieska Widya Kusuma (27 tahun), sangat Mencintai sahabat semasa kecilnya bernama Dimas Anggara (27 tahun). Sikap Dimas yang dulu perhatian membuat Arieska sangat mencintai Dimas. Namun sayang Dimas tidak mencintainya karena Arieska adalah gadis yang gendut mempunyai berat badan 75 KG dengan tinggi badan hanya 150 CM dan wajah yang di penuhi dengan jerawat. permasalahan lainnya juga Dimas adalah seorang Gay dan menjalin hubungan dengan sahabatnya bernama Elang Mahendra. Karena trauma di masa lalunya membuat Dimas sangat membenci yang namanya wanita.

Dimas terlahir dari rahim wanita. Namun, wanita yang melahirkannya jugalah yang menorehkan sebuah luka Dan menjadi anak broken home, membuat Arieska sangat mengawasi Dimas. Arieska takut Dimas akan berbuat nekad. Arieska rela melakukan apapun asal Dimas tidak terluka.

Sanggupkah Arieska bertahan bersama Dimas dan membuat pria itu berubah?

Atau malah pergi karena merasa semuanya sia-sia?

***

Jelita Anggraini (22th) menyimpan rasa untuk kakak angkatnya yaitu Rasyad Putra Pratama (29th) yang terkenal dingin seperti es di kutub utara keturunan Nathan. Kehidupan keluarga yang sangat pelik, tidak di anggap adik oleh Dimas dan tidak dipedulikan oleh mama dan papanya membuat Jelita mempunyai kehidupan baru bersama keluarga Rasyad yang sangat memperhatikannya. Tetapi Jelita harus menelan pil pahit saat Rasyad akan menikah dengan pujaan hatinya, mencoba ikhlas Jelita pergi dari kehidupan keluarga angkatnya hingga dirinya dipertemukan kembali dengan Rasyad saat pernikahan mendadak mereka. Tetapi saat itu sikap Rasyad yang sudah menjadi suaminya berubah 180°. Rasyad tak pernah menganggapnya ada dan tak pernah menganggap dirinya seorang istri, pernikahan mereka terjadi karena anak Rasyad yang masih kecil membutuhkan sosok seorang ibu.

"Pernikahan ini atas keinginan ayah dan bunda. Jadi, jangan berharap lebih padaku!" ucap Rasyad dengan tajam.




Ikuti kisah mereka!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syafitri wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab~6 (Cinta Setulus Hati)

...Happy reading...

****

Arieska semalaman tidak pulang ia tertidur dengan bersandar di pintu kamar Dimas. Gadis itu sangat mengkhawatirkan Dimas yang sejak semalaman tidak keluar dari kamar hingga pagi menjelang.

Jelita yang baru pulang langsung terkejut melihat Arieska yang terduduk di lantai. Dengan cepat ia menghampiri Arieska yang terlihat sedikit pucat, mungkin gadis itu kedinginan.

"Kak Arieska kenapa tidur di sini?" tanya Jelita dengan panik.

"Aku harus mengawasi Dimas, Jelita. Dia semakin tidak terkontrol," gumam Arieska dengan lirih.

"Kita buka saja pintu kak Dimas ya, Kak. Aku juga takut dia kenapa-kenapa," ucap Jelita dengab cemas.

"Emang kamu punya kunci cadangannya?" tanya Arieska dengan penuh harap.

"Aku cari dulu, Kak!" ucap Jelita dengan cepat.

Arieska memperhatikan Jelita yang mencari kunci cadangan kamar Dimas. Dengan perlahan juga Arieska bangun dan mencoba membantu Jelita tetapi belum sempat mereka menemukan kunci cadangan tersebut pintu kamar Dimas sudah terbuka. Kedua gadis itu langsung mematung saat Dimas menatap mereka dengan tajam.

"Apa yang kalian lakukan?" tanya Dimas dengan dingin.

"Hmmmm... A-aku cari, cari..."

"Cari apa?" sentak Dimas dengan tajam saat Jelita dan Arieska terlihat sangat gugup menatap dirinya.

"Sini kamu!" ucap Dimas menarik Jelita masuk ke kamarnya dan menggeret gadis itu ke kamar mandi.

"Dim, lo mau apakan Jelita? Ingat Dim, Jelita itu adek lo!" ucap Arieska dengan panik.

"Jangan ikut campur!" ucap Dimas dengan tajam.

"Kak, ampun!" mohon Jelita dengan takut.

Dimas menarik rambut Jelita dan mendorong kepala wanita itu masuk ke bathtub yang sudah berisi air di sana.

"Seharusnya lo sadar. Semua itu terjadi gara-gara lo! Lo gak tahu malu, seharusnya lo pergi jauh dari rumah ini karena lo bukan bagian dari keluarga Anggara!" ucap Dimas dengan marah. Jiwanya sudah dirasuki iblis hingga bisa menyiksa Jelita tanpa belas kasihan sedikit pun.

"DIMAS!" teriak Arieska dengan keras. Ia berusaha menyelamatkan Jelita yang hampir kehabisan napas.

"Gue bilang lo gak usah ikut campur!" teriak Dimas dengan mata yang memerah.

"A-ampun, Kak! Hiks...hiks...aku juga gak mau dilahirkan ke dunia ini jika hanya merusak keharmonisan keluarga Kakak," ucap Jelita dengan terisak.

Brukk...

Dimas mendorong tubuh Jelita dengan kuat hingga membentur pinggiran bathtub.

"Jelita!" teriak Arieska dengan khawatir.

"Kamu keterlaluan Dimas!" ucap Arieska dengan tajam.

Dimas meninggalkan kedua gadis itu begitu saja. Ada rasa sakit ketika melihat Jelita menangis dan terluka karenanya. Tetapi rasa bencinya tidak bisa dibendung begitu saja, melihat Jelita mengingatkannya dengan sang mama yang dengan tenang meninggalkannya tanpa kembali lagi ke rumah ini.

"Dek, kamu gak apa-apa, kan? Dahi kamu memar," ucap Arieska dengan sendu.

"Aku gak apa-apa, Kak. Aku tahu Kak Dimas lebih terluka dari pada aku. Kak, aku mohon jaga kak Dimas ya. Aku gak bisa setiap hari bisa melihatnya karena kak Dimas sangat membenci kehadiran aku. Tapi, aku sayang banget sama kak Dimas. Jika bisa menukar nyawa untuk kebahagiaan kak Dimas kembali maka aku rela menukarnya," ucap Jelita dengan lirih.

"Kamu tenang saja. Kakak akan tetap menjaga Dimas karena Kakak juga sayang banget sama Dimas. Sekarang kamu ganti baju dulu ya, nanti Kakak obati memar kamu," ucap Arieska dengan lembut.

Jelita tersenyum menatap Arieska. Ia tahu Arieska sangat mencintai Dimas dan Jelita akan mendukung itu semua karena Jelita yakin Arieska sangat mencintai Dimas dengan tulus.

****

"Kenapa lagi?" tanya Elang dengan dingin.

Dimas menghela napasnya. Hidupnya sudah tidak baik-baik saja ketika kedua orang tuanya memilih berpisah.

"Menurut lo. Kedua orang tua gue bahagia dengan jalan yang mereka pilih atau tidak?" tanya Dimas dengan datar.

"Tergantung," jawab Elang dengan ambigu.

"Maksudnya?" tanya Dimas dengan datar.

"Jika keputusan kedua orang tua lo untuk berpisah, gue yakin mereka bahagia dengan keputusan yang mereka buat tetapi gue yakin mereka pasti menyesal juga karena telah menghancurkan kehidupan lo dan Jelita," ucap Elang dengan tenang.

"Lo benar! Yang paling bahagia di sini adalah wanita itu! Papa juga terluka, bahkan dia jarang pulang untuk sekedar bertanya kabar gue. Apakah gue baik-baik saja? Apakah gue hidup dengan baik? Mereka bahkan tidak bertanya hal sederhana itu ke gue! Gue rasa mereka sudah bahagia dengan jalan hidup mereka masing-masing," ucap Dimas dengan tertawa sinis. "Papa hanya memberikan materi ke gue setiap bulan. Uang gue banyak, Lang. Tapi gue kekurangan semuanya," ucap Dimas dengan miris.

Elang hanya diam membiarkan Dimas mengeluarkan uneg-unegnya tanpa di sadari oleh Elang, sikapnya yang seperti ini semakin membuat Dimas nyaman dan berkubang pada rasa yang salah.

"Hidup itu terus berjalan. Gue yakin setiap orang menemukan kebahagiaannya masing-masing termasuk lo," ucap Elang dengan bijak.

"Thanks.. Selalu ada buat gue," ucap Dimas dengan kata yang penuh sirat akan makna rasanya kepada Elang.

Elang hanya mengangguk dan pria itu melihat jam tangannya. "Lo sebaiknya pulang! Gue mau ketemu Fika, hari ini hari jadi gue dan Fika," ucap Elang dengan datar membuat Dimas mendengkus sebal, ia cemburu dengan Fika.

"Gue harap semua berjalan dengan baik," ucap Dimas dengan sinis.

"Pasti!" ucap Elang dengan dingin. Ia sangat paham dengan kata-kata Dimas yang selalu menyudutkan kekasihnya.

"Gue pulang!" ucap Dimas dengan datar.

"Hmmmm..."

****

Jelita menatap ponselnya yang sejak tadi berdering. Ada panggilan masuk dari Rasyad tetapi Jelita enggan mengangkatnya. Ia takut hatinya semakin sakit melihat Rasyad sangat bahagia dengan Lolita.

Ting...

"Angkat telepon!"

Jelita menghela napas beratnya saat membaca pesan dari Rasyad. Dengan berat ia mengangkat telepon Rasyad.

"Halo, Kak!" sapa Jelita dengan lirih.

"Dimana kamu?" tanya Rasyad dengan dingin.

"Di rumah papa," jawab Jelita dengan jujur.

"Pulang sekarang!" ucap Rasyad dengan dingin tanpa basa-basi kepada Jelita. Tak tahukah Jelita jika Rasyad sangat khawatir dengan keadaannya? Entah mengapa Rasyad mengkhawatirkan Jelita, padahal ia sedang bersama dengan Lolita.

Jelita mendengar suara Lolita diseberang telepon. Ia memejamkan matanya dengan kuat. Hatinya kembali berdenyut sakit mendengar suara manja Lolita kepada Rasyad.

"Mas, ayo makan siang dulu," ucap Lolita membuat Jelita semakin terdiam dengan pikirannya.

"Bentar dulu, Sayang. Mas sedang menelepon Jelita agar segera pulang," ucap Rasyad dengan lembut.

Tak kuat mendengar percakapan kedua pasangan tersebut. Jelita ingin cepat mematikan sambungan telepon tersebut.

"Jelita gak pulang, Kak."

Setelah mematikan sambungan teleponnya dengan Rasyad, Jelita lamgsung mengirimkan pesan untuk Rasyad.

Jelita tidak tahu jika pesan yang ia kirim untuk Rasyad membuat lelaki itu murka.

*****

Gimana dengan part ini?

Ramein lagi yak.

Jangan lupa like, vote, dan komentar yang banyak ya serta favoritkan cerita ini.

1
Firgi Septia
entah kenapa aku lebih suka cerita Dimas dan arieska 🥰🥰
April
Nangis aku tuh thor😥
Firgi Septia
entah kenapa saya lebih suka dengan cerita Dimas dan Arieska
Anita Usman
nggak suka si Dave
Anita Usman
tapi untuk adegan Dimas dan Deva itu saya tidak suka terlalu berlebihan
Julietta Hutapea
aq nangis beneran ini Thor,harus tangung jawab ni othor'y😭
Yunia Spm
kenapa harus terlambat untuk sadar si thor
Yunia Spm
emosi sama othor lah...

kan yg buat cerita 😁
Teh Rian
cerita cinta yg bagus
Indah Alifah
kapan cinta sempurnanya yg ada cinta yg menyakitkan tau 😥
Indah Alifah
aku juga penasaran sama kisahnya tuan muda dengan wanitanya kyaknya aku deh
Indah Alifah
aku suka part ini ada sosok penyelamat jelita semoga cintanya jelita
Win wina
aku ikut mewek Thor 😭
Tyas
up
Hera sasuwe
menarik ceritanya n seru
Mistriani Rifai
yesekkkkkk aku bacanya semoga ini cuma cerita 😭😭😭😭😭
bunda elok
sangat bagus sekali ceritanya
Teti Nastetiningsih
keren ceritanya
Teti Nastetiningsih
nangisssssss
Rini Haryati
ceritanya keren
sukses
semangat
mksh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!