Semua rasa yang ada telah pergi, yang tersisa hanya luka tak terlihat. Luka yang ia dapat di waktu yang sama dengan orang yang berbeda.
*
Apa yang telah terjadi akan sulit untuk dilupakan.
Tidak ada yang tahu, apa yang akan terjadi di masa depan termasuk dirinya.
*
Rasa sakit, bahagia, dan kecewa akan menuntun apa yang sudah menjadi takdirnya.
Begitu juga dengan kisah seorang wanita yang bernama "AISYAH NURAHMA"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon inov, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6
Setelah beristirahat selama dua hari dan melakukan penyesuaian dengan lingkungan sekitar. Pagi ini Aisyah memutuskan untuk mendatangi perusahaan yang menjadi rekan bisnis kali ini. Sebelumnya Aisyah sudah membuat janji temu dengan CEO perusahaan tersebut. Aisyah berkeinginan untuk dapat menyelesaikan pekerjaan di Negara ini dengan cepat.
“Azzam, Azzim ibu berangkat kerja dulu. Kakak harus menjaga Zakiya, jangan menyusahkan ninik Asih. Kalau ibu dapat menyelesaikan pekerjaan ini dengan cepat, ibu akan ajak kakak dan adek jalan-jalan ya.” ucap Aisyah dengan lembut.
“Baik bu, kami akan menjaga kiya. Ibu hati-hati dan semoga urusan ibu hari ini berjalan dengan lancar.” jawab Azzam sedangkan Azzim hanya mengangguk membenarkan perkataan kakaknya.
“Ibu menyanyi kalian,” ucap Aisyah lagi sambil mencium pipi Azzam dan Azzim.
“Assalamu’alaikum.”
“Wa’alaikumussalam.”
Azzam dan Azzim kembali masuk kerumahnya, ketika mobil yang ditumpangi oleh ibu mereka tidak terlihat lagi, sedangkan si bungsu Zakiya masih terlelap di pulau bantal kesayangannya dan belum ada tanda-tanda akan terjaga.
***
Aisyah tempak berlari memasuki lobi perusahaan L’O Grup, karena ada kecelakaan mobil dijalan membuat Aisyah terlambat. Alhasil waktu yang ditentukan untuk bertemu pun sudah terlewat beberapa menit.
Dengan nafas yang tidak beraturan, Aisyah bertanya kepada dua wanita yang berdiri di meja resepsionis.
“Permisi mbak, saya Aisyah sebelumnya saya sudah membuat janji temu dengan asisten Ceo perusahaan ini. Apakah saya dapat bertemu dengan beliau?”
“Silahkan ditunggu sebentar ya buk, saya akan mengkonfirmasi lagi kepada tuan Kemal.” jawab resepsionis tersebut.
Sembari menunggu Aisyah memilih untuk duduk di bangku yang tersedia di lobi perusahaan tersebut.
“Maaf buk Aisyah, untuk hari ini pertemuannya dibatalkan dan ibu diminta untuk mengatur jadwal kembali karena atasan kami sudah memiliki jadwal lain.” jelas resepsionis tersebut kepada Aisyah.
“Baiklah kalau begitu saya permisi dulu.”
Saat Aisyah berjalan menuju pintu keluar perusahaan tersebut, tiba-tiba Aisyah merasakan pusing yang sangat hebat, hingga membuat Aisyah sempoyongan dan menabrak seorang pria yang berada didepannya. Spontan tangan itu merengkuh tubuh lemah Aisyah dan membawanya ke ruang kesehatan perusahaan. Semua karyawan yang ada di lobi terkejut melihat Ceo mereka membantu seorang wanita, begitu pun dengan Kemal. Ia tak menyangka akan melihat kejadian langka ini, mengingat Mysophobia yang dimiliki Leo terhadap wanita.
***
Ruang Kesehatan
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya dokter keluar dari ruangan dan menyatakan bahwa Aisyah sudah sadarkan diri. Pria itu memasuki ruangan untuk melihat keadaan Aisyah. Saat pria itu berdiri didepan tempat tidur Aisyah, betapa kagetnya Aisyah saat mengetahui siapa pria yang menolongnya. Pria itu tidak lain adalah pria yang bersamanya malam itu.
“Ya allah, semoga dia tidak mengingat ku. Atau dia akan mengetahui keberadaan anak-anakku.” do’a aisyah sambil menundukkan pandangannya agar pria itu tidak dapat melihat wajahnya.
Namun, sebelum Aisyah menundukkan wajahnya. Pria yang merupakan Ceo perusahaan tersebut yang tak lain adalah Leo sudah melihat dan memperhatikan wajah cantik milik wanita berhijab tersebut.
“Apa aku pernah bertemu dengan wanita ini? Kenapa aku bisa menyentuhnya? Apa yang terjadi dengan ku? Mysophobia ku tidak kambuh saat aku menolongnya? Kenapa… dan Kenapa?” pertanyaan-pertanyaan itu terus muncul di kepala Leo hingga dirinya sudah berada didepan Aisyah dan Leo berniat menanyakan pertanyaan yang bersarang di kepalanya.
“T-terima kasih tuan telah menolong saya” ucap Aisyah sedikit gugup. Aisyah tidak ingin pria itu curiga terhadap dirinya dan aisyah merasa heran “kenapa Leo ada disini” batin Aisyah.
“Ya, apa kau sudah merasa baikan? Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” pertanyaan beruntun itu mengalir begitu saja dari bibirnya.
Leo merasa aneh dengan dirinya “kenapa aku menanyakannya? bukan seperti diriku saja.” Kendati Leo tetap menunggu jawaban apa yang akan diberikan oleh wanita didepannya ini.
“Saya sudah baikan tuan, sepertinya ini pertemuan pertama kita” jawab Aisyah masih dengan wajah tertunduk.
“Kenapa kamu tidak menatap saya? Apa kamu tidak mengenal saya?”
“Karena saya harus menjaga pandangan saya tuan. Dan maaf saya tidak mengenal anda tuan.”
Semoga jawaban ini tidak membuatnya curiga terhadap ku batin Aisyah.
Menarik Leo membatin. “Perkenalkan saya Leonardi Osean, Ceo di perusahan ini.” ucap Leo sambil mengulurkan tangan nya didepan Aisyah.
“Saya Aisyah Nurahma tuan.” balas Aisyah sambil menyatukan kedua tangannya di dada.
Melihat itu Leo segera menarik tangannya dan keluar dari ruangan tersebut tanpa mengucapkan apa pun lagi.
Aisyah merasa lega saat Leo keluar dari ruangan itu. Setelahnya Aisyah juga bersiap-siap untuk pulang dan Aisyah juga akan menanyakan perihal ini kepada Daniel. Kenapa aku bisa melupakan hal ini dan kenapa juga aku harus bertemu dengan dia batin Aisyah.
***
POV Leo
“Ada apa dengan ku? Kenapa aku bisa menyentuh dan mengkhawatirkan wanita ini? dan Kenapa wajahnya terlihat mirip dengan wanita lima tahun lalu? Atau memang dia yang aku cari?” Pikir leo.
“Seharusnya malam itu aku tidak melakukan hal itu, seharusnya aku mampu mengendalikan diriku. Namun, apa lah daya na**u yang mengendalikan ku malam itu. Aku ingin bertanggung jawab pada wanita itu namun tiga tahun sudah pencarian itu dan hasilnya tidak ada. Kisah itu terlupakan begitu saja dan sekarang kenapa kisah itu kembali teringat saat aku menyentuh wanita yang bernama Aisyah ini. Mungkinkah ini jawaban dari pencarian ku dahulu” Leo bermonolog dengan dirinya sendiri.
***
POV Author
Kemal yang setia berdiri di samping Leo ingin menanyakan perihal apa yang sudah dilihatnya tadi, saat seorang Leo membantu wanita dan itu sama sekali bukan sifatnya seorang Leo. Namun, pertanyaan itu urung Kemal tanyakan melihat atasan sekaligus sahabatnya itu duduk termenung di meja kerjanya seperti memikirkan sesuatu yang begitu serius.
2 jam berlalu, akhirnya Leo memberikan perintah kepada Kemal untuk mencari tahu segala sesuatu tentang wanita yang bernama Aisyah Nurahma dan secepatnya memberikan hasilnya. Leo merasa yakin bahwa Aisyah lah wanita yang bersamanya malam itu dan Leo harus mendapatkan Aisyah sebagai istrinya, walau pun penampilan mereka berbeda.
***
Kediaman Leo
“Selamat malam Tuan…” Kemal memasuki ruangan kerja Leo dan memberikan sebuah amplop berwarna putih di tangannya.
Dibukanya amplop itu, hal pertama yang ia lihat adalah foto seorang wanita dengan hijab yang menutupi mahkota bagian kepalanya dan memiliki senyum manis. Beralih dari foto tersebut, Leo mulai membaca kata demi kata yang terdapat pada kertas putih yang berisikan data diri wanita yang bernama Aisyah itu.
“Apa hanya ini.”
“Iya Tuan. Dan besok merupakan jadwal ulang nona Aisyah untuk bertemu dengan Anda, Tuan”
Yang dijawab anggukan kepala oleh Leo. Kemudian Kemal keluar meninggalkan ruangan tersebut dan menuju kamarnya yang ada dirumah itu.
Kini tinggal Leo seorang di ruangan itu dengan posisi yang sama. Leo tidak berhenti menatap wajah milik Aisyah yang ada di foto itu. Hanya menatap ini saja, aku dapat merasakan kenyamanan. apa lagi bila ia benar-benar ada di sampingku batin Leo.
Leo menyudahi kegiatannya, ia bangun dari duduknya dan berjalan keluar dari ruangan menuju kamar miliknya. Leo tidak sabar menunggu hari esok agar dapat bertemu dengan Aisyah. Leo harus memastikan semuanya sendiri dengan caranya sendiri tentunya. Meski tidak memiliki pengalaman dengan wanita setidaknya naluri pria akan selalu benar dalam mendekati wanita.
Langkah pertama yang akan dilakukan leo adalah
❄️❄️
Terimakasi sudah mampir ☺️
Jangan lupa like, komen, tips dan hadiahnya ya😄.
Salam hangat dari author.
❄️❄️
dia bisa hapus data diri supaya ga terlacak sebelum berangkat ke luar negeri.
sekarang ketemu dan Leo juga mau tanggung jawab tapi Aisyah abaikan Leo
jadi geram maunya apa sih
Leo juga mau bertanggung jawab
tapi suka sih sama laki yang alergi sama perempuan jadi ga suka celup disembarang tempat