NovelToon NovelToon
My Papa My Boss

My Papa My Boss

Status: tamat
Genre:Komedi / Hamil di luar nikah / Anak Yatim Piatu / Single Mom / One Night Stand / Tamat
Popularitas:5.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: m anha

kehidupan seperti roda yang terus berputar, kadang berada di atas dan tak jarang terkadang berada di bawah.
Itulah yang dirasakan Nandira saat ini.

Ditinggal kedua orang tua dan tunangannya membuat hidupnya sangat terpuruk.

Hamil di luar nikah, tak pernah terpikir olehnya. Namun, itulah yang dia alami.

Merawat bayi tanpa pengalaman sedikitpun dan hidup serba kekurangan harus ia lalui dengan sabar, semua semakin berat ia rasakan karena sejak kecil ia hidup bergelimangan harta kedua orang tuanya.

Entah siapa dia, pria yang sudah memberiku kebahagiaan sekaligus penderitaan.

"Nandira kamu contoh yang buruk, tak pantas kamu tinggal di lingkungan kami," kata itu sudah menjadi makanan sehari-hari baginya yang hamil tanpa adanya sosok suami di sampaingnya.

Akankah ia sanggup menjalani hidupnya?
Akankah ia mampu membesarkan anak-anak nya....?

Dua anak jenius lahir dari rahimnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon m anha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akan ku Balas setiap Tetes Air Mata Mama

Nandira mendaftarkan anak-anaknya ke sekolah, Syahida sangat bahagia. Ia memiliki banyak teman. Syahidah cepat akrab dengan teman sekelas nya.

"Hay,,, namaku syahidah," syahidah menghampiri teman-temannya untuk berkenalan.

Memiliki IQ yang tinggi tak membuat mereka menjadi tinggi hati, namun mereka justru merahasiakannya dari siapapun termaksud mamanya .

Mereka bersikap layaknya anak seusianya.Zidan sangat berbeda dengan syahidah.Syahidah bersikap ramah dengan teman-temannya sedangkan Zidan terlihat cuek dan menjaga jarak dengan yang lainnya, ia duduk di bangku yang sudah disediakan untuknya dan berkenalan dengan teman sebangkunya,

"Hay...namaku zidan," ucap zidan mengulurkan tangannya.

"Hay Zidan namaku Rifky" ucap teman sebangku Zidan.

Zidan hanya melihat adiknya yang dengan ramah mendatangi teman kelasnya satu persatu untuk berkenalan, Zidan merasa senang melihat adiknya itu kembali bahagia.

Semua teman kelas mereka menyambut dengan baik.Saat jam pulang sekolah Nandira menjemput mereka, Nandira melambaikan tangan saat melihat Zidan dan syahidah keluar dari gerbang.

Sebelum pulang Nandira pergi ke suatu tempat ,tempat yang sangat dirindukannya selama ini .

"Mama kita mau kemana?"tanya Zidan

yang melihat mamanya mengarahkan mobil mereka ke tempat yang berlawanan dengan arah Ruko.

"Mama ingin melihat rumah lama mama sayang, mama sudah lama sekali tak melihatnya.Rumahnya ada di sekitar sini, tak masalah kan kita kesana dulu sebelum pulang?" tanya Nandira kepada anak-anaknya.

"Iya Mah, nggak apa-apa kok Syahida juga ingin lihat rumah lama mama !" ucap syahidah bersemangat.

Nandira melajukan mobilnya ke alamat rumah lamanya dan menghentikan mobilnya begitu sudah sampai di depan gerbang, Nandira berdiri di luar gerbang menatap rumah yang selama ini ia di rindukannya .

Sesekali Nandira melihat ke dalam memastikan apakah ada orang atau tidak.

Beberapa saat kemudian seseorang datang menghampiri mereka,"Ada apa Bu,ada yang bisa saya bantu?" tanya orang tersebut yang terlihat seperti asisten rumah tangga.

"Iya Bu, kalau boleh apa saya bisa bertemu dengan pemilik rumah ini?" tanya Nandira dengan sopan.

"Ada urusan apa ya Bu?" tanya asisten rumah tangga.

"Saya pernah tinggal di sini, saya hanya ingin melihat-lihat saja,"jawab Nandira.

"Sebentar ya Bu, saya tanya majikan saya dulu." jawab asisten rumah tangga tersebut berlalu masuk ke dalam rumah.Tak lama kemudian asisten rumah tangga tersebut datang dan membuka pintu gerbang.

"Boleh Bu silakan tunggu di sini ya,"ucap asisten rumah tangga itu menunjuk kursi yang ada di teras rumah.

Nandira dan kedua anaknya duduk di teras rumah, Nandira terus menyisir rumah itu dengan pandangannya sambil menunggu tuan rumah keluar.

" Ada apa ya?"tanya seorang wanita Paru baya yang terlihat sangat cantik .

"Maaf Bu, perkenalkan nama saya Nandira dan ini anak-anak saya," ucap Nandira menunjuk anak-anaknya .

"Iya ,ada apa ya dek ?"tanya pemilik rumah itu.

"Begini Bu, kalau Ibu tidak keberatan apa boleh saya melihat-lihat rumah ini, dulu saya tinggal di sini bersama ayah dan ibu saya," ucap Nandira.

"Oh anda pemilik awal rumah ini?"tanya pemilik rumah yang bernama ibu Mariam.

"Saya hanya ingin melihat-lihat saja,kalau Ibu tidak keberatan," ucapan Nandira.

"Oh tentu saja boleh, silahkan masuk," ucap ibu Mariam mempersilahkan mereka masuk.

Saat masuk Nandira merasa sesak di dadanya, bayangan kebahagiaan di setiap sudut rumah itu kembali terbayang di benaknya, air mata Nandira kembali menetes saat mengingat jasad kedua orang tuanya terbaring di ruang tamu itu.

Zidan yang melihat mamanya bersedih mengusap tangan mamanya.

"Mama tidak apa-apa?"tanya Zidan khawatir.

Nandira hanya menggeleng menjawab pertanyaan anaknya itu.

"Ayo silakan masuk ,"ucap Mariam yang melihat Nandira hanya berdiri di depan pintu.

Nandira menghela nafas lalu masuk ke dalam.Suasana rumah sudah banyak berubah, perabotan rumah sudah diganti sebagian besar dan Nandira melihat dinding rumah tersebut juga sudah ada foto mereka lagi.

"Bu,di mana foto-foto yang terpajang di sini?"tanya Nandira.

"Foto-foto itu saya letakkan di gudang,"jawab ibu Mariam.

"Boleh saya lihat Bu?"tanya Nandira.

"Tentu saja,"Mariam memanggil asisten rumah tangganya dan memintanya mengantar Nandira ke gudang.

Sesampainya di gudang,,

"Silakan Bu,saya tinggal sebentar." ucap asisten rumah tangga itu.

"Iya, bisa saya ingin melihat-lihat sebentar disini?"tanya Nandira.

"Silahkan Bu,"jawab asisten rumah tangga itu dan masuk ke dapur.

Zidan dan Syahidah juga ikut masuk ke dalam gudang, walau itu gudang namun semua tertata rapi dan bersih .

Nandira mulai melihat-lihat di mana mereka meletakkan barang-barangnya dulu. Nandira melihat sebuah kotak dan membukanya, ternyata benar di sana di simpan semua foto-foto lama mereka.Nandira mengambil satu foto dan mengusapnya, itu foto kedua orang tuanya yang sedang tersenyum bahagia.

"Ayah ibu Nandira kangen,"ucap Nandira menghapus air matanya.

Asisten rumah tangga tersebut datang dan menghampiri Nandira,"Apa sudah ketemu Bu yang dicari?"tanyanya .

"Sudah bi, apa boleh saya mengambil beberapa barang saya?" tanya Nandira.

"Tentu saja silakan," jawab asisten rumah tangga tersebut.

Nandira pun mulai mengemas beberapa barang yang dianggapnya memiliki kenangan dengan kedua orang tuanya, Ia juga mengambil semua foto-foto dirinya dan kedua orang tuanya yang ada di gudang itu.

Sesampainya di Ruko,Nandira langsung mengeluarkan semua barang-barang itu dan menatanya, ia menggantung semua foto keluarga.Hanya itu yang bisa ia lakukan untuk mengurangi rasa rindunya kepada kedua orang tuanya, Nandira memeluk foto ayah dan ibunya dengan erat sambil terisak.

"Bu kakek dan nenek meninggal secara bersamaan?" tanya Zidan,

"Iya,Ayah dan ibu Mama meninggal karena kecelakaan," jawab Nandira masih terisak

"Terus kenapa mama meninggalkan rumah saat itu,? tanya Zidan merasa penasaran .

"Mama juga tidak tahu alasannya mengapa mereka menyuruh mama keluar, yang mama tahu mereka mengatakan jika semua harta kekayaan Ayah sudah diserahkan kepada adik kandungnya on Guntur.Mama benar-benar tidak tahu saat itu harus berbuat apa, waktu meninggalnya orang tua mama, mama sedang tidak dirumah dan setelah sampai di rumah mama melihat kedua orangtua Mama sudah meninggal.

"Mama, kok aneh ya!!" ucap Zidan.

"Aneh kenapa ya ?"tanya Nandira.

"Aneh,seharusnya kakek memberikan seluruh hartanya kepada Mama bukan kepada adiknya,"ucap Zidan.

"Mama juga nggak tahu, waktu itu mah masih sangat terpukul dan hanya menerima apa yang mereka katakan." ucap Nandira,Air matanya terus menetes membasahi pipinya.

"Apa Mama mau kembali ke rumah itu lagi,? tanya Zidan.

"Tentu saja, mama lahir dan besar di sana, terlalu banyak kenangan di rumah itu dengan kedua orang tua mama .Tapi sudahlah Mama sudah senang kita masih punya tempat tinggal,Ruko ini juga cukup besar untuk kita bertiga.Mama harap kalian senang tinggal di sini," ucap Nandira .

"Iya Mah, kami senang kok tinggal di sini,"ucap Syahidah.

Zidan mengusap air mata mamanya dan tersenyum,lalu memeluk mamanya,Syahidah ikut memeluk mamanya juga.

💖💖💖🙏🙏💖💖💖

Terima kasih sudah mampir, jangan lupa beri dukungan dengan karya ini. Dengan memberi like dan komen sebanyak-banyaknya, mohon dukungannya agar karya ini lebih baik lagi Salam dariku author m ahna

.💖

1
strawberry 🍓
lama2 kek lagi nonton sinetron tapi pinisirin 😌
Bu Lis
Lumayan
Cindy Cindy
Luar biasa
SAL💞🇲🇾
terbaik 😘👍🏼❤️
uhuuyyyyyy
kok gk ada kak
uhuuyyyyyy
sebenarnya miran ndak salah...dia ditekan oleh aksan
uhuuyyyyyy
kyk e laki laki itu mantan pacarnya jslyn
uhuuyyyyyy
yg lain pusing nyari bocil nya ternyata mrk tidur nyenyak di pelukan singa 😂😂
Maryana Fiqa
Syahidah benar benar hebat 👍👍👍
Maryana Fiqa
oohhh..sdh aku duga mantan si jeslyn si Aksan,, kasihan banget gara2 mereka anak anak jd korban nanti 🤔🤔
Maryana Fiqa
ha.ha..ha bikin sakit perut ngakak 🤣🤣
Maryana Fiqa
iya sih,,aku jg kepikiran kok Miran mencurigakan,Krn gugup seperti itu,, seperti maling ketahuan mencuri
Maryana Fiqa
ya Tuhan anak dan ayah kompak main game tengah malam 🤦🤦
Maryana Fiqa
jangan jangan musuh rafiq si Aksan mantannya jeslyn 🤔🤔
Maryana Fiqa
lov lov sekebun buat kalian 🥰🥰🥰🥰
Maryana Fiqa
itulah pedahaisdh melihat sendiri dgn mata kepala klu si Riko itu selingkuh dengan Shireen,,, masih aja sedih, kesal lihat Nadhira..
Mazree Gati
nyangkut di mana tuh ko serlok dari syaidah pagi baru sampai
Mazree Gati
ceo goblok
Mazree Gati
tendang kontolnya, goblok nadira
Danil Islami Dynan
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!