Masih dlam perbaikan, baik cerita dan lainnya. Tunggu sampai selesai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusayni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 6 (Rev.)
[Chapter 06.]
[Kasus Pembunuhan 2.]
[Silahkan Dibaca.]
Shin melihat ke arah seseorang yang memanggilnya. Shin sedikit mengerutkan keningnya karena dia lupa dengan Orang yang memanggilnya tersebut.
“Anda siapa?.” Ucap Shin, dengan sopan. Orang tersebut terkejut, namun memandang ke arah Shin dengan serius.
“Kau lupa dengan diriku?. Aku, Inspektur Komada. Aku biasa dulu ke rumahmu. Serta apakah kecelakaan 2 Minggu kemarin membuatmu sedikit lupa.” Ucap Inspektur Komada.
Shin, seketika mendapatkan ingatan kembali tentang Inspektur Komada. Shin tersenyum.
“Aku akhirnya mengingat. Namun, disini bukan tempat untuk pembicaraan kita, Inspektur.” Ucap Shin, Inspektur Komada mengangguk.
Inspektur kemudian menatap ke arah Mayat yang tergantung. Lalu menyuruh anak buahnya untuk menurunkan Mayat tersebut.
“Turunkan Mayat dan kalian bawa ke rumah sakit, untuk diotopsi.” Ucap Inspektur Komada, semuanya mengangguk.
“Siap, Inspektur.” Ucap para Polisi. Lalu, Inspektur Komada, menatap ke arah Shin setelah itu ke arah 4 anak yang sedang mencari sesuatu.
“Kalian lagi, serta kamu ada disini Bocah Shinigami.” Canda Inspektur Komada. Akira yang mnedengar julukan tersebut mengedutkan bibirnya, lalu mengabaikannya.
‘Bocah Shinigami?. Hahaha, memang mirip dengan Conan.’ Batin Shin, sambil menahan tawa. Lalu, Shin melihat kembali atap yang digunakan untuk Bunuh diri.
“Nah, Akira. Apakah sudah mengetahui siapa yang membunuh.” Ucap Shin, berbisik ke arah Akira. Namun, Akira menggelengkan kepalanya.
“Aku belum tahu, tunggu Polisi memanggil Tersangka. Baru kita, lihat mana yang terlihat aneh.” Ucap Akira, Shin mengangguk. Lalu, tak lama kemudian Polisi datang ke arah Inspektur.
“Inspektur Komada, Korban bernama Hirota Izaki. Dia bekerja sebagai Pelayan Kafe, namun ada rumor bahwa Dia sering memainkan para Perempuan.” Ucap Polisi tersebut.
“Hmmm, jadi maksudmu Playboy. Lalu, apakah ada yang bisa dijadikan tersangka.” Ucap Inspektur Komada, Polisi yang bertugas menyelidik tersebut mengangguk.
“Ada 4 orang.” Ucap Penyelidik tersebut. Lalu, Penyelidik tersebut mengarahkan Inspektur Komada menuju ke tempat 4 tersangka yang sedang diinterogasi. Shin dan Akira mengikuti, sedangkan 3 Anak kecil lain, masih mencari barang bukti di tempat TKP.
Sampai di ruangan, Inspektur Komada, Shin, Penyelidik, dan Akira melihat 3 Wanita dan 1 Laki-laki. Waktunya Interogasi dimulai.
“Mulai dari kanan, bernama Irina Yukia. Dia adalah Wanita yang sekarang masih berhubungan dengan Korban.” Ucap Penyelidik. Irina lalu mulai berbicara.
“Aku memang Pacarnya, namun aku tidak tahu bahwa dia Playboy. Serta, aku tidak tahu kenapa dia bisa mati di Toilet.” Ucap Irina Yukia, mulai membuat Alibi.
“Baiklah. Menurut kekakuan Mayat, Korban meninggal saat Pagi sekitar 3 Jam sebelum ditemukan. Korban di temukan Jam 08.00, artinya dia dibunuh jam 05.00 sampai 06.00, kami ingin mengetahui apa yang kalian lakukan di Jam 05.00 – 06.00.” Ucap Inspektur Komada sambil membaca laporan yang sudah diberikan oleh Penyelidik.
“Sudah kubilang, aku tadi tidak tahu dia ke taman. Jam 05.00 aku masih tidur, kau bisa tanya kepada teman yang satu Apartemen denganku.” Ucap Irina.
“Bagaimana kita mengetahuinya, Kak?.” Ucap Akira.
“Ka-karena Waktu itu, Aku mendengkur.” Ucap Irina sambil tersipu malu. Shin dan Akira menyipitkan matanya, lalu mengangguk.
“Baiklah, selanjutnya, Yue Yumi. Apa yang kamu lakukan di jam 05.00 – 06.00.” Ucap Inspektur Komada.
“Aku masih di kost bersama dengan Chihiro, ya kan Chihiro?.” Ucap Yue Yumi kepada Chihiro yang mendampingi dirinya.
“Anda?.” Ucap Inspektur Komada saat melihat ada seorang Perempuan di belakang Yue Yumi. Chihiro yang ditunjuk maju dan memperkenalkan diri.
“Namaku Chihiro Sagawa. Aku teman sekamar dengan Yue.” Ucap Chihiro, sambil memandang ke arah Inspektur Komada.
“Apakah ada Saksi mata lain, yang melihat kalian berdua tidak keluar?.” Ucap Inspektur Komada, kepada Chihiro dan Yue.
“Ada, Ibu yang menjual Bubur tiap pagi di depan Kost.” Ucap Chihiro, Inspektur Komada melihat ke arah Penyelidik.
“Selanjutnya, Midori Akuya. Akuya..... Kenapa kau malah jadi tersangka juga Midori, apakah kau juga dilecehkan oleh korban?.” Ucap Inspektur Komada, terkejut melihat Midori ada di depannya.
“Maaf, Inspektur Komada. Sebenarnya, Korban itu selalu memberikan pesan terus, lalu kuabaikan. Saat, aku mau Ganti Kartu SIM, Polisi ini memanggilku untuk kesini.” Ucap Midori menunjuk ke Penyelidik.
“Eh, lalu apa yang kamu lakukan di jam 05.00-06.00.” Ucap Inspektur Komada, menatap ke arah Midori.
“Tidur.” Ucap Midori, dengan santai. Inspektur mengangguk mengerti, lalu memandang ke arah Laki-laki yang berdiri menjadi tersangka..
“Terada Hajime. Apa yang kau lakukan pada Jam 05.00 – 06.00.” Ucap Inspektur Komada. Terada kemudian menatap ke arah Inspektur Komada.
“Aku sedang buka toko kopi.” Ucap Terada.
“Apakah ada saksi mata?.” Ucap Inspektur Komada.
“Putriku, Ayahku, Ibuku, serta Istriku.” Ucap Terada.
Shin dan Akira mulai memikirkan Alibi mereka berempat. Lalu, Shin dan Akira merasa ada yang aneh dengan Alibi mereka. Shin dan Akira pergi sedikit menjauh dari ruang interogasi.
“Hmm, Shin-san apakah menurutmu. Ada Alibi yang aneh, bukan?.” Ucap Akira, sambil memandang ke arah Shin.
“Um, kau benar. Nah, Akira bagaimana menurutmu menyembunyikan sebuah Tali untuk menggantung seseorang.” Ucap Shin, memandang ke arah Akira.
“Jika di taruh di dekat Rumah, maka..... Tunggu, jangan bilang pelaku baru membeli pagi ini.” Ucap Akira, Shin hanya membalas dengan mengangguk.
“Aku ingin, kau dan bocah lainnya mencari toko serba yang buka tepat pukul 05.00 atau kurang.” Ucap Shin, Akira mengangguk dan berlari menuju ke temannya.
Lalu, Shin mengingat setiap ucapan Alibi dari para Tersangka. Seketika, Shin sadar apa yang aneh dari Alibi mereka, Shin tersenyum kepada salah satu dari tersangka.
‘Sepertinya ini akan berakhir.’ Batin Shin. Sambil berjalan menuju ke Taman untuk duduk di hamparan Rumput berwarna hijau.
Di sisi Akira.
Akira, Akari, Kazuma, dan Motohama mereka sedang berlari menuju ke tempat toko Serba. Lalu, bertanya, di jam berapa mereka buka serta, apakah ada seseorang yang membeli Tali saat Pagi hari.
Mereka terus mencari, sampai akhirnya berhenti di Toko Serba yang hampir dekat dengan Taman. Akira maju dan bertanya.
“Permisi, di jam berapakah toko ini buka.?.” Ucap Akira, kepada seorang Perempuan yang masih duduk di kursi kasir sambil memandang ke arah luar.
‘Tidak ada respon, serta Perempuan ini memandang ke arah..... Taman.’ Batin Akira mengikuti pandangan Perempuan tersebut.
“Haloo.” Ucap Akira, dan akhirnya Perempuan tersebut merespon dengan sedikit terkejut.
“Iya, ada yang bisa aku bantu, Adik kecil?.” Ucap Perempuan, sambil tersenyum.
“Aku, mau tanya jam berapakah toko ini buka?.” Ucap Akira.
“Eh, sekitar 06.15 an.” Ucap Perempuan tersebut. Akira sedikit curiga dengan Perempuan di depannya.
“Lalu, apa yang Kakak lakukan saat jam 05.00 – 06.00?.” Ucap Akira, Perempuan itu memandang ke arah Akira sambil tersenyum.
“Aku masih memasak untuk sarapan. Serta, Adik kecil kenapa terlihat seperti mengintrogasi?.” Ucap Perempuan tersebut.
“Hehehe, maaf. Hanya saja aku kesini disuruh Kakak ku untuk membeli Tali, bisakah Kakak menunjukkan tempatnya?.” Ucap Akira sambil tersenyum malu.
“Oh, ada di Area sana.” Ucap Perempuan tersebut. Akira lalu segera pergi menuju ke tempat yang ditunjukkan.
Akira mengamati keseluruhan tempat tersebut. Lalu, menemukan tempat yang seharusnya ada Tali, melainkan Kosong.
“Ini bekas Tali, dan terlihat baru diambil. Seperti dugaanku, Perempuan ini adalah Teman pelaku.” Ucap Akira pelan. Lalu, Akira keluar dari Area tersebut.
“Tidak ada tali yang sesuai dengan kriteria keinginan Kakakku. Jadi, terimakasih.” Ucap Akira, keluar dari Toko Serba tersebut.
Perempuan yang melihat tingkah Akira, hanya menggelengkan kepalanya.
Akira keluar dari toko serba dengan senyum tercetak di Wajahnya.
“Akhirnya semua terhubung. Jadi begitu kah. Cara dia membunuh.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.