NovelToon NovelToon
Tuan Muda Yang Terhina

Tuan Muda Yang Terhina

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:32.9M
Nilai: 4.7
Nama Author: el nurmala

Warning!!! Terdapat banyak kata umpatan dan hinaan dalam cerita novel ini. Bagi kalian yang berhati lembut dan nggak tegaan, silahkan melipir. Ini bukan novel yang cocok untuk kalian baca.
——————
Namanya Arjuna Zaid Abdullah Al-Fatih. Ia merupakan pewaris Al-Fatih Group, perusahaan raksasa asal Timur Tengah yang mendunia. Akan tetapi bagi keluarga Adipura, Arjuna hanyalah sampah yang dipungut oleh Natasha Adipura.

Kotor, hina dan menjijikan.

Arjuna menerima diperlakukan sebagai suami dan menantu yang tak berguna dalam keluarga itu. Namun Arjuna mulai memperlihatkan kuasanya di saat ada yang mengusik Natasha.

-------
Kisah ini hanya fiksi. Jika ada kesamaan nama, tempat, dan peristiwa, itu hanya kebetulan semata.
Selamat membaca ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el nurmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tuan Muda Al-Fatih

Happy reading ....

*

Cik Mey masih saja terkekeh, melihat raut wajah Arjuna yang kebingungan.

"Istri Koh Atung menjual cincin itu pada Cik Mey dengan harga berapa?" tanya Arjuna pelan.

"1 miliar, dan aku akan menjualnya lebih dari itu. Setidaknya 5 miliar mungkin, bisa kurang, bisa juga lebih. Ini ruby terbaik yang pernah ada. Meskipun ukurannya tidak besar, harganya sangat mahal. Apa kau bilang tadi, batu akik? Hehehe ...." Cik Mey kembali terkekeh.

Arjuna kini mengerti mengapa Koh Atung menerima begitu saja cincin mendiang ibunya saat itu. Koh Atung bahkan mungkin sengaja memberi bunga tinggi agar ia tak sanggup menebusnya.

Arjuna melempar pandangan pada beberapa tas yang diletakkan dalam kotak kaca di lemari yang ada di belakang Cik Mey. Ada satu tas yang menarik perhatiannya.

"Cik, barapa harga tas itu?" tunjuk Arjuna pada sebuah tas yang terlihat simple dan elegan.

"Itu Chanel Diamond Forever Handbag, harganya 3,6 miliar," sahut Cik Mey datar.

"Saya akan membeli itu. Istri saya pasti akan cocok bila mengenakannya," ujar Arjuna santai.

"Ck, kau jangan mimpi. Tas itu hanya ada 13 buah di dunia, orang sepertimu tidak akan bisa membelinya," decih Cik Mey.

"Saya tidak punya banyak waktu. Saya ambil itu," ujar Arjuna sambil menyodorkan kartu pemberian Ahmed pada Cik Mey.

Cik Mey terbelalak. Wanita itu memperhatikan dengan seksama kartu hitam yang dipegangnya.

Ini ... Royal Mastercard? Bagaimana mungkin orang miskin ini memilikinya? batin Cik Mey. Ditatapnya pria yang sedang menerima telepon dari seseorang tersebut.

Cik Mey benar-benar shock mengetahui orang yang sempat dianggap gembel ternyata memiliki kartu yang sejauh ini hanya dimiliki anggota kerajaan dan orang super kaya dengan aset triliunan rupiah. Kartu yang tak berlimit itu bahkan bisa membeli sebuah kondominium, hingga kapal pesiar.

"Ada apa, Cik?" tanya Arjuna saat menyadari Cik Mey melihat cincin yang melingkar di jarinya.

"Cik Mey berubah pikiran? saya akan membayar cincin itu dengan harga yang pantas," ujar Arjuna.

Cik Mey cepat-cepat mengambil sendiri tas yang dipilih Arjuna. Tak hanya itu, Cik Mey juga melepaskan cincin yang dikenakannya.

"Ini, aku kembalikan padamu. Sekarang bayar semuanya," ujar Cik Mey sambil menyodorkan mesin EDC (Electronic Data Capture) dengan nominal harga yang ia inginkan.

Arjuna melirik Cik Mey yang sedang memasukkan tas ke dalam paperbag dengan logo sebuah brand ternama dengan sangat hati-hati.

"Maaf, Cik. Apa ini transaksinya di jadikan satu?" tanya Arjuna.

"Oh iya. Mungkin sebaiknya dipisah saja." Cik Mey pun menekan angka dengan nominal harga tas yang dibeli Arjuna, dan kembali menyodorkan mesin EDC itu.

Arjuna memasukkan nomer pin nya dan transaksi berhasil. Cik Mey sangat senang. Ia kemudian kembali memijit angka untuk harga cincin milik ibu Arjuna.

"Cik, saya boleh menawar? Bagaimana kalau saya sendiri yang memasukkan nominalnya," ujar Arjuna santai.

"Boleh, tentu saja." Cik Mey terlihat sangat yakin dengan keputusannya. Ia memerintahkan pegawainya untuk menyambut pembeli yang baru saja masuk ke tokonya. Di saat yang bersamaan, Arjuna sudah mengakhiri transaksinya.

"Ini, Cik. Terima kasih, saya harus segera pergi." Arjuna mengambil tas yang sudah dibelinya.

"Oke. Terima ka ... apa ini? Hanya 200 juta?" pekik Cik Mey.

"Kekurangannya silahkan Cik Mey minta pada Koh Atung. Tolong sampaikan pada Koh Atung, saya sudah membayar utang 10 juta yang saya pinjam beserta bunganya. Terima kasih," ujar Arjuna dan berlalu tanpa menghiraukan pekikan Cik Mey dengan sumpah serapahnya.

Arjuna berjalan sangat cepat, pertemuannya dengan Natasha sudah semakin dekat. Ahmed sudah menunggu di depan mall, Arjuna lalu meminta seseorang yang bersama Ahmed membawa motornya ke Al-Fatih Group.

"Ahmed, untuk apa kita ke sini?" tanya Arjuna heran.

"Bukankah anda meminta saya menyiapkan semuanya, Tuan Muda? Mari, silahkan masuk. Saya akan pastikan semuanya akan sesuai dengan keinginnan anda."

Walau nampak ragu, Arjuna akhirnya menuruti apa yang diminta Ahmed.

***

Langkah Natasha terlihat sangat percaya diri memasuki gedung Al-Fatih Group. Ia merasa tersanjung karena disambut langsung oleh Ahmed yang merupakan CEO di perusahaan ini.

"Silahkan masuk, Nona."

"Terima kasih," sahut Natasha lembut. Ia menatap heran pada kursi yang membelakanginya.

"Tuan Muda, Nona Natasha dari Adipura Land sudah tiba," ujar Ahmed pada Tuan Mudanya.

Perlahan, kursi itu berputar. Seorang pria terlihat santai menatap lurus pada Natasha.

Natasha terkesiap. Sorot mata pria yang mengenakan thobe putih, lengkap dengan ghutra dan igal di bagian kepala itu sekilas mengingatkannya pada Arjuna. Hanya saja, Tuan Muda itu terlihat lebih berwibawa dengan kumis dan jambang tipis dibagian wajahnya.

"Ehhem." Tuan Muda itu berdehem, kemudian mempersilakan Natasha untuk duduk dengan isyarat tangannya.

"Nona Natasha, perkenalkan ini Tuan Muda Al-Fatih. Beliau yang meminta anda datang ke kantor ini," tutur Ahmed.

"Selamat sore, Tuan. Saya Natasha Adipura. Bisa langsung pada pembicaraan kita, Tuan?" Tuan Muda itu menyeringai melihat sikap Natasha yang tidak berbasa-basi.

"Tentu. Anda pasti mengerti kondisi Adipura Land saat ini. Anda juga paham benar tujuan perusahaan kami berinvestasi, yaitu mengendalikan Adipura Land. Sebagai investor, juga sebagai pemilik saham terbesar. Apakah anda tidak keberatan, Nona?"

"Tuan Adipura sudah menyetujuinya. Kami tidak punya pilihan lain," sahut Natasha tegas.

Tuan Muda itu mengangguk pelan. Lalu mengambil sesuatu dari bawah mejanya.

"Terimalah hadiah kecil ini sebagai tanda perkenalan kita, Nona Natasha." Ujarnya sembari menyodorkan paperbag pada Natasha.

"Tidak, Tuan. Terima kasih. Saya sudah menikah. Saya datang ke sini sebagai Direktur Keuangan Adipura Land, bukan sebagai putri Tuan Adipura," tolak Natasha.

"Sayang sekali," ujar Tuan Muda itu dengan senyum yang tertahan.

"Apa maksud anda, Tuan? Apa status saya mempengaruhi kerjasama kita?" Natasha terlihat sangat heran.

"Sepertinya begitu. Tapi aku suka keterus teranganmu. Terima pemberianku itu, sebagai syarat kerjasama kita," ujar Tuan Muda itu.

"Pria aneh," decih Natasha pelan.

"Berapa yang anda inginkan, Nona?" tanya Tuan Muda tanpa menghiraukan ujung mata Natasha yang sempat mendelik padanya.

"Satu triliun," sahut Natasha cepat.

"Baiklah. Ahmed, selesaikan semuanya dengan cepat."

"Tentu, Tuan Muda," angguk Ahmed penuh hormat.

"Nona Natasha, Al-Fatih Group akan berinvestasi sebesar 1 triliun dengan obligasi selama 5 tahun. Kita akan menyelesaikan ini secepatnya," imbuh Ahmed.

"Oke. Terima kasih atas kepercayaan anda pada kami, Tuan. Terima kasih juga atas hadiahnya. Saya permisi." Natasha membungkuk hormat dan menyalami Tuan Muda Al-Fatih.

Tuan Muda itu menatap kepergian Natasha dengan tatapan sendu. Suara pintu yang ditutup menyadarkannya agar cepat-cepat menuju ruangan yang merupakan kamarnya untuk berganti peran sambil berdehem berkali-kali.

Ahmed mengantar Natasha hanya sampai pintu lift. Selanjutnya, Natasha melenggang dengan perasaan lega dan bahagia menuju lobi, lalu ke luar gedung kantor iti. Ia tak menyadari, ada seseorang yang menatapnya dari dalam mobil yang baru keluar dari basement. Sampai kemudian orang itu memanggil namanya, "Tasha!"

Natasha menoleh dan menatap heran pada orang yang kini sedang menghampirinya, "Rio?"

Keduanya saling menyapa dan mengobrol. Rupanya Rio merupakan salah satu teman Natasha semasa kuliah.

"Tuan Muda Al-Fatih? Maksud kamu, pemilik Al-Fatih Group ada di sini? Di negara ini?" cecar Rio yang seakan tak percaya.

"Iya. Memangnya kamu nggak tahu?" Kini giliran Natasha yang nampak heran.

"Enggak," geleng Rio cepat.

"Masa sih?" Natasha terlihat bingung. Di saat yang bersamaan, terdengar panggilan dari belakang mobil Rio. Arjuna yang mengendarai motornya baru keluar dari basement.

"Tasha. Sayang, kau ada di sini?" Arjuna menghampiri keduanya.

"Kau? Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Natasha heran.

"Siapa dia, Tasha? Dia memanggilmu apa tadi, Sayang? Tunggu, jangan-jangan dia ... suamimu?" Rio memperlihatkan ekspresi geli mengingat berita menggemparkan beberapa minggu kebelakang.

Natasha yang tak ingin merasa lebih malu lagi, berpamitan pada Rio tanpa menghiraukan Arjuna.

"Kasian sekali dia, terjebak dengan gembel sepertimu. Apa yang kau lakukan di sini, apa kau melamar sebagai OB?" Arjuna dapat melihat sorot mata Rio yang mengejek. Namun Arjuna hanya membalasnya dengan seringaian.

"Aarrgh, sial!" umpat Natasha. Cepat-cepat Arjuna menghampirinya, begitu juga Rio.

"Ada apa istriku?" tanya Arjuna.

"Tasha, apa yang terjadi?" tanya Rio.

"Ban mobilku kempes. Apa-apaan ini?" keluh Natasha.

"Pulanglah bersamaku," ajak Arjuna.

"Aku yang akan mengantarmu. Wanita sepertimu tidak pantas menaiki motor tua seperti itu," ujar Rio.

"Tasha." Arjuna mengulurkan tangannya.

"Ayo masuk ke mobilku," ajak Rio yang juga mengulurkan tangannya.

Natasha menatap bingung pada keduanya silih berganti.

****

Siapakah yang akan dipilih Natasha untuk mengantarkannya pulang?

_bersambung_

1
Kustri
istri durhaka🤮, jgn ampe koma klu tau siapa arjuna
Kustri
tasya... kau permainkan pernikahan .. kau akan kena karma
Edi Sulaiman
jangan terus bersembunyi Arjuna, jelaskan pada dunia kaulah Tuan muda..
Edi Sulaiman
sayang tuan muda masih koplak...hhh
Edi Sulaiman
Jangan terlalu lama Arjuna mnjadi suami yg tertindas, buat aku bosan..
Edi Sulaiman
jangan terlalu bodoh Arjuna, tunjukan sopo koe...hhh
Edi Sulaiman
Dak masuk akal!"...gadai cincin 10jt tebus 5M...anjiirr...
Edi Sulaiman
seru nich jangan terlalu lama thor mc nya merendahkan diri.
Edi Sulaiman
istri lucknut...
Sri Ariyanti
selalu bagus karyamu thor
Ivan Sumampouw
setelah membaca beberapa Bab dan mengikuti karakter natasha yg ditampilkan oleh penulis,,, kayaknya ini karakter penulis yg sebenarnya, suka merendahkan org lain, menganggap org miskin sangat rendah dan kekayaan adalah segalanya,,, penulis ternyata memiliki karakter yg buruk 🥹
Sativa Kyu
👍
mboll
Luar biasa
Elsyarief
Badr memang Bader (Nakal) Banget
Elsyarief
menantu oh menantu yg gak tahu malu
Elsyarief
Luar biasa
Elsyarief
aku suka banget ceritanya ajarin dong Thor buat cerita kaya gini..I love you Thor
Didi Haryadi: suka banget cerita nya dan pengisi suara nya keren banget
total 1 replies
Elsyarief
Ceritanya bagus dan keren selalu penuh misteri lanjutkan author
Elsyarief
Mantap abis neh ceritanya
Elsyarief
Cerita yang menarik dan unik bagus banget kak Author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!