NovelToon NovelToon
MENUNGGUMU JATUH CINTA

MENUNGGUMU JATUH CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:460.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: EmeLBy

Aku ingin menjadi satu-satunya tempat pulang yang paling kau rindukan.
Untuk kita saling merawat dan membenahi kepingan hati yang hancur karena cinta masa lalu mu.

Aku adalah satu-satunya jiwa yang bahkan tidak memperdulikan tekanan batinku sendiri demi cinta yang telah ditakdirkan untukku.

Aku akan menaklukan hatimu, melepas lelah mu, mengukir tawamu, membuang duka mu.
Hingga kita bahagia.

Kisah ini mengisahkan pengorbanan seorang istri dalam meyakinkan hati suaminya. Berperang dengan masa lalunya. Dan menerima perjodohan yang telah di atur matang oleh kedua keluarga berketurunan Ningrat.

Sanggupkah seorang Roro Dwini Hadiningrat memperjuangkan cintanya...?
Mari, ikuti kisah ku.

Terima Kasih🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EmeLBy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5 : MENGULUR WAKTU

"Mbak Dwini... apakah kira-kira aku boleh memilikimu...? atau kamu malu jika harus berhubungan dengan pria tua sepertiku?"

Tiba-tiba saja pertayaan itu lolos dari mulut seorang Irwan Bahktiar.

Dwini tersentak kaget dengan semua yang di sampaikan dosen pembimbingnya.Sama sekali tidak masuk hitungannya bahwa keterlambatan proposalnya selama ini adalah imbas dari perasaan sang dosen.

Dwini masih bisa berpikir panjang, jika ia mengakui bahwa ia telah memiliki calon suami ia takut itu akan menyakiti hati dosennya. Bahkan mungkin lagi, itu akan berimbas jadwal sidang skripsi dan lain lainnya. Maka ia memutuskan untuk mengulur wakktu dalam menjawab pernyataan itu.

"Maaf mas Irwan... ini begitu mendadak bagiku. Apakah saya boleh meminta waktu untuk berpikir terlebih dahulu...?" tanyanya dengan pelan.

"Tentu saja mbak Dwini. Aku tau, kamu pasti kaget dengan pernyataan ku barusan. Dan aku meminta maaf untuk itu. Silahkan kau gunakan waktu sebanyak mungkin untuk berpikir, tetapi ijinkan aku tetap boleh selalu menjalin ke akraban padamu. Sebab, cinta akan tumbuh seiring dengan waktu yang kita jalani bersama." Terdengar sangat memaksa. Tetapi itulah yang ia rasakan dan inginkan sekarang.

"Baiklah Mas Irwan. Saya akan coba menerima pertemanan ini. Tetapi... saya belum bisa berjanji segera menerima hal yang mas Irwan pinta tadi ya... mas. Maaf." Ujar Dwini yang sebenarnya tidak mau memberikan janji yang berlebihan pada dosennya itu, tetapi juga khawatir jawabannya akan merugikan dirinya sendiri.

Irwan membernikan diri untuk meminta ijin untuk mengambil beberapa foto bersama Dwini saat sunset itu berada tepat di belakang tubuh mereka berdua. Membuat hasil foto itu menjadi sebuah siluet yang terlihat sangat cantik dan romantis.

Dan Dwini tidak memiliki daya dan alasan untuk menolak, sebab foto itu di ambil pun tidak dengan gaya yang berlebihan. Hanya sekedar tampak dekat namun tidak saling bersentuhan.

Saat mereka berada di mobil dalam perjalanan pulang, tiba-tiba saja giliran Anjas yang angkat bicara.

"Dwini... kamu tadi benar-benar sedang konsultasi proposalmu atau kencan sih? Kok... aku ngerasa, justru kamu manfaatkan jadi sebagai supirmu ya...?" tanya Anjas tanpa menyaring terlebih dahulu pertanyaan yang keluar dari mulutnya.

"Ya... tadi kami memang membahas proposalku Kak." Jawab Dwini dengan polosnya.

"Tapi... yang ku lihat kalian malah sibuk berfoto di bibir pantai." Pernyataan itu terdengar begitu posesif.

"Wah... ada yang cemburu nih." Celetuk Langit yang duduk di sebalah Anjas yang sedang mengemudi mobilnya sendiri.

"Ya iya lah... udah sering ku bilangkan ... bahwa aku sangat menyukai Dwini." Jawab Anjas dengan nada lumayan meninggi.

"Ih... bilang suka kok sambil marah gitu kak Anjas." Bela Dista yang tau jika Dwini pasti tidak dapat membela dirinya.

"Maaf Kak Anjas. Aku tidak bisa menerimamu. Kan sudah sering ku bilang alasannya. Tapi... jika sebagai teman saja, aku mau. Dan jika dengan mengantarku ke Pantai tadi menurut kakak itu aku memanfaatkanmu. Maaf Kak... aku tidak bermaksud begitu. Dista nih yang punya ide. Tau gini aku pake taksi online saja." Ucap Dwini lirih dan merasa bersalah.

"Bukan bermaksud mau hitung-hitungan Dwi... hanya aku jadinya ga punya kesempatan menikmati kebersamaan tadi bersamamu." Jawab Anjas yang kini merasa bersalah atas pernytaannya tadi.

"Yang larang kamu deket Dwini di sana tadi siapa?" tanya Langit pada Anjas sahabatnya itu.

"Ya ga ada siih. Cuma... logika aja, masa aku main slonong aja di antara mereka. Pak Irwan gitu lhooo... si Dosen pelit." Ucap Anjas asal.

"Artinya ga salah Dwini. Marahnya ke Pak Irwan saja, kalo memang berani." Ujar Dista.

"Iya... aku juga sebenarnya risih tadi saat berduaa dengan pak Irwan. Tapi akukan juga ga punya pilihan. Belum lagi kalian. Begitu sampai langsung pada ngilang ga tau kemana. Aku kan jadinya juga terjebak dalam suasana berdua-duan sama beliau." Jawab Dwini yang akhirnya memilih untuk jujur dengan perasaannya tadi.

"Ya udah... gini aja. Pulang ini kita ga usah langsung pulang. Kita santai di cafe dulu deh... biar Kak Anjas bisa punya waktu bersama Dwini. Gimana?" tawar Dista menengahi. Mengingat betapa Anjas sudah baik mau mengantar mereka ke Pantai tadi.

"Iya... aku setuju. Lagian Proposalku sdh di setujui oleh Pak Irwan juga. Jadi aggap saja ini syukuran, akhirnya aku bisa bernafas lega."

"Hei... masih ada dosen pembimbing 2 lhoo... jangan lupa...!!!" Dista mengingatkan.

"Beres... tinggal bilang udah di setujui Pak Irwan, Bu Nurlaila pasti setuju katanya."

"Alhamdullah. Ikut senang ya Dwi." Peluk Dista yang benar merasa senang akan keberhasilan kemajuan tugas akhir Dwini.

Untuk pertama kalinya bagi Dista dan Dwini pulang kerumah telah hampir tengah malam.

Dan itu membuat suasana hati mereka agak tidak enak, karena tidak terbiasa.

Tetapi ini demi menyenangkan hati seorang Anjas yang memang telah lelah mengantar mereka.

"Dwi... kok konsulya lancar tadi?" Dista mulai kepo.

"Tadi konsulnya cuma bentar Dis. Beliau nembak aku tadi." Ucap dwini dengan wajah cemberut.

"Serius ... trus kamu jawab apa? Kamu bilang tentang Bimo lagi...?" Dista duduk demi mendapatkan jawaban Dwini dengan seksama.

"Ya... kali ini ga lah Dis. Aku takut nolaknya. Takut di bantai di sidang skripsi." Jawab Dwini.

"Lalu...?" kejar Dista.

"Aku mengulur waktu saja. Aku bilang minta waktu untuk berpikir. Karena masih kaget tentang pernyataannya tadi. Dan ternyata pemuja rahasia itu adalah Beliau. Pak Irwan yang selama ini mengirim paket bunga, coklat dan buku itu."

"Waw... ga nyangka. Dosen killer itu romantis juga ya Dwi. Kalo aku sih ga pake mengulur waktu. Langsung terima aja." Celetuk Dista yang kemudian merebahkan dirinya dengan sembarang di tempatt tidur milik Dwini.

"Ga usah bilang gitu kali Dis. Kamu tau kan. Apapun tawaran di depanku. Aku tetap memilih Mas Bimo untuk jadi imam ku." Jawab Dwini yang kini juga menyusul Dista untuk merebahkan tubuh yang terasa lelah sedari tadi.

"Iya bucin. Ga jelas. Susah di bilangin kamu nya Dwi. Pacaran itu ga dosa. Pacaran juga ga pasti menikahinya. Secara yang naksir dosen ini, pake mikir lagi menerimanya. Coba Pak Irwan maunya sama aku, mungki mas Langit ku lepas Dwi." Ucap Dista seolah tidak berpikir panjang.

"Iya pacaran memang ga dosa, tapi kan kalo aku terima. Nanti aku bisa jatuh cinta sama Pak Irwan. Mending ga usah sama sekali kan."

"Kalo kamu sampai bisa jatuh cinta sama Pak Irwan... artinya cinta mu belum kuat sama Bimo.'

"Ah... malas ah bahasnya. Kita tidur aja Dis, ngatuk." Ujar Dwini mengakhiri obrolan itu.

Namun, mereka tidak bisa tidur, karena mendengar suara ponsel Dwini yang tiba-tiba berbunyi.

...Bersambung......

1
bunda n3
merajuk lah suamimu Dwi
Virgo Girl
Lupa niat awal ya Panda🤦‍♀️🤣
bunda n3
/Facepalm//Facepalm/
Shifa Burhan
contoh novel munafik adalah
*semua kesalahan suami diperjelas salah dan dibuat dicap kesalahan fatal dan harus dapat balasan dulu

tapi kesalahan istri malah dibenarkan dan dianggap bukan kesalahan

ini lah contoh pemikiran munafik wanita yang dibawa kedalam karya novel
Shifa Burhan
Bima dengan masalah lalu sudah dianggap kesalahan fatal

dsini dengan pria lain ketemuan, berintrkasi sebagai teman yang fakta sudah sangat keterlaluan dianggap hal biasa

emang susah kalau pemikiran wanita egois dibawa kedalam novel
bunda n3
malah Ayahnya Dwini yg peka
bunda n3
kenapa harus banting pintu segala Bu?
Virgo Girl
Hahaha.... Pak Poll klo ketemu kesayangan bs ngegombal gtu yaaa...😃😃
bunda n3
Bimo ga mau rugi
Virgo Girl
Huahahaha.... lucu banget deh... bikin reader senyam senyum, cekikika sndri kyk aku. Keren karyamu ini Kak 👍👍
Virgo Girl
Uwuuuu banget sih ahli tambang kita🤣🤣
Virgo Girl
Baru ketemu novel ini. Author lucu juga, bs tuh jajal. kontes SUCI...😃😃
bunda n3
Dwini hamidun
bunda n3
Bimo romantis juga
Virgo Girl
Pak irwan dah kayak marketing kartu kredit nihh...kejer target🤣🤣
Virgo Girl
Wadawwww.. . pak Irwan ternyata sang secret admirer Dwini🤣🤣
bunda n3
kan butuh tenaga mas Bimo
bunda n3
Hareudang
bunda n3
ternyata prank
bunda n3
Lagian Bimo juga tidak jujur dari awal, tau pernikahannya sedang tidak baik baik saja, knp tidak mengajak serta istrinya saat bertemu Renata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!