Aisyah adalah seorang gadis yang pernah kecewa, pernah terluka, bertemu dengan seseorang pria tampan bernama Azzam kaya raya yang begitu mencintainya .
melalu proses ta'aruf mereka akhirnya menikah . Azzam selalu meletakkan kebahagiaan Aisyah di atas kebahagiaannya . cobaan silih berganti menerpa biduk rumah tangga mereka .
Mampukan mereka bertahan ?
Yuk kita ikuti alur ceritanya. !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Hasnayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 5 Jomblo
Oke...akan saya pikirkan , tapi kamu terus awasi dia ya..update terus info tentang dia "
" Oke ..siiiiap.." kata Ririn lalu keluar dari ruangan bosnya . Sementara Azzam melanjutkan kerjaannya , menanda tangani beberapa berkas yang sudah disiapkan Ririn dimejanya .
***
Hari berganti hari tidak terasa sudah 2 minggu berlalu , Aisyah sudah mulai terbiasa dengan status jomlonya , Dia berusaha menyibukkan dirinya , agar tidak larut dalam kesedihan .
Malam itu malam minggu kedua Aisyah hanya berdiam diri di kamar , tidak jauh berbeda dengan Abangnya yang juga masih berada di dalam kamarnya , sementara di ruang tengah tampak Pak Sulaiman dan Ibu Yani sedang berbincang sambil menikmati teh hangat dan kue buatan sang istri.
"Bu, anak-anak kita itu sudah dewasa , kapan ya mereka menikah ? " kata Pak Sulaiman.
"Entahlah yah , Ahmad juga sampai sekarang tidak pernah memperkenalkan teman dekatnya sama kita , Sedangkan Aisyah , nak Hendri tidak pernah datang lagi , jangan-jangan udah putus." Kata Bu Yani .
"Kalau Hendri, entah kenapa ayah kurang suka sama dia , bu" ucap Pak Sulaiman.
"Gak boleh gitu yah " jawab bu Yani.
" Ais sama Hendri udah putus " kata Ahmad yang baru saja keluar dari kamar lalu duduk di samping ibunya mencicipi kue yang ada di atas meja, membuat Pak Sulaiman dan Bu Yani saling pandang .
"Putus . Putus kenapa ? Tanya Bu Yani.
Ahmad lalu menceritakan penyebab hubungan adeknya itu kandas.
"Belum jodoh kali " Sahut Pak Sulaiman.
"Terus , Abang kapan mengenalkan calon istri ke Ayah sama ibu " Tambah Bu Yani sambil melirik suaminya .dan dibalas dengan senyuman oleh Pak Sulaiman.
" Ayah dan ibu sudah pengen nimang cucu ,Nak !" Kata Pak Sulaiman .
Mendengar perkataan kedua orang tuanya , Ahmad hanya diam , dia bingung mau jawab apa . Ahmad lalu mengalihkan pembicaraan , berdalih ingin ke kamar Aisyah .
"Abaaang ..pertanyaan ibu belum di jawab! " seru bu Yani namun Ahmad terus melangkah meninggalkan mereka menuju kamar adeknya .
"tTu liat anak ayah , selalu menghindar " gerutu Bu Yani.
"Anak ibu juga , Sudahlah bu .. Biarkan saja dulu , mungkin belum ada jodohnya , kita berdoa yang baik-baik aja untuk kedua anak kita" kata Pak Sulaiman menghibur istrinya .
Tok...tok...tok
"Dek ini abang, boleh masuk " ucap Ahmad yang kini berada di depan pintu kamar Aisyah.
"Masuk aja , bang " jawab Aisyah yang terlihat sibuk di depan komputernya ,sepertinya sedang mengerjakan sesuatu.
"Lagi ngapain ?" Lalu duduk dikursi samping Aisyah . Ikut melihat layar komputer.
"ini lagi cek file yang di kirim Pak Andi " jawab Aisyah masih fokus pada komputernya.
"Ohhh,,,jadi adek abang lagi sibuk nih, ya , udah abang keluar aja" kata Ahmad mengoda adiknya dengan pura-pura hendak keluar.
"Eits...jangan donk ! Udah mau selesai koq , bentar lagi " cegah Aisyah membuat Ahmad tersenyum lebar dan kembali duduk.
"Selesai " kata Aisyah
Aisyah mematikan komputer lalu berpindah duduk di kasurnya , sedangkan Ahmad memutar kursi yang dia duduki menghadap ke Aisyah.
"Mau ngomong apa ?" kata Aisyah datar.
"Widiiiih,,, sadis " jawab Ahmad sambil tersenyum.
"ini Abang Ahmad bukan Abang Hendri " goda Ahmad.
"Apaan sich Abang , mulai deh , Ais gak suka "
"sorry , Abang perhatiin udah 2 malam minggu ini dikamar aja " kata Ahmad mulai mengintrogasi Aisyah.
"Emangnya kenapa , Gak suka Ais di rumah." Sahut Aisyah.
"Bukan begitu , Abang cuma nanya koq, sensi amat " kata Ahmad.
"Terus kenapa ?" Aisyah mulai kesal.
"Gak papa , Abang jadi punya teman aja hehee..."Ahmad cengengesan.
Sifat Ahmad yang humoris berhasil menghibur adeknya dengan cerita-cerita konyol , sesekali terdengar mereka tertawa bersama . Ahmad cukup puas melihat adiknya tertawa lepas.
"Terus rencana mu selanjutnya apa dek? " Tanya Ahmad.
"Gak ada rencana apa-apa " Jawab Aisyah lalu terdiam.
"Move on donk " sambil mencubit hidung adiknya.
"Ihhh , sakit tau " menepis tangan Ahmad.
"Abang. Ais udah move on koq. Sekarang Ais mau fokus sama kerjaan Ais aja. "
"Yakin , mau fokus kerja aja ?"
"iya , yakin "
"Heeemmm, belum siap membuka hati dengan yang lain "selidik Ahmad.
" Kan Abang sendiri yang bilang , kalo jodoh gak akan kemana , intinya Aisyah gak mau lagi pacaran-pacaran ketemu yang cocok langsung nikah aja " jelas Aisyah.
"Wooow , keren. Abang suka itu"
"Dari tadi Abang nanya Aisyah terus sekarang gantian , Abang sendiri gimana ? masih betah aja jomlo ? " kata Aisyah.
Mendengar perkataan Aisyah , Ahmad hanya tersenyum.
"Belum saatnya " jawab Ahmad sambil kembali mencubit hidung Aisyah , lalu beranjak dari duduknya dan berjalan keluar kamar.
"Huuuh...Pasti menghindar terus " gerutu Aisyah.
"Bawel " balas Ahmad berlalu dari kamar Aisyah menuju kamarnya .
Ahmad memang selalu menghindar ketika ditanya tentang perempuan yang dekatnya ,Bukan apa-apa dia hanya belum siap, seperti yang pernah dia katakan belum saatnya .
Sebenarnya sudah ada seorang gadis yang mencuri perhatiaannya akhir - akhir ini , tapi hubungan mereka masih sebatas teman. Ahnad tidak mau terburu-buru dalam mengambil keputusan .
Aisyah sedikit kesal , Abangnya selalu saja menghindar ketika ditanya tentang kisah percintaannya . Tidak lama kemudian handponenya berdering, rupanya Ayu sahabatnya yang menelpon.
"Assalamualaikum ."
"Waalaikumsalam ."
"Ais...Udah tidur kah ?" tanya Ayu.
"Emangnya , ada orang tidur sambil telponan " jawab Aisyah.
"Heee..maksud aku siapa tau kamu udah tidur , trus kebangun pas aku telpon " sahut Ayu.
"Baru mau tidur , emangnya kenapa ?"
"Besok jalan bareng yuk , bareng Putri , Mala juga , mau ya, ntar saya jemput " bujuk Ayu.
"Oke ."Jawab Aisyah singkat.
"Asiiik .., see you eemuuuaaach , Assalamualaikum " Ayu kegirangan.
"Waalaikumsalam ." jawab Aisyah sambil geleng-geleng kepala dengan sikap lebay Ayu.
Setelah menutup telpon Aisyah pun merebahkan tubuhnya ditempat tidur , rasa kantuknya membuatnya langsung terlelap .
...Bersambung ...
padahal bagus