Seorang gadis cupu bernama Kiara dibully habis -habisan disekolah,tapi siapa sangka dibalik diamnya dia menyimpan sisi gelap yang mengerikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERTEMUAN
...Bu Delina masuk ke dalam kamar alena, di lihatnya anaknya itu yang masih tertidur pulas. Ada seutas senyum di bibir nya, di belai nya rambut Kiaradengan lembut, sambil terus menatap wajah polos anak nya itu....
...Merasa ada yang mengusap-usap kepalanya, Kiaraterbangun. Di lihat nya Mama nya sedang tersenyum ke arahnya....
..."Kamu udah bangun, sayang?" Tanya Bu Delina dengan lembut. Kiara hanya mengangguk pelan....
..."Mama. Ada apa Ma?" Tanya Kiara masih dengan suara serak khas bangun tidur....
..."Gak papa sayang, mama cuma mau ngajakin kamu makan bareng sama klien nya Papa, dari pada kamu di rumah sendiri kan," ujar Bu Delina....
...Kiara berusaha untuk duduk, walaupun kepalanya masih geliengan....
..."Mama kan tau aku gak suka keramaian Ma. Aku di rumah aja deh, Mama sama Papa aja yang pergi," ujar Kiara sambil menggaruk garuk kepalanya....
..."Eum... gitu yah, padahal Mama pengen banget jalan-jalan bertiga hari ini." Wajah Bu Delina tampak sedikit kecewa. Melihat itu, Kiara merasa bersalah, karena memang mereka sangat jarang jalan bertiga, itu karena papa nya Kiara sangat sibuk dengan perusahaan nya....
..."Yaudah deh aku ikut, ini demi mama loh yaa."...
...Ujar Kiara dengan sedikit senyum menggoda ke arah mama nya....
..."Beneran? Oke, Mama tunggu ya. Mama mau siap-siap dulu sekalian bilang sama Papa." Bu Delina tampak sangat gembira, dia bahkan langsung berlari dari kamar Kiara saking senang nya, Kiara hanya menggeleng geleng kan kepala nya sambil tersenyum....
...Lima belas menit telah berlalu.......
...Kiara berjalan santai menuju ruang tamu, disana sudah ada pak Robert, papa nya yang sedang sibuk dengan laptop nya....
..."Ya ampun Papa, mau jalan-jalan aja masih sibuk mikirin kerjaan." Kiara duduk di samping papa nya....
...Pak Robert kaget dengan kedatangan Kiara yang tiba-tiba sudah ada di samping nya....
..."Astaga sayang, kamu ini selalu saja datang tanpa jejak, hampir saja Papa jantungan karena kaget. Kalo ada lomba berjalan tanpa suara dan jejak, Papa yakin kamu pemenang nya," ucap Pak Robert sambil tertawa kecil...
..."Hehehe seriusan, Pa?" Tanya Kiara yang ikut tertawa....
..."Iya, tapi kamu hari ini kok cantik banget sih, bikin papa pangling," ujar pak Robert sambil memeluk alena....
..."Masa sih pa, perasaan biasa aja deh. Itu mungkin karena Papa jarang ketemu dan ngobrol sama aku," jawab Kiara pura-pura cuek, tapi dia tidak bisa menyembunyikan senyum nya....
..."Maafın Papa ya, sayang. Perusahaan sedang naik naik nya, jadi pekerjaan Papa semakin banyak," ucap pak Robert....
..."Tapi kan karyawan Papa banyak, kenapa harus papa yang turun tangan?" Tanya Kiara lagi....
..."Karyawan Papa memang banyak, tapi kalo untuk urusan memilih klien yang berkualitas dan bukan kaleng-kaleng itu bukan hal yang mudah, jadi Papa akan turun tangan sendiri, karena Papa gak mau di bodoh bodohin," jawab pak Robert, Kiara hanya mengangguk pelan....
..."Mama mana ya, Pa, kok lama banget sih?" Tanya Kiara tak sabaran....
..."Mama kamu itu kalo udah dandan tidak cukup sebentar, kalo di suruh cepat pasti ngomel-ngomel, makanya Papa sering terlambat gara-gara Mama, hahahaha..." Pak Robert tertawa mengingat pertengkaran yang sering terjadi antara dia dan istrinya hanya karena waktu dandan Bu Delina yang sangat lama, Kiara pun ikut tertawa mendengarnya....
..."Hayo... Kalian lagi ngomongin Mama ya, dasar anak sama bapak sama saja," ucap Bu Delina yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka....
..."Ehh mama.... Mama kok hari ini cantik banget sih," ujar pak Robert cengengesan...
..."Huh gombal deh, udah ayo kita berangkat, nanti telat lagi, lama banget sih kalian," ujar Bu Delina tanpa rasa bersalah....
...Pak Robert dan Kiara saling berpandangan,...
...mereka lalu tertawa bersama.Di dalam mobil, mereka terus saja bercerita....
...Mereka bercanda dan tertawa, Kiara sangat menikmati waktu bersama ini, sangat jarang sekali hal ini terjadi semenjak perusahaan papa nya naik daun. Rasanya pekerjaan Pak Robert juga bertambah setiap hari nya....
..."Oh iya, sayang, Papa dengar klien Papa ini juga punya anak seusia kamu, mungkin dia juga ikut makan bersama nanti, nanti kamu bersikap yang baik ya, mungkin saja kalian bisa jadi teman," ujar pak Robert melirik Kiara dari kaca spion nya....
..."Papa, kok Kiarayang harus bersikap baik sih, kan mereka yang butuh sama Papa, jadi mereka dong yang harus nya bersikap baik," jawab Bu Delina ketus, kalo sudah urusan alena, dia tidak akan asal mengambil keputusan, dia tak mau orang-orang memandang Kiarasebelah mata, apalagi setelah mengetahui Kiaramenjadi anak buangan di kelasnya, Bu Delina tak akan segan-segan turun tangan langsung jika ada yang menyakiti Alena....
..."Iya ma, maksud Papa bersikap baik itu adalah menjaga attitude di depan mereka, agar Kiara tampak lebih berkelas," jelas pak Robert....
..."Ohhh, kirain Mama, Papa suruh Kiara yang harus manggut-manggut saja tidak boleh melawan jika di kucil kan," ucap Bu Delina....
..."Ya enggak lah Ma, kalo bisa Kiara itu harus tegas, dia tidak boleh menjadi wanita yang lemah, itulah sebabnya kenapa dulu dia Papa masuk kan ke padepokan pencak silat, supaya dia bisa melawan saat ada yang mencoba menyakiti nya," ucap Pak Robert panjang lebar. Bu Delina mengangguk setuju....
...Sementara alenaa sibuk dengan pikirannya sendiri....
...Karena keasyikan ngobrol, tak terasa mereka sudah sampai di depan sebuah restoran bernuansa Jepang yang sangat mewah, tempat ini sangat terkenal di mana-mana, tapi untuk Kiaradia tak terlihat terkejut sama sekali, karena ini adalah salah satu restoran langganan keluarga nya sejak dia masih kecil, bahkan dia sudah sangat akrab dengan chef dan para waiters yang bekerja di sini....
..."Pa, Ma, aku ke toilet dulu ya, kebelet pipis."...
...Kiara berlari kecil ke arah toilet setelah turun dari mobil....
..."Astaga, Kiara kalo ke sini gak pipis gak afdol mungkin ya, Pa," ujar Bu Delina sambil tertawa kecil....
..."Sudah lah ma, sudah kebiasaan," jawab Pak Robert ikut tertawa....
...Pak Robert dan Bu Delina masuk dengan tawa yang masih membekas di bibir mereka.Penjaga dan para karyawan yang sudah lama bekerja di sana langsung menyambut mereka dengan ramah....
..."Selamat datang Tuan Robert dan Nyonya Delina, bagaimana kabarnya, lama tak berjumpa." Sapa chef Devan ramah, dia adalah chef ternama sekaligus pemilik restoran itu.Chef Devan dan Pak Robert berpelukan, sementara Bu Delina hanya tersenyum....
..."Kabar baik chef, maklumlah pekerjaan semakin banyak, jadi susah untuk libur dan berjalan jalan," ucap Pak Robert sambil tertawa....
..."Ternyata anda masih tetap menjadi bos yang berbaik hati pada karyawan seperti dulu," ujar chef Devan, mereka tertawa bersama....
..."Oh iya mana si nona psyco , apa dia tidak ikut?" Tanya chef Devan lagi....
..."Hei berhenti memanggil nya nona psyco,"...
...ucap Bu Delina keberatan, namun dia tetap tertawa, dia sudah tak asing dengan panggilan itu...
...Untuk anaknya, sejak dulu mereka selalu memanggil Kiara dengan sebutan nona psyco, dan Kiara juga tidak pernah mempermasalahkan panggilan itu....
..."Dia sedang ke toilet," jawab pak Robert...
..."Sudah saya duga." Sahut chef devan. Ucapan chef Devan itu sontak saja membuat Pak Robert dan Bu Delina tertawa....
...Setelah berbincang sebentar dengan chef Devan, Pak Robert menghampiri klien yang sudah menunggunya.Mereka juga membawa seorang gadis cantik seusia alena....
..."Selamat sore, Pak Dermawan, sudah lama menunggu?" Tanya pak Robert...
..."Selamat sore, Pak Robert, tidak terlalu lama Pak, kami juga baru sampai," jawab Pak Dermawan....
...Mereka berjabat tangan dan saling berpelukan, sementara Bu Dewanti hanya tersenyum tipis ke arah Bu Sonya, dan Bu Sonya juga membalasnya dengan senyuman kecil....
..."Bagaimana kalau kita pesan dulu, setelah makan baru kita membahas tentang kerja sama ini." Usul Pak Robert dan langsung di setujui oleh Pak Dermawan....
..."Seperti nya itu baqus Pak," jawab Pak...
..."Seperti nya itu bagus Pak," jawab Pak Dermawan....
...Setelah memilih menu dan memesannya, mereka ngobrol ngobrol kecil, sambil menunggu pesanan nya datang....
...Kiara yang sudah selesai dari toilet langsung ke meja waiters, dia mengobrol dengan para waiters di sana....
..."Hei Nona psyco, sedang apa kamu disini?"...
...Tanya chef Devan yang sudah berada di samping Alena....
..."Aku haus chef, buatin minuman yang segar dong," ujar Alena....
..."Oke di tunggu yah," jawab chef Devan, dia langsung membuatkannya jus mangga....
...tak menunggu waktu lama, jus pesanan Kiara sudah siap....
..."Ini jus paling segar untuk Nona psyco kita," ucap chef Devan sambil membungkuk kan badannya, semua orang tertawa melihat tingkah chef Devan....
...Kiara mengambil nya dengan tertawa kecil...
..."Terima kasih Tuan Chef," ucap alena....
..."Kenapa kamu malah disini, Tuan Robert dan Bu Delina sedang makan-makan disana bersama kliennya." Chef Devan menunjukkan salah satu meja....
..."Astaga, aku lupa kalo kesini untuk menemui klien Papa," ucap Kiara cepat, dia berlari ke arah meja makan paling pojok dekat jendela.Posisi keluarga pak Dermawan memang membelakangi arah dapur, jadi Kiara tak melihat wajah angel....
..."Maaf aku telat," ujar Kiara ngos-ngosan, di tangannya masih menggenggam gelas berisi jus mangga....
...Melihat kedatangan alena, wajah angel tiba-tiba pucat, dia teringat akan teror yang di alaminya, dia sudah menahan diri agar tidak terpancing karena dia sedang di depan banyak orang, apalagi ada Papanya saat ini, namun melihat wajah Kiara emosi nya tidak dapat di kendalikan....
..."Ehh, ada si Cu... Ehm... Kiara , Lo kerja di sini yah, tapi kayaknya Lo salah meja deh, disini gak ada yang pesan jus mangga," ucap angel sinis....