NovelToon NovelToon
Penyesalan Yang Terlambat

Penyesalan Yang Terlambat

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Penyesalan Suami / Single Mom
Popularitas:578
Nilai: 5
Nama Author: Amak Mpis

"Rain, ini aku Bintang suamimu, kamu boleh menghukumku dengan cara apapun tapi tolong jangan pura-pura melupakan aku, aku sudah sangat menyesali perbuatanku dulu sama kamu."

"Bukan aku yang pura-pura tidak mengenalmu tapi aku memang tak kenal siapa kamu bahkan bertemu kamu saja baru dua kali ini."

Penyesalan itu memang terkadang datang terlambat tapi apa jadinya jika sosoknya kembali datang setelah 4 bulan Bintang kehilangannya, akankah Bintang masih bisa menerima kenyataan jika orang didepannya ini bukan orang yang selama ini dia rindukan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amak Mpis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keributan

PLAK

Satu tamparan mendarat di pipi Helena dari Black yang kini sudah terbakar amarah. 

“Seburuk apa nasib lo Rain hidup diantara keluarga kaya mereka?”

“Maksud lo apa keluarga kaya kita?” Tanya Helena masih sambil memegang pipinya. 

“Harusnya lo lebih tahu perangai keluarga lo dari pada gue orang luar ini. Sebelum kalian berdua bisa berubah gue gak akan kasih anak kalian dan dia akan gue rawat.”

“Apa hak lo mau merawat anak gue, dia anak gue dan gue gak akan ijinin lo merawatnya.”

“Gue juga gak ijinin kalian menelantarkan dia.”

“Sebentar, ini ada apa sebenarnya?” tanya Bintang yang sudah berada disebelah Black. 

“Dia nyulik anak gue.” Jawab Helena tegas, disini Rioza suami Helena hanya bisa diam, dia terpaku dengan wajah Black dan dia belum bisa menerima kalau orang yang ada didepannya itu Black bukan Rain. 

“Jangan asal ngomong lo, kalau gue gak nyelametin anak lo, sekarang bukan disini lagi lo nemuin anak lo tapi dirumah sakit.”

“Maksud lo gimana?”

“Bukannya lo tadi juga denger kalau gue bilang gue nemuin keponakan lo hampir ketabrak mobil?”

PLAK

Satu tamparan kedua mendarat di pipi Helena, tapi sekarang bukan dari Black melainkan dari Bintang. 

“Kenapa lo ikut nampar gue?”

“Gimana gue gak nampar lo, lo telantarin ponakan gue!”

“yang nelantarin ponakan lo bukan hanya gue tapi kakak lo juga,” Ucap Helena sambil menunjuk muka Bintang. “Rio, lo ngomong jangan cuma diem doang.” Rio tersentak kaget karena sedari tadi fokusnya masih pada Black dan dia tak menyadari perdebatan mereka semua. 

“Gue mau ngomong apa orang emang lo yang telantarin anak kita,” Jawab Rio dengan santainya. 

“Kenapa lo juga jadi nyalahin gue?”

“Gue mau pakai babysitter lo gak mau, gue mau pakai pelayan lo gak mau, kerjaan lo cuma belanja terus gak pernah ngurus anak kita, lantas gue harus gimana saat semua orang memojokkan lo?”

“Setidaknya lo harus bela gue, gue ini istri lo!”

“Istri yang dipilihkan keluarga gue, emang gue harus gimana lagi, semua opsi yang membuat lo gak capek sudah gue tawarkan, tapi lo gak mau dan memilih dikerjakan sendiri, pada akhirnya apa, anak kita yang lo telantarin, itu cara lo biar gue bisa cinta sama lo?”

“Ini semua gara-gara lo, kenapa lo harus datang kehidup suami gue lagi, meskipun dengan lo menjadi istri Bintang, tapi pasti niat lo mau merebut Rio lagi kan?” Tanya Helena sambil memegang kedua pundak Black dan mengguncangnya tak lupa mendorong Black sampai terhuyung kebelakang hampir jatuh.

“BLACK!” Teriak Sira yang kaget tapi untungnya ada seseorang yang sigap memegang badan Black. 

“Pe-rut,” Black mengaduh kesakitan sambil memegangi perutnya membuat Sira semakin panik dan Hexa yang memegang badannya juga ikut panik. 

“BANG SEAN SIAPIN MOBIL, KEVIN TELEPON KAK ALVIN SEKARANG!” Sira kalang kabut apalagi melihat Black yang terus merintih kesakitan. 

“Lo tenang, sabar sebentar,” Hexa tak kalah panik, Bintang yang ingin maju dicegah Doni karena dia tahu ini bukan saatnya Bintang maju dan dia juga tahu kalau Hexa orang yang mungkin bisa Black Terima dari keluarga mereka. 

Mobil datang dan Black langsung dibawa kerumah sakit dan hanya ditemani Sean dan Sira. 

“Tera, tolong jaga resto dan suruh chef Andi lembur dulu jangan kasih tahu apa yang terjadi kalau mereka belum tahu takut semua panik!” Titah Kevin sebelum memacu motornya mengikuti mobil yang membawa Black. 

‘Gimana gak panik, kalau Black kenapa-napa kita semua bakal digantung sama kakek Aras,” Batin Tara. 

“Kalian semua sekarang pergi dan jangan pernah kalian kembali, resto akan mem blacklist nama kalian semua dan untuk anak yang kalian perdebatkan dari tadi akan kami urus dan jika itu memang anak kalian kita akan mengembalikan setelah Black mengijinkan, sekarang kalian pergi!” Titah Tara dengan nada cukup tinggi. 

“Gak bisa gitu dong, dia anak gue.” Ucap Helena tapi belum sempat dia menyelesaikan ucapannya dia sudah ditarik mundur sama Melisa sambil menutup mulut Helena karena meskipun daritadi dia diam tapi sebenarnya memendam amarah yang cukup besar. 

“Jangan membantah, kamu yang salah disini jadi diam, pulang dan Terima hukuman dari saya,” Ucap Melisa dengan tatapan yang sangat mengerikan. 

Semua keluarga Bintang pulang termasuk Bintang meskipun Bintang juga harus sedikit dipaksa karena dia mau ikut mengikuti Black, dia sangat khawatir dengan keadaan Black. 

Bukannya pulang ke rumah Doni tapi mereka menuju rumah Rio dan Helena karena Melisa yang sudah sangat jengah dengan omongan Helena yang gak bisa diam. 

Setelah masuk ke rumah, Melisa yang masih setia menarik Helena langsung melempar badan Helena sampai membentur meja. 

“Mama sakit.”

“Lebih sakit mana dengan keadaan cucu saya yang kamu telantarkan?”

“Ini bukan kesalahan Helen doang ma, ini ada campur tangan Rio, anak mama sendiri.”

“Memang kamu masih lihat Rio disini?” Rio memang sudah tak berasa disitu karena dia sudah dibawa Doni untuk mendapatkan hukuman yang tak kalah menyakitkan. 

“Mama gak seharusnya melakukan ini.”

“Lantas saya harus diam melihat perlakuan kalian terhadap cucu saya begitu saja? Ingat, saya pernah memperingati kalian jangan pernah melakukan kesalahan apapun yang membahayakan cucu saya, dia itu anak kandung kalian bukan orang lain.”

“Mama gak sadar ya, kita belajar dari mama dan papa, bukannya kalian juga memperlakukan Rain tidak seperti manusia bahkan jauh lebih parah dari pada kita,” Ucap Helena sambil tersenyum miring. 

Melisa mengeratkan cekikannya membuat Helena hampir kehabisan nafas. “Itu semua karena hasutan kamu juga kita sampai segitu kejamnya sama Rain.”

Helena tertawa pelan dalam cekikan Melisa yang mulai melemah. “Itu berati kalian bodoh, gak bisa cari tahu dulu dan langsung percaya sama gue.” Helena kembali tertawa, tawa yang membuat ingatan Melisa kembali berputar pada saat dia dan keluarganya begitu menyiksa dan menyakiti Rain. 

“Tanpa kalian tahu kalau sebenarnya itu semua gue lakukan cuma biar kalian benci sama Rain dan tetap menjadikan gue menantu idaman.”

PLAK

Tamparan hangat mendarat ke pipi Helena yang membuat tawanya semakin menggema, dia merasa kalau dia sekarang menang karena semua tujuannya berhasil meskipun sekarang dia akan menjadi menantu yang paling di benci. 

Setelah menampar Helena, Melisa menyeret Helena keruangan yang sangat gelap dan disana ternyata sudah ada Rio yang lebih dulu Doni seret masuk kedalam. 

‘Ternyata ini rasanya menjadi Rain yang slalu disiksa dan berakhir mendekam diruangan gelap ini, andai dulu lo ijinin gue buat nolong lo, mungkin gak akan se menderita itu dulu, tapi gue juga sadar mereka pasti akan curiga dengan hubungan kita kalau sampai gue terus menolong lo seperti yang lo bilang.’ batin Rio. 

BERSAMBUNG

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!