NovelToon NovelToon
The Stellar Blood Swordmaster'S

The Stellar Blood Swordmaster'S

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:168
Nilai: 5
Nama Author: EAGLE EZ

Di sudut tergelap Distrik Kumuh Oakhaven, Ren bertahan hidup sebagai pelayan di sebuah rumah bordil sekaligus tempat penampungan anak-anak telantar. Di balik fisiknya yang tampak biasa dan otaknya yang encer, Ren menyembunyikan kutukan sekaligus berkah: ia adalah keturunan Vampir terakhir yang murni, terpaksa menahan dahaga darah agar tidak memicu kecurigaan Gereja Suci.

​Dunia Ren runtuh ketika sekelompok Ksatria Suci berzirah perak—yang seharusnya menjadi simbol kehormatan—membantai tempat tinggalnya demi menutupi skandal korupsi ordonya. Di ambang kematian, Ren merangkak ke ruang bawah tanah rahasia dan menemukan Crimson, roh pedang kuno yang haus darah. Demi membalaskan dendam dan mengubah takdirnya, Ren memulai jalannya sebagai Sword Master yang tidak biasa: memadukan teknik pedang legendaris dengan kekuatan darah yang terlarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20.Angin Yang terbelah

Gemuruh di dalam Colosseum Besi Odelia mencapai titik didihnya pada hari kedua. Babak semifinal Tingkat Satu mempertemukan dua gaya bertarung yang paling bertolak belakang di seluruh benua: efisiensi brutal dari Kekaisaran yang diwakili oleh Ren, melawan keanggunan mematikan dari Kerajaan Hutan Levant yang dibawa oleh Aria.

Lantai arena baja telah dibersihkan, meninggalkan permukaan logam dingin yang berkilau di bawah lampu uap mekanis.

"Pertandingan Pertama Semifinal!" seru komentator, memicu sorakan berantai dari tribun penonton. "Ren sang 'Predator Kilat' melawan Aria sang 'Putri Badai'!"

Aria melangkah ke arena dengan anggun. Di pinggangnya melingkar dua bilah pedang tipis (*scimitar*) berkilau perak. Begitu kakinya menyentuh lantai baja, riak angin halus berfrekuensi tinggi langsung berputar di sekeliling tubuhnya, membuat jubah hijau tuanya berkibar ringan tanpa pola. Matanya yang hijau menatap Ren dengan kewaspadaan penuh.

Ren berjalan dari lorong seberang dengan ketenangan seorang eksekutor. Tangan kanannya berada di dalam saku jubah hitam, sementara tangan kirinya bertumpu pada gagang pedang besi standar akademi. Wajah tampannya tertekuk dalam sebuah *smug* dingin yang meremehkan.

"Aku sudah menganalisis seluruh pergerakanmu melawan Gideon kemarin, Ren," Aria berkata, suaranya jernih namun tajam di sela deru angin buatannya. "Kau mengandalkan akselerasi instan untuk mengincar titik lemah. Tapi di depan jaring angin pengintaiku... tidak ada gerakan yang bisa bersembunyi."

Ren hanya menarik sudut bibirnya, membentuk sebuah seringai tipis yang berbahaya. *'Otakmu boleh saja cerdas, Gadis Hutan,'* batin Ren, sembari mengaktifkan *Blood Circulation* untuk mengompresi energinya ke batas maksimal. *'Tapi kau membuat kesalahan besar dengan berpikir kecepatanku kemarin adalah batas tertinggiku.'*

"Mulai!"

*SHIIIING!*

Aria bergerak lebih dulu. Tubuhnya seolah mencair menjadi serpihan angin hijau saat ia melesat maju. Dua *scimitar*-nya dicabut dalam satu gerakan memutar, melepaskan teknik *Levant Wind-Blade*—belasan bilah angin kasat mata berfrekuensi tinggi yang sanggup memotong pelat baja meluncur deras dari berbagai arah menuju tubuh Ren.

Serangan itu tidak memiliki celah fisik. Bilah-bilah angin itu mengunci seluruh ruang gerak Ren.

Namun, Ren tidak berniat menghindar.

*Dug!*

Jantung Ren berdenyut keras secara konseptual. Di bawah temaram pencahayaan arena, satu mata merah Ren berkilat intens seutuhnya, melepaskan guratan energi streaks merah yang sangat tajam di balik poni rambut perak abu-abunya.

Ren menarik pedang besi standarnya dari sarung dalam waktu kurang dari seperseratus detik. Menggunakan bentuk kedua dari *Blood-Forged Style: Crimson Divide*, Ren melepaskan satu tebasan vertikal murni ke depan, disusul dengan putaran horizontal yang sangat presisi.

*BOOOM!*

Bukan Mana elemen yang dilepaskan Ren, melainkan kompresi tekanan udara fisik murni dari kekuatan predator vampirnya yang luar biasa padat. Sabetan pedang Ren menciptakan gelombang kejut lurus yang membelah barisan bilah angin Aria menjadi dua bagian, mementahkan serangan itu hingga menghantam dinding pelindung arena hingga bergetar hebat.

"A-Apa?! Dia membelah angin murni?!" Aria terbelalak di tengah gerakannya.

Sebelum Aria sempat memulihkan posisi keseimbangannya, Ren sudah menghilang dari titik fokus pandangannya. Menggunakan *Blood-Stride* tingkat penuh di bawah bayangan debu arena, Ren muncul tepat di hadapan Aria, menyisakan jarak kurang dari satu jengkal.

Wajah tampan Ren yang dihiasi *dangerous smirk* dingin adalah hal terakhir yang dilihat Aria sebelum segalanya berakhir.

*TAK! TAK!*

Dengan dua ketukan gagang pedang yang teramat cepat dan efisien, Ren menghantam pergelangan tangan Aria secara bergantian, membuat kedua *scimitar* berharga miliknya terlepas dan berdenting jatuh ke atas lantai baja. Di detik yang sama, ujung pedang besi Ren sudah berada tepat satu milimeter di depan jakun Aria.

Angin di sekeliling arena mendadak mati. Sunyi total.

Aria berdiri kaku, setetes keringat dingin mengalir dari pelipisnya. Ia bisa merasakan hawa membunuh yang begitu pekat dari ujung bilah pedang Ren—sebuah kekuatan yang jauh melampaui apa pun yang pernah ia hadapi di Kerajaan Hutan.

"Katamu... tidak ada gerakan yang bisa bersembunyi?" Ren berbisik halus, nadanya begitu tenang namun mencekik mental Aria hingga ke dasar. "Sayang sekali. Anginmu... terlalu lambat untuk membaca langkah hantu."

**"Hahaha! Kerja bagus, Bocah! Gadis ini bahkan tidak tahu bagaimana cara bernapas dengan benar sekarang!"** Crimson tertawa puas di dalam kepala Ren.

Wasit di pinggir arena menelan ludah dengan susah payah sebelum mengangkat tangannya. "P-Pemenang... Ren dari Kekaisaran! Slot final global pertama telah diamankan!"

Ren menarik kembali pedangnya, menyarungkannya dengan satu gerakan elegan, lalu berbalik berjalan menuju lorong gelap tanpa melirik Aria kembali. Panggung final Turnamen Global kini telah sepenuhnya berada di bawah kendali sang **Blood Sword Master**.

1
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Coba bikin yang murim 👍🏻
EAGLE EZ: oke untuk bab pertama dulu bree kalo ingin di tambah mohon bantu juga bree👍
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!