NovelToon NovelToon
SEPASANG MATA DEWA

SEPASANG MATA DEWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Dokter Genius
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Agus budianto

Tembus pandang, ahli pengobatan, dan kekuatan tiada tara adalah sepasang mata dewa.
Menjadi buta demi membangkitkan kekuatan mata dewa membuat Ivan begitu menderita.
Namun semuanya terbayar setelah Ivan mendapatkan mata dewa yang sinarnya menembus kegelapan.
Gadis-gadis cantik perlahan jatuh hati kepadanya.
Bagaimana kelanjutannya dapat di baca, semoga terhibur!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agus budianto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 5 TANGAN HANTU VS IVAN

Yola juga seketika merasakan tubuhnya begitu lemas sekali. Doris telah kalah dan dirinya telah kehilangan seluruh uang casino.

Doris sendiri seolah tidak percaya, bagaimana mungkin kartu Leo adalah balak 6 bukannya 3. Jelas-jelas dirinya telah mengaturnya dengan teknik merangkai kartu, lalu bagaimana bisa berubah, pikirnya.

"Ini tidak mungkin, kamu pasti telah berbuat curang," Doris langsung marah menunjuk Leo, dan tidak menerimanya.

"Apa ini pertama kali kamu masuk casino," Leo langsung balas membentak Doris.

"Ungkapkan kebenaran, haruskah aku mengajarimu, kau bilang aku curang, mana buktinya?" sambung Leo.

"Baik, aku biarkan kamu geledah badanku, kalau kamu temukan, berarti aku kalah, kamu bebas menghukum ku, tapi kalau tidak ketemu, menurut aturan, potong satu tangan."

Ada sebuah aturan dalam dunia perjudian yang selalu di taati oleh semua orang. Bila seseorang menuduh orang lain berbuat curang dan menemukan buktinya, maka orang yang berbuat curang tersebut dinyatakan kalah. Akan tetapi bila menuduh dan ternyata tidak menemukan buktinya, maka sebagai hukumannya harus kehilangan satu tangannya.

Doris juga mengetahui peraturan itu, sehingga dirinya langsung terdiam. Dirinya yakin leo telah berbuat curang, tapi bagaimana jika dirinya ternyata tidak menemukan bukti kecurangan itu setelah menggeledahnya. Dengan demikian maka dirinya bisa kehilangan satu tangannya. Akhirnya Doris juga hanya tertunduk menerima kekalahannya.

"Haha... dasar pecundang," Leo tampak puas.

Pada kenyataannya Leo memang berbuat curang dengan menukar kartu kedua miliknya. Kartu dengan angka 3 dia tukar dengan kartu balak 6. kartu balak 6 tersebut Leo dapatkan pada saat putaran awal dimana dirinya memotong kartu. Semua ini memang sudah Leo rencanakan sejak awal.

"Selamat atas tutupnya casino ini," ujar Leo kepada Yola sambil hendak mencolek wajahnya, tapi Yola langsung menghindarinya.

Yola tampak merengut dan mengepalkan kedua tangannya dengan keras. Terlihat Yola tidak bisa menerima kekalahan ini.

"Wah, seperti bos Yola tidak terima," ujar Leo.

"Tidak terima juga percuma, kalian sudah tidak ada uang lagi, apa yang mau di pertaruhkan p, haha..." sambung Leo tertawa.

Leo kemudian memperhatikan paras dari Yola yang begitu cantik. Memandang dada yang begitu menonjol juga langsung membuat Leo merasa gusar.

"Aku masih punya cara jika kamu bersedia, gunakan dirimu sebagai taruhan," Leo mendekatkan wajahnya ke Yola.

"Jika kamu menang, kamu bisa ambil kembali semua uangnya, aku juga tidak akan memasuki Star casino lagi, kalau kamu kalah, temani aku selama 2 tahun, buatlah diriku bahagia," sambung Leo.

"Leo, kamu jangan keterlaluan," sela Doris tidak bisa menerima bosnya di hina seperti ini.

"Brak," Leo menggerak meja.

"Apa kamu pertama kali berada di casino, apa kamu baru terjun di dunia ilegal, di seluruh casino hanya ada satu aturan, pemenang adalah raja," ujar Leo dengan keras.

Seketika Doris juga langsung tidak berkutik dan tertunduk. Leo bahkan juga memaki Doris dengan sebutan orang tidak berguna dan bodoh.

Leo kemudian berbalik badan hendak pergi dari sana bersama dua orang bawahannya dengan membawa uang kemenangan.

"Tunggu dulu!" ucap Ivan yang sembari tadi hanya diam.

Ucapan Ivan ini tentu saja menarik perhatian orang-orang di sana. Leo dan bawahannya yang sudah ma pergi, juga langsung berhenti dan berbalik badan kembali.

"Ivan, kamu mau apa?" tanya Yola.

Ivan menepuk pundak Yola dengan lembut dan mengatakan bahwa dirinya akan merebut kembali seluruh uang miliknya.

"Dia pikir dia siapa, dia hanya pelayan di sini, bisa-bisanya dia berkata demikian?" ujar salah seorang di sana.

"Tuan Leo si tangan hantu begitu menakutkan, bisa-bisanya dia malah mencari masalah ini, bukankah ini bisa mencelakai kak Yola juga," ujar orang yang lain.

Orang-orang mulai mengatai Ivan, tapi Ivan sama sekali tidak memperdulikannya. Pandangannya tetap lurus menatap ke arah Leo.

"Bukankah kamu mengatakan bahwa kamu sangat hebat, aku mau mencobanya secara langsung," ujar Ivan menantang Leo.

"Apakah dia orang mu?" tanya Leo kepada Yola.

Yola hanya mengangguk dan seketika Leo juga langsung tertawa lepas.

"Bocah, aku peringatkan kamu sebelumnya, tidak banyak orang yang berani menantang ku, dan mereka yang menantang ku selalu berakhir dengan menyedihkan," ujar Leo kepada Ivan.

"Kau mau aku menunjukkan kehebatanku, tapi aku rasa kalian sudah tidak punya uang lagi," sambung Leo.

"Aku akan gunakan satu tanganku sebagai taruhan," balas Ivan dengan serius.

"Ivan, hentikan!" sela Yola terlihat panik.

"Haha..." Leo juga kembali tertawa lepas.

Ivan meminta Yola untuk kembali tenang. Yola selama ini begitu baik terhadapnya, jadi Ivan harus membantunya kali ini.

"Aku sama sekali tidak tertarik dengan tanganmu bocah, tanganmu ini tidak bernilai apa-apa bagiku, tapi kalau kamu mau berjudi, aku turuti keinginan mu," ujar Leo kepada Ivan.

"Hanya saja aku mau kamu bertaruh dengan nyawamu," sambung Leo.

"Setuju, kalau aku menang kembalikan semua uang milik kak Yola," balas Ivan.

"Tampaknya bocah ini sudah kehilangan akal, bisa-bisanya dia menantang si tangan hantu dari ibukota, tidak usah main juga sudah tahu siapa pemenangnya," ujar salah seorang di sana.

"Muda iya, bodoh jangan, mana mungkin seorang pelayan bisa menang, bodohnya memang sudah tidak ketulungan," ujar orang yang lain.

"Aku rasa dia hanya ingin terlihat keren dan menarik perhatian kak Yola saja, aku tidak sabar melihatnya mati dengan mengenaskan," ujar orang yang lain lagi.

Yola tentu saja langsung panik sekali mendengar Ivan mempertaruhkan nyawanya. Yola langsung bangkit dan meraih pergelangan tangan Ivan untuk menariknya, tapi Ivan juga langsung meminta Yola untuk tenang.

"Kak yola, percayalah kepadaku, kak Yola tenang dan kembali duduk, apa selama ini aku pernah berbohong, aku bisa mengalahkannya," ujar Ivan dengan serius.

Ivan menatap tajam ke arah mata Yola, sehingga membuat Yola mulai salah tingkah.

"Bocah ini, kenapa menatapku seperti ini..." ucap Yola dalam hati.

"Bos Yola begini saja, kamu bisa mempertimbangkan tawaran ku yang tadi jika mau menebus nyawanya, haha..." ujar Leo.

"Jangan banyak bicara, kalau aku kalah kamu boleh ambil nyawaku, berani tidak?" tanya Ivan.

"Bocah, provokasi tidak ada gunanya buat aku, tapi karena kamu ingin cepat mati, maka akan aku kabulkan," balas Leo.

Ivan dan Leo juga sudah sepakan untuk bertaruh permainan adu qiu. Mereka berdua duduk saling berhadapan.

"Aku sudah bertahun-tahun dalam dunia ilegal ini, aku tidak pernah menindas yang lemah, kamu yang duluan mengocok kartu," ujar Leo.

Ivan juga mengambil tumpukan kartu di atas meja dan bersiap untuk mengocoknya. Ivan mulai mengocok kartu, akan tetapi baru dua kali gerakan kocokan, tiba-tiba kartu yang di pegangnya langsung terburai.

"Break," kartu berceceran di atas meja.

"Bocah ini mengocok kartu saja tidak bisa, benar-benar memalukan," ujar salah seorang mengatai Ivan.

"Modal mental saja tidak bisa, keberuntungan mu selama hidup bila di gunakan pada saat ini, aku rasa juga tidak akan membuatmu menang," ujar orang yang lain.

"Ivan..." Yola terlihat begitu khawatir.

Ivan sama sekali tidak memperdulikan perkataan orang-orang terhadapnya dan kembali menyusun kartu yang terburai di meja.

Setelah kartu tersusun kembali, Ivan juga melanjutkan kocokannya. Leo tampak memperhatikan setiap gerakan tangan dari Ivan dalam mengocok.

"Bocah ini masih pemula, sama sekali tidak ada yang istimewa, tidak punya teknik curang apapun, tapi berani berjudi," ucap Leo dalam hati.

Ivan juga telah selesai mengocok kartu, lalu meletakkannya di atas meja, dan meminta Leo untuk memotongnya.

"Tidak perlu, langsung bagi saja!" Leo yakin akan menang dengan mudah.

Karena nilai taruhan juga telah di tentukan, maka Leo langsung membagikan dua kartu sekaligus.

1
Agus Bautista
mana lanjutan nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!