Bagaimana jadinya, hidup kembali sebagai wanita ahli pedang di zaman kuno?
Sudah pastinya begitu tidak menyenangkan, Anya seorang dokter Bedah yang meninggal karena di khianati oleh seorang sahabat nya.
Ia bereinkarnasi menjadi wanita ahli pedang di zaman Kerajaan China kuno. Bagaimana kisah nya?
Baca kisahnya... Di
— Cinta Wanita Pedang —
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5 Perang
Barata Zhou mengulurkan tangannya kepada Anya, membantu dirinya naik ke kuda berwarna putih tersebut dengan cepat Anya menunggangi nya — dengan cepat ia memacu kuda mengikuti langkah kuda Barata yang berada di depannya.
Beberapa Pengawal mengikuti mereka dari belakang, doa-doa para pengawal memenuhi udara Anya menatap lurus — ia tidak pernah menyangka dirinya yang seorang dokter akan turun di medan perang.
" 𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘵?, 𝘢𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘢𝘬𝘶 𝘳𝘢𝘨𝘶? 𝘌𝘯𝘵𝘢𝘩𝘭𝘢𝘩 𝘪𝘯𝘪 𝘣𝘢𝘳𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘵𝘢𝘮𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘪𝘬𝘶𝘵 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘪𝘯𝘪! " Batin Anya matanya menerawang
𝘛𝘢𝘬𝘬. 𝘛𝘢𝘬𝘬!
𝘛𝘢𝘬𝘬.. 𝘛𝘢𝘬𝘬!
Suara kaki kuda memenuhi udara, malam ini mereka akan mementukan nasib mereka memegang kekuasaan Kerajaan Bulan Emas yang di kuasai oleh Kaisar Tianqi lii
" Puteri kita sudah sampai! " Cakap Barata mengentikan kuda putih nya itu, ia mengangkat telapak tangannya memberi sinyal kepada yang lainnya agar berhenti.
𝘒𝘳𝘢𝘬𝘬!!!
Anya langsung menghentikan Kuda putih tersebut. Ia bergegas loncat dari atas punggung kuda tersebut,
" Terimakasih sayang! " Ia mengusap kepala kuda putih itu seolah mengucapkan terimakasih kepada kuda itu.
Pandangan tertumbuk kepada beberapa prajurit yang sudah terkulai lemah bersimbah cairan kental berwarna merah berbau amis, Dengan kaki bergemetar Anya mendekati para prajurit yang tidak berdaya.
" Tuhan, mereka tidak akan selamat! Kita harus lakukan sesuatu! " Kata Anya sembari berjongkok mengecek salah satu prajurit. Ia menatapnya nanar
" Pu-teri Agung " Gumam prajurit itu dengan suara serak
" Puteri, Hamba menemukan jejak pengintai Musuh berada di barat istana!. Mereka akan ke desa rakyat! " Lapor Barata membuat Anya menggeram marah
" Mengapa mereka dengan kejam menghancurkan rakyat? " Geram nya
" Kita ke barat! " Intruksi Barata dengan suara berat penuh strategis
" Saya akan mengobati kalian!, tunggu dan do'akan kami! " Ucap Anya sembari naik ke kuda putih
" Sembah Puteri Agung Sari Mayang!, Semoga Leluhur memberkati Yang Mulia Puteri Agung!.. " Koor mereka dengan suara penuh harap
" Tunggu kami! " Cakap Anya sembari memacu kudanya dengan cepat, ia tidak bisa membiarkan tangannya untuk diam— ia tidak mau rakyat menderita karena dirinya.
" Tunggu aku! " Gumam Anya meyakinkan dirinya,
Sementara itu di desa Bulan bersemu, begitu sangat parah sekali kondisi mereka beberapa anak-anak menangis memenuhi udara. Ringisan para rakyat terdengar lirih
Luka-luka yang ia terima dari sosok — Panglima kejam bernama Gian Zhou yang merupakan antek musuh kerajaan Bulan Emas yang begitu berbahaya,
Beberapa orang berkuda terdengar memecahkan keheningan di desa tersebut. Membuat beberapa orang dari kerajaan Naga hitam menoleh ke sosok-sosok yang menunggangi kuda hitam tersebut,
Seorang lelaki tampan berbadan kekar menghentikan kuda hitam yang ia tunggangi, dengan gerakan lincah turun dari kuda dan mendarat di depan lelaki berbadan kekar berwajah menyeramkan sekali.
" Ternyata kau Putera mahkota, yang begitu di Agung - agungkan calon Kaisar dan Calon suami Puteri Agung Sari Mayang Dari Dinasti Lii " Ucap Lelaki bernama Gian Zhou dengan suara agak menyindir
" Berhenti berkata Mulut Mu Bau Busuk! " Sarkas lelaki bersurai coklat begitu panjang. Manik Coklat nya menggelap
" Kau lebih baik mundur serahkan takhta kerajaan Teratai Bulan!. Kau tidak pernah pantas menjadi Kaisar! " Hardik lelaki tersebut
Lelaki berparas tampan itu tidak menggubris baginya, perkataan lelaki itu hanyalah kicauan burung pemakan bangkai yang meminta bangkai!
Lelaki berparas tampan mengambil sebuah pedang panjang nan tajam, dari balik jubahnya tangannya bergerak lincah hendak mengenai lelaki tersebut namun dengan cepat. Gian Zhou menepisnya dengan sebuah pedang miliknya,
" Bunuh dia!!! " Pekik Gian Zhou dengan suara lantang kepada semua prajurit nya
Semua prajurit membabi buta saling menghabisi satu sama lain, ada yang menjadikan Rakyat sebagai senjata mereka adapun yang langsung menyerang tanpa berbelas kasih.
" Habisi mereka! " Pekik Lelaki tampan tersebut
Lelaki tampan itu, mengeluarkan sebuah benda tajam berbentuk bintang begitu lancip sekali— benda yang mematikan. Ia melemparnya ke arah Gian Zhou membuat lelaki itu menghindari namun benda berbentuk bintang tersebut mengenai bahu Gian Zhou darah kental mengalir deras,
" Kau akan lenyap! " sarkas Lelaki itu dengan suara begitu menyeramkan sekali
" Putera mahkota yang begitu bodoh!, kau akan lenyap bersama Tunangan mu! — disini! Kita tunggu wanita mu! " Kata Nya dengan suara penuh percaya diri sembari menggenggam bahunya yang berdarah
" Kau yang akan lenyap mulut busuk! "
𝘞𝘩𝘶𝘴𝘴𝘴!
Sebuah pedang menancap tepat di tangan sebelah kanan Gian Zhou membuat lelaki itu mengerang kesakitan. Pelakunya sosok wanita yang melesat — dari kuda putih wanita tersebut menatap penuh tantang lelaki berbadan kekar tersebut,