NovelToon NovelToon
Nona Kota Di Posko Kkn

Nona Kota Di Posko Kkn

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Anshuu_

Alya Mahendra, gadis kota yang harus menjalani KKN di Desa Sukamaju, sebuah desa pelosok yang jauh dari kehidupan nyamannya. Karena tingkahnya yang sering mengeluh dan tak terbiasa hidup sederhana, teman-temannya mulai menjulukinya “Nona Kota.”

Di tengah hari-hari KKN yang penuh tantangan, ada Arga Pratama, cowok dingin dan kaku yang diam-diam sering membantu Alya meski wajahnya selalu terlihat tak peduli. Namun saat konflik mulai muncul di posko, mampukah Alya bertahan sampai akhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anshuu_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

...

Sesampainya di kampus, suasananya langsung berubah ramai, menyambut para mahasiswa yang mulai berkumpul.

Sebelum turun dari mobil, Alya terdiam sejenak. Membiarkan dirinya menikmati beberapa detik terakhir sebelum semuanya benar-benar di mulai.

Awalnya, Alya mengira semua ini tidak akan terasa sulit. Baginya, kegiatan kkn hanyalah semacam perjalanan panjang. Seperti liburan, hanya dengan durasi yang lebih lama dari biasanya.

Lagi pula, ia sudah menyiapkan hampir segala hal yang menurutnya cukup untuk bertahan selama berada di sukamaju.

Alya pikir semuanya akan berjalan dengan baik-baik saja. Namun, semakin dekat waktu keberangkatan, semakin sering pikirannya di penuhi satu hal yang sama.

Ia akan jauh dari papinya.

Jauh dari kedua kakaknya.

Dan bagi Alya, yang hampir tidak pernah berpisah dari keluarganya dalam waktu lama. Kenyataan sederhana itu justru terasa jauh lebih berat dari pada yang sempat ia bayangan sebelumnya.

Saat melihat papinya tiba-tiba berdiri tepat di sampingnya. Pertahanan yang sedari tadi ia bangun perlahan runtuh begitu saja.

Tanpa mengatakan apa pun, alya langsung melangkah maju untuk memeluk sang papi dengan begitu erak. seolah ingin menahan waktu agar beberapa detik terakhir sebelum kepergiannya tidak berlalu begitu cepat.

Papinya hanya membalas pelukan itu dengan mengelus lembut rambut alya, jemarinya bergerak perlahan seolah berusaha menenangkan putri bungsu nya atau mungkin dirinya sendiri.

"Jaga diri baik-baik di sana" ucapnya pelan.

Alya mengangguk kecil.

"Belajar mandiri, jangan gampang ngeluh, jangan terlalu keras kepala, dan ingat ngak semua hal bisa selalu sesuai sama apa yang kamu mau."

"Iya, pi..." Jawab alya lirih.

Setelah melepaskan pelukannya dari sang papi, alya melangkah mendekat lalu memeluk kedua kakaknya secara bergantian.

Aneh rasanya.

Biasanya, di momen seperti ini keano pasti suka melontarkan candaan menyebalkan, sementara elang tidak akan melewatkan kesempatan untuk ikut mengusilinnya.

Keano dan elang hanya diam sambil membalas pelukan adik kesayangan mereka tanpa sepata kata pun.

Alya menatap ketiganya bergantian, berusaha mengukir senyum kecil meski matanya mulai terasa hangat.

"Aku pergi dulu yaa.. jaga kesehatan kalian"

Tidak ada yang langsung menjawab, ketiganya diam dengan pilihan masing-masing.

Alya akhirnya berbalik, lalu mulai melangkah menjauh menuju kelompok kkn yang sudah menunggu di titik kumpul.

Dan tepat saat sosok gadis itu menjauh dari pandangan mereka, pertahankan ketiganya yang sejak tadi berpura-pura kuat itu akhirnya runtuh.

papinya menghembuskan napas panjang, ia secara cepat mengusap sudut matanya yang mulai basah.

namun alih-alih mengakui dirinya ikut sedih, pria itu justru melirik kedua putranya dengan wajah mengejek.

“Cih… baru ditinggal beberapa detik aja mata kalian udah merah begitu.”

Pria itu menggeleng kecil sambil berdecak pelan, seolah sedang mengejek kedua putranya, padahal dirinya sendiri bahkan baru saja diam-diam mengusap sudut mata.

“Malu-maluin banget.”

Keduanya hanya menoleh bersamaan, lalu menatap sang papi dengan sorot penuh sindiran, karena mereka sama-sama tahu siapa orang yang sebenarnya paling tidak siap melepas Alya pergi.

Bukan tanpa alasan keduanya memasang ekspresi seperti itu. Mereka masih ingat dengan sangat jelas kejadian beberapa tahuN lalu.

Saat Alya yang waktu itu masih duduk di bangku sekolah dasar untuk pertama kalinya mengikuti kegiatan kemah bersama sekolahnya.

Malam itu, papinya benar-benar tidak bisa memejamkan mata sedikit pun.

Sejak Alya berangkat pagi tadi, pria itu terus berjalan mondar-mandir di dalam rumah, sesekali menghela napas panjang sambil mengeluhkan rasa khawatir yang tidak kunjung hilang.

Keano dan Elang yang meliHat tingkah sang papi saat itu bahkan hanya bisa saling menatap pasrah.

Hingga menjelang tengah malam, pria itu tiba-tiba nekat membangunkan keduanya dari tidur.

Dengan ekspresi serius yang membuat mereka sempat berpikir terjadi sesuatu, papinya langsung mengatakan bahwa ia harus memastikan Alya baik-baik saja di sana.

Yang lucunya—

alih-alih sekadar menjenguk, mereka bertiga justru berakhir ikut datang ke lokasi perkemahan hanya demi melihat princess kecil kesayangan keluarga mereka sedang tidur nyenyak di dalam tenda.

Mengingat kejadian memalukan itu, Keano akhirnya mendengus pelan.

“Yang bilang malu-maluin siapa…”

Elang ikut menyilangkan tangan.

“Padahal nanti malam yang nggak bisa tidur juga pasti Papi.”

Papinya langsung berdeham pelan, pura-pura tidak mendengar.

Sementara di kejauhan, ketiganya masih memandangi Alya yang terus berjalan menjauh.

Princess kecil mereka…

Sementara itu, pandangan Alya perlahan beralih ke arah kelompok KKN-nya yang sejak tadi sudah berkumpul tidak jauh dari sana.

Begitu melihat Alya akhirnya berjalan mendekat, tiara langsung melambaikan tangan dengan wajah penuh antusias.

“Alya! Sini!” serunya semangat.

Alya pun tersenyum kecil lalu mempercepat langkahnya.

Namun belum sempat ia benar-benar sampai, salah satu peserta laki-laki yang sedari tadi memperhatikan interaksi Alya dengan keluarganya tiba-tiba berkomentar sambil tertawa.

“Jujur ya… gue kira tadi bokap sama kakak-kakak lo juga bakal ikut sekalian.”

Kalimat itu sukses mengundang tawa dari orang-orang yang sejak tadi ikut memperhatikan.

“Iya anjir, kelihatan banget mereka nggak bisa jauh dari lo.”

Mendengar itu, Alya justru mengangkat bahu santai.

“Maunya sih gitu…”

Ia berhenti sebentar sebelum melanjutkan dengan nada datar.

“…tapi nggak dibolehin sama pihak kampus.”

Seketika suara tawa pecah di antara mereka.

“Gila… ini KKN apa family trip?”

“Untung kampus nolak. Kalau nggak, posko kita full isinya keluarga alya.”

Alya ikut terkekeh kecil mendengar komentar itu.

Di sisi lain, yang berdiri tidak jauh dari keramaian hanya diam.Tatapannya sempat beralih sekilas ke arah Alya.

Beberapa detik.

Setelah itu, pandangannya kembali beralih ke depan dengan wajah datar yang sulit ditebak, seolah tidak tertarik Ikut dalam keramaian seperti yang lain.

Belum sempat percakapan mereka berlanjut, suara kenek bus tiba-tiba terdengar dari belakang.

“Ehh… siapa yang punya barang ini?”

Semua orang spontan menoleh.

Di dekat bagasi bus terlihat tiga koper besar berjajar rapi, lengkap dengan satu tas berukuran sedang di sampingnya.

Suasana langsung hening beberapa detik.

Alya mengangkat tangan santai.

“Itu punya aku, Pak.”

Seketika hampir semua kepala menoleh ke arahnya dengan ekspresi tidak percaya.

Salah satu peserta laki-laki langsung menunjuk koper-koper itu.

“Lo bawa apaan, Al? Isi lemari rumah?”

Alya menggeleng santai.

“Nggak juga sih…”

Ia berpikir sejenak.

“Awalnya mau bawa lima koper.”

Semua orang langsung membelalakkan mata.

“…cuma papi nahan. Katanya tiga aja, itu juga udah kebanyakan.”

“BUSSETTT—”

Begitu mendengar penjelasan Alya, adrian langsung bereaksi heboh tanpa bisa menyembunyikan keterkejutannya.

“Ini bukan KKN, ini mah pindah rumah!”

“Yakin lo mau KKN, bukan buka cabang rumah baru?”

Gelak tawa kembali pecah memenuhi area keberangkatan.

Sementara itu, sang kenek bus hanya bisa menggeleng heran sambil mencoba mengangkat salah satu koper Alya ke bagasi.

Beberapa detik kemudian pria itu berhenti lalu menatap koper tersebut dengan wajah terkejut.

“Buset…”

Ia mencoba mengangkatnya sekali lagi.

“Ini koper isinya apaan, Mbak? Berat amat begini.”

Ucapan itu membuat semua orang kembali tertawa semakin keras.

Sedangkan Alya—

hanya berdiri sambil memasang wajah cemberut.

Merasa dirinya sedang dijadikan bahan hiburan massal.

1
Aylnn_
...
Aylnn
Bagus Sekali..
Aylnn
bagus kak..
cintaa
lanjut thor🙏🙏
Aylnn_: Besok sy update yah Kak..🙏🥰
total 1 replies
cintaa
ditunggu kelanjutannyaa 🙏💪
Aylnn_: Sudah update yaa kak..
total 1 replies
cintaa
lanjut thorr tapi banyakin yaa maaf kalo ngelunjakk🙏🙏🙏
Aylnn_: Sudah Update yaa kak, itu saya buat kan 3 bab yahh kak semoga suka🥰
total 1 replies
cintaa
hmm... mana yaa kak lanjutannya🙏🙏
Aylnn_: sudah update ya kak, maaf kemarin² saya sibuk🙏🥰
total 1 replies
cintaa
lanjut thorr💪💪💪💪
Aylnn_: Oke besok pagi yaa kk..
total 1 replies
Muh Adhil
hahah author nya tega banget sama alya 🤣
Aylnn_: Yaa Ampunn..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!