NovelToon NovelToon
Hakim Dari Kegelapan

Hakim Dari Kegelapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / TKP
Popularitas:270
Nilai: 5
Nama Author: Hendry Octavian

Mahesa Bhumi Arka Denta Sikumbang Seorang pengusaha dan pengacara terkenal.Di malam hari dia menjadi Vigilante untuk membalaskan dendam kematian keluarganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hendry Octavian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tanah Para Leluhur Tanah Minang

Penerbangan dari Jakarta memakan waktu sekitar satu jam empat puluh menit. Begitu pesawat mendarat mulus di Bandara Internasional Minangkabau, udara yang terhirup terasa lebih sejuk dan segar dibandingkan ibu kota. Roy menggenggam tangan kedua anak itu erat agar tidak terpisah di antara keramaian penumpang.

Di area kedatangan, mereka sudah ditunggu oleh Arlan Rasyad Sikumbang, adik kandung ayah Bhumi dan Bayu, beserta istrinya Sarlina Wati Chaniago. Begitu melihat keponakannya, Arlan tersenyum ramah dan segera menyambut.

“Terima kasih banyak, Roy, telah bersusah payah mengantar mereka sejauh ini,” ucap Arlan sambil menjabat tangan Roy. “Kami sangat berterima kasih.”Sarlina Wati Chaniago pun menambahkan.

“Benar sekali. Kami lega melihat mereka tiba dengan selamat.”

Roy membalas dengan sopan.

“Sama-sama. Ini sudah menjadi amanah. Sekarang mereka sudah berada di tangan keluarga, saya pun merasa tenang.”

Setelah Kedatangan Roy Arka Denta Menyapa Arlan dan Sarlina Wati Chaniago mengajak Bhumi dan Bayu menuju mobil yang telah menunggu. Perjalanan darat menuju Nagari Pandai Sikek di wilayah Tanah Datar memakan waktu sekitar dua jam. Sepanjang perjalanan, mereka melewati hamparan sawah hijau, bukit-bukit yang asri, dan udara yang semakin sejuk saat memasuki daerah pegunungan Padang Panjang.

Mereka melewati Nagari Tambangan dan beberapa permukiman adat lainnya, hingga akhirnya tiba di sebuah perkampungan yang tenang dan asri. Di tengahnya berdiri megah sebuah Rumah Gadang berukuran besar dengan atap melengkung seperti tanduk kerbau, dihiasi ukiran indah khas Minangkabau.

Tak lama kemudian, mereka tiba di halaman Rumah Gadang yang luas dan asri. Sudah berkumpul banyak sanak saudara yang menyambut dengan senyum dan salam. Arlan memimpin kedua keponakannya masuk ke ruang tengah yang luas, diterangi cahaya alami dari jendela-jendela besar.

Setelah mobil berhenti di halaman Rumah Gadang,Bhumi serta Bayu diturunkan dengan hati-hati oleh Paman Arlan,dan Om Roy Arka Denta langkah kaki mereka yang masih kecil terasa ragu namun penuh rasa ingin tahu saat mendekati kerumunan orang yang telah menunggu. Di barisan paling depan berdiri seorang pria tua yang tampak berwibawa namun sorot matanya penuh kelembutan, mengenakan pakaian adat lengkap dengan penutup kepala khas, disampingnya seorang wanita tua yang anggun dengan senyum menyejukkan hati. Itulah Datuk Rajo Alam Nan Sati Payobadar beserta istrinya, Nenek Siti Aminah Sikumbang.

Datuk Rajo Alam melangkah perlahan mendekat, lalu berjongkok hingga sejajar dengan tinggi kedua cucu kembarnya, sehingga mereka tidak merasa terintimidasi. Dengan suara yang berat namun lembut, ia berbicara.

“Anak-anakku, Bhumi dan Bayu. Dengarkan baik-baik. Akulah Kakek Kalian pemimpin keluarga besar ini dan pemegang amanah adat di nagari ini. Nama lengkapku Datuk Rajo Alam Nan Sati Payobadar.Dan inilah istriku, Nenek Kalian , Nenek Siti Aminah Sikumbang. Kami telah lama menantikan kedatangan kalian Cucuku di tanah leluhur ini. Di sini, kalian tidak akan merasa asing — karena mulai hari ini, kalian Akan tumbuh dan besar di tengah keluarga yang akan selalu menyayangi dan melindungi kalian sebagaimana darah daging sendiri.”

Nenek Siti Aminah kemudian mengulurkan tangannya yang keriput namun hangat, menyentuh lembut pipi Bhumi dan Bayu satu per satu, lalu mencium kening mereka dengan penuh kasih sayang.

“Benar kata Kakek, cucu-cucuku. Akulah Nenek Kalian.Kalian Mengingatkan Aku Sama Arsyad Kecil,Nak.Rumah ini adalah rumah kalian juga, dan seluruh nagari ini adalah halaman luas tempat kalian akan bermain, belajar, dan tumbuh menjadi anak yang kuat dan berbudi pekerti luhur. Jangan takut, jangan malu. Anggaplah semua orang di sini sebagai saudara dan keluarga sendiri.”Jawab Nenek Siti Aminah Sikumbang sambil Membungkuk Memeluk Kedua Cucu Kembarnya.Sambil Menitikkan Airmata mengenang Almarhum Ayah Bhumi dan Bayu Anak Bungsunya.

Setelah menyampaikan perkenalan diri dan pesan kasih sayang itu, Datuk Rajo Alam Nan Sati Payobadar berdiri tegak kembali, lalu memegang lembut bahu kedua cucu kembar nya agar mereka tetap berada di sisinya. Ia kemudian menoleh ke arah kerumunan keluarga yang berjejer rapi, mulai dari para pria yang lebih tua hingga anak-anak seusia mereka, dan mulai memperkenalkan mereka satu per satu.

“Baiklah, sekarang izinkan Kakek,Ini Juga Bagian dari Kakek Kalian Ini Saudara Sepupu Kakek.Datuk Rajo Alam Nan Cadiak Sikumbang,Dan Ini Datuk Rajo Alam Nan Gampo Chaniago.Nah Aku akan memperkenalkan kalian kepada seluruh anggota keluarga besar kita. Di sebelah kanan ini, ada Paman Mahmud Badaruddin Tanjuang, Paman Ibrahim Sulaiman Chaniago, Paman Darlin Aminudin Chaniago, dan Paman Zainal Arifin Tanjuang— mereka adalah saudara-saudara Sepupu dari Ayah kalian, yang akan membantu mengajari kalian banyak hal tentang adat, alam, dan cara hidup yang benar di nagari ini. Hormatilah mereka sebagaimana kalian menghormati Ayah dan Om kalian di Jakarta.”

Kemudian ia menoleh ke arah kelompok anak-anak yang berbaris rapi di belakang para paman, yang menatap dengan pandangan penasaran dan ramah.

“Dan ini adalah sepupu-sepupu kalian — Dendi Alvin Sikumbang, Rizki Pratama Tanjuang,Sari Indah Payobadar, Lina Mega Susanti Chaniago, Yunita Aprilia Tanjuang Dan Ini Erwin Rasyad Chaniago. Mereka akan menjadi teman bermain, teman belajar, dan saudara seperjuangan kalian kelak. Bermainlah bersama mereka, tolong-menolonglah, dan jagalah persaudaraan ini selamanya sebagaimana diwariskan oleh leluhur kita.”

Datuk Rajo Alam Nan Sati sengaja belum menyebutkan nama salah satu wanita yang berdiri agak di samping, lalu melanjutkan dengan nada yang jelas.

“Semua yang Kakek sebutkan tadi adalah bagian dari keluarga besar Sikumbang, keturunan dari garis pusaka yang sama. Namun, ada satu orang lagi yang juga sangat menyayangi kalian, meski ia berasal dari suku lain yang terhormat — inilah Bibi Siti Dawiyah Tanjuang, istri dari Paman Ibrahim, dan Istri Dari Paman Zainal, Bibi Desy Indah Parawansa telah menjadi bagian dari keluarga ini dengan penuh kebaikan. Meskipun marganya berbeda, kasih sayang dan tanggung jawabnya terhadap kalian tidak kalah besarnya dengan yang lain.”

Mendengar perkenalan itu, seluruh keluarga tersenyum ramah, melambaikan tangan, atau mengangguk memberi salam. Roy Arka Denta mengantar Bhumi dan Bayu yang masih berusia lima tahun, kearah Semua Sanak Keluarga dari Ayahnya.Meski belum sepenuhnya memahami semua nama dan gelar yang disebutkan, dapat merasakan kehangatan dan ketulusan yang menyelimuti tempat itu. Mereka membalas senyum dengan malu-malu, sementara tangan kecil mereka tetap menggenggam erat satu sama lain, merasa aman dan diterima sepenuhnya di tengah keluarga besar mereka di Nagari Pandai Sikek.

Datuk Rajo Alam Nan Sati Payobadar tersenyum ramah, lalu menepuk bahu Roy dengan akrab.

“Ayo masuk-Nak Roy. Jangan sungkan,Anggap rumah ini rumahmu juga. Perjalanan jauh pasti melelahkan, mari duduk dan istirahat sejenak.”Ucap Datuk Rajo Alam Nan Sati Payobadar.

Ia mempersilakan Roy masuk ke dalam Rumah Gadang, memperlakukannya layaknya saudara sendiri yang datang berkunjung. Di ruang tengah yang sejuk, mereka duduk bersila, dan tak lama kemudian disajikanlah teh manis hangat beserta kue-kue tradisional buatan tangan istri dan para wanita di keluarga itu. Suasananya hangat dan bersahaja, seolah-olah Roy memang bagian dari keluarga besar yang lama tak berjumpa.Roy Arka Denta Tersenyum menengok di jendela Rumah Gadang,Ia melihat kedua Keponakannya kembarnya sudah terlihat akrab bermain bersama semua Sepupunya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!