NovelToon NovelToon
Pernikahan Paksa Sang Mafia

Pernikahan Paksa Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dunia Seleb

Bos mafia yang konon kejam dan tanpa ampun ternyata bisa memiliki sisi lembut dan perhatian. Atau, protagonis wanita selalu dianiaya oleh bos mafia, namun dalam perlawanannya ia secara bertahap dihargai, dan akhirnya meraih kebebasan serta cinta sejati. Bagaimana rasanya dipaksa menggantikan kakak atau adiknya untuk menikahi bos mafia yang ditakuti? Cerita seperti apa yang akan terjalin dalam prosesnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dunia Seleb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sisa Hangat di Balik Pintu Terkunci

Keheningan di dalam limosin dalam perjalanan pulang terasa berbeda dari sebelumnya. Tidak ada lagi rasa asing yang dingin, melainkan sebuah ketegangan baru yang pekat dan membakar. Elena sengaja memalingkan wajahnya ke jendela, menatap refleksi bibirnya yang masih terasa sedikit mati rasa akibat ciuman Nicholas di ballroom tadi.

Di sudut lain kursi belakang, Nicholas duduk dengan santai, melonggarkan dasi kupunya. Mata abu-abunya tidak lagi membaca iPad, melainkan terpaku pada sosok Elena. Gaun sutra hitam itu melekat sempurna di tubuh Elena, menampilkan lekuk lehernya yang jenjang.

Begitu mobil berhenti di depan mansion, Nicholas turun tanpa berkata apa-apa. Namun kali ini, dia tidak berjalan mendahului Elena. Pria itu berdiri di samping pintu, menunggu Elena keluar, dan secara alami meletakkan telapak tangan besarnya di pinggang Elena, menuntunnya masuk ke dalam rumah. Sentuhan itu terasa posesif, seolah topeng sandiwara di pesta tadi belum sepenuhnya dilepaskan.

Mereka naik ke lantai dua dalam diam. Begitu pintu kamar ek ganda itu tertutup rapat, Elena langsung menjauhkan diri, mencoba melepaskan diri dari atmosfer intim yang menghimpitnya sejak di hotel.

"Terima kasih untuk yang tadi," bisik Elena memecah kesunyian. Dia berdiri di dekat meja rias, membelakangi Nicholas sambil mulai melepaskan sarung tangan satin hitamnya. "Aku harap aktingku tidak memalukan namamu di depan Marcus Moreno."

Nicholas berjalan mendekat, langkah kakinya hampir tak terdengar di atas karpet tebal. "Kau luar biasa, Elena. Malah, kau jauh lebih meyakinkan daripada dugaan awal saya."

Elena berbalik, dan sedetik kemudian dia menyadari Nicholas sudah berdiri terlalu dekat di depannya. Pria itu sudah menanggalkan jas tuksedonya, menyisakan kemeja putih yang melekat pas di tubuh tegapnya.

"Apakah... semua bos mafia harus mencium istrinya seperti itu hanya untuk membuktikan sebuah rumor?" tanya Elena, mencoba terdengar berani meskipun dadanya bergemuruh hebat.

Nicholas menatapnya datar, namun ada kilatan aneh di kedalaman matanya. "Di duniaku, jika kau menunjukkan keraguan sedikit saja, musuhmu akan mencium bau kelemahan itu dan menghancurkanmu. Aku hanya memastikan Moreno tahu bahwa kau sepenuhnya milikku. Dan tidak ada yang boleh mempertanyakannya."

Nicholas mengulurkan tangannya, ujung jarinya yang kasar menyentuh dagu Elena, mendongakkan wajah gadis itu agar menatapnya langsung.

"Tapi katakan padaku, Elena... apa itu benar-benar hanya akting bagimu? Karena cengkeraman tanganmu di bahuku tadi terasa sangat nyata."

Napas Elena tertahan. Dia bisa merasakan kehangatan tubuh Nicholas yang menguar, mengikis seluruh pertahanan dirinya. Tatapan Nicholas beralih ke bibir Elena yang masih kemerahan. Suasana kamar mendadak terasa begitu panas.

"Aku hanya... tidak ingin terjatuh," dusta Elena, suaranya nyaris berbisik.

Nicholas terdiam beberapa saat, menatap intens mata abu-abu kecokelatan Elena yang tampak jujur namun penuh ketakutan.

Perlahan, ibu jari Nicholas mengusap sudut bibir Elena dengan kelembutan yang tidak pernah Elena sangka bisa dimiliki oleh seorang pembunuh berdarah dingin.

"Mulai besok, Moreno akan mengawasi setiap gerak-gerikmu. Kau tidak boleh keluar dari mansion ini tanpa pengawalanku atau pria yang kutunjuk," kata Nicholas, suaranya melembut, kehilangan nada mengancam yang biasanya ada.

"Ini demi keselamatanmu."

Elena tertegun. Ada nada protektif yang tulus di balik perintah itu. "Kau mengkhawatirkanku? Atau mengkhawatirkan investasi utang keluarga Vance?"

Nicholas menarik kembali tangannya, lalu berbalik menuju kamar mandi. "Dua-duanya," jawabnya pendek sebelum menutup pintu.

Elena berdiri terpaku di tempatnya, menyentuh dagunya yang masih terasa hangat oleh bekas sentuhan Nicholas. Kamar itu terasa luas, namun entah mengapa, ruang di hatinya perlahan mulai terasa sempit oleh kehadiran pria itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!