NovelToon NovelToon
Cowok Cupu Favoritku

Cowok Cupu Favoritku

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Teen / Tamat
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: arina_ar

Naysilla tak menyangka.
Hari pertama di sekolah baru,
yang dia dapat bukan teman... tapi perundungan.

Apalagi ada kabar, anak pemilik sekolah pindah dihari yang sama.
Dan identitasnya dirahasiakan.

Di antara semua yang membencinya,
hanya ada satu orang yang dianggap sepele.
Tapi selalu jadi perisainya.

Perundungan. Pengkhianatan. Cinta yang dipendam.
Semuanya saling terhubung.

Ketika tabir fakta mulai terbuka...
Membuktikan bahwa yang terlihat lemah adalah yang paling kuat diantara semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arina_ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5.

Dahan kecil menjerit, ketika lembaran daunnya jatuh berguguran. Angin nakal membawa tanpa permisi. Lantas jatuh pada halaman asing  tak diketahui. Semua orang menyaksikan, namun tak faham. Bagaimana mungkin sejumput rumput ilalang, dipandang bagai pohon Rumbia?

Ting...

Notifikasi pesan masuk secara bersamaan.

"Kita cuma berasal dari keluarga sederhana. Jika bukan karena kemurahan hati nyonya, kamu ngga akan bisa ngerasain belajar di sekolah elit. Anak ibu harus terus rendah hati, terutama sama anak nyonya, tapi ibu lupa siapa namanya "

"Jangan lupa sama tugas penting ini, jagain anak temen bunda dengan baik yah!"

"Ngga usah khawatir. Mamih udah bilang sama temen mamih, biar anaknya yang jagain kamu disana"

Naysilla, Mohan dan Olivia. Ketiga remaja yang kini tengah duduk di sofa, dengan laptop menyala. Tidak, bukan laptop yang menjadi fokusnya. Tapi pesan dari ibu masing-masing.

Dalam benak mereka, terlintas pertanyaan yang sama. "Siapa yang di maksud? Anak yang mana? Namanya siapa?"

Ding dong

Ding dong

Dentingan bel terdengar nyaring, mengacak lamunan ketiga remaja, pada pikiran masing-masing .

"Siapa Na?"

"Kayaknya tukang antar makanan deh, tadi aku order makanan" Naysilla menyibakkan selimutnya, tapi seketika ditahan Olivia.

"Biar aku ajah Nay. Kamu lagi sakit, duduk ajah disini" ujarnya lembut. Naysilla mengangguk patuh, lantas kembali menarik selimut sebatas dada.

"Kenapa dia ada di kamar lo?" Ucap Mohan tiba-tiba.

"Emangnya kenapa?"

"Di tanya malah balik nanya"

"Iya deh Iyah. Tadi waktu gue mau buang sampah di luar, terus dia lewat. Dia liat gue yang pucet, terus dia kasian. Terus dia nanya gue sama siapa di kamar, karena gue sendirian, jadi dia menawarkan diri untuk bantu rawat gue sekalian nemenin. Seperti itu ceritanya"

"Lo percaya sama dia?"

"Kenapa engga? Dia baik kok"

"Lo baru kenal sama dia dua hari, Na"

"Gue juga baru kenal sama lo dua hari"

"Lo percaya sama gue?"

"Percaya, hehehe..."

"Ati-ati sama orang yang baru lo kenal!"

"Iyah Iyah deh"

Hening, berbagai pertanyaan yang tak siap dilontarkan, berputar di kepala. Hingga Olivia kembali dengan nampan berisi makanan di atasnya.

"Naysilla, ini makanannya. Aku taro sini yah" ia meletakkan nampan itu diatas meja depan sofa. Terlihat tutup yang sedikit menganga. Mohan menatapnya dengan penuh selidik.

"Makasih" ucap Naysilla tulus.

"Sama-sama, tapi aku mau pulang dulu yah Nay. Udah sore, waktunya mandi sore"

Naysilla menilik jam digitalnya "sore apanya? Baru juga setengah 4"

"Hehe, maaf yah Nay. Aku ada perlu di luar"

"Hah, perlu diluar? Emangnya boleh keluar?" Bisiknya lirih.

Klik

Pintu tertutup sempurna. Memutus pandangan Naysilla dari pertanyaan yang belum sempat mendapat jawaban.

"Aneh banget dia, sering banget pergi buru-buru gitu"

Ia membuka penutup makanan, pelan. Aromanya tak terlalu kuat karena sudah dingin, tapi penampakannya mampu membuat air liur menetes.

Ia menyibakkan selimut sembarang, bersiap menyantap makan sorenya. Tapi rencana itu gagal saat sepasang tangan kekar mengambil paksa nampan itu.

"Eh, eh. Apaan nih? Momon, itu makanan gue....!"

Tak disangka, tanpa diduga, cowok itu dengan cepat melahapnya tanpa sisa.

"Nih" ia letakkan begitu saja mangkok kosong itu. Menghapus kasar sisa kuah yang menempel diujung bibir, lantas tersenyum miring.

"Lho, udah habis? Kok malah dimakan sih, lo habisin makanan gue Momon?" Suaranya naik dua oktaf. Ia berdiri dengan sedikit lemas.

"Udah gue duga, lo pasti bakal pesen makanan sembarangan"

"Ya kenapa? Gue pengen makan itu momon, tadi di kantin gue udah ngiler banget. Gue mau bakso tapi keburu di bully sama murid sialan itu" gerutunya kesal.

Ia kembali menyandarkan tubuh lemahnya di sofa. Mood nya berantakan. Menahan sakit kepala, rasa kesal dan lapar. Ditambah orang yang ia anggap tersangka malah sibuk dengan ponselnya.

"Nanti gue ganti" ditatapnya gadis berwajah pucat itu, tanpa rasa bersalah. Lantas berlalu kedepan, entah untuk apa.

Cukup lama, hampir sepuluh menit Mohan kembali dengan semangkuk makanan. Asap mengepul diatasnya,  aroma kenikmatan mengudara.

Naysilla, dengan wajah cemberut mengintip sedikit, yang sialnya tertangkap basah oleh cowok itu. Mohan tertawa tanpa suara, semakin membuatnya jengkel saja.

"Habisin...! Gue balik dulu" ucapnya cepat. Lantas pergi tanpa permisi. Naysilla terlalu sibuk dengan makanan, hingga kepergiannya ia acuhkan.

"Buru-buru amat sih. Ah bodo amat, yang penting gue makan dulu. Kayaknya enak nih"

Dibukanya penutup makanan berbahan kaca. Seketika aroma lezat mengudara. Bagai mantra rahasia penyembuh lara. Sepertinya selain karena kehujanan, ia sakit karena kelaparan.

Semangkuk bubur ayam dengan toping bakso terhidang. Terdengar sedikit aneh, tapi ia suka.

"Rasanya kaya familiar, sedikit aneh tapi gue suka"

*****

Waktu menunjukkan pukul tujuh malam, namun suasana diluar nampak mencekam. Udara lembab menusuk kulit, memaksa manusia berlindung dibalik kain tebal mereka.

Naysilla berjalan diatas rumput basah. Aroma malam bercampur sisa hujan, terasa menyejukkan. Ia berjalan sendirian mengikuti rombongan tak dikenal.

Matanya meliar, saat kaki menapaki pintu sebuah kantin. Tanpa ragu, ia melangkah menuju barisan antrian. Hanya mengambil menu sederhana, lantas menuju meja kosong disudut ruangan.

Kring kring

Layar ponselnya menyala. Tertera kontak bernama momon cupu tengah melakukan panggilan kepadanya. Dengan cepat ia menggeser icon hijau, menerima telepon.

"Lo dimana?"

"Meja pojok samping Dispenser"

"Oh, udah nyampe kantin"

"Iyah, lo lama jadi gue duluan"

"Oke gue nyusul sekarang"

Tut...

Ia mengurungkan niatnya menikmati santapan malam. Memutuskan menunggu teman cowoknya terlebih dahulu. Dibukanya hoodie tebal miliknya, serta masker penutup wajah.

Ia memang sedikit was-was. Terbayang-bayang, takut kejadian tak mengenakan kembali terulang.

"Nay...! Naysilla...!" pekik Olivia heboh. Tangannya melambai-lambai. Ia tersenyum riang ditengah antrian.

"susah payah gue ngumpet disini, dia malah manggil gue sekencang itu. Ah sial...!" batinnya kesal.

"Nay, aku ikut gabung disini yah?" ucap Olivia dengan satu nampan penuh makanan. Naysilla mengangguk lemah, sambil menyeruput lemon thea nya.

"Lo sendiria?" tanya Naysilla menyelidik.

"Iyah"

"Kemana temen baru lo?"

"Temen yang mana? Temen baruku kan kamu, Naysilla. Hehe..." jawabnya dengan senyum Pepsodent.

"Si pirang itu?"

"Oh Jessy, ada kok"

"A-apah?"

Uhuk...

Saking terkejutnya, ia sampe tersedak minum sendiri.

"Sial, kayaknya gue ngga aman malam ini" batinnya. Ia mengelus dadanya pelan.

"Kenapa Nay? Pelan-pelan ajah minumnya" ucap Olivia lirih. Ada semburat kekhawatiran saat ia menatap wajahnya sekejap. Hanya sekejap.

Aroma maskulin tercium samar. Naysilla mengerutkan dahi "ini bukan wangi parfum momon, wanginya lumayan walau sedikit menyengat" batinnya. Ia membalikkan tubuhnya, dan mendapati sesosok cowok asing tersenyum tak jauh darinya.

Cowok berparas manis dengan hoodie hitam dan celana robek.

"Hai" sapa cowok itu ramah.

"Hai juga" balas Olivia ikut campur. Ia membasahi bibirnya dengan lidah. Berekspansi centil guna menarik perhatian cowok asing itu. Tapi sayangnya berakhir sia-sia.

"Kenalin, nama gue Satria"

Naysilla menegakkan punggung. Ia pandangi tangan yang melayang di udara. Belum sempat ia menjabat tangan cowok itu, dari arah belakang datang serombongan gadis berpenampilan modis.

Wajahnya memancarkan kemarahan. Hingga pertempuran dimulai.

Terlalu cepat. Naysilla bahkan tak tau kapan tibanya rombongan gadis itu. Spontan ia menutupi wajahnya. Ketika telapak tangan hampir mendarat di pipinya.

Satu detik, dua detik, hening. Ia merasakan kehangatan melingkupinya. Disertai aroma lembut tapi maskulin tercium samar.

"Lo nggak apa-apa Na?" Digenggamnya kedua bahu gadis itu. Mohan menatap dengan wajah gelisah.

"Hah, gue...?" tubuhnya berotasi, menyaksikan pemandangan keributan sepasang sejoli yang entah karena apa.

"Ini semua gara-gara lo. Dasar cewek ganjen, cewek miskin, kampungan...! Lo sengaja kan mau merayu cowok gue....?" Pekik si pirang dengan wajah berang.

Kedua temannya begitu kerepotan memegangi nya, karena ia hampir saja menyerang didepan umum.

"Lo yang apa apaan. Kita udah putus satu Minggu yang lalu, ngga usah ganggu gue...!" bentaknya kasar.

Tak peduli masalah mereka jadi konsumsi publik. Ia meninggalkan Jessy begitu saja. Berniat mengejar kembali buruannya, tapi ia urungkan ketika melihat gadis itu tengah digandeng cowok lain.

"Hahaha... Cewek kampung kaya lo emang pantes nya sama si Cupu. Cocok banget sih kalian. Hahahaha..." ucap Jessy remeh.

Suasana kantin yang cukup ramai tapi sunyi, sehingga suaranya menggema ke penjuru ruangan.

Bisik-bisik kembali terdengar. Terjadi pro dan kontra antara dua kubu. Tak banyak yang merasa iba pada Naysilla. Sebagian Meraka mencemooh, melontarkan caci maki, karena berpihak pada si pirang Jessy.

Gadis berambut ikal tersenyum miring, saat mendapati sosok bayangan menghilang disudut ruangan.

"Rencana kita berhasil. Umpan dimakan korban" bisiknya lirih pada si pirang Jessy.

1
samSara
Ngel angelaa nama lu artinya malaikat tp tingkah lo kek iblis 😮‍💨. Napa aku curiga yaa si oliv buka2 tas nya nay
samSara
Kasian momon udah se efort gitu..dikata2in terus sama si nay. Lama2 si cupu jadi doraemon. Punya kresek ajaib apa aja adaaa kwkwkwkw
samSara
Ngeselin banget anjirr..apalagi si oliv ini ada bibit2 cewek pick me, drama queen dan lil bossy juga. Udah curiga kenapa dia pergi ke toilet. Owalah ternyataa.. penasaran si nay harus bertahan kejahilan dan bullying tipikal ngisengin anak baru. Cih
arina_ar: ini baru permulaan
total 1 replies
samSara
Wahhh baru awal udah bikin penasaran. Gosip itu dapat darimana yah? Sumber oke juga padahal dirahasiakan tetep aja bocor 😮‍💨
arina_ar
terimakasih untuk kalian semua yang udah mau baca sampai sejauh ini. ini novel pertama aku.
kelinci kecil
gemes banget sama kisah cinta mereka. suka banget sama ceritanya, ada manisnya, gregetnya, kecewanya, sakit hatinya semuanya jadi satu.
arina_ar: terimakasih sudah mampir, semoga suka.
total 1 replies
Sofyan Sofyan
jangan lama2 ya😭
arina_ar: terimakasih sudah setia menunggu, terimakasih sudah mampir di novel pertama aku, semoga suka.
total 1 replies
Aisyah Suyuti
good
arina_ar: terimakasih sudah mampir di novel pertama aku, semoga suka.
total 1 replies
kelinci kecil
penasaran, kira-kira siapa anak pemilik sekolah yang asli yah
arina_ar: ikuti terus kelanjutan ceritanya, nanti akan terjawab semuanya. terimakasih sudah mampir.
total 1 replies
🔵🌹 Widian🧕
hai......
cupu tuh apaan ?
arina_ar: culun kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!