NovelToon NovelToon
CEO Vs DUKUN

CEO Vs DUKUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Romansa
Popularitas:29.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

“Nek,” protes Ryuhan. “Aku ini CEO muda. Masa harus nikah sama seorang dukun?”

Seroja adalah gadis muda yang berprofesi sebagai dukun beranak dan terapis saraf. Hidupnya berubah saat suami dari masa kecilnya, Ryuhan Kai Zander, CEO muda dari keluarga konglomerat datang menjemput.

Seroja harus menerima kenyataan, bahwa Ryu sudah memiliki pujaan hati. Clara.

Sebuah kecelakaan membuat Ryu lumpuh dan impoten. Kenyataan itu menghancurkan harga diri Ryu. Apalagi saat Clara memutus hubungan setelah kecelakaan itu.

Saat Ryu mulai menerima Seroja, muncul seorang pria yang diam-diam menyukai dan menghargai Seroja.

Akankah Seroja tetap bertahan di sisi suaminya… atau memilih pergi bersama pria yang benar-benar menginginkannya?

Dan apakah Ryu akan melepaskannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5. Tangis Pertama, Kabar Terakhir

Suasana rumah itu makin tegang. Suara teriakan dari dalam kamar membuat siapa pun yang mendengar menahan napas.

"Tarik napas," suara Seroja kembali terdengar. "Dorong."

"Aaahhh..."

Jordi tanpa sadar memeluk lengan Ryu. "Bos," bisiknya nyaris tak terdengar. "Aku baru kali ini ikut nungguin orang lahiran. Badanku jadi panas dingin. Ikut nahan napas, ngejen pula."

Ryu memelototinya. Bibirnya bergerak mengucapkan kata "diam" tanpa suara. Wajahnya datar, tapi tangannya tanpa sadar berkeringat dingin.

"Roja...aku gak kuat lagi. Sakit..."

Suara dari dalam kamar yang terdengar tersengal dan nyaris putus asa itu membuat semua orang makin tegang dan panik.

"Bos, aku jadi mules, nih," gumam Jordi dengan wajah pucat.

Ryu melihatnya tanpa mengatakan apapun, karena kali ini ia tak tahu harus tertawa atau kasihan melihat kondisi Jordi. Ia bahkan tak menepis tangan Jordi yang memeluk lengannya erat.

"Tahan sedikit lagi. Kepalanya sudah terlihat," ucap Seroja tenang. "Ayo, tarik napas lagi. Kumpulkan tenaga. Sawahmu bentar lagi panen. Apa kamu gak mau beli kalung emas? Nanti dipakai Mas Topo kawin lagi loh."

Kata-kata Seroja sesaat membuat ketegangan sedikit ambyar. Namun --

Tiba-tiba suara lantang terdengar dari dalam kamar. "Tidak akan kubiarkan. Aaaaakkkkhhh..."

Suara ngejen itu begitu kuat hingga semua orang tanpa sadar membeku dan menahan napas.

"Oek...oekk..."

"Alhamdulillah..."

Semua orang refleks mengucap hamdalah saat suara tangis bayi itu memecah ketegangan.

Yang berdiri tiba-tiba terduduk. Yang duduk tanpa sadar bersandar.

Pak Nurdin mengusap wajahnya yang basah oleh keringat. Kelegaan jelas terpancar di matanya.

Jordi terduduk lemas di lantai semen. Ryu tetap berdiri tegak, tapi bahunya sedikit turun.

Dan ayah si bayi yang sejak tadi mondar-mandir di teras depan spontan berlari masuk. Ia hampir menerobos ke dalam kamar.

"Eh, Topo jangan masuk dulu," cegah Bu Rami.

"Laki-laki dilarang masuk," ucap Seroja dari dalam dengan suara tegas.

"Akhirnya lahir juga," gumam Jordi mengusap air matanya. Entah sejak kapan pemuda itu menangis.

"Kamu.. kenapa nangis?" tanya Ryu heran.

Ia sudah mengenal Jordi selama bertahun-tahun, tapi tak pernah melihatnya menangis. Bahkan saat putus cinta karena diselingkuhi pun pemuda itu masih bisa tertawa.

Jordi yang masih terduduk di lantai mengusap ingusnya. "Bos, sekarang aku tahu. Kenapa emak marahnya kayak gunung meletus kalau aku melawan."

Jordi terisak pelan. "Ternyata melahirkan itu susah, sakit. Hamil sembilan bulan, perut gede gak bisa ditaruh. Jadi wajar emak murka kalau aku bikin kesel."

Orang-orang di tempat itu seketika terdiam. Bahkan beberapa orang nampak menunduk.

Ryu berdiri kaku di tempatnya. Apa yang dikatakan Jordi memang benar. Dan satu hal yang rasanya menghujam jantungnya. Ia belum sempat membahagiakan ibunya, karena orang tuanya meninggal saat usianya sepuluh tahun.

Bu Rami akhirnya membantu Jordi bangun, lalu mendudukkannya di kursi.

"Bukan cuma melahirkan yang berat, Nak," katanya lembut. "Waktu hamil, makan kadang susah, tidur pun nggak nyenyak. Pas perut makin besar, napas sesak, bergerak pun serba salah."

Wanita itu tersenyum tipis. "Tapi meski capek, ibu kita tetap begadang saat kita sakit, tetap gendong kita waktu nangis, tetap nyuapin kita meski dirinya sendiri belum sempat istirahat, bahkan tak sempat makan."

"Iya, Bu," sahut Jordi masih sedikit terisak. "Saya nggak mau jadi anak durhaka. Takut dikutuk jadi batu. Mana badan saya udah keras begini."

Seketika Ryu memutar bola matanya malas. "Keras apanya? Perut aja masih kendor gak ada otot gitu," cibirnya.

"Bos, jangan buka aib dong," protes Jordi membuat beberapa menahan tawa. "Aku kurang olahraga juga gara-gara, Bos."

Ryu berdecak. "Kamu aja yang kerjanya kurang gercep," katanya enteng.

"Dasar bos kolonial," gerutu Jordi dengan wajah ditekuk. "Tugas dari Bos datangnya lebih rajin daripada chat mantan."

Seorang wanita muda terkikik pelan, tak bisa menahan tawanya.

Tapi Jordi belum selesai mengeluarkan unek-uneknya.

"Semua kerjaan penting ujung-ujungnya masuk ke meja aku juga. Hampir tiap hari aku lembur. Rasanya perusahaan Bos berdiri setengahnya pakai tenaga aku."

Ryu menatap datar. "Setengahnya?"

Jordi mengangguk mantap.

"Iya. Setengah tenaga, setengah drama."

Kali ini beberapa orang di ruangan itu benar-benar tertawa.

Pak Nurdin yang sedari tadi diam akhirnya menggeleng kecil.

"Nak, jadi laki-laki harus kuat. Jangan kayak tetangga desa sebelah."

Jordi langsung menoleh. "Emang kenapa, Pak?" tanyanya penuh rasa penasaran.

"Dia gak kuat gendong istri yang lagi hamil besar. Hampir saja istrinya jatuh."

Sebelum percakapan berlanjut lebih jauh, pintu kamar terbuka dan semua orang refleks menoleh.

Seroja keluar dengan bayi mungil dalam pelukannya. "Bayinya laki-laki. Sehat. Sempurna," ujarnya dengan senyum lembut, meski kelelahan jelas terlihat di wajahnya.

Topo, Pak Nurdin dan Bu Rami bergegas mendekat.

"Alhamdulillah. Cucu pertama," ucap Bu Rami penuh syukur.

"Nanti ari-ari dan obat rebusannya akan diurus Mbak Sri," kata Seroja sambil menyerahkan bayi itu pada Bu Rami.

"Terima kasih, Seroja," ucap Bu Rami tulus.

"Sama-sama, Bu," sahut Seroja. "Saya pulang dulu, Bu," pamitnya.

Namun sebelum Seroja berbalik menuju pintu--

"Bu Dhe minta aku menjemputmu." kata Ryu dengan nada terkontrol.

Seroja menoleh ke arah suara itu berasal. Keningnya berkerut samar. Ia belum pernah melihat pemuda itu.

Kulitnya bersih, alisnya tebal, hidungnya mancung, garis rahangnya tegas. Jam tangan mahal melingkar di pergelangan tangannya, sepatu kulitnya mengilap. Jelas bukan orang desa.

"Kamu siapa?" tanya Seroja.

"Itu gak penting," sahut Ryu. "Yang penting sekarang, kamu harus pulang." Suara Ryu berubah serius. "Nenekmu meninggal dunia."

"Inalillahi wa innailaihi raji'un," ucap orang-orang di ruangan itu hampir bersamaan.

Beberapa orang menutup mulut.

Mata Seroja melebar. Wajahnya seketika kehilangan warna.

"A-apa..?"

Suaranya hampir tercekat di tenggorokan. Tubuhnya goyah.

Namun sebelum ia jatuh, sebuah tangan lebih dulu menahan tubuhnya.

Ryuhan.

Dari jarak sedekat itu, Ryu mencium aroma minyak telon dan ramuan tradisional yang masih melekat pada tubuh gadis itu.

Untuk pertama kalinya, Ryu melihat wajah Seroja dari jarak sedekat ini.

Dan anehnya... di tengah kekacauan itu, ia justru kehilangan kata-kata.

 

...🔸🔸🔸...

..."Kadang dalam satu hari, hidup mengajarkan dua hal sekaligus: seseorang datang ke dunia, sementara seseorang yang lain memilih pergi meninggalkannya."...

..."Di balik tangis pertama seorang bayi, selalu ada perjuangan panjang seorang ibu yang sering terlupakan."...

..."Takdir sering datang tanpa mengetuk; mempertemukan, memisahkan, lalu mengubah segalanya dalam waktu yang bersamaan."...

..."Hari itu Ryuhan melihat dua hal sekaligus: betapa berat perjuangan seorang ibu, dan betapa cepat hidup bisa berubah."...

..."Nana 17 Oktober"...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
Fadillah Ahmad
Makanya, cari dong ke jelasannya Ryu! 🤬🤬🤬
Fadillah Ahmad
Aku juga nggk tau Ryu! mending, kamu menyuruh orang deh, untuk menyelidiki latar belakang istrimu itu! termasul siapa saja Pria yang menyukai istrimu itu! 😁😁😁

Perasaan, Cuma Rayyan Nugroho saja deh yang punya inisiatif menyuruh Anak buahnya untuk menyelidiki Seseorang! Kamu kenspa nggk punya insuatif itu Ryu? Kenspa? 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Dia juga termasuk saingan kamu juga tuh Ryu! hati-hati loh! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Potong saja Gajinya Ryu! potong saja gajinya 50% biar kapok dia! 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Wah... Nggk bisa di biarkan ini! Si Evan itu. harus cepat di singkirkan! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Jawab saja lah Jordi! jangan sampsi kamu di hukum lembur loh, kayak Rayyan menghukum Andi, karena Ke ceplosan mulu! 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Wah-wah... Sudah mulai Cemburu nih, bau-baunya? 😁😁😁🙏 hati-hati loh Ryu! enrar jadi bucin akut loh! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Sepertinya, Kak Nana Sengaja nih ya? bikin pembaca kesal? Kok kakak gitu sih? Kakak twga sama kami, para Pembaca? 😭😭😭
Fadillah Ahmad
Kau itu menggangu saja sih, Tony! apa sih maumu 🤬🤬🤬
Fadillah Ahmad
Ah! kamu sij! kelamaan! 🤬🤬🤬 banyak kali pertimbangannya sih! 🤬🤬🤬 Kan. jadi mati tu telepon kan! dan Seroja sudah keluar dari Kamar mandi tuh! 🤬🤬🤬 kelamaab sih! 🤬🤬🤬
abimasta
waahh keren Seroja,makin cinta dah si ryu
Fadillah Ahmad
Ryu bimbang, ingin menjawabnya atsu tidsk! 😁😁😁 Dan dia sedang berperang dalam pikirannya sendiri! apakah dia akan mengikuti kata Setan di kepalanya? atau, mengikuti kata malaikat di kepalanya? 🤔🤔🤔 mari kita lihat apa yang akan terjadi setelah ini? apakah Setan yang akan menang? arau ksh malaikat yamg akan menamg? 🤔🤔🤔 entahlah! 😁😁😁🙏
Fadillah Ahmad
Yaaa Wajarpah! wajar sekali! justru aneh, kalau kamu nggk cemburu melihat ada seorang pria yang menghubungi istrimu, sangat aneh aku melihatbya Ryu! masa Suaminya sendiri nggk ada rasa cemburu sama sekali sih sama istrinya sendiri! 😁😁😁
Anitha Ramto
wow kereeen Seroja selain pinter dalam ilmu kedokteran dan Dukun Beranank ia juga jago naik Motor Sport,dan yang paling mengejutkan saat Ryuh bertanya siapa yang ngakarin kamu naik motor Sport?
Tony!...
langsung mandidih tuh Ryuh denger nama Tony, wkwkwkwk kamu cemburu Ryuh...
jangan salah paham dulu ya Ryuh,nanti denger penjelasan dulu dari Istrimu😄
asih
🤣🤣🤣🤣 makanya Ryu punya istri jangan di lupakan ,kan dia lebih dekat ma teman laki² nya Dari pada kamu😅
apalagi kamu orang yg baru hadir di hidup seroja walau statusmu sebagai suami tapi roja Masih butuh waktu untuk adaptasi sama kamu

Selamat berjuang kamu Ryu memperjuang kan wanita seperti roja atau kau tinggal kan dia
Fadillah Ahmad
Aku Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Semangat ya Kak, Up Bab Baru-nya Kak Nana... 🙏🙏🙏

Maaf ya, Kak Nana, baru bisa baca... Soalnya, karena Mati lampu kemarin, sinyal di tempat aku masih belum setabil Kak Nana... Maaf ya Kak 🙏🙏🙏😁
Fadillah Ahmad: Iya Kak Nana... 🙏🙏🙏 Semoga sinyalnya bisa cepat kembali normal lagi Kak 😁😁😁 agar aku nggk ketinggalan ceritanyw Ryu dan Seroja yang makin Seru Kak Nana... 😁😁😁🙏
total 2 replies
Fadillah Ahmad
Iyalah! Suami mana sih yang mggk akan cemburu, jika ada laki-laki lain yang menghubungi istri Sendiri! bukan istri berdua! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Siapa lagi pria itu? Banyak sekali sih Cowok yang mendekati kamu Cantik? hatiku kan jadi panas nih! 🤬🤬🤬
Fadillah Ahmad
Karena... Janji itulah yang saat ini bisa di pegang! dab suatu hari nanti, janji itu akan di tagih. 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Tidurlah Sayang! sudah malam! 😂😂😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!