seorang anak yang harus menjadi korban perceraian orang tua nya,hidup dengan nenek dan kakek dengan begitu banyak cemoohan dari orang orang maupun teman-teman nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pena merpati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 5
Setiap hari Aira yang akan berangkat ke sekolah pun mengampiri santi di rumahnya untuk berangkat bersama,dan saat di lingkungan rumah ataupun sekolah Aira seakan menulikan telinganya karena ia tidak ingin memikirkan perkataan orang yang akan membuat ia bertambah sakit.
"Santi ayo berangkat bersama"
"Ya sebentar aku pakai sepatu dulu,sudah ayo berangkat"
"Ayo"
Saat sampai sekolah Aira dan Santi segera menuju kelas nya dan mereka duduk sebangku.
Dan saat jam pelajaran berlangsung Aira di panggil oleh guru dan mengatakan bahwa Aira di tunggu oleh ayahnya di luar,Aira yang mendengar bahwa ia di tunggu sang ayah pun langsung ijin kepada guru mata pelajaran saat itu dan sang guru pun mengijinkan.
"Ayah"
"Hai nak, bagaimana sekolah mu"
"Baik,ayah bagaimana kabar mu"
"Ayah baik,oh ya ayah kesini mau bilang bahwa ayah mungkin akan kembali ke Jakarta lagi"
"Kapan ayah akan ke Jakarta "
"Besok ayah akan berangkat,dan ini uang untuk mu jajan ya"
"Iya ayah ,ayah hati-hati ya"
"Iya sayang,yang pinter ya".
"Iya ayah"
"Ya sudah ayah pulang dulu,kembalilah ke kelas mu".
Setelah itu Aira pun kembali ke kelas dan kembali mengikuti jam pelajaran.
Tanpa terasa bel sekolah pun berbunyi,saat sampai di rumah pun Aira mengatakan bahwa ia tadi bertemu dengan sang ayah dan menitipkan beberapa uang kepadanya.
"Nenek tadi Aira bertemu ayah,dan ayah menitipkan uang ini"
"Oh ya,tadi ayahmu menemui mu di sekolah"
"Iya nek"
"Ya sudah Aira simpan saja yang nya ya "
"Tidak nenek saja yang simpan,nanti kalau Aira butuh untuk jajan Aira akan minta nenek"
"Yasudah".
"Oh ya nek,dimana ibu"
"Ibu mu tadi pergi keluar dengan temannya ,mungkin sebentar lagi pulang"
Dan benar saja setelah itu terdengar suara motor dari luar.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumasalam" jawab nek Siti dan Aira
"Ibu sudah pulang "
"Iya,Aira sudah makan"
"Belum bu"
"Ini tadi ibu belikan makanan kesukaan mu"
"Wah terimakasih bu"
"Bagaimana nak"
"Mungkin lusa aku akan berangkat Bu"
Ya Eka berencana memang akan bekerja dengan temannya itu
"Apa kau sudah bicara dengan Aira"
"Belum bu mungkin nanti saja setelah Aira selesai makan"
"Oh ya tadi Aira mengatakan bahwa Rudi mengunjungi dia di sekolah dan memberi Aira uang"
" Ya bagus lah setidaknya dia tidak lupa dengan tanggung jawab nya"
Beberapa saat kemudian,Eka menghampiri Aira yang sudah selesai makan
"Aira ibu mau bicara dengan mu"
"Iya,ibu mau bicara apa"
"Ibu akan bekerja,Aira di rumah sama nenek dan kakek ya"
"Kerja di mana bu"
"Ikut teman ibu,ibu cari uang kan juga buat kamu supaya kamu bisa beli apa yang kamu inginkan"
Dalam diam Aira berbicara bahwa ia tidak butuh apapun yang ia inginkan hanya kedua orang tua nya kembali seperti dulu tapi mungkin itu hanya bisa menjadi keinginan Aira saja.
"Tapi ibu jangan lupa untuk selalu memberi kabar Aira ya"
"Iya sayang ibu janji,Aira baik-baik di rumah ya"
"Iya Bu,Aira sayang banget sama ibu".
"Ibu juga sayang sama Aira"
Dan hari ini pun Eka akan pergi bekerja dengan temannya di Surabaya,kebetulan juga Eka mempunyai kerabat yang tinggal di Surabaya. Jadi mungkin suatu saat nanti Eka bisa sekalian mampir ke rumah kerabatnya itu.
"Aira ibu berangkat ya,kamu baik-baik di rumah dengar kata nenek ya,yang pinter sekolah nya"
"Iya ibu juga baik-baik disana ya"
"Iya sayang"
"Ibu ,Eka titip Aira ya"
"Pasti nak,kamu jaga diri baik-baik di sana"
"Ya sudah Eka berangkat dulu, assalamualaikum "
"Waalaikumasalam "
"Daaa ibu" ucap Aira
Setelah kepergian ibunya,Aira pun masuk kedalam rumah dan setelah itu pergi bermain ke rumah santi
"Nenek Aira mau main ke rumah Santi ya"
"Iya baiklah"
Saat berjalan ke rumah Santi tampaknya di sana sedang rami ibu-ibu ,saat melihat Aira pun ada yang bertanya
"Aira ibu mu katanya pergi bekerja ya".
"Kerja apa ibu mu,dan dimana"
"Ibu kerja di Surabaya ikut temannya"
"Ohh ya sudah"
Dan di sana rupanya sudah ada Santi dan ana yang sudah menunggunya untuk bermain.
"Kalian sudah lama menungguku ya"
"Tidak juga,ya sudah ayo kita main saja di rumahku ya"
"Ah tidak tidak aku takut" ucap Aira
"Takut apa"tanya ana
"Aku takut nanti ada orang tuamu di rumah,orang tuamu kan tidak suka berisik nanti kalau kita berisik lali di marahi bagaimana"
"Benar juga kata Aira" jawab Santi
"Tidak perlu takut,orang tua ku sedang keluar kok"jawab ana
"Benarkah,baiklah kalau begitu"
Karena memang ana adalah anak dari orang terkaya di desanya jadi semua orang segan terhadap orang tua ana,termasuk teman-teman ana.
Tak terasa karena asik bermain Aira dan Santi pun lupa waktu,dan saat melihat jam ternyata sudah sore jadi Aira dan Santi pun pamit untuk pulang.
"Ana kita pulang dulu ya besok kita main lagi".
"Nanti saja pulang nya"
"Tapi ini sudah sore nanti aku di cari nenek ku" jawab Aira
"Iya benar ibu ku pasti juga mencariku"balas Santi
"Hmm baiklah tapi besok kita main di rumahku lagi ya"
"Ya baiklah"
Setelah pulang dari rumah ana Aira pun langsung bergegas pulang ke rumah,dan saat sampai di rumah rupanya nenek nya Aira sedang memasak untuk makan malam.
"Kau sudah pulang nak".
"Iya nek,nenek lagi masak apa"
"Ini Nenek lagi masak sayur sop dan perkedel kentang sama sambal"
"Wah enak pastinya,gimana kalau Aira bantu nek"
"Tidak usah,Aira pergi mandi saja ini juga mau selesai kok"
"Yasudah,aira mandi dulu ya nek"
"Iya sana mandi"
Setelah beberapa saat Aira pun di panggil oleh nenek nya untuk makan.
"Aira ayo makan"
"Iya nek sebentar".
Saat Aira sampai di meja makan,semua sudah tertata rapi dan sudah ada neneknya di sana.
"Kakek kemana nek"
"Kakek mu sedang mandi,ayo makan".
"Tidak,nanti saja nunggu kakek sekalian nek"
"Yasudah"
"Loh kenapa tidak makan"tanya kakek Ihsan
"Nunggu kakek heheh" jawab Aira
"Kenapa harus nunggu kakek,nanti Aira kelaparan kalu nunggu kakek"
"Ah tidak apa-apa,tapi kan sekarang sudah ada kakek jadi kita bisa makan bersama".
"Ya sudah ayo kita makan"
"Aira ayo makan yang banyak ya"ucap nenek
"Tidak nanti kalau Aira tambah gendut bagaimana "
"Ya tidak apa-apa artinya Aira sehat"
"Nenek bisa saja kan Aira memang sehat"