NovelToon NovelToon
Bukan Mesin Atm Keluarga Mu

Bukan Mesin Atm Keluarga Mu

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:175.5k
Nilai: 5
Nama Author: Leni Anita

Maira, seorang istri yang harus membagi penghasilan nya untuk istri dari kakak ipar nya yang sudah meninggal dunia.

Sang suami dan mertua hanya memanfaatkan uang nya, demi kepentingan mereka semua.

Tidak hanya itu, Suami nya, Azam malah menjalin hubungan dengan kakak ipar nya dengan alasan mau membantu janda kakak nya tersebut.

Mereka semua kelimpungan saat Maira memutuskan untuk tidak mau membantu lagi, dan menyerahkan semua nya pada Azam, suami nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

05

"Assalam mu'alaikum!" Maira mengucap kan salam ketika memasuki rumah.

"Wa'alaikum salam!" Jawab Azam sambil menoleh ke arah pintu masuk.

"Mas, kata nya kamu ada urusan hingga gak bisa jemput aku, kok kamu ada di rumah?" Maira langsung bertanya pada suami nya.

"Itu,,, itu dek, baru aja selesai dan rencana nya baru saja akan jemput kamu, eh kamu nya udah pulang!" Azam memberikan alasan pada Maira.

"Mai, kok bisa sih gaji kamu telat? Ini pasti gara - gara kamu yang berulah dia kantor hingga gaji kamu sengaja di tahan!" Mama Wina langsung nyerocos begitu saja tanpa perduli perasaan Maira.

"Ma, bukan cuma aku yang telat gajian, tapi semua karyawan mengalami hal yang sama!" Maira berkata dengan nada lembut.

"Alah,,, alasan saja kamu!" Dengus Mama Wina dengan kesal.

Maira hanya bisa beristighfar di dalam hati, telat satu hari saja Maira memberikan uang pada mereka, kata - kata kasar keluar begitu saja dari mulut nya.

Maira mengedarkan pandangan nya ke seluruh penjuru rumah, sampah bungkus cemilan bertebaran di mana - mana. Mama Wina dan Nia seharian berada di rumah, tapi tidak ada inisiatif nya untuk membersihkan rumah sama sekali.

"Mas, aku mau kita pake pembantu saja!" Tiba - tiba Maira berkata pada suami nya.

"Buat apa pake pembantu, itu nama nya pemborosan. Lebih baik uang nya di gunakan untuk biaya yang lain dari pada bayar pembantu!" Belum sempat Azam menjawab, Mama Wina sudah nyerocos lebih dulu.

"Ma, aku gak sanggup harus ngerjain semua ini sendiri. Aku juga harus kerja, pulang sudah sore menjelang malam harus berkutat dengan pekerjaan rumah, aku capek Ma!" Maira mulai mengeluarkan uneg- uneg di hati nya.

"Dasar kamu nya saja yang pemalas, manja amat mau pake pembantu segala!" Omel Mama Wina lagi.

"Jika Mama gak mau pake jasa pembantu, ya udah Mama aja yang ngerjain semua nya!" Ujar Maira dengan berani nya.

"Kurang ajar kau Maira, aku ini nyonya di rumah ini dan aku tidak pantas mengerjakan pekerjaan rumah!" Mama Wina berkata dengan sombong nya.

"Mama bener Mai, buat apa pake pembantu jika semua nya bisa di kerjakan sendiri!" Azam membela Mama nya.

Nia dan Mama Nia tersenyum licik mendengar penuturan Azam, mereka puas sekali melihat wajah Maira yang tampak sangat kesal.

"Aku akan tetap pake jasa pembantu di rumah ini, dan aku sendiri yang akan membayar nya, entah kalian setuju atau tidak, aku tidak perduli!" Maira berkata dengan tegas.

"Dasar menantu kurang ajar kamu, siapa kamu berani membuat keputusan di rumah ini!" Mama Wina membentak Maira dengan suara lantang.

"Baik lah Ma, jika memang seperti itu terserah Mama. Tapi satu hal yang harus kalian ingat, aku kembalikan semua nya pada mu mas, sebagai kepala keluarga di rumah ini. Mulai hari ini kau bertanggung jawab akan semua pengeluaran di dalam rumah ini, aku tidak mau ikutan lagi!" Maira berkata dengan berani.

Sudah cukup selama ini dia mengalah, dia di jadikan pembantu di rumah nya sendiri. Dia juga harus menanggung semua kebutuhan mereka, sementara Azam tidak pernah memberikan nafkah pada nya.

Seketika wajah Azam langsung pucat mendengar ucapan Maira, dari mana dia bisa memenuhi tanggung jawab di rumah ini jika Maira sudah lepas tangan.

"Baik lah, biar Mama yang akan atur semua keuangan dan kebutuhan di rumah ini. Berikan saja uang nya pada Mama!" Mama Wina berkata dengan suara lantang.

"Mai, kok kamu gitu? Kamu kan istri aku, jadi udah kewajiban mu memastikan semua kebutuhan orang - orang di rumah ini terbukti dengan baik!" Azam tidak mau jika sampai Maira benar - benar lepas tangan.

"Aku akan pastikan semua nya aman, mas. Tapi dengan satu syarat, penuhi kewajiban mu sebagai suami pada ku. Berikan aku nafkah dan juga uang belanja, mas!" Maira berkata sambil menadahkan tangan nya pada Azam.

"Buat apa aku kasih uang sama kamu Mai, kamu kan kerja. Beda sama mbak Nia, dia kan gak kerja sama sekali!" Azam menolak syarat dari istri nya.

"Baik lah mas, kalau begitu kamu minta sama mbak Nia untuk memenuhi tanggung jawab di rumah ini. Karena dia lah yang mendapat kan nafkah dari mu!" Maira berkata lagi.

Setelah itu, Maira langsung pergi ke kamar nya. Dia malas harus berdebat dengan mereka semua, Maira merasa menjadi wanita yang bodoh selama ini. Mau - mau nya dia di manfaat kan oleh suami nya dan juga keluarga nya.

"Istri mu udah benar - benar keterlaluan Zam, mana dia belum kirim uang bulanan lagi buat mbak. Mbak kan mau belanja sekalian ke salon!" Nia terlihat kesal dengan Maira.

"Pokok nya Mama gak mau tahu ya Zam, Maira harus memberikan Mama uang bulanan seperti biasa nya!" Mama Wina berkata pada Azam.

Azam duduk di sofa sambil memijit pelipis nya, dia pusing mendengar ancaman istri nya tadi. Bisa kacau semua nya jika Maira tidak mau tahu lagi semua kebutuhan di rumah ini. Gaji Azam sendiri tidak akan cukup untuk memenuhi semua kebutuhan keluarga nya, Gaji Azam biasa nya hanya numpang lewat saja. Untuk membeli bahan bakar mobil saja, Maira lah yang harus mengeluarkan uang.

"Ma, biarin aja lah jika Maira mau pake jasa pembantu, kan yang bayar dia sendiri. Lagian kan Ma kalau ada pembantu, Mama juga yang seneng kan. Bisa Mama perintah ini itu!" Azam membujuk Mama nya agar setuju dengan keinginan Maira tadi.

"Tapi Zam, sayang uang nya. Uang untuk bayar pembantu jika di kasih sama Mama kan lumayan! Lagian kan, semua itu memang sudah menjadi tugas nya Maira, melayani kita semua!" Mama Wina masih saja berfikir tentang uang.

"Begini saja Ma, Mama biarkan Maira pake jasa pembantu, tapi Mama juga harus ajuin syarat sama Maira. Minta uang bulanan buat Mama di tambah lagi, gimana ma?" Nia memberikan usul pada ibu mertua nya.

"Boleh juga tu, dengan begitu kita bisa bersenang - senang!" Mama Wina tampak tersenyum puas.

Maira langsung membersih kan diri nya, rasa lelah karena seharian bekerja sedikit berkurang dengan berendam di dalam bath up. Menjelang azan magrib, Maira menyudahi acara mandi nya. Sore ini Maira sengaja tidak memasak untuk mereka semua, di tambah lagi stok bahan makanan di dalam kulkas juga sudah habis dan Maira belum belanja.

"Kita lihat saja mas, seperti apa kau dan keluarga mu tanpa uang ku!" Gumam Maira sambil merapikan pakaian nya.

Mulai Malam in, Maira sudah memutuskan bahwa dia tidak akan mau lagi menjadi Atm untuk keluarga suami nya. Silahkan Azam penuhi semua kebutuhan mereka, tanpa campur tangan Maira lagi.

1
JasmineA
heh tolol...khianati lo aja dia tega...apa la hanya sempret motor lo Kasi lo celaka...demi fulus apapun dia lakuin...tolol jg ya lo lama2...benar2 bego
dewi rofiqoh
Azam dan keluarga berkesempatan memperbaiki diri setelah menyadari semua kesalahannya dimasa lalu.
Lee Mba Young
penulis e pelakor juga mkne pro banget ma Nia. gk dpt karma ttp hidup enak ma Azam.
naudzubillah semoga di hidup nyata bukan pelakor ya penulis e atau nnti laki nya di rebut pelakor.

pokok e Aku pling gk suka ma penulis yg pro pelakor.
Thewie: pelakornya sudah dapat hidayah Bun. Mereka kan sudah dapat karma, bukti hidup mrk pas2an. tapi mereka menyadari nya bun🙏
total 1 replies
Lee Mba Young
Penulis e pro sm pelakor. pelakor hidup e enak gk ngrasain sakit hati. nggilani.
Lee Mba Young
kok enak men nasib pelakor Nia 🤣.
kl bgitu mnding jd pelakor.
Penulis e pro pelakor naudzubillah mindalik.
Sri Widiyarti
terima kasih atas karyanya Thor 🙏 sukses selalu 🥰
Sri Supriatin
Tka karyanya thor ditunggu karya barunu... 🙏🙏🙏😍😍😍
Anonim
GOBLOK lu ANYING...
LO GAK BERHAK NYEBUT NAMA TUHAN
Siti Zaid
Penyesalan memang selalu datang terlambat..tetapi menyesal kesalahan dan perbuatan salah diri sendiri dan berusaha utk menjadi kan diri lebih baik tidak pernah ada kata terlambat..🤭
Eka Haslinda
typo nya parah thor 🙏🙏
Lee Mba Young
kl Penulis nya gk ngasih karma ke Nia berarti Penulis e pro dng pelakor. mungkin pelakor juga dlm kehidupan nyata 🤣🤣
Lee Mba Young
semoga viral kl Nia pelakor biar di pecat 🤣. pokok nya hrs dpt karma mnderita SMP nangis darah. kl pelakor hidup enak ntar semua jd pelakor
Lee Mba Young
Nunggu karma pelakor Nia pokok nya. kok enak men gk dpt karma.
nyesel tp ttp menikmati jd istri Azam menjijikkan.
Anonim: AWOKAWOK BETUL... LAKNATULLAH SEPERTI DIA GAK BERHAK NYEBUT NAMA TUHAN
total 1 replies
Lee Mba Young
mbelgedes kl nyesel tu cerai ma azam. nyesel tp menikmati ttp tinggal di situ.
kl nyesel ya pergi Dr situ, nyesel tp mnikmati to jd pelakor.
Titien Prawiro
Banyak tulisan yg salah bingung untuk dibaca.
Titien Prawiro
Saling menyalahkan, mbok ya sdh memang kalian tuh hatinya jahat dan licik, daripada saling menyalahkan, mendingan sana pada cari pekerjaan biar bisa mendapatkan uang untuk sesuap nasi biar tdp pada kelaparan.
Titien Prawiro
Ke kantor bawa mobil Maira, Azam masih mengincarmu
Titien Prawiro
Gk malu banget mantan mertua, makanya kalau hidup sdh enak, jangan banyak tingkah, giliran kismin bingung dah
dewi rofiqoh
Nah gitu dong nia, jadi ibu yang bertanggung jawab untuk ayu
Lee Mba Young
nunggu karma Nia blm dpt balasan dia 🤣. enak bner nglakor kok blm dpt balasan blas.
haruse jd janda terhormat krn laki nya meninggal ini mlh jadi janda murahan nikah ma laki orang iuhhh.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!