NovelToon NovelToon
Sentuhan Hangat Sahabat Putriku

Sentuhan Hangat Sahabat Putriku

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Duda
Popularitas:40.7k
Nilai: 5
Nama Author: Escendol94

Dewangga tak menyangka di usianya yang menginjak 42 tahun, dia harus menikahi sahabat putrinya karena kesalahan pahaman. Pernikahan mereka pun harus dirahasiakan dari sang putri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Escendol94, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5. Melihat anu.

Dewangga segera menjauhkan tubuhnya dari Riri. Dia mengumpat. Bagaimana bisa membayangkannya men ci um gadis ini?

"Sialan!" makinya pelan. Dewangga memejamkan mata, lalu kembali menatap Riri yang masih tertidur pulas, bahkan gadis itu tidak terganggu sama sekali. Memandangi wajah Riri terlalu lama tidak baik untuk jantungnya. Dewangga memutuskan untuk masuk ke dalam kamar mandi.

Mandi air dingin mungkin bisa meredam gejolak dalam dirinya. Bayangan bibir tipis serta dagu belah milik Riri lagi-lagi menghantui pikirannya.

"Sialan!" makinya. Terongnya kembali bangun.

Riri melenguh, matanya mengerjap pelan, setengah mengantuk, dia bangun dan berjalan menuju kamar mandi. Dia belum sadar kalau tidak sedang di kamarnya.

Riri masuk ke dalam kamar mandi, mele pas celana dan duduk di closed. Saking ngantuknya kepalanya sampai terantuk ke belakang. Meskipun seperti itu, matanya masih terpejam. Keningnya berkerut saat mendengar suara gemericik air.

'Siapa yang mandi?' batinnya masih memejamkan mata.

Riri meneguk ludah. 'Apa di Jepang juga ada setan?' batinnya ketakutan. Dengan mengumpulkan keberaniannya, dia menoleh ke samping kiri.

Deg!

Tatapannya bertemu dengan sosok yang membuatnya menjerit. Membuat tubuhnya kaku di atas closed.

Dewangga meneguk ludah melihat pemandangan di depannya. Lelaki itu juga sama, bukannya langsung mengambil handuk untuk menutupi terongnya, dia malah terdiam di tempat.

"Omm..., kenapa Om ada di kamar mandiku...?!!" teriak Riri.

Mendengar teriakan istrinya, Dewangga baru sadar. Dia segera menyambar handuk dan melilitkannya di pinggang.

Dia berdehem guna mengusir rasa gugup serta canggung. “Ini kamar mandi saya," katanya.

Riri membuka kedua tangan, melihat Dewangga, lalu menghalangi pandangannya dengan kedua tangan dari tubuh suaminya.

"Kamar mandi Om?" Dia kembali membuka mata dan melihat sekeliling, dan benar, ini bukan kamar mandinya. "Apa aku tidur sambil jalan?" gumamnya bingung.

"Lain kali, sadarkan diri dulu baru ke kamar mandi. Bagaimana kalau lantai kamar mandinya licin?" tegur Dewangga.

Riri hanya mengangguk tanpa berani melihat suaminya. Dia merutuk dalam hati. Bisa-bisanya masuk ke dalam kamar mandi, melepas celana di saat ada Dewangga mandi. Dia ingin berteriak dan menghilang dari bumi.

'Dasar ceroboh!' rutuknya dalam hati.

“Kamu-“

Suara Dewangga kembali menyadarkannya. Seluruh wajahnya langsung memerah, malu. Dia menunduk semakin dalam. "Om, keluar dulu...," cicitnya pelan.

Dewangga berdehem, lalu berjalan ke luar. Dia juga sama gugupnya dengan Riri. Wajahnya juga memerah sampai telinga.

Setelah pintu kamar mandi kembali tertutup, Riri menutup wajahnya lalu menjerit. Dia malu sekali, apalagi tadi sempat melihat itunya sang suami. Sumpah! Riri baru pertama kali melihat terong hidup. Seluruh badannya merinding.

Kedua tangannya mengipasi wajah yang terasa panas. “Malu banget...!!" Ia merutuk dalam hati.

"Kamu mau mandi sekalian?"

Riri gelagapan saat mendengar suara Dewangga dari balik pintu. Suaranya seperti tersangkut di tenggorokan. Susah sekali saat ingin bicara.

"Riri...," panggil Dewangga. "Mau mandi sekalian?" tanyanya lagi.

"I...iya," jawabnya pada akhirnya.

"Saya ambilkan baju ganti.“

"Gak usah, Om!" teriak Riri dari dalam kamar mandi.

Namun, Dewangga tidak mendengar, dia tetap berjalan menuju sofa dan mengambil baju tidur yang barusan mereka beli.

Pria itu kembali mengetuk pintu. "Ini baju ganti kamu," ucapnya.

Riri yang masih duduk di closed mengerjap. "Dia beneran ambilin baju ganti?" gumamnya. "Sebentar," ucapnya. Riri membuka pintu kamar mandi sedikit, lalu mengulurkan tangannya. "Mana, Om?"

Dewangga memberikan baju tidur itu pada Riri. "Mandi air hangat. Biar tidak masuk angin."

"Iya." Hatinya terasa hangat mendapat perhatian kecil dari Dewangga.

Gadis itu buru-buru mandi. Selesai mandi, dia gugup saat akan membuka pintu kamar mandi. Dia malu sekali jika harus bertemu dengan lelaki itu.

Setelah menetralkan rasa gugupnya, Riri membuka pintu kamar mandi. Kepalanya sedikit melongok ke luar. Pandangannya mengedar ke seluruh sudut kamar. Aman, pria itu tidak ada di kamar. Riri buru-buru ke luar kamar mandi. Berlari cepat menuju pintu kamar lalu ke luar.

Dia pun berlari cepat menuju kamarnya, sampai di dalam kamar, Riri baru bisa bernapas lega. Dia berjalan cepat menuju tempat tidur lalu merebahkan tubuh di sana. Riri menatap langit-langit kamar. Kejadian barusan kembali membuat wajahnya panas.

"Udah, Riri! Jangan diinget terus!" rutuknya kesal.

Dewangga yang tadi sengaja menunggu di lantai bawah, kini kembali naik ke lantai atas. Dia berjalan ke arah kamar Riri. Berdiri di depan pintu kamar gadis itu. Menatap lama, hingga memutuskan untuk kembali ke kamarnya.

Jika Riri sudah tertidur pulas, berbeda dengan Dewangga, lelaki itu masih terbayang kejadian tadi. Di mana dia melihat bagian tubuh istrinya. Dari miring kiri, berubah jadi miring kanan. Dari miring kanan berubah jadi telentang, dan kini jadi tengkurap. Matanya tak bisa terpejam. Bayangan tadi terus gentayangan dalam otaknya.

Dewangga merutuk, kemudian mengambil ponselnya. Mencari nomor seseorang dan menghubunginya.

Sambungan ke dua baru teleponnya di angkat. Terdengar orang itu mengucap salam, lalu berkata, 'Siap, Pak. Ada yang bisa saya bantu?'

Setelah Dewangga membalas salam dia berkata, "Temani saya ngobrol. Saya tidak bisa tidur," pintanya.

’Istri baru Pak Dewangga ke mana?' tanya Bimo sambil menguap.

"Tidur di kamar sebelah," sahut Dewangga.

'Alhamdulilah...," sambung Bimo terdengar antusias.

"Bim, bonus kamu saya potong 60 persen!"

'Astaga! Jangan, Pak!' Bimo berdehem. 'Ngomong-ngomong kenapa Pak Dewangga gak bisa tidur?'

"Banyak setan di otak saya, Bim," jawabnya.

'Coba Pak Dewangga minum air dingin. Siapa tahu bisa meredam kobaran api yang melahap si Otong,' kata Bimo.

Sialan! Kenapa bocah itu bisa tahu? Dewangga langsung mematikan sambungan teleponnya tanpa pamit. Dia menghela napas frustasi.

Mungkin apa yang dikatakan Bimo bisa menjadi solusi. Dewangga turun dari tempat tidur dan berjalan menuju pintu kamar. Dia ke luar kamar lalu menuruni anak tangga.

Langkahnya menuju dapur. Sampai di sana, Dewangga kembali dibuat tertegun melihat Riri sedang berdiri di depan kulkas. Gadis itu terlihat berbeda dengan gaun tidur selutut tanpa lengan.

Dia meneguk ludah, melihat penampilan Riri membuat da rahnya berdesir hangat. Bibir yang menyentuh gelas, dan tenggorokan yang menelan air membuat dadanya berdebar kencang.

Gaun tidur yang dikenakan Riri membuat gadis itu terlihat menggemaskan. Rambut yang biasa di kuncir tinggi, kini tergerai indah.

"Om...." Riri tersentak, dia buru-buru mengusap bibirnya yang basah. Meletakkan gelas di wastafel dan kembali menatap Dewangga. "Om butuh sesuatu?" tanyanya sedikit canggung.

Raut wajahnya dibuat setenang mungkin untuk menutupi rasa gugup. "Saya mau ambil minum."

Riri buru-buru mengambil gelas, lalu membuka kulkas dan mengambil air mineral dalam botol. Dia menuangkan air dingin ke dalam gelas kemudian memberikan pada Dewangga. “Di minum, Om."

Dewangga menatap gelas yang diberikan Riri. Hatinya kembali hangat. Perhatian kecil yang diberikan Riri kembali menggetarkan hati. Sudut bibir tersenyum samar.

Saat Dewangga menerima gelas, tangan mereka bersentuhan. Hati Dewangga berdenyut. Menatap Riri dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Terimakasih," ucapnya, kemudian meminum air itu. Tatapannya tak lepas dari sosok gadis mungil di depannya. Ketika gadis itu tersenyum, dia hampir tersedak.

"Pelan-pelan, Om," kata Riri mengingatkan.

Dewangga berdehem lalu meletakkan gelas yang sudah kosong ke wastafel.

"Biar aku aja yang cuci, Om." Riri mencegah saat Dewangga akan mencuci gelas bekas mereka.

"Tidak apa. Biar saya yang cuci."

Hati Riri meleleh, sosok Dewangga adalah pria idaman wanita. Baik, perhatian, tampan, maco, dan yang paling penting, sangat kaya. Meskipun sifatnya agak dingin, tapi semua tertutupi dengan ketampanan dan kekayaannya.

Ah, andai saja pria ini bukan Ayah sahabatnya. Sudan pasti akan Riri perjuangkan sampai titik da rah penghabisan.

*,*.

1
Kp kandang wo Suka wo
👍
D_wiwied
part yg ditunggu2, sayangnya krg hott thor 😁🤭
D_wiwied: masa sih kaaak, pdhl kalo bikin part dewa nyosor riri feel nya udah dapet lho, menggebu gebu gitu tp giliran pas mp koq anyep 🤭😁
total 3 replies
Sri S
ahirnya terjadi jg mlm pertamanya thor
MbakDipa: hihii, iya kak
total 1 replies
sundusiyah86
lanjut Thor lanjut....semoga cepetan hamil...
MbakDipa: siap kak
total 1 replies
💞Putri Chania💞
akhirnya up juga Thor...lama banget nunggu bab baru nya... semangat Thor..
MbakDipa: makasih kwk🙏
total 1 replies
NN
lanjut
Sri S: suka sekali
total 1 replies
Nifatul Masruro Hikari Masaru
ya susul sana. biar bebas berduaannya
💞Putri Chania💞
akhirnya up juga yg d tunggu"
NN
jgn lama² thor
MbakDipa: maaf ya kak. kemarin ada masalah sama mataku jadi rehat sembari pengobatan 🙏😄
total 2 replies
Sri Rahayu
lanjut thor
MbakDipa: siap kak
total 1 replies
NN
lanjut
💞Putri Chania💞
kepergok Dirga ya...baguslah..
💞Putri Chania💞
curiga euui sama Sarah...ga mungkin sama Dirga kan Thor..??
MbakDipa: hehee enggak kak😁
total 1 replies
💞Putri Chania💞
lanjut up nya thor
NN
lanjut thor
MbakDipa: makasih kak sudah mampir 🤭
total 1 replies
💞Putri Chania💞
wow.. pengakuan yg buat Dirga jantungan..😄
Reni Anjarwani
doubel up
MbakDipa: makasih kak sudah mampir 🤭
total 1 replies
Bunga
good
Karo Karo
sepertinya bukan anaknya deh 🤔
💞Putri Chania💞
serru juga ceritanya Thor .uuh apa yg akan terjadi jika fakta dewangga dan Riri terkuak y...
MbakDipa: Terimakasih kak🙏. Semoga selalu suka🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!