Seorang pemuda bernama Rendi Irawan yang baru saja lulus dari sekolah menengah atas hanya bisa pasrah pada saat sebuah mobil truk yang kehilangan kendali menabraknya pada saat perjalanan pulang menuju rumah kontrakannya. Awalnya ia sudah pasrah akan keadaan yang menimpanya dan hanya bisa melihat truk tersebut yang perlahan menuju ke arahnya sampai akhirnya truk tersebut menabrak dan melindas hingga kepalanya hancur, namun sebuah keajaiban terjadi, sebelum ia benar-benar mati, tiba-tiba saja sebuah tangan bercahaya menarik rohnya hingga melintasi ruang dan waktu dan masuk kedalam tubuh seorang pemuda yang terdampar di atas batu dalam sungai, sampai akhirnya sebuah suara aneh terdengar di telinganya
DING!!!! Sistem Beladiri Terhebat telah menemukan player terpilih, tekan tombol YA jika ingin melanjutkan penyatuan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aras507, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 5. Berburu Monster
Dibawah tenangnya hutan giok, suara langkah kaki dari sekelompok petarung berpakaian hitam tiba-tiba memecah kesunyian hutan. 3 dari lima orang tersebut nampak menembakkan anak masing-masing satu anak panah ke arah sasaran tembaknya.
Satu hal yang berbeda dari kelima petarung ini adalah, mereka berlima tidak sedang memburu seekor monster di dalam hutan melainkan sedang mengejar seorang gadis yang parasnya cukup cantik dan kini berpakaian sobek di beberapa bagian pakaian serta luka sayatan senjata pada beberapa bagian tubuhnya.
Gadis cantik itu nampak sudah mengerahkan semua tenaganya dan bisa dilihat dari raut wajahnya kalau ia sedikit lagi akan kehabisan tenaga.
"Berhenti kau gadis sialan, kau harus bertanggung jawab terhadap kematian saudara-saudara kami." Teriak salah satu petarung tersebut sambil terus menembakkan anak panahnya.
"Terus kejar!!! Jangan sampai ia lolos." Teriak petarung yang memegang 2 bilah pisau belati di tangannya.
Tiba-tiba pada saat kelimanya sudah hampir menyusul gadis itu, orang yang tadinya memegang 2 bilah pisau kini melemparkan pisaunya ke arah gadis tersebut. Tentunya gadis itu tidak dapat menghindar lagi karena saat ini tenaganya sudah terkuras habis.
Namun sepertinya keberuntungan gadis ini masih cukup baik, karena pada waktu yang tepat, tiba-tiba sebuah pedang berwarna hitam berhasil menjatuhkan pisau tersebut bersamaan dengan gadis itu yang jatuh ke pelukan seorang pemuda yang wajahnya sangat asing di mata gadis itu.
Dengan nafas yang terengah-engah, gadis itu sedikit menyunggingkan senyumannya sebelum berkata dengan nada suara yang lemah. "Kumohon tolong aku...." Tepat setelah gadis itu menyelesaikan kalimatnya, ia akhirnya kehilangan kesadarannya akibat kelelahan.
Pemuda yang melihat wajah gadis cantik ini awalnya sedikit terpesona, namun ekspresi wajah itu seketika berubah pada saat kelima petarung yang tadinya mengejar kini berhadapan langsung dengan pemuda tersebut.
Beberapa detik kemudian, 5 buah hologram muncul pada masing-masing dari petarung itu dan menunjukkan kekuatan mereka berada di tingkat petarung menengah bintang 1.
"Hmp.... Sepertinya tidak ada pilihan selain membunuh kalian...." Ucap pemuda itu sambil mengangkat pedangnya.
*****
Beberapa waktu sebelum itu.
Rendi bangun dari tidurnya didalam gua pada saat mendengar suara Auman keras dari dua monster hutan giok yang berbeda, dan pada saat ia mengintip keluar, ia mendapati seekor serigala hijau dan juga seekor mantis yang tubuhnya sama besar dengan serigalanya itu sedang berhadapan.
Rendi segera menutup mulutnya tidak berani bersuara pada saat melihat keduanya yang sepertinya akan melakukan pertarungan.
Serigala daun tingkat 3, daya tarung 1005
Mantis Hijau tingkat 4. daya tarung 1010
"Ternyata kekuatan keduanya berimbang, pantas saja serigala daun tingkat tiga berani bertaruh melawan mantis ini, sepertinya tingkatan antara monster di tempat ini tidak terlalu berpengaruh jika jenis monster nya berbeda." Batin Rendi sambil bersembunyi.
Groar!!!
Pertarungan antara kedua monster tersebut akhirnya dimulai, keduanya kini saling bertukar serangan dan sudah mulai saling melukai, ada yang mendaratkan cakar dan menggigit lawannya, ada pula yang mendaratkan gerigi tajamnya ke arah tubuh lawannya.
Pertarungan keduanya berlangsung selama 2 jam dan akhirnya Rendi sudah bisa menebak siapa yang akan keluar jadi pemenangnya. "Meskipun serigala daun ini sudah hampir sama kuat seperti mantis hijau, tetapi perbedaan kekuatan sekecil apapun tetap saja sangat berpengaruh, hanya saja.... Aku juga tidak mungkin menyianyiakan kesempatan seperti ini bukan."
Rendi yang memang sedari tadi sedang bersiap menyerang kini telah selesai memasang Katar tangan yang ia miliki, terlebih lagi energi Qi yang ia miliki sudah terkumpul banyak pada kepalan tangan serta Katar miliknya.
Ding!!! Misi lainnya terpicu, bunuh 2 ekor monster yang sedang bertarung, hadiah misi, sebuah senjata tingkat emas,
progres misi 0/2
Rendi tersenyum sumringah dengan apa yang baru saja ia lihat. "Hahaha, padahal jika tidak ada misi pun, aku akan tetap membunuh keduanya, dan sekarang sistem malah memberikan misi untuk membunuh 2 ekor monster ini, sistem memang yang terbaik."
Tanpa adanya keraguan, dengan energi Qi yang sebagian sudah ia alirkan pada kakinya, Rendi berlari begitu cepat hingga membuat kedua monster tersebut tidak menyangka ia sudah berada tepat di hadapan keduanya, dan tanpa pikir panjang Rendi kembali melakukan sebuah gerakan yang langsung menumbangkan kedua monster tersebut.
"Pukulan angin!!!"
Buak!!!!
Rendi mendaratkan masing-masing satu pukulan pada keduanya menggunakan energi Qi yang ia miliki, ditambah dengan Katar tangan yang ia gunakan, kedua monster tersebut kini berakhir tewas tanpa menyangka kalau yang akan mengambil nyawa keduanya adalah seorang pemuda yang sedari tadi menonton perkelahian mereka.
Tepat setelah kematian kedua monster tersebut, notifikasi sistem kembali terdengar jelas di telinga Rendi.
Ding!! Berhasil membunuh seekor serigala daun tingkat 3, mendapatkan 2000 exp.
Ding!!! Berhasil membunuh seekor mantis hijau raksasa tingkat 4, mendapatkan 4000 exp.
Ding!! berhasil naik ke level 6, fitur kualitas tulang dibuka, mendapatkan 10 poin sistem, mendapatkan 10 koin sistem.
Ding!!! Berhasil menyelesaikan misi, hadiah misi, pedang hitam tingkat emas sudah di simpan di bagian inventory.
Rendi tersenyum senang dengan notifikasi yang keluar pada hologram yang ada di hadapannya, seperti dugaannya sebelumnya, meskipun dia tidak bertarung secara langsung dengan kedua monster ini dari awal, exp yang ia dapatkan tetap saja tidak akan berkurang.
"Hehehe sudah kuduga dari awal kalau sistem tidak akan membuatku kecewa." Ucap Rendi sambil terkekeh.
Ding!!! dalam hal beladiri dan peningkatan kekuatan, sebuah keberuntungan juga termasuk salah satu faktor yang membantu peningkatan player.
"Baiklah waktunya melihat status kita, sistem, tukarkan 10 poinku menjadi 1 energi Qi dan 3 poin lainnya untuk kekuatan.
Permintaan diterima, memperbarui status player.
STATUS
Nama. : Rendi
Level. : 6
EXP. : 3000 (Butuh 1000 exp untuk naik LV7)
Skill : Pukulan angin
Kecerdasan : 150
Kekuatan. : 68
Kecepatan. : 60
Fisik. : 70
Energi Qi. : 2 lingkaran
Tulang. : Serigala kuning
Senjata. : Pedang Hitam tingkat emas, katar tangan tingkat perunggu
Daya tarung : 398
Tingkat saat ini : Petarung Tingkat Rendah
Poin : 0
Koin. : 64
Barang lainnya : 11 Kristal monster tingkat 1, korek api, kitab ilmu pernafasan awan Petir.
"Dengan begini, aku sudah bisa mengimbangi kekuatan monster tingkat 2 di dalam hutan, sepertinya tidak masalah jika mencari buruanku sekarang." Rendi mengambil kedua kristal monster sebelum membasuh wajahnya sebentar lalu masuk kebagian terluar hutan giok.
Dalam perburuannya itu, ia berhasil membunuh satu persatu monster tingkat 1 dan dua hingga level yang ia miliki terus menerus meningkat dan mencapai level 10, dan kali ini ia juga mulai belajar menggunakan pedang hitam tingkat emas yang baru saja ia dapatkan.
Ding!! Berhasil naik ke level 10, mendapatkan 10 koin dan 10 poin sistem, mendapatkan satu kali kesempatan undian, Fitur baru berhasil dibuka, kesempatan menukarkan kristal monster.
Rendi membaringkan tubuhnya karena kelelahan sambil mengaktifkan pemulihan otomatis harian pada tubuhnya.
"Berkat sistem, setiap harinya aku akan memiliki 3 kali kesempatan pemulihan tubuh tanpa meminum ramuan obat maupun pil penyembuh lainnya, sekarang sudah menggunakan 1, masih ada dua kesempatan lagi." Batin Rendi sambil memasukkan semua kristal hasil buruannya kedalam inventory.
"Sudah berburu selama 3 jam, akhirnya bisa naik ke level 10 juga." Rendi bangun dari posisinya dan meregangkan tubuhnya pada saat merasakan kondisinya sudah kembali pulih.