NovelToon NovelToon
Polygamy Or Divorce

Polygamy Or Divorce

Status: sedang berlangsung
Genre:Teman lama bertemu kembali / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Terlarang
Popularitas:28.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mom AL

Pernikahan adalah sebuah impian bagi semua orang, termasuk Zahra. Namun, pernikahan yang bahagia kini rusak akibat kehadiran orang ketiga. Evan selaku suami, mulai membandingkan Zahra dengan gadis lain.

Suatu hari dia memutuskan untuk menjalin hubungan hingga tidak memperdulikan hati Zahra. Akankah pernikahan mereka mampu diselamatkan? Ataukah Zahra harus merelakan suaminya bersama dengan wanita lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 5 Mencari keberadaan Anna

Setelah berada di luar pemakaman, Zahra mencari keberadaan gadis yang bersamanya tadi. Namun, dia tidak menemukan siapapun disana.

"Hallo! Nona!" teriak Zahra memanggil. "Tidak ada sahutan dan juga tidak ada siapapun. Berarti gadis itu sudah pergi, ck." dirinya bergegas masuk ke dalam mobil dan kembali ke rumah.

Beberapa saat kemudian, sampailah dia dirumah. Dirinya langsung berlari masuk ke dalam sambil memanggil mamanya.

"Ma! Mama!"

Jessica - Mama Zahra berjalan menuruni anak tangga.

"Zahra, kau sudah pulang? Kenapa berteriak seperti itu?"

Zahra berjalan mendekati sang Mama. "Ma, ada kabar penting." gadis itu menggandeng tangan Jessica dan mereka duduk di sofa.

"Katakan ada apa? Apa kau terkena masalah?"

"Bukan, Ma. Jadi gini, saat Zahra sedang berada di pemakaman papa, Zahra melihat seorang gadis yang wajahnya seperti tidak asing dimata Zahra."

"Lalu? Apa hubungannya dengan Mama? Oh, apa mungkin Mama mengenalnya? Atau, dia teman kuliahmu dulu?"

"Ra yakin pasti Mama mengenal gadis itu. Dia bukan teman Ra, tapi dia adik Zahra, Ma."

Deg!

Detak jantung Jessica seakan berhenti saat Zahra mengatakan adik. Dipikirin Jessica sudah terbesit sosok anak keduanya.

"Zahra, apa dia—"

Zahra mengangguk yakin. "Iya, Ma. Dia adik Zahra, Anna."

Jessica menggeleng pelan. "Nak, Mama saja tidak tahu dimana keberadaan adikmu saat ini. Bahkan, Mama sudah mencarinya selama dua puluh tahun belakangan ini dan sama sekali belum mendapatkan hasil. Entah kemana papa tirimu membawa Anna pergi." Jessica menangis dan tentu saja Zahra menenangkan serta memeluknya.

"Ma, Zahra mohon Mama jangan menangis seperti ini. Ra juga sedang berusaha mencari Anna, siapa tahu Anna berada di kota ini." ucap Zahra berharap, mereka memang baru kembali dari luar negeri karena Zahra sudah menyelesaikan studinya.

"Semoga kita bisa cepat menemukan Anna. Mama sangat merindukannya." Jessica masih betah menangis.

"Ra janji akan menemukan Anna, Ma. Ya sudah, Mama jangan menangis lagi." Zahra menghapus air mata Jessica setelah pelukan terurai.

"Nak, bagaimana mungkin kau bisa seyakin itu jika dia benar adalah adikmu?".

"Pertama, tatapan dan manik mata. Lalu, bibir yang sangat mirip dengan Zahra dan Mama. Setelah itu, dia berziarah ke makam papa Vicky. Hal itulah yang membuat Zahra yakin, Ma. Bahkan, kontak batin ini sepertinya tidak bisa di bohongi meskipun Anna itu adalah adik tiri Zahra."

Jessica semakin yakin jika ucapan putrinya itu adalah benar. "Kalau begitu kita harus cari dia, Nak. Sudah bisa dipastikan Anna berada di kota ini." tersirat seberkas sinar di mata Jessica, melambangkan jika wanita paruh baya itu sangatlah bahagia.

"Hari ini, biar Zahra saja yang mencarinya. Mama istirahat dirumah, jika Zahra sudah tidak sibuk bekerja, maka kita akan mencari Anna bersama-sama. Setuju, Ma?"

Jessica menjawab dengan anggukan karena dia sangat paham jika putrinya itu sangat khawatir dengan kesehatannya.

Zahra pun berpamitan lalu dia pergi untuk mencari Anna. Tak lupa foto mereka juga Zahra bawa untuk mempermudah pencarian.

****

Di tempat lain.

Anna sedang berada di kedai coffee, dia sudah selesai minum dan belum menyerah untuk melanjutkan pencarian mamanya. Dirinya beranjak dari kursi lalu dengan spontan berbalik ke belakang, hingga tidak sadar jika ada seseorang dari belakangnya sedang membawa se cup coffee.

Anna melongo ketika bajunya tersiram coffee dan meninggalkan bekas noda disana. Dia menghela napas kasar dan raut wajahnya terlihat kesal.

"Apa Anda tidak punya rasa bersalah sama sekali wahai Tuan yang terhormat?" Anna bertanya seraya menekankan setiap katanya.

"Eh, maaf. Saya tidak sengaja, saya akan mengganti rugi." ucap pria itu sambil mengeluarkan kartu nama. "Saya sedang tidak memegang uang cash. Ini kartu nama saya, kau bisa datang ke kantor saya untuk mengambil ganti ruginya."

Anna melihat kartu nama itu. "Evan?" ucapnya pelan setelah mengeja nama depan pria itu, dia tidak membaca embel-embel nama belakangnya .

*****

Evan ingin melangkah pergi tetapi Anna mencegahnya.

"Tunggu, Tuan! Anda tidak bisa meninggalkan saya sendiri dalam keadaan basah dan kotor seperti ini."

"Nona, saya sedang terburu-buru. Bukankah tadi saya sudah memberikan kartu nama saya?"

Anna mengangguk. "Hem. Anda tidak salah, Tuan. Tapi, saya tidak akan mencari keberadaan Anda. Saat ini saya hanya ingin Anda menemani saya untuk membeli pakaian sekarang juga. Bisa saja Anda itu adalah pembohong, bisa saja kartu nama itu palsu dan Anda lari dari tanggungjawab."

Evan terkekeh pelan. ''Apa yang Anda katakan, Nona? Anda sudah gila? Bagaimana mungkin saya memberikan kartu nama palsu?" dia pun menggeleng heran.

"Ya, bisa saja. Saya hanya mengantisipasi agar tidak ada penipuan." Anna menatap Evan dengan rasa curiga. "Oho, Anda takut menemani saya membeli pakaian. Jangan jangan dugaan saya benar."

Evan pun merasa tidak terima. "Hei, apa yang Anda katakan? Baiklah, mari ikut ke mobil saya."

Anna merasa puas karena dia memang tidak ingin repot mencari keberadaan Evan nantinya untuk meminta pertanggungjawaban. Gadis itu berjalan di belakang Evan dengan hati bahagia.

Beberapa saat kemudian, mereka telah sampai di butik langganan Evan. Pria itu masuk terlebih dahulu dan meminta pada pegawai untuk mencari pakaian yang cocok di tubuh Anna.

"Pilihlah mana yang Anda suka, Nona. Saya akan membayarnya."

Anna dengan sigap mencari gaun yang cukup mahal karena ini kesempatan baginya.

Evan melihat lihat kemeja yang mungkin cocok untuknya. Namun, aktivitasnya terhentikan karena kedatangan Zahra.

"Mas?"

Evan menoleh, dia tersenyum tipis. Dirinya dan Zahra sudah melakukan pendekatan, pria itu juga sepertinya tertarik dengan Zahra yang semakin cantik.

"Zahra, kenapa kau bisa ada disini?" Evan bertanya dengan wajah tersenyum.

"Mas, aku ingin minta tolong padamu."

"Katakan, jika bisa, pasti aku akan membantumu."

"Aku—" Zahra melihat Anna, tetapi gadis itu menghadap ke belakang hingga Zahra sulit mengetahui wajahnya.

"Mas, kau datang ke butik ini sendiri atau—"

"Oh, aku bersama—"

Zahra mengangkat sebelah tangan menandakan jika dia permisi sebentar. Tak lama kemudian, gadis itu kembali dan raut wajahnya terlihat khawatir.

"Mas, Mama—"

"Ada apa, Ra?"

"Mama pingsan, Mas. Aku, aku harus segera pulang."

"Pingsan? Kok bisa? Aku ikut, Ra. Tunggu sebentar!" Evan menghampiri meja kasir dan dia mengatakan pada kasir agar menghitung belanjaan Anna lalu setelah itu menghubungi dirinya. Sesudah meninggalkan kartu nama, Evan kembali menemui Zahra.

"Ayo kita pergi.''

"Tunggu, Mas!" Zahra penasaran siapa yang bersama dengan Evan.

"Ada apa lagi, Zahra?"

"Siapa yang bersamamu?"

Evan melihat ke arah Anna yang masih sibuk memilih pakaian.

"Nanti aku akan menjelaskannya padamu, sekarang yang lebih penting adalah Mama. Ayo!" Evan menggenggam jemari Zahra dan mereka pergi dari butik itu.

Anna yang sudah selesai berbelanja sibuk mencari keberadaan Evan.

"Loh, kemana pria tadi?" dia berkeliling kebingungan dan risau. "Tuan! Tuan Evan!" teriak Anna.

"Nona?"

Anna menoleh karena sang kasir memanggil dirinya.

"Nona, Anda sedang mencari siapa?"

"Teman saya, namanya Evan."

"Oh, Tuan Evan. Beliau sudah pergi, Nona. Beliau meninggalkan pesan dan mengatakan jika Nona sudah selesai belanja, maka totalkan saja barang belanjaannya. Nanti, pihak kami akan mengambil pembayarannya dari Tuan Evan."

Anna hanya mengangguk, cukup lega tetapi dia penasaran dengan hal apa yang membuat Evan pergi tanpa pamit padanya terlebih dahulu.

Bersambung

1
Adi Sudiro
mampus si zahra keras kepala dok iyes
Adi Sudiro
terlalu naif kalau tidak memperhatikan diri sendiri minimal pikir kandungan nya terlalu tolol
🖤
Halo, Assalamualaikum para pembaca tercinta ♥️ Untuk beberapa hari ke depan, novel ini tidak lanjut dulu karena Othor mau pindah ke aplikasi sebelah (APLIKASI ORANGE F*Z*O) Yuk mampir dan Ketik Nama Pena Mom Al supaya keluar semua judul novelnya 🥰 Jangan lupa dukung setiap karya Othor 😍🙏 Terima kasih
falea sezi
zahra tolol
Anis Rohayati
mna ke hancuran si sampah evan kurang itu
Anis Rohayati
regan zahra menyala😍😘
Lee Mba Young
ya kn salah mu to, dah tau musuh mlh di tampung.
ibarat ular walau kau pelihara dng baik ttp saja dia akn matuk pemiliknya.
km sih yg buat anakmu gk selamat, yo wes nikmati saja jd lah pinter rugi sekolah tp ttp bodoh mudah di perdaya musuh.
Lee Mba Young
ya kan bodoh si zahra, kebanyakan pemain utama novel baik, naif, bodoh wes. pdhl bisa aja karakter baik tp pinter. yo wes ben keguguran toh si zahra juga oon mlh nampung musuh jelas jelas musuh kok di tampung yo rasakno 🤣🤣.
kcuali zahra pinter ku do'akan gk keguguran wong dia bodoh kok yo bene keguguran ben ngge pelajaran wong wedok berpendidikan jng terlalu bodoh 😁😂
Anis Rohayati
siap2 aja lo jalang ana lo akan di penjara dan lo akan di talak dan di buang si sampah evan
Anis Rohayati
klu bayi dan zahra nya meninggal bnr2 kaga jls ni novel krakter zahra do buat bnr2 bodoh bukan nya belajar dari msalalu ingat org licik ga akan bisa berubah hayo regan langsung nikahin zahra lindungin zahra dan ank nya dari kejahatan si ana dan si smpah evan
🖤
Kelanjutannya sudah Othor up 🤗🙏
falea sezi
zahra masih aja tolol
Anis Rohayati
jiji sma si jalang ana siap2 aja zahra bukan zahra yang di bodohi lo yang akan hancur
Anis Rohayati
siap2 aja lo jalang ana lo akan di buang si evan dan lo akan luntang lantung
Anis Rohayati
klu smpe zahra msih aja bodoh gua kaga lanjut bnr muak liat krakter cewe nya msih bodoh hayo zahra jangan tunjukin klu kmu bukan zahra yang lemah tunjukin ke ganasan mu
Anis Rohayati
ko krakter zahra menye2 trs bukan nya bales dendam atas kelakuan dua monyet itu
Anis Rohayati
hahhahaha akhir nya si jalang ana kecelakan juga dan dya bakal inget sesuatu kejadian si smpah evan selingkuh hahhaha gila kaga tuh pas dah sadar
Anis Rohayati
jangan buat si jalang ana meninggal thur gua dah nunggu bgt kehancuran si anna dan penyesalan si smpah evan kaga sabar mau liat reaksi si evan liat org yang dia cintai zahra bahagia sma cowo lain regan
Anis Rohayati
regan zahra😍😘😘😘
Anis Rohayati
nih baru zahra yang tegas dan pemberani hayo buat si ana hancur dan buat si evan nyesel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!