NovelToon NovelToon
Azka: The Basketball Captain Ghost

Azka: The Basketball Captain Ghost

Status: tamat
Genre:Spiritual / Tamat
Popularitas:89.4k
Nilai: 5
Nama Author: Puput

Azka yang biasanya duduk di bangku cadangan saat pertandingan basket, tiba-tiba ada yang merasuki tubuhnya dan memberinya kekuatan. Dia menjelma menjadi pemain basket profesional.
Raga Azka kini dikuasai oleh jiwa lain. Bagaimana jika jiwa itu adalah mantan dari mamanya yang telah meninggal dua puluh tahun lalu?
Masalah apa yang belum dia selesaikan di dunia ini hingga membuat jiwanya menetap di dunia? Apa dia memang diutus untuk menjaga Azka dan meraih impiannya melalui raga Azka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puput, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5

"Azkaaa ...." Amira berlari menghampiri Azka yang sudah terkapar di tengah jalan. Dia meraih kepala Azka yang telah berlumuran darah. "Azka, maafkan aku. Azka!"

Azka sudah tidak merespon sama sekali teriakan-teriakan Amira. Dia langsung tak sadarkan diri saat kepalanya terbentur aspal jalanan dengan keras.

Beberapa orang yang berada di lokasi sudah berkerumun dan juga ada beberapa teman-teman sekolah.

"Azka!" Setelah melihat kondisi Azka, Tio segera memanggil ambulance milik puskesmas yang berada di dekat sekolahnya agar membawa Azka ke rumah sakit dan segera mendapat penanganan.

Beberapa saat kemudian, tubuh Azka sudah berada di dalam ambulance bersama Amira yang menemani.

"Azka, seharusnya lo biarkan saja gue yang tertabrak. Kenapa sih selamatkan hidup gue segala. Biarkan gue saja yang kecelakaan," gumam Amira. Air matanya terus mengalir di pipinya karena luka di kepala Azka cukup parah.

Di belakang ambulance itu ada Tio dan juga Zain yang mengikuti dengan sepeda motornya.

Setelah sampai di depan rumah sakit, Azka segera masuk ke dalam IGD. Sedangkan Amira hanya bisa menunggu di depan IGD.

"Amira, gue sudah menghubungi kedua orang tua Azka," kata Tio.

Amira hanya terdiam. Dia tidak tahu bagaimana menjelaskan kepada kedua orang tua Azka. Apakah nanti orang tua Azka akan memarahinya dan menuntutnya karena semua ini adalah kesalahannya.

Amira juga menghubungi kedua orang tuanya dan menceritakan apa yang dia alami dengan isak tangisnya. Setelah mematikan panggilannya, Amira hanya menundukkan kepalanya menunggu dokter menangani Azka.

Beberapa saat kemudian kedua orang tua Azka yang bebarengan dengan kedua orang tua Amira sudah tiba di rumah sakit.

"Amira."

Seketika Amira memeluk mamanya dan semakin menangis. "Ma, ini semua salahku. Harusnya aku yang tertabrak."

"Iya, iya, semoga semua baik-baik saja."

Sedangkan Airin hanya memeluk suaminya sambil menangis. Bayangan-bayangan masa lalu tentang Azka kembali terlintas dibenaknya. Dia sangat takut kehilangan Azka. "Papa, aku takut sekali kalau Azka ...."

"Sssttt, sudah. Jangan berpikiran yang tidak-tidak. Semua pasti baik-baik saja," kata Revan berusaha menenangkan istrinya.

Beberapa saat kemudian Dokter yang menangani Azka keluar dan berbicara pada kedua orang tua Azka. "Dengan keluarga pasien?"

"Iya, kami kedua orang tua Azka."

"Ada pendarahan di otak putra Anda dan harus segera dilakukan operasi. Silakan urus administrasi dan surat persetujuannya."

"Baik, Dok." Revan segera mengurus semuanya dan meninggalkan Airin yang duduk dengan lemas di kursi tunggu.

Amira mendekati Airin dan duduk di sebelahnya. "Tante, maafkan saya. Ini semua salah saya. Seharusnya Azka tidak perlu menolong saya."

Airin memeluk Amira dan mengusap punggungnya. Dia sangat mengerti bagaimana perasaan Amira saat ini karena dulu dia pernah berada di posisi itu. "Jangan merasa bersalah. Ini kemauan Azka sendiri untuk menyelamatkan kamu."

"Tante tidak marah sama saya?"

"Tidak. Azka pasti punya alasan sendiri menyelamatkan kamu. Kita berdo'a saja, semoga operasi berjalan dengan lancar."

"Iya, pasti saya akan terus berdo'a untuk Azka."

...***...

Setelah operasi dilakukan, kondisi Azka semakin menurun dan Azka dinyatakan koma. Hal itu membuat kedua orang tua Azka semakin terpukul.

Airin dan Revan hanya menatap Azka yang lemah tak berdaya di atas brangkar dengan peralatan medis yang terpasang di tubuhnya.

Kejadian dua puluh tahun lalu seolah dejavu, dimana Azka di masa lalu Airin mengalami koma dan akhirnya tiada. Mengingat hal itu, Airin semakin menangis dan memeluk suaminya. "Aku tidak mau kejadian Azka terulang lagi."

"Sayang, itu tidak mungkin. Azka kita kuat."

"Tapi, kapan Azka sadar?"

"Sebentar lagi pasti sadar." Meskipun Revan sendiri juga tidak tahu bagaimana nasib Azka selanjutnya. Dia hanya bisa memberi keyakinan pada istrinya agar tidak larut dalam kesedihan.

Airin kini mendekati brankar Azka dan menggenggam tangan Azka. "Azka, cepat bangun sayang."

Tiba-tiba saja kedua mata Azka terbuka, dia duduk dengan cepat sambil menatap Airin.

"Azka ...." Airin tersenyum menatap Azka meski air mata itu masih terurai di pipinya. "Azka, akhirnya kamu sadar." Kemudian Airin memeluk tubuh Azka. "Mama takut sekali kehilangan kamu."

Azka hanya terdiam merasakan pelukan mamanya. "Mama .... Airin ...."

💞💞💞

Like dan komen ya...

1
Rizky Rahma Aulia Akbar
kok sedih gini sihhh
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒄𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒃𝒂𝒈𝒖𝒔 👍👍👍👏👏👏😘😘😘
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒕𝒆𝒓𝒏𝒚𝒂𝒕𝒂 𝑨𝒛𝒌𝒂 𝒎𝒂𝒔𝒖𝒌 𝒌𝒆 𝒋𝒂𝒔𝒂𝒅𝒏𝒚𝒂 𝒀𝒖𝒅𝒉𝒂 😉😉
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑨𝒎𝒊𝒓𝒂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒃𝒊𝒌𝒊𝒏 𝒏𝒂𝒏𝒈𝒊𝒔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒂𝒔𝒊𝒉𝒂𝒏 𝑨𝒎𝒊𝒓𝒂 𝒚𝒈 𝒉𝒓𝒔 𝒃𝒆𝒓𝒑𝒊𝒔𝒂𝒉 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝑨𝒛𝒌𝒂 𝑾𝒂𝒉𝒚𝒖𝒅𝒊
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒑𝒂 𝒏𝒂𝒏𝒕𝒊 𝑨𝒛𝒌𝒂 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒋𝒂𝒈𝒐 𝒃𝒂𝒔𝒌𝒆𝒕
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒘𝒂𝒉 𝑬𝒛𝒓𝒂 𝒅𝒍𝒎 𝒃𝒂𝒉𝒂𝒚𝒂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒆𝒅𝒊𝒉 𝒑𝒂𝒓𝒕 𝒊𝒏𝒊 😭😭😭
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒑𝒂 𝒔𝒂𝒂𝒕𝒏𝒚𝒂 𝑨𝒛𝒌𝒂 𝒑𝒆𝒓𝒈𝒊
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒑𝒂𝒔𝒕𝒊 𝑨𝒅𝒂𝒎 𝒅𝒂𝒏 𝑹𝒆𝒏𝒅𝒊
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒚𝒂𝒓𝒂𝒕𝒏𝒚𝒂 𝒋𝒂𝒅𝒊𝒂𝒏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒚𝒖𝒌𝒖𝒓𝒍𝒂𝒉 𝑹𝒆𝒗𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒍𝒂𝒎𝒂𝒕
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑨𝒑𝒂 𝒚𝒈 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝑨𝒊𝒓𝒊𝒏 𝒍𝒂𝒌𝒖𝒌𝒂𝒏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒆𝒕𝒂𝒉𝒖𝒂𝒏 𝑹𝒆𝒗𝒂𝒏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒆𝒏𝒂𝒑𝒂 𝒅𝒏𝒈𝒏 𝑨𝒛𝒌𝒂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑨𝒛𝒌𝒂 𝒃𝒂𝒏𝒕𝒖 𝒑𝒂𝒑𝒂 𝒎𝒖 𝑹𝒆𝒗𝒂𝒏 𝒍𝒆𝒑𝒂𝒔 𝒅𝒓 𝒈𝒖𝒏𝒂"
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒂𝒚𝒂𝒌𝒏𝒚𝒂 𝑹𝒆𝒗𝒂𝒏 𝒌𝒆𝒏𝒂 𝒔𝒂𝒏𝒕𝒆𝒕 𝒏𝒊𝒉
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒂𝒎𝒂 𝒔𝒊𝒂𝒑𝒂 𝑹𝒆𝒗𝒂𝒏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒑𝒂𝒔𝒕𝒊 𝑬𝒎𝒊𝒍 𝒚𝒈 𝒎𝒂𝒏𝒈𝒈𝒊𝒍 𝑻𝒐𝒎𝒊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!