NovelToon NovelToon
SATRIO PAMUNGKAS

SATRIO PAMUNGKAS

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Petualangan / Supernatural / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Al Orchida

Pandji dilahirkan pada hari yang orang Jawa kuno sebut sebagai hari kejayaan setan, yaitu pada tengah malam saat cuaca sangat tidak bersahabat dan badai angin melanda wilayahnya. Dengan demikian dia memiliki sifat 'lakuning geni' atau berperilaku layaknya api.

Pandji dikaruniai bakat bawaan dari kedua orang tuanya berupa kekuatan supranatural. Bakat istimewa yang dianugerahkan oleh Sang Pencipta untuk menjalani takdirnya sebagai ksatria.

Pandji yang konon adalah 'anak dalam ramalan' hanyalah pemuda biasa. Pemuda berambut hitam bermata tajam dan berkulit putih halus layaknya wanita. Tampan adalah ciri utama yang melekat pada dirinya.

Bagaimana Pandji menjadi seorang pelindung keluarga dan perjalanannya sebagai Ksatria Terakhir yang penuh darah dan cinta?

Bisa dibaca kisahnya dalam SATRIO PAMUNGKAS.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Al Orchida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH 05

Menjelang tengah malam, Pandji membawa dua katana dari kayu yang biasa digunakannya untuk latihan ke halaman belakang. Daripada halaman, tempat itu lebih mirip arena bermain outdoor dan olahraga.

Dia terkejut karena ternyata sudah ada beberapa orang yang menunggu latih tanding antara anak dan ayah itu. Ibundanya duduk bersama Giandra dan Mika di pinggir lapangan futsal, Raksa hadir dan mengawasi lapangan dari dekat pendopo.

Atika sedang sibuk menyiapkan minuman dan camilan, anak perempuan dari abdi dalem eyang yang bernama Mbak Nuri itu hanya lebih tua dua tahun dari Pandji. Atika duduk menemani eyang buyut Pandji yang sudah sepuh di dalam pendopo, menghadap ke arah lapangan.

Bukankah ini terlalu berlebihan? Apa latih tanding ini semacam hiburan buat mereka?

Pandji mengeluh dalam hati, kenapa keluarganya belum ada yang tidur? Dia melanjutkan langkahnya ke tengah lapangan, berdiri di salah satu sudut lapangan dengan kedua katana kayu yang masih dipegangnya sembarangan. Dia belum melihat ayahnya ada di lokasi latihan.

Melirik ke arah keluarganya yang bercengkrama sambil ngemil dan menatapnya, Pandji mengerutkan dahi dan merasa tertekan, sungguh tidak bisa dipercaya.

Sekali lagi, ini bukan pesta!

Ayahnya muncul dan berdiri mengambil posisi berseberangan dengan Pandji pada jarak 10 meter.

"Apa kamu sudah siap, Mas?" Tanya ayahnya dengan senyum tipis meledek.

"Apa maksudnya ini, Ayah? Kenapa ayah memakai senjata asli?" Sarkas Pandji dengan heran, dia hanya membawa dua katana dari kayu sementara ayahnya membawa tombak naga kesayangannya. Artefak langka bertuah yang diwariskan secara turun-temurun dari leluhurnya.

"Senjata kayu hanya digunakan untuk anak usia di bawah 15 tahun, itu peraturan turnamen tahun ini."

"Tapi Pandji tidak punya senjata yang mampu menandingi tombak itu, Ayah!"

Pandji merasa dicurangi ayahnya, ketimbang latihan ini lebih masuk akal disebut pertarungan hidup dan mati.

"Kamu terus saja menolak sepasang pusaka penganten yang ayah berikan, jadi kalau sampai kamu tidak punya senjata … itu adalah salahmu sendiri!"

Wajah Pandji pias dan marah mendengar ucapan Ayahnya, "Keris pusaka itu sama sekali tidak keren ayah, kuno … Pandji tidak cocok menggunakan pusaka jadul seperti itu!"

"Wow … jika Damar Jati dan istrinya mendengar komentarmu, Ayah tidak tau apa mereka masih mau menemanimu kelak!"

"Astaga … mereka hanya roh pusaka, Ayah!"

"Naga yang kamu inginkan juga roh pusaka, roh dari tombak legenda ini!"

Ayah Pandji memutar tombaknya hingga suara desingnya memadati halaman belakang. Mereka yang menonton spontan membelalakkan mata karena keseriusan pemilik tombak itu dalam menantang duel anaknya.

"Bisakah Pandji meminjamnya, Ayah?"

"Tidak … ini milik pribadi," jawab Ayah Pandji dengan seringai lucu.

"Bagaimana jika Pandji membelinya dari Ayah?"

"Hehehe … kamu memang kaya, tapi tombak ini jelas tidak dijual, Mas!"

Ibunda Pandji hanya mengulum senyum mendengar negosiasi anak dan ayah di depannya. Berbeda dengan putri bungsunya Gia yang sangat tegang ketakutan kalau kakak tersayangnya akan terluka oleh ayahnya.

Pandji dengan emosional berlari dengan dua katana ke arah ayahnya, menyerang dengan tebasan penuh tenaga. Berusaha membelah ayahnya menjadi dua.

"Kuasai amarahmu, Mas!" Kata Ayahnya seraya menghindari setiap serangan Pandji dengan melompat lincah. "Kerahkan semua kemampuanmu!"

Pandji dengan gesit kembali membabat dan menusuk meski sedikitpun katana kayunya masih belum menyentuh baju ayahnya. "Jangan menghindar, Ayah!"

"Kamu belum cukup mampu membuat ayah harus membalas seranganmu," jawab Ayahnya santai.

PLAK

Pandji menjatuhkan satu katana karena ayahnya menampar punggung tangannya saat berkelit dari tebasan yang mengarah ke leher.

"Lumayan!"

Pandji menggeram jengkel, dia merasa dipecundangi Ayahnya sendiri. Kata-kata yang didengarnya barusan melukai harga dirinya.

Benar-benar keterlaluan, aku putramu, Ayah! Dan aku masih belum kalah!

***

1
Ririt Rustya Ningsih
satriyo pamungkas...selkur lanjaran....santet 40 hari nyimak terus👍👍👍
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: terimakasih🙏
total 1 replies
Yuu Puttichai Kasetsin
hadinata yg dl mau dijodohin SM bund selia y Thor?
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: iya kak
total 1 replies
Yuu Puttichai Kasetsin
maung ny gia keren banget. kata alpha: gini susah ny perang sambil momong bocil🤣🤣
Yuu Puttichai Kasetsin
calistung nya kan beda level mas pandji
Kustri
☝solo hadir
Kustri
hla lak tenan to, al meneh
Kustri
ujung"e al meneh ngko
Kustri
buah tibo ora adoh ko uwite😄
Kustri
kisah berulang turun temurun soko bapa'e trus anak'e😄
Sahbana Sahbana
overall ceritanya seru, walaupun banyak fans service nya 🗿
Kusumawardani
silahkan tanya saja lur,,,krna diriku jg tak tahu,,,,semua itu.....🙏🙏
Zzz: mampir kak, judulnya Iblis penyerap darah, kali aja suka🙏
total 1 replies
Suris
Good. Karya ini cukup memikat untuk dibaca sampai akhir. Dengan background lokal (jawa) dan dikombinasika dgn turnamen bela diri ala wuxi (cina). membuat penasaran. Apalagi deskripsi tokoh2nya cukup simple dan mudah dicerna (baca : dibayangkan).
Kekurangannya adalah tidak ada unsur2 islami dlm tokoh2mya
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: Terima kasih🙏
total 1 replies
𝖓𝕯o🕷
thorrr, hiks.. gantung gini... kecewahh aq..
𝖓𝕯o🕷
plakk😉😉
Mamake Nayla
Luar biasa
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: terima kasih 🙏
total 1 replies
𝖓𝕯o🕷
tiaraaaaaa
Diana Dwiari
baru tau kalo nyleneh ya...wkwkkw
Diana Dwiari
woah....pandji suka sama mika ya....
Rafly Rafly
bagus ceritanya THOR... ilmu leluhur yg perlu di lestarikan
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: thanks 🙏
total 1 replies
Sibungas
ouekehhh mas ta kirim yo kupi nya
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: wkwkwk makasih 😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!