NovelToon NovelToon
GAVIN (PERJODOHAN)

GAVIN (PERJODOHAN)

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahmuda / Ketos / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Minsecret03

Pernikahan muda tidak pernah terlintas dalam benak Gavin, tepat duduk dikelas 3 SMA. Orangtuanya menjodohkannya dengan teman masa kecilnya dulu. Kenzie Alison.

Ketua OSIS cantik, yang terkenal karena galaknya. Dan Gavin yang selalu menjadi bahan amukannya, karena tiap hari tidak pernah absen masuk keruang BK.

"Gue sengaja keluar masuk ruang BK, sekalian lihat istri."

Alasan yang selalu Gavin lontarkan, dan Kenzie hanya bisa menghela napas pasrah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Minsecret03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEMBALI BERULAH

Mungkin tadi diranjang Kenzie mengangumi ketampanan Gavin, tapi detik ini juga semua kata-katanya ditarik kembali.

Dimatanya Gavin tetap lah Gavin. Manusia ngeselin, setan, tidak ada ganteng-ganteng nya sama sekali. Apalagi tatapan mesumnya, membuat Kenzie ingin melemparnya dari kamar.

Mana mulai dari tadi Gavin menatapnya dari bawah sampai atas, dan itu terlihat mengerikan.

Dengan cepat Kenzie hendak menutup pintu kamar mandi, tapi sayangnya kaki Gavin lebih dulu menahannya.

"Apaan sih Vin?"

"Gue mau masuk ke kamar mandi."

"Mau apa Lo?"

Gavin tersenyum smirk kearahnya, melangkah maju mendekat. Dan berusaha membuka pintu kamar mandi.

"Jauh-jauh Lo dari gue."

"Kenapa?"

Gavin berhasil membuka pintu, dan menutupnya dari dalam. Berbalik menghadap kearahnya, sembari menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Mampus, Kenzie tidak bisa kabur.

Lagian dia juga bodoh, tau sekamar dengan pria bisa-bisanya mandi tidak membawa baju ganti. Mana suaminya mesum.

Kenzie pikir Gavin orangnya tukang molor, bangun pasti kesiangan.

Tapi sayangnya, Gavin orangnya bukan tukang molor. Selesai Kenzie mandi, Gavin sudah berdiri didepan pintu kamar mandi.

Dan sekarang Kenzie malah terkurung dikamar mandi dengan pria mesum ini, mana tubuhnya hanya dililit handuk sebatas paha nya.

"Keluar Lo!"

"Kalo gue gak mau gimana?"

Gavin menaikkan alisnya, sembari melangkah mendekat. Dan Kenzie melangkah mundur, sampai tubuhnya berhenti menyentuh dinding.

"Mau apa Lo?"

Kenzie menahan handuknya, takutnya melorot kebawah menampakkan tubuh polosnya.

"Mau mandi."

Gavin mengurung pergerakan Kenzie, meletakkan kedua tangannya ke dinding kamar mandi, dengan Kenzie ditengah-tengahnya.

"Mandiin gue yah."

Kenzie menelan salivanya kasar, berusaha menjauhkan wajahnya dari jangkauan Gavin. Apalagi napas hangatnya terasa menerpa wajahnya.

"Jauh-jauh dari gue."

"Kenapa? masa takut sama suami sendiri."

Dengan santainya, Gavin menarik kaosnya dengan sebelah tangannya, menampakkan tubuh atletisnya.

Detik itu juga, jantung Kenzie berdetak kencang dengan mata yang melotot sempurna.

"Cuman mandiin kok, gak lebih. Kalo lebih sih gak papa, asal Lo mau."

Hening, tidak ada sahutan. Kenzie hanya diam memegang ujung handuknya, memikirkan cara keluar dari kamar mandi.

"Lo gak bakalan bisa keluar."

Kenzie mendongakkan kepalanya keatas, menatap wajah tampan itu dari bawah. Tidak bisa dibayangkan setinggi apa Gavin, bahkan Kenzie harus mendongakkan kepalanya keatas menatap wajah itu.

Tapi itu hanya bohongan semata, Kenzie menekuk lututnya dibawah berusaha menghindar dari jangkauan Gavin. Bibir itu tidak boleh menyentuh bibirnya lagi, mana keperawanan bibirnya sudah diambil olehnya tanpa persetujuan.

Gavin hendak membuka suara, sebelum teriakan dari luar terdengar sampai kedalam.

"Gavin, Kenzie sekolah!" Teriak Lara dari luar.

Sontak Kenzie mendorong tubuh kekar itu, berlari terbirit-birit keluar dari kamar mandi. Tepat di depan pintu, Kenzie berbalik menghadap kearah Gavin, bertepatan manik itu menatap kearahnya.

Dengan senyuman manisnya, Kenzie mengangkat jemarinya dan menunjuk jari tengah kearah Gavin.

"F*ck You." Ucap Kenzie tanpa mengeluarkan suara.

Gavin hanya diam, mengigit bibir bawahnya menatap Kenzie. Gadis yang satu ini memang benar-benar, tapi Gavin suka. Kenzie menarik dimatanya.

Padahal barusan itu hanya candaan semata, sekalian melihat reaksi gadisnya. Dan lumayan, walau reaksi Kenzie terlihat gadis yang sulit didekati.

Selama makan yang terdengar hanya dentingan sendok, sesekali Kenzie melirik kearah Gavin dan menginjak kakinya.

"Ck, sakit. Gila kali Lo."

Kenzie malah menjulurkan lidahnya, dan kembali fokus dengan makanannya.

Dengan kesal, Gavin meraih gelas bekas Kenzie. Meminum susu dari gelasnya sampai tandas.

"Apa-apaan sih, itu tuh gelas gue."

"Yah, gue salah."

"Drama."

Kenzie bangkit dari tempatnya, meraih ransel dan ponselnya diatas meja dan berlalu pergi. Mama sama papa Gavin entah kemana, dimeja makan hanya ada dia dan Gavin barusan. Mana anak yang satu itu bikin kesel mulu, menguji kesabaran.

Melihat Kenzie berlalu pergi dari meja makan, dengan cepat Gavin bangkit dari tempatnya melangkah keluar dari rumah.

Tapi sayangnya, Kenzie duluan pergi diantar supir.

________

"Terimakasih pak."

Kenzie tersenyum kearah supir, dan keluar dari mobil. Sesekali Kenzie menoleh kebelakang, melihat keberadaan Gavin. Tapi sayangnya, sampai detik ini motor hitam itu tidak tanda-tanda kedatangannya.

Sampai suara deru motor terdengar dari sampingnya, dan melaju keparkiran.

"Akhirnya." Kenzie menghela napas lega, kembali melanjutkan langkahnya.

Kenzie pikir Gavin bakalan bolos, mana kelasnya hari ini ujian ulangan harian. Kalo tidak, Gavin terancam punah.

Tanpa sengaja manik Kenzie bertemu dengan manik Gavin, dengan senyuman manis terukir indah dibibir itu. Dan detik berikutnya, Gavin mengedipkan sebelah matanya seakan mengodanya.

Sontak Kenzie gegalapan, mengarahkan tatapannya kearah yang lain.

Berhubung bibirnya tidak bengkak lagi, Kenzie memutuskan kembali belajar ke ruangan. Dengan wajah yang memerah, dan jantung yang berdetak kencang.

"Pagi."

Kenzie hanya mengangguk kan, memilih fokus menyusun bukunya.

Gara-gara Gavin, Kenzie malah grogi saat ini.

"Kenapa Ken? Muka Lo memerah, telinga Lo juga."

Sontak Kenzie menyentuh wajahnya, dan telinganya secara bergantian. Panas, wajah dan telinganya terasa panas.

"Ada yang ngatain Lo kayaknya."

Fani menatap telinganya serius, dan tertawa kecil.

"Suka sama siapa Lo?"

"Maksudnya?"

"Gak, lupain."

Kenzie hanya mengangkat bahunya acuh, menatap lurus kedepan ke kaca jendela. Sampai maniknya bertemu kembali dengan manik Gavin.

Gila, dimana-mana ada Gavin. Lama-lama kepala Kenzie pecah gara-gara Gavin.

Mana kejadian tadi pagi tergiang-giang dikepalanya, terutama perut kotak-kotak itu. Selama ini Kenzie hanya melihat tubuh seperti itu dibalik layar. Dan tadi pagi itu kenyataan.

"Ken."

"Eh, iya kenapa?"

"Dian izin, katanya ada urusan keluarga."

Kenzie hanya mengangguk kan kepalanya, sembari membuka ranselnya.

"Padahal jam 10, gue juga izin."

"Besok-besok Lo berdua gak usah sekolah deh."

Fani menepuk pundak Kenzie, dan menganggukan kepalanya. Fani tau sahabatnya marah, tapi apa boleh buat urusan nya juga penting. Mana sampai dipaksa bundanya lagi.

"Ken, jangan marah yah. Besok gue bawa oleh-oleh."

"Emang mau kemana?"

"Depan sekolah."

"Br*ngs*k."

Fani tertawa terbahak-bahak, tanpa memperdulikan wajah kesal sahabatnya.

Jam terus berputar, hingga tepat pukul 10:00. Kenzie dan Fani keruang BK, meminta surat izin. Sahabatnya benar-benar pulang. Mana selama belajar, Kenzie tidak ada semangat-semangatnya.

Masa seharian ini Kenzie tidak punya teman, kan aneh.

"Gue pulang duluan, baik-baik belajarnya."

Kenzie hanya mengangguk kan kepalanya, melambaikan tangannya kearah Fani.

Dengan langkah lesu, Kenzie menyelesuri lorong sekolah satu persatu. Memilih melangkah keruang OSIS.

Lebih baik menyibukkan diri disana, daripada dikelas gak punya teman. Kenzie cuman nyaman berteman dengan kedua sahabatnya, walaupun sifat keduanya jauh berbeda dengannya.

Dengan wajah lesu, Kenzie duduk sembari meletakkan bekal makan siangnya diatas meja. Dan detik berikutnya, terdengar suara bariton memangil namannya.

"Kenzie!"

1
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru🙂
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Arutalaaa
apa cumn gue yg dri 2025🙃
balik lagi ^_^ kesini
Arutalaaa
mntul
Qaisaa Nazarudin
Jangan bilang kalo Kenzie hamil..
Qaisaa Nazarudin
PDKT nya terlalu lama dan bertele-tele menurut ku..
Qaisaa Nazarudin
Bagus ancam aja Gavin biar dia sadar,Atau bilang aja KALO GAK SADAR KAMU AKAN CARI SUAMI BARU..😃😃
Qaisaa Nazarudin
Lha kok dua2 Masih SMA ?? Padahal dua2 pinter lho,Ku pikir 17 dengan 18 mereka? 🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Akhirnya Jebol juga juga Kenzie..Tinggal nunggu Gavin junior launching..😃😃
Qaisaa Nazarudin
Astaga mending kasutnya di pandahin ke lantai aja,Dari pada di ganggu dengan suara derit ranjang..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Lumayan
Qaisaa Nazarudin
Aku jadi kepo, Sebenarnya apaan sih yg berlaku?? kok gak jelas gini??
Qaisaa Nazarudin
Heran aku kenapa gak langsung pulang kerumah aja,Demen banget cari gara-gara..
Qaisaa Nazarudin
Selalu aja kalimat begitu di mana2 novel yg udah ku baca,Pada hal bisa aja kan langsung ceritanya sekarang,Kenapa setelah ada kesalah pahaman baru mau cerita??Heran deh aku..padahal menurut ku Sekarang lah waktu yg tepat utk ceritakan semuanya biar gak ada salah paham,Atau pasangan kita bisa lebih berhati-hati setelah ini..
Qaisaa Nazarudin
CKK KU PIKIR UDAH KAPOK,MALAH NONGOL BALIK..🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Waah udah jadian nih Faninsama Angga?
Qaisaa Nazarudin
Ada apa dengan Dian?
Qaisaa Nazarudin
Gavin kayak otak beku aja,Padahal tanpa belajar juga udah juara umum,Ngapain mau ladenin tantangan nya Kenzie,Modus doang 😂😂😜
Qaisaa Nazarudin
Untung aja Gavin dtg tepat waktu, Gila si Rian,Rian ama Tiara cocok tuh..
Qaisaa Nazarudin
Kalo emang keluarga udah tau sikap keluarga Tiara dan Tiara,Mending Gavin dan Kenzie suruh pundah ke rumah Kenzie aja,Untuk keselamatan Rumah tangga Gavin,JANGAN PERNAH MENYEPELE KAN DAN MENGANGGAP REMEH KENEKATAN KELUARGA TIARA, BERJAGA-JAGA LEBIH BAIK..
Qaisaa Nazarudin
Waah udah beneran Nikah nih mereka? Gimana dong ceritanya mereka bisa ketemu kembali? 😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!