NovelToon NovelToon
Berbagi Cinta : Ternyata Aku Dikhianati

Berbagi Cinta : Ternyata Aku Dikhianati

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:488.5k
Nilai: 4.7
Nama Author: Erni Handayani

Warning cerita ini sedang dalam tahap perbaikan, jadi mohon maaf jika masih terdapat kesalahan disana-sini. 🙏

Agnia tidak pernah menyangka jika kehidupan yang selama ini ia anggap baik-baik saja ternyata penuh kebohongan. Padahal Agnia selalu merasa menjadi wanita yang paling beruntung. Betapa tidak, Agnia memiliki suami yang begitu tampan, mapan, bahkan sangat romantis. Namun beberapa tahun kemudian ada perubahan pada suaminya. Cahya bertemu dengan seseorang yang dulu pernah ia cintai dimasa lalu. Meski sudah terpisah begitu lamanya, akan tetapi takdir mempertemukan mereka kembali. Hingga pernikahan kedua itu terjadi.

Bagaimana pernikahan Agnia dengan Cahya?

Bagaimana pula pernikahan Cahya dengan Zoya?

Yuk ikuti kisah mereka selengkapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-Niie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya tidak mewakili NovetToon itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erni Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5. Teringat Masa Lalu

Setelah pertemuan itu, Cahya langsung pulang menuju kerumahnya. Dengan kecepatan tinggi Cahya melajukan kendaraannya. Begitu ramai arus lalu lintas sore ini, jam-jam seperti ini banyak orang yang sudah pulang dari kantor. Karena macet Cahya tiba dirumah agak malam.

Ting.. tong..

"Nah itu mas Cahya baru pulang," ujar Agnia yang sejak sore tadi menunggu Cahya diruang tamu. Dengan segera Agnia membukakan pintu.

"Mas kamu dari mana aja? Kok pulangnya telat?" tanya Agnia yang meraih tangan Cahya terlebih dulu dan meletakannya diatas keningnya.

"Iya maaf tadi bosnya mas ngajakin ngobrol terus," jawab Cahya yang sedikit berbohong. Karena sangat tidak mungkin jika Cahya harus mengatakan yang sebenarnya.

"Mas mandi dulu sana biar seger, biar aku nyiapin makanan," seru Agnia.

"Oke, mas mandi dulu ya," pamit Cahya ke dalam kamar.

Sembari menunggu Cahya mandi, Agnia segera menghidangkan makanan yang sudah ia masak sejak tadi. Mulai dari gorengan, opor ayam juga kerupuk tak lupa ia sajikan. Setelah beberapa menit, Cahya keluar dan mulai menyantap makanannya.

Begitupun dengan Agnia, ia selalu menunggu Cahya untuk makan. Walau sebenarnya sejak tadi lapar, akan tetapi Agnia selalu ingin makan bersama Cahya. Rasanya ada yang berbeda jika kita makan bersama dengan orang yang kita cintai.

Selesai makan Agnia langsung merapihkan meja dan langsung mencuci piring yang kotor. Sedangkan Cahya duduk di ruang tamu sambil menikmati acara di televisi.

"Padahal besok saja kamu cuci piringnya Agnia, sekarang kan sudah malam," teriak Cahya dari ruang tamu.

"Tidak apa-apa mas, ini kan sudah kewajibanku," jawab Agnia sambil mencuci piring.

Saat sedang menonton televisi, Cahya tiba-tiba teringat pertemuannya dengan Zoya. Ada rasa senang, tapi ada juga rasa gelisah yang ia rasakan. Cahya merasa senang karena akhirnya ia bisa bertemu lagi dengan Zoya. Akan tetapi, Cahya juga bingung bagaimana jika seandainya Agnia tahu jika ia bertemu dengan mantan kekasihnya tadi siang. Setelah mengerjakan pekerjaannya, Agnia mengikuti Cahya ke ruang tamu.

"Mau dibikinin kopi mas?" tawar Agnia.

"Tidak usah," jawab Cahya.

"Oiya, mas punya kejutan buat kamu!" ujar Cahya.

"Ini.." Cahya menyodorkan sebuah kado kecil yang sudah ia persiapkan sejak tadi.

"Wah apa ini mas?" tanya Agnia sambil senyum-senyum.

"Buka saja," titah Cahya.

Dengan sigap Agnia langsung membuka isi dalam kotak itu. Dan betapa terkejutnya Agnia saat ia membuka sebuah kotak persegi panjang berwarna merah yang berisi sebuah kalung liontin love.

"Indah sekali mas," ujar Agnia dengan mata yang berkaca-kaca.

"Apa kamu menyukainya?" tanya Cahya yang sedikit ragu.

"Ini buat aku mas?" tanyanya lagi karena Agnia tidak menyangka akan mendapatkan hadiah seperti itu dari Cahya.

"Iyalah buat kamu, buat siapa lagi? Selamat hari ulang tahun pernikahan sayang," Cahya langsung mendekat dan merengkuh tubuh Agnia.

"Selamat hari ulang tahun pernikahan juga mas," jawab Agnia yang langsung membalas pelukan Cahya.

"Gimana kalungnya kamu suka kan?" tanya Cahya.

"Suka banget mas," jawab Agnia yang sumringah.

"Sini biar mas yang pakaikan," pinta Cahya.

Agnia pun langsung membalikan tubuhnya, dan Cahya mulai memakaikan kalung itu dari belakang. Setelah selesai memakaikan kalung, Cahya langsung memeluk erat Agnia dari belakang.

"Makasih banyak mas," ucap Agnia yang terlihat senang sambil memegang tangan Cahya yang melingkar diperutnya.

"Sama-sama Agnia," Cahya terus memeluknya dan langsung membopong Agnia ke dalam kamar.

"Mas aku berat loh, turunin aku," pinta Agnia yang sedikit berontak.

"Engga kok, kamu ga berat," jawab Cahya yang tetap membopong Agnia.

Setibanya dikamar Cahya menidurkan Agnia di atas ranjang kasur milik mereka. Seperti sudah tidak bertemu lama Cahya mulai menindih Agnia dan mencumbu setiap bagian tubuh Agnia. Agnia yang tidak tahan merasa geli dan terangsang, namun saat Cahya akan melanjutkan aksi yang selanjutnya tiba-tiba pikirannya teringat pada kejadian tadi siang saat bertemu Zoya.

"Kenapa mas?" tanya Agnia yang kebingungan melihat Cahya tiba-tiba mengehentikan aksinya dan terbangun dari atas ranjang.

"Tidak apa-apa, mas ke kamar mandi dulu ya," pamit Cahya ke dalam kamar mandi.

Didalam kamar mandi, Cahya tiba-tiba teringat masa lalunya bersama Zoya saat itu. Cahya mulai teringat kembali akan masa lalunya bersama Zoya saat masih sekolah dulu. Saat itu mereka masih diduduk di bangku kelas 3 SMP, mereka awalnya berteman dekat. Namun karena mereka sering bersama membuat mereka nyaman satu sama lain.

Hingga suatu saat Cahya mengungkapkan perasaannya pada Zoya. Hubungan mereka terus berlanjut hingga ke bangku SMA bahkan hingga kuliah. Mereka masih sering bersama. Setiap hari mereka selalu menghabiskan waktu bersama. Mulai dari satu kelas bareng, bahkan mengerjalan pekerjaan rumah pun selalu mereka kerjakan bersama.

Mereka merupakan pasangan yang begitu serasi. Cahya dan Agnia bahkan berencana untuk menikah. Namun takdir berkata lain, tanpa ada kabar sedikitpun Zoya tiba-tiba menghilang entah kemana.

Tidak ada pesan singkat atau kabar apapun yang didapatkan Cahya. Hal itulah yang membuat Cahya sangat terpukul bahkan Cahya merasa begitu sakit hati. Ditengah lamunannya tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.

Tok... tok...

"Mas.. kamu sedang apa?" pekik Agnia dari luar kamar mandi.

"Iya sebentar Mas keluar," teriak Cahya yang merasa terkejut.

"Kamu kenapa mas?" tanya Agnia lagi.

"Aku tidak apa-apa, mas hanya sedikit pusing. Mas tidur duluan ya," pamit Cahya yang langsung tertidur diatas ranjang.

"Mas sakit?" tanya Agnia yang terlihat khawatir sambil memegang kening Cahya menggunakan tangannya.

"Mas tidak apa-apa hanya lelah saja. Yaudah kamu juga tidur sudah malam," titah Cahya.

"Iya mas," jawab Agnia yang langsung menuruti perkataan suaminya.

"Kenapa dengan mas Cahya ya, perasaan ada yang aneh," gumam batin Agnia saat berbaring disebelah Cahya.

Padahal Agnia sudah sangat menginginkan hal itu. Agnia mulai terangsang dengan aksi yang dilakukan Cahya tadi. Agnia harus menahan salivanya karena Cahya benar-benar tertidur dan tidak melanjutkan ritualnya lagi. Agnia yang merasa sedikit kesal karena hasratnya tidak tersalurkan akhirnya mau tidak mau ia juga harus tertidur.

Keesokan paginya seperti biasa Agnia sudah bangun lebih awal. Agnia sudah di sibukan dengan beberapa pekerjaan rumah dan langsung memasak untuk suaminya sarapan.

"Selamat pagi sayang," sapa Cahya saat baru keluar kamarnya.

"Pagi juga mas, kamu sudah bangun?" tanya Agnia sambil menyapu lantai.

"Apa kepalanya masih pusing mas?" tanya Agnia lagi.

"Tidak, sekarang mas sudah baikan," jawab Cahya yang terlihat lebih segar.

"Syukurlah, sarapan dulu mas," titah Agnia.

"Apa sebaiknya aku harus bertemu dengan Zoya lagi? Walau bagaimanapun aku masih ingin tahu, kenapa dulu dia tiba-tiba pergi," gumam Cahya yang tiba-tiba teringat Zoya lagi.

"Mas, mas kenapa bengong," tanya Agnia yang menautkan kedua halisnya.

"Iya maaf mas baru ingat jika hari ini ada meeting, mas harus pergi sekarang," pamit Cahya yang langsung berlalu meninggalkan Agnia.

1
Amilawati
👎🤮🤮👎🤮 karakter semua rendahan
efridaw995@gmail.com
kenapa juga Zoya dan Cahya bahagia hidupnya Thor
sedangkan Agnia menderita ada Bayu orang tua nya tidak merestui hanya karena janda mna karma buat Zoya dan Cahya
R-Niie: belum selesai kak ceritanya 😅
total 1 replies
Ema Hafidz
cerita nya bagus cuma kurang dikit. deh
Sri Sunarti
👍
R-Niie: terima kasih banyak kak😊
total 1 replies
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
R-Niie: makasih banyak kak🙏😁
total 1 replies
Windarti08
calon imam keknya nih🤭🤭
Windarti08
coba si Zoya gak mati, pasti gak mikirin Agnia dan Rehan🤧
Windarti08
hadeh Agnia... kau kan bisa pesan taksi online... knapa harus diantar sama Cahyono sih...😏
Windarti08
aku perhatikan semua waktu yg ditempuh dalam cerita ini semuanya butuh satu jam.
dalam bab ini kan perjalanan ke RS dengan ambulans, secara logika biasanya klo menghubungi ambulans pasti RS terdekat dong, tapi ini kok sampai satu jam baru tiba.
mohon maaf meskipun di dunia halu, tapi diusahakan ceritanya juga harus masuk logika.
sekali lagi maaf, aku komen untuk masukan buat author bukan bermaksud menghujat.
semoga kedepannya lebih semangat dan bisa membuat karya lain yang jauh lebih bagus lagi 🙏🙏🙏
R-Niie: Tidak apa kak, mohon di maklum itu novel pertama aku jadi masih banyak kurangnya dan kesalahan di mana-mana 🙏😅Aku malah seneng ada yang ngasih masukan 😁
total 1 replies
Windarti08
gara-gara anakmu lah Bu... kok masih nanya sih
Windarti08
satu jam mulu Thor waktunya, sama kek waktu pergi ke taman juga satu jam 🙏🤭
Windarti08
Agnia... bilang aja terus terang klo ibu mertuamu nanya, yg salah juga anaknya Bu Shinta kok kamu yg bingung
Windarti08
bu Hana... emang Ibu rela anak perempuanmu dikhianati dan dimadu? kok Agi gak boleh cerai dari Cahya
Windarti08
bukannya di pertemuan pertama mereka Cahya udah bilang klo dia udah menikah, knapa sekarang Zoya merasa dibohongi oleh Cahya?
Windarti08
maaf bukannya Pak Adi itu ayahnya Cahya, klo ayahnya Agnia Pak Arga kan?🙏
R-Niie: iya kayanya ketuker kak, salah ketik 😅🙏. mohon maaf masih banyak kekurangan 🙏
total 1 replies
Windarti08
jadi ini suara tangis si baby?
kok aku bacanya sambil nyanyi ya... inget sama lagunya Coboy Junior
klo gak baca paragraf dibawahnya, gak tau klo itu suara bayi nangis 🤭✌
R-Niie: hihi mohon di maklum kak, masih banyak belajar itu termasuk novel pertama ku jadi masih banyak yang harus diperbaiki 🙏😅
total 1 replies
Windarti08
Zoya udah cerai resmi apa cuma ditinggal gitu aja sama rizal, klo cuma ditinggal belum dicerai berarti status Zoya masih istri Rizal, kok bisa nikah sama Cahya🤔
Windarti08
sebenarnya Zoya wanita yg baik dan taat beragama pula, sayang sekali klo nantinya jadi pelakor di rumah tangga Agnia
Windarti08
maaf Thor, pada kalimat "mungkin karena kami sudah menjalani kehidupan bersama" harusnya bukan 'kami' tapi 'mereka' karena bab ini kan POV author 🙏
R-Niie: makasih banyak buat masukannya kak, iya memang di cerita ini harusnya banyak yg di revisi maklum ini karya pertama aku jadi masih banyak kesalahan😅🙏
total 1 replies
Windarti08
hay aku mampir Thor🤗🤗
tertarik baca judulnya dan liat episodenya gak panjang.
semoga ceritanya benar-benar menarik.
aku langsung like dan subscribe ya kak... klo bagus aku vote juga
R-Niie: terima kasih banyak kak🙏😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!