NovelToon NovelToon
Cinta Pangeran Tampan

Cinta Pangeran Tampan

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:8.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Angelina

"Apa ???" Mata Bella terbelalak mendengar apa yang keluar dari mulut orang tuanya.

"Bella sudah dewasa pa, Aku Bisa Memilih Lelaki yang pantas untukku, Tidak Perlu Mencari kan ku pasangan Hidup." Ucap Bella Dengan Nada Kesal.


"Ini semua demi Kebaikan kamu juga nak" ujar mama Bella.


"Jangan Membantah Papa, apa Papa pernah mengajarimu Berkata Seperti itu? Jangan Buat malu papa. Seperti Tidak pernah mengajarimu Sopan Santun" Ucap Wira Pratama, Ayahnya Bella.


"Bella tidak akan pernah Menerima Perjodohan Ini Pa." Balas Bella dengan Nada Ketus

"Kalau Kau tidak Menerima Perjodohan Ini, Kau bisa angkat kaki dari Rumah Ini" Teriak Wira dengan kesal.


"Baik Kalau Begitu, Aku juga Sudah Muak Dengan Kelakuan Papa yang Tidak Pernah Mengerti Perasaanku" Ucap Bella dengan Air Mata yang hampir jatuh.

"Tunggu Apalagi, Lekas Pergi" Ucap Wira Kepada anak nya itu, ia tak pernah menyangka Putri satu-satunya itu bisa membantah nya.




Jangan Lupa Like,komen dan Votenya.

Selamat Membaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angelina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketahuan

Bella mengangkat panggilan dari reception .

“Halo”

“Halo mbak, tuan brayen kedatangan tamu”

“Siapa mbak ?” tanya bella  tenang

“Tuan kevin Bagaskara, adik tuan brayen”   

Bella terkejut mendengar nama itu, tapi ia buru-buru menenangkan hatinya dengan mengelus dadanya.

“Sebentar mba” bella menekan nomor 105 .

“Ya” . seperti biasa, brayen hanya menggunakan dua huruf itu menjawab telpon.

“Tuan, dibawah ada tuan kevin. Apa tuan tidak sibuk ?” tanya bella. Jantungnya deg-deg an menunggu jawaban brayen.

Katakan kalau kau sedang sibuk tuan, please. Batin bella

“Ya, suruh masuk saja” 

 Sial. Ini gawat. Batin bella

“Baik tuan” bella kembali ke panggilan reception.

“Suruh naik aja mbak” ucap bella

“Oke

Hah, matilah aku. Bella langsung melepaskan ikat rambutnya dan buru-buru menutup wajahnya sambil menunduk. 

Yah, begini lebih baik. Batinya sambil menatap laptopnya

“Siang mbak, kak brayen ada ?” tanya kevin sopan.

Deg

Astaga, suara itu yang lama kurindukan.

“Ada, silahkan langsung masuk saja tuan” ucap bella tanpa menoleh.

Kevin heran melihat asisten kakak nya itu, tapi ia mengabaikan nya. Lalu kevin masuk ke  ruangan brayen.

Huh, aku lebih milih tak punya jantung saja kalau begini. Ucapnya mengelus dadanya.bella tersentak mendengar panggilan telephone di sampingnya, ia buru-buru mengangkat sambungan itu.

“Halo” 

“Apa masih ada yang harus kukerjakan ?” tanya brayen

“Emm, tidak tuan” ucap bella mencoba tenang

“Baiklah, aku mau  pergi dengan adik ku, siapkan mobil” ucap brayen

“Apa ???” bella kaget

“Kenapa ? kau mau membantahku ?” brayen mulai geram

“Ti-tidak tuan. baik lah saya akan siapkan, saya tunggu dibawah tuan”  bella gugup lalu brayen menutup sambungan itu.

Ah, Kenapa harus dia sih ? gawat, kalau kevin tahu aku siapa bisa-bisa panjang urusaannya. Akh. Batin bella kesal

Lalu ia merapikan mejanya dan mematikan komputer di depannya, ia  mengambil tasnya dan langsung turun menuju parkiran.

Benar-benar merepotkan. Masih mengumpat

Bella berdiri di samping mobil menunggu kakak beradik itu datang.

Huffft.. tenang bella, tenang. Bersikap biasa sajak kau pasti bisa melewatinya. batin nya

Dari jauh tampak brayen dan kevin datang di temani  oleh manager vito. Bella menghela nafas memantapkan dirinya agar tetap tenang.

“Baiklah, saya antar sampai sini saja ya, semoga makan malam kalian mengesankan.” Ucap manager Devan.

“Oke pak” ucap kevin, lalu manager Devan berjalan menjauh dari tiga anak muda itu.

“Hei, kau kenapa  berdiri seperti patung begitu?” tanya brayen

“Oh. Tidak apa-apa tuan. silahkan masuk” bella membuka pintu untuk kedua tuan nya itu.bella mengambil  kursi dibelakang kemudi, nampak kevin sibuk mengotak atik tabletnya bermain game. Bella mulai meluncurkan mobil meninggalkan perusahaan.

.

.

.

.

“kau mengajak ku makan malam, tapi kau sibuk dengan game mu itu” brayen mendengus kesal.

“Ahh, kakak belum bermain saja. permainan ini sungguh menyenangkan kak, sama seperti saat bermain dengan wanita-wanitaku. Hahha” kevin tertawa puas.

Deg

Bella merasa sakit mendengar ucapan kevin, namun ia langsung mengontrol emosinya. Ia tahu posisi nya saat ini Sekretaris brayen.

“Kau belum berubah ya”

“Kau mau mendengar ceritaku saat bermain dengan wanita-wanitaku disana ?” goda kevin

“Memang aku kurang  kerjaan ? Bodo amat lah” ucap brayen ketus

“Hahaha, kenapa kau tak mencoba nya saja kak ? kau mulai sekali saja pasti langsung ketagihan aku lihat banyak cewek cantik yang mendekati mu, mengapa tak kau manfaatkan saja ?” kevin tetap memainkan game nya.

“Sudah lah, itu tidak penting” ucap brayen menyandarkan tubuhnya di kursi

Bella berusaha keras menahan amarahnya, ia sungguh memerlukan kekuatan yang super untuk membendung mata nya yang sudah memanas. Tak terasa sampailah mereka di sebuah restoran yang cukup mewah, restoran yang  biasanya di kunjungi bella bersama brayen akhir-akhir ini.

“Kita sudah sampai tuan” ucap bella lirih. Mereka langsung masuk ke restoran itu, bella mengikuti mereka dari belakang.

“Silahkan duduk tuan” bella mempersilahkan kedua lelaki itu duduk di kursi yang telah di sediakan. Setelah itu  bella pergi ke meja lain, memisahkan diri dari kedua lelaki itu.

“Hei, kau mau kemana ? Ikut makan saja dengan kami, tidak apa-apa” brayen mencegah kepergian bella.

“Tapi tuan..”

“Tidak usah malu-malu, ini sudah diluar jam kantor” brayen menarik salah satu kursi di sampingnya. Bella menuruti keinginan tuan nya itu dan langsung duduk disamping brayen, bersebrangan dengan kevin yang  belum selesai bermain game. Pelayan restoran datang membawa menu untuk mereka. Setelah memesan makanan pelayan restoran itu pergi. Terciptalah keheningan dimeja itu.

“Kau sangat aneh hari ini”ucap brayen menatap bella yang menunduk sedari tadi, sehingga wajahnya tertutup rambutnya yang panjang.

“Biasa saja kok, saya tidak apa-apa tuan” ucap bellamasih menunduk

“Akhhhhhhhh. Sialan, Aku kalah lagi” teriak kevn membanting tabletnya di meja.

“Kau bisa bersikap sopan sedikit ? ini bukan kamar pribadi mu” brayen kesal

“Ahhh, maaf kak, lagian kalah mulu dari tadi” kevin melepaskan Hoddie  yang membalut ditubuhnya.

Tak lama kemudian, pelayan datang membawa makanan ke meja mereka, dengan hati-hati pelayan itu meletakkan makanan di meja itu, ia melirik kevin yang mengibaskan hoddie nya  dan meletakkan nya sandaran kursinya.

“Hai, kau lumayan juga. Mau berkencan dengan ku ?” tanya kevin asal

Pelayan itu hanya tersentum mendengar ucapan kevin.

“Silahkan dinikmati” ucap pelayan itu meninggalkan mereka

“Kau bisa bersikap sopan sedikit ?” ucap brayen dengan suara tertahan.

“Aku hanya memuji nya kak, Ayo makan” ucap kevin langsung mencomot ayam didepannya.

Bella diam saja sambil menunduk, ia  lagi-lagi harus menahan amarah yang menggerogoti hatinya.

“ayo makan, kau kenapa diam saja dari tadi ?” tanya brayen melirik bella disamping nya.

“Asistenmu aneh kak, dari tadi seperti itu” kevin menimpali

“DIAM” brayen geram, kevin hanya geleng-geleng kepala sambil makan dengan lahap

“Bella, apa kau  merasa tak enak badan ?” tanya brayen menatap bella

Kevin menghentikan aksinya dengan makanan di depan nya, ia melirik bella yang menunduk sedari tadi.

Bella ? seperti tidak asing. Batin nya

“Hei, kau ada masalah apa ?” tanya brayen lagi

“Tidak apa-apa tuan” bella menaikkan kepala nya melirik brayen

“Makan lah, nanti keburu dingin” brayen mengambil  air putih dan menyodorkan nya kepada bella.

“Terimakasih tuan” ucap bella tersenyum, lalu ia memberanikan diri mengangkat kepalanya tegak dan meneguk air putih itu.

“BELLA !!” ucap kevin terkejut.

“Kau kenapa ? Kau mengenalinya ?” tanya brayen kebingungan menatap Bella dan Kevin secara bergantian.

“Apa ini benar-benar kau bella ?” tanya kevin mengabaikan pertanyaan brayen.

Bella mengembuskan nafas kasar, Bagaimana pun tak ada cara untuk menghindar lagi, Ia menatap kevin dengan senyum manisnya.

“Hai kevin Apa kabar ?” tanya bella ramah. Padahal hatinya sedang meronta-ronta minta menghempaskan Makian-makian yang harus ia keluarkan.

Kevin masih syok melihat bella didepan nya, perempuan ini kini menjadi Sekretaris Kakak nya sendiri. Ia menyesal mengajak Brayen makan malam dengan nya, ini benar-benar diluar dugaan nya.

1
Rika Yunus
seru
Elisabeth Gening
Kevin cemburu buta ya
Elisabeth Gening
ceritanya bagus ya, saya suka membaca
Elisabeth Gening
salut pada vino yg mengangkat Rivael jadi keluarga nya
key
Ceritanya bagus banget. alurnya tidak bertele-tele tapi mudah dicerna.
Nenk Manieez
kasian kevin thor
Nenk Manieez
kevin payah,gk gercep
Nenk Manieez
mengandung bawang
Nenk Manieez
aq rasa papa angkat rafael yg udh ngerelain kakinya bwt rafael
Nenk Manieez
dodi nikah sama siapa thor???
Nenk Manieez
suka visual vino,cool abiiis
Nenk Manieez
ada apa ni kok si vino peduli amat y?
Nenk Manieez
malang sekali nasibmu rafael
Nenk Manieez
ternyata rafael semenyedihkn itu thor😭😭
Ros Konggoasa
aseee lanjut
Lisabrginting
yg 1blm kelar,ini juga mutar2 cerita kevin. aduh..maaf ya thor.cerita nya emang keren.tp berbelit2,kelamaan. pusing.🙏🙏
Susetiyanti RoroSuli
bagud
Syifaa Prasetya
ko gantengan vino dr pd brayen
Syifaa Prasetya
belum ketahuan arahnya kemana
Susetiyanti RoroSuli
bagus banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!