NovelToon NovelToon
Nicholas

Nicholas

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Patahhati / Badboy / Tamat
Popularitas:31.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Clarissa icha

Area Dewasa.!!! Tidak ada nilai positif.
Tidak suka = SKIP


Nicholas Alexander, laki - laki tampan berusia 24 tahun itu baru saja patah hati setelah kekasih yang sudah dia kencani selama lebih dari 4 tahun itu telah di tiduri oleh laki - laki lain.
Hancur.? Tentu saja dia sangat hancur menerima kenyataan pahit itu.
Pada akhirnya dia harus melepaskan wanita yang hampir saja dia nikahi dalam waktu dekat ini.

Mampukah Nicho melupakan cinta pertamanya.?Dan menemukan cinta sejati yang sesungguhnya.?
Siapakah wanita beruntung itu yang akan mendapatkan cintanya.?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

"Kenapa.? Kakak nggak suka salad.?"

Sisil mengambil kembali mangkuk kecil berisi salad yang tadi dia sodorkan ke arah Nicho tapi di tolak oleh Nicho.

Anggukan kepala menjadi jurus andalan Nicho kalau dia sedang tidak ingin bicara. Dia kembali fokus menyantap makan siangnya.

"Kak Revan mau.? Salad itu menyehatkan,," Sisil tersenyum sambil menawarkan salad pada Revan.

"Kenapa laki - laki banyak yang nggak suka sayur,,,"

"Aku juga nggak suka, tapi karna kamu yang nawari, bolehlah di coba,," Revan menerima salad dari tangan Sisil. Dia tersenyum smirk dengan kedipan mata.

"Iiisshh,,,!!" Sisil mencebik kesal karna di goda oleh Revan.

"Aku nggak suka di kedipin.!" Serunya.

Revan terkekeh geli.

"Terus sukanya di apain.? Di cium.?" Revan justru semakin semangat menggoda Sisil karna gemas dengan tingkahnya.

"Sini aku cium,,," Revan berdiri, kedua tangannya mengulur untuk meraih wajah Sisil yang duduk di depannya.

"Iihh kak Revan apaan sih.!" Sisil menjauhkan wajahnya dengan wajah yang semakin cemberut.

Nicho melirik tajam, membuat Revan berhenti pada posisinya dengan tangan yang sudah berada di depan wajah Sisil.

"Berisik banget dari tadi.!!" Geram Nicho. Dia menepis kasar kedua tangan Revan.

"Keluar aja lu kalo nggak bisa diem.!" Ketuanya.

Nicho tidak memperdulikan Revan yang kesakitan pada kedua pergelangan tangannya.

Pukulan Nicho sudah seperti orang yang memiliki dendam.

"Heran gue.! Makin lama makin galak.!" Revan menggerutu pelan. Meski masih di dengar oleh Nicho, laki - laki itu tidak menanggapinya.

Suasana hening terjadi sampai ketiganya selesai makan siang. Diamnya Nicho membuat Sisil maupun Revan tidak berani bersuara lagi.

Tatapan dingin dan tajam itu sudah membuat keduanya enggan untuk mencari masalah lagi dengan Nicho.

Suasana hati Nicho terlihat tidak baik setelah bertemu Fely.

Sisil duduk di sofa seorang diri. Ruang bersuhu rendah itu semakin terasa dingin karna Nicho yang terus diam sejak tadi. Dia duduk di meja kerjanya sambil menatap laptop.

Entah apa yang sedang di lihat oleh Nicho di sana, tapi yang jelas pandangan matanya terlihat menerawang jauh.

Sementara itu, Revan juga sibuk dengan pekerjaannya.

Sisil terlihat semakin bosan berdiam diri di sana.

Suara dering ponsel Nicho memecah keheningan.

Dia mengambil ponsel yang ada di atas meja. Ada panggilan masuk dari Papa Alex.

Tatapan mata Nicho berubah jengah. Dia malas untuk menjawab telfon dari Papa Alex yang pastinya akan kembali membahas tentang wanita.

Nicho memilih untuk mengabaikan dan mengubah mode silent. Tapi rupanya Papa Alex terus menelfonnya hingga akhirnya Nicho mengangkatnya saat panggilan ke 4.

"Cepat datang ke rumah sakit xxx, Kenzo sedang kritis.!"

Seru Papa Alex begitu panggilannya terhubung.

"Apa.?!!" Nicho tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Dia bahkan sampai beranjak dari duduknya.

"Papa tunggu sekarang.!"

Papa Alex memutuskan panggilannya sebelum menjelaskan apa yang terjadi. Hal itu membuat Nicho bertanya - tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Kenzo.

"Gue cabut dulu Van.!"

Nicho menyambar jaket di sandaran sofa, lalu bergegas keluar dengan langkah cepat.

Revan dan Sisil yang kebingungan hanya saling pandang.

"Loh kok aku di tinggalin.?" Sisil beranjak dari duduk. Dia baru sadar kalau Nicho pergi begitu saja tanpa mengajaknya.

"Tenang,,, nanti aku anterin kamu pulang,," Revan berbicara dengan senyum lebar. Merasa senang karna akan punya kesempatan untuk berduaan dengan Sisil.

"Maaf kak,, aku pulang duluan,," Sisil beranjak dari duduknya dan berlari mengejar Nicho. Laki - laki itu sudah sampai di luar dan tengah membuka pintu mobil.

"Kak Nicho.!! Tungguin.!!"

Sisil berhasil menyusul Nicho dengan nafas yang terengah - engah.

"Kak Nicho mau kemana.?"

"Aku harus ke rumah sakit. Kamu pulang sendiri ya, aku nggak bisa nganterin kamu,,"

Nicho langsung masuk ke dalam mobil.

"Aku ikut kakak aja.!"

Tanpa menunggu persetujuan dari Nicho, Sisil ikut masuk kedalam mobil.

"Siapa yang sakit kak.?"

Nicho terlihat kaget melihat Sisil yang ikut masuk namun dia membiarkan Sisil tetap di dalam mobilnya.

"Suami Jeje,," Jawab Nicho singkat. Dia melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

"Jeje.?" Tanya Sisil. Dia tidak ingat siapa Jeje.

"Adikku,,"

Sisil mengangguk paham. Dia baru ingat dengan adik Nicho.

"Jangan ngebut kak, bahaya." Sisil menyentuh lembut lengan Nicho. Dia juga menatap khawatir.

Nicho melirik sekilas tanpa berkata apapun, tapi perlahan menurunkan kecepatan.

...*****...

Suasana di depan ruang operasi begitu haru dan menyayat hati. Nicho langsung tertegun saat melihat Jeje menangis dalam pelukan Mama Rissa. Dalam kondisi baju yang penuh dengan bercak darah, Jeje terlihat begitu hancur dan terguncang.

Sesekali histeris, memanggil nama Kenzo dan terkadang seperti sedang menangis di iringi tawa.

Kakak mana yang tidak ikut sakit melihat adiknya begitu terpuruk. Nicho bahkan kesulitan bernafas karna merasa sesak di dadanya.

Kondisi Kenzo pasti sangat buruk, hingga mampu membuat semua orang cemas dan berurai air mata.

Fely dan Mama Grace juga ada di sana. Mereka saling memeluk dalam tangisnya.

Nicho memilih untuk menghampiri Papa Alex dan Papa Andreas yang terlihat lebih tenang dari yang lain. Setidaknya mereka bisa menjelaskan apa yang sudah terjadi pada Kenzo hingga membuat kondisinya kritis.

"Pah,, Om,,!" Nicho menyapa keduanya dengan suara yang terdengar panik.

"Apa yang terjadi.?"

Papa Alex menarik nafas dalam.

"Kenzo sedang menjalani operasi untuk pengangkatan peluru di dadanya."

"Mirna di belakang semua ini."

Penjelasan dari Papa Alex membuat Nicho tertegun. Dia tidak habis pikir dengan ibu kandung Jeje yang tega mencelakai menantunya sendiri. Mencelakai ayah dari calon cucunya.

"Oppa,,," Sisil menghampiri Nathan yang berdiri cukup jauh dari semua orang. Dia bersender pada dinding dengan menyilangkan kedua tangan di dada. Dia seperti terasingkan karna terlalu jauh dari mereka.

Nathan sedang menatap Fely sebelum Sisil menghampirinya. Tatapan mata yang terlihat iba dan sedih melihat Fely sedang menangis sambil memeluk ibunya.

Sisil sempat heran dan bertanya - tanya, saat melihat Fely dan ibunya juga ada di sana. Dan begitu melihat Nathan, dia langsung menghampirinya.

"Kamu ngapain disni.?" Tak hanya Sisil yang heran melihat keberadaannya, Nathan pun ikut heran begitu Sisil menghampirinya.

"Oppa, sebenarnya ada hubungan apa kak Fely dengan orang yang ada di dalam ruangan itu.?"

Sisil menunjuk ruang operasi.

"Dia Kenzo, kakak Fely. Kamu masih inget.?"

Sisil langsung diam. Jawaban Nathan membuat pikirannya berkecambuk dengan segala pertanyaan dan dugaan yang muncul bersamaan.

Tiba - tiba Sisil berfikir kalau dunia ini sangat sempit.

Dia tidak mengira kalau Jeje adiknya Nicho adalah istri dari kakaknya Fely.

Berarti mereka tau kalau Fely sudah memiliki kekasih, karna mereka saling terkait satu sama lain.

Lalu kenapa kakak Fely dan Mama Fely bersikeras untuk menikahkan Fely dan Nathan, sedangkan kekasih Fely saat itu adalah saudara ipar Kenzo sendiri.

Dan sekarang Sisil sedang dekat dengan Nicho. Dekat dengan wanita yang merupakan sepupu dari laki - laki yang secara tidak sengaja sudah mengambil Fely dari Nicho.

"Sisil.!" Nathan menepuk pelan bahu Sisil. Dia langsung tersadar dari lamunannya.

Pikirannya semakin kacau saja setelah mengetahui hubungan yang saling memiliki keterkaitan itu.

"Terus kamu ngapain ada disini.?" Nathan masih saja penasaran dengan kedatangan Sisil si rumah sakit.

"Aku dateng sama kakaknya Jeje." Sahutnya lirih. Sisil menatap ke arah Nicho, membuat Nathan mengikuti kemana pandangan mata Sisil.

"Dia kak Nicho,,"

Nathan mempertajam penglihatannya untuk melihat wajah Nicho dari kejauhan.

"Kamu lagi deket sama dia.?" Tanya Nathan penuh selidik.

"Temen, dan kebetulan tetangga apartemen."

"Dia yang aku ceritain waktu itu. Yang nolongin dari Dave sial*n.!" Sisil selalu emosi setiap kali mengingat perbuatan Dave.

"Bukannya dia mirip sama idola kamu.?"

Nathan hapal betul wajah laki - laki yang di idolakan oleh Sisil. Fotonya bahkan terpajang di setiap sudut kamar Sisil.

Sisil mengangguk dengan senyum lebar. Dia sangat bahagia bisa dekat dengan seseorang yang mirip dengan idolanya.

"Seperti Park Chanyeol,," Serunya penuh semangat.

Nathan tersenyum geli.

"Setidaknya salah satu impian kamu buat ketemu idola bisa terwujud, walaupun cuma ketemu sama duplikatnya." Jelasnya sambil menahan tawa.

Adik sepupunya terlalu menggilai idol itu

...****...

Buat yang belum mampir, jangan lupa intip chat story "Pacarku Idol".

Ada di akun Ratna Wullandarrie

1
liaa
seruu
Sitinor Holisah
coba gaush pkek pov pasti cerita nya lebih seru
aroem
bagus
Ira Suryadi
Luar Biasa
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
pipi gemoy
👍🏼👏🏼🙏🏼☕
pipi gemoy
Nathan n Sisil memang punya jiwa besar🌹
pipi gemoy
mama Shinta noh👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼🌹👻
pipi gemoy
vote buat nich n Sisil✌🏼
pipi gemoy
welcome baby boy Kevin ☕👏🏼👍🏼🙏🏼
pipi gemoy
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣si Sisil satu frekuensi sama kakak n adik👻
pipi gemoy
pinter Sisil 🌹
pipi gemoy
papa alex👻🌹
pipi gemoy
pinter nick🌹
pipi gemoy
hadir Thor
nobita
aku jadi tegang 🤭
Candle_SHe
😍😍😍
arsita
ceritanya tu terlalu berbelit"
Yudi Jebaru
menarik/Rose/
Sofie Ariyani
nicho gendeng 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!