NovelToon NovelToon
My Hidden Love

My Hidden Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:799.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Krisna Yosepha

#Based True Story

Saat ia yang kau sebut "General Manager" mendekatimu hanya karena ingin tahu. Mengajakmu sembunyi dari statusnya saat ini. Pria itu tak lagi sendiri, namun dua insan telah mematahkan teori tentang hati.
Krisna, wanita yang kerap kecewa akhirnya pandai menyimpan cerita. Benar saja, godaan datang di waktu yang ia sendiri tidak pernah bayangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Krisna Yosepha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Stage 35 Luka

Ketika malam menyapa

Ketika itu pula rindu kurasa

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

"Tidak apa-apa sayang," jawab Poda.

Poda membalas pelukan Krisna dengan tatapan tajam dan seringai nakalnya membuat Krisna bergidik ngeri. Pasalnya mereka baru saja bertemu malam ini setelah pertikaian panjang mereka.

"Semoga Poda tidak melakukan sesuatu yang buruk," pikir Krisna.

"Sayang," lirih Poda.

"Kenapa sayang?," ucap Krisna.

"I love you," lirih Poda lagi.

"I love you to sayang," ujar Krisna.

"How much?," tanya Poda.

"More than love my self," jawab Krisna dengan senyum manisnya.

Tanpa Krisna menyadarinya, senyum tulusnya justru diartikan lain oleh Poda. Dia semakin tersenyum licik dan menatap penuh kelicikan. Sekali lagi Krisna bergidik ngeri. Jiwanya menolak mati-matian namun hatinya berkata menginginkannya. Bagaimanapun mereka dua insan yang saling mencintai dan selalu menghabiskan malam bersama.

"Tuhan, tolong jangan biarkan hal itu terjadi," Krisna menjerit dalam hati berharap Tuhan mengabulkan permintaannya.

Poda kembali tersenyum, kali ini terlihat tulus meskipun sebenarnya hanya modus. Tanpa seringai licik dan tatapan tajamnya. Kini Poda menatap Krisna dengan teduh. Berharap wanita di depannya bisa kembali terpikat olehnya. Poda semakin mengeratkan pelukannya. Namun Krisna hanya diam saja.

Setelah Poda menatapnya terus menerus dengan tatapan teduh, barulah Krisna sedikit luluh. Kemudian membalas pelukan Poda dengan semakin erat. Poda mengelus lembut rambut Krisna. Melihat bagaimana reaksi wanita di depannya itu. Krisna masih diam dalam pelukannya. Bibirnya mendarat di kening Krisna. Sementara tangannya mengusap lembut punggung Krisna.

Masih diam dan tidak bergeming. Membuat Poda kembali melanjutkan aksinya. Kali ini mencium leher Krisna dengan kecupan-kecupan kecil. Sedikit menggigitnya dan meninggalkan bekas cinta disana. Tiba-tiba saja Krisna memberontak. Menjauhkan kepala Poda dari lehernya.

"Ya Tuhan, apa-apaan tadi? Kenapa aku menikmatinya? Sebenarnya aku memang menginginkannya hanya saja sekarang bukan waktu yang tepat! Untuk saat ini aku masih marah dengannya dan aku tidak mau nafsu mengalahkan egoku! Aku harus terlihat tidak menginginkannya! Setidaknya untuk malam ini!," pikir Krisna.

"Kenapa?," tanya Poda. Dia tersentak kaget karena perlakuan Krisna. Kemudian laki-laki itu bertanya dengan lantang.

"Aku tidak menginginkannya," sesal Krisna.

"Oh, pantas saja! Pasti kamu sama Raka kan?," tuduh Poda.

"Tidak! Tolong jangan membawa orang lain di dalam hubungan ini," jawab Krisna.

"Aku yakin kamu seperti itu," teriak Poda sembari menatap Krisna tajam.

"Aku tidak seperti itu," elak Krisna.

"Lalu kenapa kamu menolak ku?," tanya Poda dengan sinis.

"Aku hanya lelah bersamamu ketika kamu menginginkanku! Bahkan ketika kamu dengan sengaja menyembunyikan simpananmy di belakangku, kamu tidak pernah mengakuinya! Lalu ingatlah akan kesepakatan kita untuk mengakhiri semuanya! Jangan pernah berpura-pura lupa!," tukas Krisna. Dia berkata dengan menahan air matanya agar tidak jatuh. Terlalu sayang hanya untuk menangisi orang seperti Poda.

"Ppplllaaaakkkkk," suara tamparan keras terdengar.

Poda menampar Krisna dengan kilatan kebencian di matanya. Dia terlalu murka ketika Krisna berkata Poda selingkuh di belakangnya. Terlalu gengsi untuk mengakuinya. Meski sebetulnya semua benar adanya, namun pantang bagi Poda untuk mengakui semuanya. Kebohongan satu akan menciptakan kebohongan yang lainnya. Poda tidak peduli. Dia hanya ingin terlihat tetap berpegang teguh pada janjinya, meski sebenarnya berkali-kali dia mengkhianatinya.

"Puas kamu menyakitiku?," Krisna bertanya dengan air mata yang tidak bisa dibendung lagi.

"Kamu mau aku melakukan yang lebih dari ini?," ancam Poda dengan suara yang lebih tinggi.

Krisna hanya diam memegang pipinya yang masih terasa panas akibat tamparan Poda. Dan Krisna juga yakin pasti warna pipinya menjadi merah. Tamparan ini memang sakit, tapi tidak sesakit saat Poda mengkhianatinya. Tamparan ini hanya sakit biasa, bahkan bisa hilang lalu sembuh dengan sendirinya. Berbeda dengan sakit di hatinya, itu tak kan ada seorangpun yang bisa menyembuhkannya. Sekalipun luka itu tidak terlihat.

Sungguh bukan begini takdir yang diharapkan Krisna. Dia berharap bisa hidup bahagia setelah menemukan cinta dalam hidupnya. Namun kini cinta itu justru mengurungnya dalam jurang dalam yang dia sendiri tidak tahu kapan bisa keluar dari sana. Air mata itu kembali menetes ketika teringat betapa menyakitkan pengkhianatan itu. Sangat sakit ketika mengingat dengan jelas Poda memperlakukannya sebagai ******* bayarannya.

Krisna tidak di bayar, namun Poda memperlakukannya seperti mereka yang berbayar dan hanya berlalu begitu saja. Poda tidak pernah menanggap kehadirannya. Tidak pernah sekalipun membuat Krisna bahagia. Dia datang hanya ketika menginginkan tubuhnya. Namun berlalu ketika hasratnya tersalurkan.

"Cukup pergi dan jangan kembali, kumohon," pinta Krisna dengan nada paling rendah yang bahkan hampir menyerupai orang memelas.

"Aku tidak mau," teriak Poda yang tak kunjung mengecilkan suaranya.

Krisna takut penghuni lain memergokinya bertengkar. Dia tidak mau diusir dari sini. Inilah tempat ternyaman untuk tidur dan sejenak melupakan masalah tentang keluarganya. Namun di sini Poda benar-benar mempermalukannya. Tanpa malu dia berteriak lantang dan marah-marah.

"Tolonglah, aku lelah seperti ini," pinta Krisna lagi.

"Sekali lagi kamu bicara, aku akan melakukan yang lebih dari ini!," ancam Poda yang semakin murka.

Krisna tidak berani beranjak. Tidak berani berbicara bahkan hanya untuk sepatah kata. Krisna terlalu takut melihat amarah Poda yang memuncak. Dia bingung apa yang salah dengan dirinya hingga Poda seperti ini. Bahkan jelas-jelas Krisna tidak menyukai Raka. Krisna juga tidak pernah menceritakan Raka kepada siapapun.

"Kenapa Poda mendadak marah saat aku mengatakan dia selingkuh? Bukankah Poda memang selingkuh? Itu juga dibuktikan dengan aku mengecek sendiri CCTV yang terpasang di A*dan tempat kita makan siang, aku tidak mungkin langsung mempercayai omongan Raga justru Rakalah yang memberikan ide kepadaku untuk mengecek CCTVnya dan di sana terlihat dengan jelas Poda berbicara dengan seorang wanita seperti membicarakan hal serius hingga akhirnya wanita itu berlalu sempat memeluk dan mencium Poda sebelum berlalu, tampak seperti sepasang kekasih yang akan berpisah untuk bertemu lagi", ucap Krisna dalam hati.

Dada Krisna berdenyut nyeri ketika mengingat itu semua. Sungguh Tuhan tidak adil dengan hidupnya. Dia sudah menderita selama belasan tahun dan kini, tanpa sekalipun Krisna melakukan pengkhianatan ataupun kebohongan, namun justru dia yang mendapatkan ini semua. Terjadi seperti karma, namun juga seperti belati menghujam hati. Sungguh sangat perih hati Krisna saat merasakan ini semua. Hingga Krisna tak henti-hentinya mengumpat dan menyalahkan Sang Pencipta. Namun inilah takdir yang harus dijalani. Akhirnya Krisna hanya bisa pasrah dan menyerahkan semua takdirnya kepada Tuhan.

"Lebih baik aku bicara sendiri daripada merasakan siksaan itu lagi," batin Krisna.

Sementara di depannya, Poda duduk dengan rahang mengeras seperti menahan emosi yang teramat memuncak. Dengan tatapan tajam dan kedua tangan mengepal, siap untuk menjatuhkan kepalan itu kepada siapapun yang berani mengusiknya.

Setengah jam berlalu, Poda masih berdiam diri di tempatnya. Masih duduk dengan tangan mengepal. Kali ini malah dia melihat pisau di depannya. Menatap pisau itu, lalu memegang dengan seringai liciknya

1
Alea
jahat banget
Alea
berarti umur Krisna masih belasan ya thor.
udah pacaran bebas aja Krisna.
jangan ditiru ya adik adik
AU CHANN ᵗⁱᵉᶜᵏ ( ͡° ͜ʖ ͡°)❣︎
Krisna itu cowok kn kak? kokk... gituh
Dewi Rifka
ribet.. mau bngt dianggap si Krisna. kalo uda hamil duluan mah Terima aja sih.. uda untung mau dinikahin. kalo mau dianggap jgn hamil duluan. ortu nya juga malu kali
wangi
ini lebih mirip seperti rangakaian sajak atau puisi, kata2nya itu lho terlalu puitis dan romantis, bikin baper....
masih dalam proses menikmati alur ceritanya
biar lebih dapat feel nya, tapi sejauh ini aku suka ko, novel nya beda, alurnya real bgt, GA ngadi2.....
sukses dech buat author nya
novel nya keren👍👍👍
Nurul Hidayati
lanjut dong
Susanti
𝒔𝒂𝒎𝒑𝒂𝒊 𝒔𝒕𝒂𝒈𝒆 3 𝒕𝒕𝒆𝒑 𝒃𝒏𝒈𝒖𝒏𝒈 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝒂𝒍𝒖𝒓 𝒏𝒚𝒂 𝒐𝒓𝒂 𝒎𝒖𝒅𝒆𝒏𝒈 𝒎𝒖𝒅𝒆𝒏𝒈 𝒃𝒐𝒔𝒔😇
Nadin Jolie
next
Nadin Jolie
next thor
Nadin Jolie
next thor
Nadin Jolie
next thor
Nadin Jolie
next
Radin Zakiyah Musbich
Ceritanya seru kak 👍👍👍

ijin promo ya 🐞🐞🐞

jgn lupa baca novel dg judul "HITAM"

kisah tentang pernikahan yg tak diinginkan,

jangan lupa tinggalkan like and comment 🐞🐞🐞🙏
rara
background ceritanya di jogja ya thor,,
Hayati
duhh dr awal sampe detik ini kok hatiku sm sekali ga nyess gitu ya bcnya.scroll aja nyari yg nyess blm ketemu🙏
Novi Trisna
tinggalkan aja poda thor nanti dia pasti akan nyesel ditinggal cewek sebaik athor. pilihlah kebahagian athor sendiri jangan dipikirkan pendapat orang lain.
Sarmiyati Fikhairelyn
keren bgt puisinya thor
Sarmiyati Fikhairelyn
sumpah thor,,,,,puisi2nya keren bgt
Sarmiyati Fikhairelyn
alur ceritanya susah ketebak,,,,,,,keren bgt thor
Sarmiyati Fikhairelyn
klu gw jd Krisna mending tinggalin Poda, dr pada makan hati terus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!