Apa jadinya ketika pernikahan keduanya adalah dengan seorang remaja yang tak pernah disangkanya?
Yudha Putra Baskoro,seorang pria berstatus duda yang menyimpan banyak luka dihatinya,pengkhianatan cinta pertamanya membuat yudha enggan memulai cintanya kembali,baginya sudah cukup orangtua yang masih lengkap dan seorang anak yang selalu membuatnya bertahan,tak pernah terlintas dalam benaknya untuk menjalin kasih kembali,namun siapa sangka takdir mempertemukannya dengan seorang remaja cantik yang ditakdirkan untuk mendampinginya,akankah mereka tetap bersama sebagai teman hidup?
bagaimana yudha menghadapi istri kecilnya?
dan bagaimanakah keduanya melalui awal kisah baru?
ikuti ceritanya di " My Little Wife " .
bantu like dan komen nya ya...biar semangat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuli dwi ekasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Kartu Untuk Satu kecupan
Hari ketigaku dirumah ini sebagai seorang istri,namun hari ini tak akan ada ketegangan dari sang suami yang selalu saja menggodanya,karena ada sosok anak lelaki yang sangat menggemaskan siapa lagi kalau bukan Niko.
Mengawali bangun tidur dipagi hari dengan memandang wajah sang suami yang bisa membuat jantungmu memompa lebih cepat,memandang dengan lekat meresap penuh energi yang kubutuhkan untuk mengawali pagi hari yang menyenangkan sebelum dia terbangun tentunya,kulangkahkan kakiku menuju kamar mandi tak lupa membawa baju tak ingin kejadian yang sama terulang lagi,masih membutuhkan waktu.
Setelah bersiap aku melanjutkan aktivitasku didapur,menggunakan apron andalanku ketika memasak,satu setengah jam lamanya hingga aku bisa menghidangkan semua masakan untuk penghuni rumah,tanpa harus menunggu Abang tampanku sudah muncul disusul dengan Niko yang manis berlari kearahku mengadu tidak mau menggunakan dasi dihari senin dan aku harus ekstra sabar menasehati Niko perlahan membayangkan niko adalah bima dan bimo yang memang selalu dia nasehati sedangkan kak yudha? hmm dia masih sibuk dengan layar Tabletnya.a**staga hari yang panjang
Kami makan dengan hikmat,Niko adalah anak yang baik dan sopan hanya karena dimanjakan membuatnya kadang selalu keras jika menginginkan sesuatu,namun kulihat anaknya penurut dan mandiri meski ada Baby sister tapi semua dia kerjakan sendiri dan tugas bi eem adalah mengingatkan apa yang niko lupakan.
Sedangkan kak yudha,tipe yang sangat humoris jika sedang berdua bersamaku,namun didepan orang lain dia akan sangat bertolak belakang,seperti saat ini dirinya hanya tersenyum menyapaku,tak banyak bicara dan terkadang pandangannya terfokus pada layar tabletnya,meski itu berkesan tidak sopan saat kita makan namun aku membiarkannya toh dia lakukan untuk mencari uang dalam menghidupi kami,aman.
" Kamu udah selesai? " . dia bertanya dan menatapku.
" Ayo, aku ada meeting pagi ini...udah selesai kan? biar bi soimah yang beresin ". akupun beranjak dari duduk meneguk air hingga tandas.
" Kok kak ara sama Papah sih sekolahnya? emang papah mau sekolah juga? sama niko lah gimana sih pah.. ". ahh niko menggemaskan sekali.
" Arah sekolah kamu tuh jauh niko,jadi biar papa yang antar ". tegasnya membuat bibir niko maju kedepan.
Didalam mobil kak yudha menghubungi siapa aku tak tahu dan dia mulai berbicara yang tak kumengerti mungkin masalah dikantor,aku membiarkannya
" Selesai sekolah jam berapa? ". udah selesai toh teleponanya.
" jam Dua " .
" Oke ".
Kak yudha menepikan mobilnya tepat didepan gerbang sekolah,padahal dari tadi aku sudah memintanya untuk menurunkanku di jalan trotoar tak jauh dari sekolah,menyebalkan.
" Kenapa? " tanyanya menatap kearahku,pake tanya lagi,tau apa gue malu.
" Kenapa gak turunin aku dijalan tadi sih Abang,aku...aku malu kan,nanti kalau ada yang lihat gimana? " mataku mulai memanas merasa sebal dengan keadaan ini.
" Biasakan sayang,udah turun... aku ada Meeting ".
Aku masih terdiam,merasa malu tapi aku membutuhkannya,biarlah . " hmm uang jajannya mana? ". mukaku saat ini benar benar panas,tapi mama berpesan untuk meminta kepada yudha.
" Ohh,sebentar ".
Kuintip dia mengeluarkan dompet hitamnya,memilah kartu kartu yang terselip di dompetnya,banyak sekali kartunya.
" ini ". ucapnya dengan menyodorkan dua kartu kepadaku,satu diantaranya adalah sebuah kartu ATM dengan Logo Bank yang kukenal,tapi untuk kartu yang satu terasa asing bagiku dengan warna Hitam dan Bank yang berbeda.
" ini ambil,yang ini buat jajan ( ATM ) dan yang ini buat keperluan kamu dan rumah ( Kartu Berwarna Hitam ) ". Aku menerimanya meski ragu tapi hatiku senang.
" Hmm kalo Cash ada? ". kuberikan senyum terbaikku,sungguh tak tahu malu sudah diberikan dua kartu berisikan uang sekarang minta Cash pula,biarlah punya laki tajir harus dimanfaatkan dengan benar.
" ini ". Eeh baiknya suamiku tanpa Ba Bi Bu dia menyodorkan Dua lembar uang pecahan seratus,lumayan rejeki anak Baik.
" Makasih ya Abang ". kilahku cepat membuka pintu mobil namun masih terkunci Otomatis.
" Abang pintunya.. ". pintaku karena jam sudah menunjukan jika Bell telah berbunyi beberapa siswa dan siswi terlihat berlari masuk gerbang.
" Ciuman untukku mana Sayang ".
" Astaga Abang ih...buka,Aku telat nih pleasee... ". mohonku kepadanya namun dia tetap tersenyum menyebalkan.
Sudahlah aku mengalah,berdebat dengannya pun percuma,kunetralkan diri dan hatiku,dengan penuh keberanian kuraih tengkuknya dan kukecup pipinya kilat.
" Udah... Cepet buka pintunya Abanggg.. ". Malu sungguh memalukan wajahku sudah memanas sekarang.
" Mulai Besok Biasakan Seperti ini Oke,begitupun ketika dirumah dan tak ada penolakan ".
klik...tombol pintu sudah terbuka otomatis,biarlah suami menyebalkan ini memang selalu mendapatkan apa yang diamau,aku menyerah sungguh menyerah...
Tiara keluar dari dalam mobil berlari menuju arah gerbang yang hampir tertutup rapat oleh satpam sekolah.
Hingga sosoknya menghilang masuk kedalam gedung sekolah yudha kembali menjalankan laju mobil menuju kantor.
......................................................................
Dikelas terlihat seperti biasa kegaduhan yang belum berhenti karena guru belum datang kekelas.
" Ara... ish kemana aja loe? " dengus melly mendudukan dirinya dikursi samping tiara.
" iya..Jumat kita kita kerumah loe,tapi loe sekeluarga gak ada kata tetangga loe keacara nikahan? sapa yang nikah Ra? ". timpal nindy.
" Ra kamu di cariin si Fauzi tau,dia minta nomor kamu kasih jangan? " . Rara ikut bertanya.
" Yaampun yang mana dulu nih gue jawab??? ". pusingnya punya sahabat cerewet semua.
" PR Matematika aja dulu lah Ra,gue belom nih ". ucap nindy dan melly bersamaan.
" nih ". semua langsung terdiam dengan sogokan PR Matematika,bagus sekali.
......................................................................
Dikantor
Brakkk...
" Kalian ngurus begini aja gak becus,,sampai harus data ini saya terima...Buat ulang,Besok pagi semua laporan harus ada dimeja saya,Keluar ".
Tiga karyawan yang kena amukannya bergegas keluar.
Bagus yang berada disampingnya hanya menghela nafas,baru aja nikah moodnya malah jelek begini si Boss gagal Anu kali ya.
Hari ini yudha sangat sibuk,bahkan dia melewatkan makan siangnya dan hanya meminum kopi,melirik jam tangannya sekilas dirinya beranjak dari duduknya dan berjalan keluar ruangan.
" Vina saya keluar kantor dulu ". ucapnya kepada skretaris keduanya.
" Tapi pak jam dua siang bapak ada jadwal Meeting lagi dengan Cakrawala gemilang pak ".
" Loh bukannya besok? ". seingatnya jadwal temunya adalah besok.
" Bapak sendiri yang menyetujui pemindahan jadwal Kamis lalu pak,jadi bagaimana? apa saya minta gantikan Pak Bagus? ".
" jangan...hmm kamu panggilkan Bagus ya ". dirinya kembali masuk kedalam ruangan,tak lama bagus datang.
cklek... " ya Boss? ".
" kamu jemput istri saya disekolah,saya mau Meeting dengan Cakrawala ". yudha memakai jasnya bersiap menemui pihak partner bisnisnya.
" Siap boss ".
yudha menghentika langkahnya dan kembali berbalik menghadap Bagus, " Antarkan istriku ke tempat Meeting dan temani dia ". kemudian melanjutkan langkahnya lebar.
Tugas negara...dari ngurus masalah Bapaknya,anaknya,Cucnya sekarang Bininya,nasib nasib berharap ditahun ini dia bisa dipindah tugaskan ke kantor cabang, dengan menghela nafas namun tetap menjalankan tugas