NovelToon NovelToon
Legenda Kebangkitan Wang Fei

Legenda Kebangkitan Wang Fei

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Jin kazama

Seorang pemuda bernama Wang Fei yang dianggap lemah dan tertindas berusaha mendobrak batasan dan ingin menentukan nasibnya sendiri dengan menjadi lebih kuat.



"Jika langit tidak adil dan ingin membatasi takdirku, maka aku bersumpah akan meruntuhkan langit itu.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jin kazama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13. Elemen Api Petir

Bab 13. Elemen Api Petir

Satu hari kemudian, kondisi Wang Fei benar-benar sudah pulih sepenuhnya. Saat dia hendak keluar, tiga saudari cantiknya datang untuk berkunjung.

Shi Meilan menyapa dengan lembut.

"Adik kecilku yang manis, bagaimana kondisimu? Apakah kamu yakin sudah baik-baik saja?" tanyanya memastikan.

Xia Qing-Qing dan Mu Lingyue juga mengangguk. Meskipun Wang Fei sudah terlihat sehat, kekhawatiran di mata mereka masih tampak sangat jelas.

Mendapat perhatian yang begitu tulus, tatapan mata Wang Fei menjadi lembut. Sekarang dirinya benar-benar yakin bahwa wanita-wanita di hadapannya ini tulus mengkhawatirkannya. Karena itulah, mulai saat ini dan seterusnya dia bertekad.

"Apapun yang terjadi, selama aku, Wang Fei, masih hidup, aku akan melindungi kalian dari bahaya apa pun, bahkan jika harus mengorbankan nyawaku sendiri."

Itulah janji yang dia ikrarkan pada dirinya sendiri.

Tersenyum, Wang Fei menjawab dengan pasti.

"Aku baik-baik saja, Kakak Meilan. Dan juga Saudari Qing-Qing dan Saudari Lingyue, jangan khawatir. Sekarang aku benar-benar sehat, bahkan aku merasa jauh lebih kuat dari sebelumnya."

Setelah mendengar konfirmasi tersebut, ketiga peri itu akhirnya menghela napas lega. Pada saat itu, Shi Meilan melambaikan tangannya. Sebuah kantung penyimpanan langsung muncul di genggamannya.

"Aku tahu hari ini kamu pasti ingin kembali pulang. Sebelum kamu pergi, izinkan kakakmu ini memberikan hadiah sebagai tanda bahwa kamu telah resmi menjadi adikku. Di dalamnya ada sekitar dua puluh botol pil energi tingkat menengah. Semoga kamu bisa sukses pada ujian seleksi nanti," ucapnya sambil tersenyum.

Di saat yang sama, dia mendorong kantung penyimpanan tersebut kepada Wang Fei.

Belum sempat Wang Fei mengatakan apa pun, Xia Qing-Qing dan Mu Lingyue juga melakukan hal yang sama. Ketika mereka melambaikan tangan, di telapak tangan masing-masing sudah terdapat sebuah kantung penyimpanan.

"Ini adalah hadiah dariku untuk Saudara Wang. Di dalamnya ada seribu batu roh tingkat menengah dan juga sebuah zirah pelindung bintang dua yang terbuat dari kulit binatang iblis Badak Punggung Besi. Pertahanannya sangat kokoh dan bisa membuatmu jadi lebih aman. Oh iya, di dalam sana juga ada mayat Harimau Tanduk Petir. Kamu bisa membawanya ke Aula Misi untuk ditukarkan dengan poin prestasi," ucap Xia Qing-Qing.

Kemudian dia melanjutkan.

"Jangan lupa juga bawa gulungan misi ini. Jika tidak ada, maka tugasmu akan dianggap tidak sah dan kamu tidak akan bisa menukarnya dengan poin."

Mendengar itu, Wang Fei merasa sedikit ragu dan canggung. Dia sampai tidak bisa berkata-kata karena begitu banyak hadiah yang diberikan oleh para saudari barunya ini. Terlebih lagi saat dia diberikan sebuah gulungan misi oleh Xia Qing-Qing, perasaan tidak enak itu menjadi semakin besar.

Seolah mengerti apa yang dipikirkan Wang Fei, Shi Meilan yang ada di sampingnya terkekeh.

"Tidak perlu ragu. Kamu adalah penyelamat kami. Lagi pula, Harimau Tanduk Petir itu memang kamu sendiri yang membunuhnya. Jika bukan kamu yang mendapatkannya, lalu siapa lagi yang lebih pantas?"

Bahkan Mu Lingyue yang sedari tadi hanya diam juga mengangguk menyetujui.

"Terima saja, Saudara Wang. Justru jika kau tidak menerimanya, maka kami akan sangat sedih karena itu artinya kamu benar-benar tidak menganggap kami bertiga sebagai saudaramu," ucapnya dengan ekspresi sedih yang dibuat-buat.

Namun karena ekspresi itu terlihat sangat natural, Wang Fei yang polos dan lugu sama sekali tidak menyadarinya.

Seketika wajah Wang Fei menjadi panik. Dia gelisah dan tidak tahu harus berbuat apa.

Di satu sisi dia memang membutuhkan banyak poin prestasi, tetapi di sisi lain dia juga tidak ingin merebut tugas milik para saudarinya ini. Apalagi mereka sudah sangat baik padanya, khususnya Shi Meilan yang membiarkan tempat tidurnya ditempati olehnya. Selama dia sakit, wanita itu juga memberinya ramuan herbal yang pastinya tidak murah.

Akhirnya, dengan terburu-buru dia berkata,

"B-Baik, aku akan menerimanya. Kalian bertiga jangan sedih," ucapnya tergesa-gesa.

Menyaksikan ekspresi tegang Wang Fei, Shi Meilan dan kedua gadis lainnya langsung tertawa bersamaan. Menurut mereka, wajah Wang Fei saat ini sangat lucu dan menggemaskan.

"Hahaha!"

Tawa ketiganya pun pecah.

Sementara itu, Wang Fei akhirnya cemberut. Dia menyadari bahwa saat ini dirinya telah dikerjai habis-habisan oleh mereka bertiga.

"Tsk... kalian mempermainkanku," dengusnya kesal.

"Hahaha! Maaf, maaf. Kami hanya merasa kamu terlalu serius. Candaan itu hanya untuk meredakan ketegangan saja."

Kali ini Mu Lingyue yang berbicara. Kemudian dia melanjutkan.

"Karena Kakak Shi Meilan dan Saudari Xia Qing-Qing sudah memberikan hadiah, sekarang saatnya bagiku untuk memberikan hadiah juga," ucapnya sambil melambaikan tangan.

Sama seperti sebelumnya, di telapak tangannya muncul sebuah kantung penyimpanan.

"Ini untukmu. Di dalamnya ada dua puluh lima botol pil penyembuh level dua dan juga beberapa jimat tipe pertahanan, serangan, dan kecepatan. Tidak banyak, hanya sekitar lima belas lembar, tetapi semuanya adalah jimat level dua," ucapnya sambil tersenyum manis.

Sekali lagi Wang Fei dibuat sangat tercengang. Terlepas dari itu, dia juga sangat bersyukur karena semua barang ini memang sesuai dengan kebutuhannya untuk meningkatkan kekuatan sebelum kembali menjelajah Hutan Kabut, baik untuk berlatih maupun mengambil beberapa misi demi menambah poin prestasi.

Baru saja dia hendak mengucapkan terima kasih, Mu Lingyue kembali berkata,

"Tidak perlu berterima kasih. Sudah kubilang, itu adalah hadiah yang kuberikan untukmu sebagai balasan karena telah menyelamatkan nyawa kami bertiga. Lagi pula, aku tahu sebelum acara seleksi penerimaan murid luar dimulai, kau pasti akan kembali ke Hutan Kabut untuk berlatih, bukan? Pergunakanlah semua ini sebaik-baiknya. Aku yakin semua itu akan sangat membantu."

Setelah mendengar semua itu, Wang Fei tidak lagi ragu-ragu. Dia mengambil kantung penyimpanan tersebut lalu menangkupkan tangan dan membungkuk dengan tulus kepada mereka bertiga.

"Terima kasih atas perhatian ketiga saudari kepadaku. Mulai sekarang, aku, Wang Fei, bersumpah bahwa selama aku masih hidup, aku tidak akan membiarkan bahaya apa pun menimpa kalian semua. Aku berjanji akan tumbuh menjadi lebih kuat dan melindungi kalian dengan nyawaku sendiri," serunya dengan tegas.

Seketika pernyataan Wang Fei mengejutkan ketiganya. Mereka saling berpandangan, tetapi di dalam mata mereka ada rasa bahagia, haru, dan lega di saat yang bersamaan.

Mereka lega karena dengan pernyataan itu Wang Fei tidak lagi merasa canggung dan benar-benar menerima mereka sebagai saudarinya.

Singkat cerita, setelah berpamitan kepada ketiganya, Wang Fei segera menuju Gedung Aula Misi untuk menyerahkan tugasnya sekaligus menyerahkan gulungan misi tentang perburuan Harimau Tanduk Petir.

Hasilnya sangat lumayan. Jika digabungkan dengan misi miliknya sendiri, totalnya ada enam ratus poin prestasi. Dengan poin sebanyak itu, dia bisa menukarkannya dengan berbagai hal yang sebelumnya mungkin tidak pernah bisa dia miliki.

Satu jam kemudian.

Sesosok pemuda tampan keluar dari Gedung Aula Misi. Dialah Wang Fei. Saat ini senyumnya terlihat sangat lebar. Memang benar dia mendapatkan enam ratus poin prestasi seperti yang diperkirakan, tetapi kejutan lainnya justru datang dari inti energi Harimau Tanduk Petir yang ternyata bisa dijual secara terpisah.

Poinnya juga cukup lumayan, yaitu sekitar dua ratus poin. Namun setelah mempertimbangkannya, dia memilih untuk tidak menukarkannya karena memiliki rencana lain terhadap inti energi tersebut.

"Hehehe... bukankah jika aku memurnikan inti energi ini maka elemen api biruku akan memiliki unsur petir?" gumamnya dengan mata berbinar.

Selama ini, efek petir yang ditimbulkannya hanyalah hasil dari kompresi ekstrem api biru yang dipadatkan terus-menerus. Saat dipadukan dengan kecepatan tinggi, itu hanya menghasilkan percikan listrik sederhana. Artinya, itu hanyalah petir palsu.

Ditambah lagi kultivasinya saat ini sudah menerobos ke ranah Pengumpulan Qi. Kapasitas energi spiritualnya meningkat berkali-kali lipat dan dia merasa sekujur tubuhnya dipenuhi ledakan energi yang seolah tidak ada habisnya. Perasaan itu begitu nyata hingga dia tidak sabar untuk kembali ke Hutan Kabut dan mencoba kekuatan barunya.

Saat ini di genggamannya sudah ada gulungan misi serta token tugas yang baru saja diambil. Kali ini dia tetap mengambil misi tingkat rendah, tetapi tingkat kesulitannya hampir setara dengan misi tingkat menengah karena tugas itu mengharuskannya mengambil sebuah herbal langka bernama Bunga Teratai Api Sembilan Kelopak yang sangat cocok dijadikan bahan meramu pil.

Sudah jelas bahwa tugas ini dirilis oleh orang-orang dari Aula Alkimia.

Namun kesulitan sebenarnya bukan terletak pada cara mengambil teratai api tersebut, melainkan pada makhluk buas yang menjaganya. Kabarnya, herbal itu dijaga oleh seekor Beruang Api Ganas level delapan tahap menengah yang termasuk kategori binatang iblis tingkat dua.

Jika disamakan dengan kultivator manusia, kekuatannya setara dengan ranah Pengumpulan Qi yang hanya tinggal satu level lagi memasuki ranah Pembentukan Inti.

Dengan langkah tegas dan penuh semangat, Wang Fei kembali ke kediamannya. Setibanya di sana, dia tidak membuang waktu dan langsung memurnikan inti energi dari Harimau Tanduk Petir. Di saat yang sama, dia juga mengeluarkan botol-botol pil energi tingkat menengah yang diberikan oleh Shi Meilan.

Dia berencana mengokohkan pondasinya dan apabila berhasil menerobos ke tahap menengah atau bahkan tahap puncak, itu akan jauh lebih baik lagi.

"Mari mulai," gumamnya pelan.

Setelah itu dia segera mengedarkan teknik kultivasinya. Di saat yang sama, Dantian Batu miliknya bergetar dan kekuatan penelan langsung aktif.

Seketika udara di sekitar Wang Fei mulai bergetar. Inti energi Harimau Tanduk Petir yang telah disiapkannya langsung melayang di udara. Ketika diselimuti energi penelan, inti tersebut perlahan meleleh dan berubah menjadi butiran-butiran energi yang meresap masuk ke dalam tubuh Wang Fei.

"WUSH!"

Merasakan untaian arus energi yang terus memasuki dantiannya, rasa hangat langsung mengalir ke seluruh tubuhnya. Pada saat itu, tubuhnya pun bergetar halus.

Di saat yang sama, dia mulai merasakan unsur petir menyebar ke seluruh tubuhnya, mulai dari tulang, daging, darah, otot, hingga akhirnya menuju seluruh organ dalam.

Tiba-tiba elemen api biru yang selama ini tertidur mendadak menjadi sangat gelisah.

"SWOSH! SWOSH! SWOSH!"

Kobaran api biru menyala dengan hebat.

Ketika energi penelan menyemburkan kekuatan yang sangat dahsyat, api biru tersebut langsung menyatu dan beresonansi sempurna dengan energi unsur petir.

Untuk sesaat, dua elemen berbeda itu saling bertabrakan, saling menelan, dan saling menguasai satu sama lain.

Bentrokan itu menyebabkan rasa sakit yang cukup menyiksa bagi Wang Fei. Dia sedikit meringis, tetapi itu masih dalam taraf yang bisa ditahannya.

Mengapa demikian?

Jawabannya sederhana, karena saat itu kekuatan tirani dari Tubuh Iblis Hegemon Penelan Langit langsung aktif dan energi gelap yang keluar dari tubuh nya langsung meregenerasi seluruh organ dalam yang terluka akibat pergulatan dari api dan petir.

Saat keduanya terus bergulat, dantian batu kembali bergetar dan kekuatan perlahan yang lebih ganas dan brutal dari kedua elemen itu sendiri langsung menyembur dan mendominasi keduanya, atau lebih tepatnya menundukkan mereka dengan paksa.

Tidak lama kemudian, di bawah dorongan kekuatan penelan akhirnya keduanya pun berhasil menyatu dengan sempurna.

"WUSH!"

Kobaran api biru yang diselimuti ribuan percikan petir ungu langsung menyebar ke segala arah.

Kini, api biru itu benar-benar telah berubah menjadi Api Petir yang sangat memukau. Warna biru keunguannya memancarkan aura destruktif yang jelas memiliki daya hancur luar biasa dahsyat.

"Berhasil!" seru Wang Fei dengan mata berbinar.

Dia sangat puas dengan evolusi api barunya. Dia bisa merasakan dengan jelas bahwa Api Petir itu sekarang memiliki kekuatan yang sangat besar.

"Baiklah, mari lanjut ke tahap berikutnya," kata Wang Fei sambil melambaikan tangan.

Seketika, sebuah kantung penyimpanan yang berisikan dua puluh botol pil energi tingkat menengah pun berjejer rapi di depannya.

1
Fiano Yan
Mantap
izin iklan ya guys aku baru up butuh bantuan teman2 buat baca novel ku
Dewa Malaikat
Lanjuut ya thor
Ilham Akbar
Bahasanya mudah dimengerti & semoga ceritanya bagus
utk itu saya uplaus satu vote
Dewa Malaikat
lanjut ya thor. jangan mandek tengah jalan
Dewa Malaikat
mantul thor ceritanya.
Jojo Shua
😍🔥
Jojo Shua
😍
Aman Wijaya
gaaas njeduk Thor lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll lanjut terus Thor
Aman Wijaya
semangat semangat semangat Thor lanjut
Aman Wijaya
lanjut
Aman Wijaya
gaaas pooolll terus
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Jerry K-el
nunggu banyak dulu, minimal 100 bab br sy coba baca💪💪💪💪thorrrr
Night Guard
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!