Dara Kaylie Virginia, gadis muda, Cantik Dan berprestasi dibidang akademik berusia 18 tahun, mahasiswi arsitektur semester awal yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi bergengsi di Jakarta. Ia merupakan anak tunggal dari keluarga Adiguna Wiratama seorang pengusaha, senator dan politisi ternama. Sejak umur 5 tahun ia ditinggal meninggal oleh ibunya karena menderita sakit kanker.
Keenan Aldrich William, 25 tahun, seorang CEO muda, tampan , lelaki blasteran Indo- Inggris-Turkey Dan ambisius terkenal bertangan dingin dalam dunia Bisnis. Ia merupakan pewaris Dari keluarga konglomerat terkaya di Asia William Abraham.
Awal pertemuannya dengan Dara tanpa disengaja karena ia telah menyelamatkan nyawa gadis muda korban kecelakaan maut . Sejak kejadian malam itu entah mengapa ia merasakan ada yang aneh pada dirinya. Ia selalu teringat pada wajah gadis cantik itu dan perasaan ingin selalu melindunginya.
Kisah cinta yang romantis antara Dara Keenan ditengah konspirasi dan balas dendam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tracy Marie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
Ia segera duduk di belakang kemudi mobil sportnya, kemudian diiringi dengan Kyra dan Tody duduk di bangku belakang.
Mobil sport merah itu keluar dari parkiran dan langsung menuju ke arah jalan menuju mall yang tidak jauh dari cafe tempat mereka makan siang tadi.
Dara langsung menuju tempat parkir khusus di pusat perbelanjaan mewah itu.
Mereka keluar mobil sambil mengobrol dan tertawa gembira.
Mereka berjalan bergandengan memasuki pintu mall, begitu pintu terbuka otomatis udara sejuk dari pendingin ruangan langsung menerpa wajah mereka. Mereka tampak senyum sumringah menatap butik-butik yang menawarkan berbagai potongan harga.
Sebelum belanja keperluan make up, mereka akhirnya tergoda untuk berbelanja pakaian yang dipajang di butik mewah itu.
Mereka tampak semangat memasuki butik-butik mewah yang menjual berbagai macam barang-barang branded.
Hanya dalam hitungan menit mereka sudah menenteng berbagai macam barang belanjaan. Sebagai anak orang kaya shopping barang-barang branded sudah seperti kewajiban bagi mereka.
Mereka berjalan sambil menenteng barang belanjaannya masing-masing. Dengan senyum bahagia karena sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan, kemudian mereka bertiga melanjutkan acara shopping ke toko kosmetik yang menjual berbagai macam kosmetik import.
Lagi-lagi mereka memborong berbagai macam kosmetik yang ada di toko kosmetik mewah tersebut. Tampak mereka tertawa bersama saat Tody mencoba lipstik merah merona yang ada di rak display.
"Gimana beb bagus gak warnanya di bibir sexy gue?" ujar Tody sambil memanyunkan bibirnya didepan kaca.
"Gila lu Tod...merah menggoda kayak mau minta sedot bibir lu" ujar Kyra sambil tertawa.
" Udah kayak ibu-ibu pejabat lu pake gincu merah merona gitu" ujar Dara menimpali Kyra.
" Napa sich susahnya bilang bibir gue jelek, pake kiasan segala macem deh kalian bedua " ujar Tody pura-pura marah.
"Klo gue bagus gak pake warna nude ini , cocok gak dibibir mungil gue" ujar Dara bertanya kepada sahabatnya itu.
"Bagus kok , cocok dibibir loe " ujar Kyra sambil menatap bibir sahabatnya itu.
" Iya beb lo mah pake warna apa aja cocok , kulit loe kan bening banget" ujar Tody sambil memuji kecantikan Dara.
Akhirnya mereka sudah selesai acara shoppingnya, karena sudah kehausan mereka lanjut ke coffe shop yang ada di dalam pusat perbelanjaan itu.
Saking lelahnya mengelilingi mall mewah tersebut, mereka bertiga sudah tidak mempedulikan lagi barang belajaan mereka. Semua shoppping bag belanjaan tergeletak tak beraturan didekat kursi mereka bertiga duduk.
Tidak terasa hari sudah mulai gelap. Tanpa mereka sadari diluaran sana sudah mendung dan hujan mulai turun rintik-rintik.
"Aduh capek bangett kaki gue" ujar Dara.
"Iya gue juga nih sampe kram kaki nya" jawab Kyra.
" Capek tapi seru kan beb liat noh dibawah kaki belanjaan kita klo dikumpulin udah satu gerbong" ujar Tody sambil tertawa.
" Iya saking kalapnya belanja gue lupa kalo notif kartu debit gue itu terhubung di ponsel mami " ujar Kyra sambil terkekeh.
" Siap-siap aja ntar malem gue kena introgasi sama malaikat penjaga gue" ujar Kyra.
"Lu pikir lu doang yang kalap belanjanye, gue yang lebih khilaf, bisa-bisanya beli tas lagi padahal baru aja kemaren shopping bareng
nyokap di mall sebelah" ujar Tody menimpali.
" Enak dong kalian masih ada yang ngomelin, daripada gue gak ada yang ngomelin" ujar Dara dengan mimik muka sedih.
Melihat Dara bersedih , Kyra dan Tody tersadar seketika dan ikut merasakan kesedihan sahabatnya. Dara yang kurang merasakan kasih sayang ibunya yang meninggal dunia karena sakit kanker saat ia baru berusia 5 tahun.
Bersambung...
coba mampir di cerita aku ya kak.
aku ga butuh like cuma butuh saran🙏🙏🙏🙏🙏