NovelToon NovelToon
Cinta Kembali Saat Rambut Memutih

Cinta Kembali Saat Rambut Memutih

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Bad Boy / Cinta Lansia
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: husna_az

Ainun yang sudah berusia senja, harus mengurus Alif—cucunya—yang tingkat kenakalannya luar biasa. Beberapa kali dia dipanggil ke sekolah karena Alif membuat ulah. Meskipun begitu Ainun sangat menyayangi cucunya itu.

Hingga suatu hari datanglah murid baru dari kota yang ternyata cucu dari Malik, yang merupakan mantan kekasih Ainun. Perasaan tidak enak dan canggung pun membuat keduanya bingung harus bagaimana. Namun, tanpa disadari semua itu adalah awal dari cinta lama yang kembali hadir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon husna_az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Setelah keputusan hukuman diambil oleh pihak sekolah Alif dan Ainun pun pergi lebih dulu. Malik yang mengetahui itu pun segera pamit juga. Dia menarik fajar dengan tergesa agar mengikutinya.

"Opa, kenapa menarikku? Aku bisa jalan sendiri!" seru Fajar.

Namun, tidak dipedulikan oleh Malik. Pria paruh baya itu terus menarik Fajar agar bisa mengejar Ainun. Dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang sudah Tuhan berikan. Malik yakin jika pertemuannya dengan Ainun kali ini memang sudah rencana Tuhan untuk menyatukan mereka kembali.

Dulu dia pernah mengatakan jika dipertemukan lagi dengan Ainun, maka dirinya akan melakukan apa pun agar bisa bersatu kembali dengan wanita itu. Bahkan kalau pun Ainun masih memiliki suami, Malik tidak peduli, dia akan merebutnya.

"Tunggu, Ainun! Tunggu!" panggil Malik dengan sedikit berlari mengejar Ainun.

Namun, Ainun seolah sengaja terus berjalan berpura-pura tidak mendengar panggilan itu. Dia sudah tahu apa yang akan dibicarakan oleh Malik nanti. Wanita itu tidak ingin terjebak di masa lalu. Jika Malik ingin meminta maaf, bukankah dulu sebelum berpisah pria itu sudah meminta maaf padanya.

Alif yang mendengar panggilan itu pun menoleh. Namun, tangannya lebih dulu ditarik oleh Ainun. Entah alasan apa yang omanya miliki, sepertinya sengaja menghindar dan tidak ingin terlibat dengan opanya Fajar itu.

"Ainun, tunggu!" seru Malik yang kemudian menghadang langkah mereka.

Ainun pun seketika berhenti. Napasnya sudah ngos-ngosan karena memang tadi dia sekuat tenaga menarik cucunya. Padahal usianya sudah tidak muda lagi, tentu harus mengeluarkan tenaga lebih. Alif dan Fajar yang berada di antara keduanya pun hanya bisa melirik mereka bergantian.

"Kenapa kamu menghindariku? Tidakkah kamu ingin menyapaku lebih dulu?" tanya Malik dengan suara lembut.

"Maaf, Pak Malik, tapi saya ada urusan dan harus segera pulang."

"Kenapa terburu-buru? Sudah waktunya makan siang, sebaiknya kita makan siang dulu sambil berbincang."

"Seperti yang saya sudah katakan, Pak Malik, saya lulusan dan saya harus pulang."

Ainun mengajak Alif masuk ke dalam mobilnya yang memang sudah ada di dekatnya. Mereka pun segera meninggalkan halaman sekolah, meninggalkan Malik yang hanya bisa memandangi kepergian mobil yang dinaiki oleh Ainun. Dia sangat merindukan wanita itu, tapi kenapa Ainun tidak merasakan hal yang sama.

"Yah, merana deh, gara-gara gagal ngajakin cewek makan siang," ucap Fajar yang berada di belakang Malik.

Pemuda itu sengaja ingin mengejek pria yang dipanggilnya 'opa' itu. Hubungan mereka memang cukup dekat, bahkan terkadang saling ejek dan saling memanfaatkan.

"Ini semua gara-gara kamu! Seharusnya tadi kan kamu bisa jalan cepat agar Opa bisa mengejar Ainun."

"Percuma, Opa, sepertinya omanya Alif tidak tertarik sama Opa."

"Siapa bilang? Meskipun Opa sudah tua, tapi Opamu ini masih tampan dan kuat, tahu!"

"Tapi aku lihat Omanya Alif itu bukan tipe wanita yang memuja ketampanan."

Malik mengangguk dengan lemah. Dia membenarkan apa yang dikatakan Fajar. Ainun memang bukan wanita pemuja ketampanan dan kekayaan. Kedua hal itu juga yang membuat hubungan mereka dulu kandas. Sekarang bukankah sudah berbeda, apakah masih belum bisa membuat wanita itu bertahan dengannya.

"Fajar, kamu mau nggak bantu Opa," ucap Malik dengan tatapan penuh misteri.

Fajar jadi begidik ngeri. Dia sebenarnya merasakan sesuatu yang aneh dengan tatapan itu. Namun, rasa penasarannya lebih menguasai akal pikirannya. Fajar tahu jika opanya itu sedang merencanakan sesuatu yang di luar nalar, tapi itu justru membuat dia menyukainya.

Hingga akhirnya Fajar pun bertanya, "Bantuin apa, Opa?"

"Cari tahu tentang Omanya Alif. Apakah dia masih ada suami atau sudah sendirian dan bagaimana kehidupannya selama ini."

"Caranya?"

"Dekati Alif dan berteman dengannya."

"Apa! Tidak. Aku tidak mau. Opa 'kan tahu sendiri kalau aku sama Alif itu musuhan. Mana mungkin aku dekatin dia dan cari tahu tentang omanya. Nggak! Aku nggak mau."

"Ayolah, Fajar! Memangnya kamu tidak lelah terus-terusan berantem?"

"Tidak. Aku justru menyukainya."

"Halah, bohong banget. Opa akan memberikan kamu apa pun yang kamu mau asalkan kamu mau bantu Opa."

"Tidak mau, Opa. Walaupun Opa mau kasih aku mobil keluaran terbaru juga aku nggak akan pernah mau. Pokoknya aku tidak mau dan tidak akan pernah suka, titik. Terserah Opa mau melakukan apa," ujar Fajar yang segera pergi dari sana.

Malik yang melihat itu pun jadi tergagap. Dia harus bisa membuat Fajar membantunya untuk mencari tahu tentang Ainun. Malik pun mengejar bocah laki-laki itu. Apa pun yang terjadi, dia harus mendapatkan Ainun.

"Fajar, ayo dong! Jangan gitu sama Opa. Selama ini Opa sudah baik lho sama kamu. Kamu harus bantuin Opa."

"Nggak mau, Opa. Lebih baik cari wanita lain saja. Aku akan mendukung seratus persen. Opa maunya seperti apa, aku akan mencarikannya. Di luar sana banyak kok wanita tua yang masih cantik asalkan ada uangnya."

"Tidak bisa. Opa maunya Oma Ainun."

"Tidak. Pokoknya tidak! Aku tidak mau dekat dengan Alif, apalagi harus saudaraan sama dia. Aku nggak mau."

"Fajar!"

"Pria yang sedang mengalami puber kedua memang meresahkan," gumam Fajar di sela langkahnya.

Malik mendengar gerutuan Fajar. Namun, pria itu sama sekali tidak peduli. Dia terus berusaha membujuk Fajar dan keputusan Fajar pun tetap pilihan awal. Pemuda itu tidak akan pernah mau membantu Malik untuk mendapatkan Ainun karena dia tidak ingin saudaraan dengan Alif.

***

"Oma kenal sama laki-laki tadi?" tanya Alif saat mobil yang mereka tumpangi sudah meninggalkan halaman sekolah.

"Enggak," jawab Ainun dengan singkat.

"Oma, jangan bohong deh, kelihatan sekali kalau pria itu lagi ngejar-ngejar Oma. Apa dia mantan Oma?"

"Alif, sejak kapan kamu jadi tukang gosip?"

"Aku 'kan cuma nanya."

"Sudah, lebih baik kamu diam. Sebaiknya kamu pikirkan saja cara bagaimana nanti kamu bicara sama kedua orang tuamu."

"Oma lapor sama papa dan mama?"

"Tentu saja. Oma sudah capek nasehatin kamu, jadi biarkan orang tuamu saja yang nasehatin kamu sendiri."

"Oma, mah gitu, sudah nggak sayang sama cucunya. Padahal aku ini cucu Oma satu-satunya. Bagaimana kalau nanti uang sakuku dikurangi?"

"Bagus kalau begitu."

"Oma ...."

"Nggak usah pura-pura melas. Sudah nggak mempan sama Oma."

Alif cemberut sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Ainun merasa lega, setidaknya dengan cara seperti itu Alif tidak akan bertanya banyak hal tentang Malik. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan pria itu lagi setelah berpuluh-puluh tahun tidak bertemu.

Ainun mengalihkan pandangannya ke arah jendela. Dia menatap jalanan yang terlihat lenggang karena semuanya masih sibuk dengan kegiatan masing-masing. Pikirannya melayang jauh ke masa lalu, di mana dirinya ditolak mentah-mentah karena status sosialnya yang lebih rendah.

Penghinaan yang dulu dia rasakan masih sangat membekas meski sudah bertahun-tahun lamanya. Meskipun saat itu Malik sudah berusaha membelanya, tapi tetap saja dirinya punya harga diri dan tidak ingin mengemis cinta lagi. Kini semuanya telah berlalu, tapi kenapa masa lalu itu kembali hadir. Apakah mungkin ada sesuatu yang belum terselesaikan dan sekarang Tuhan memberikan kesempatan untuk menyelesaikannya.

1
Love You Z♥️
aku ngak puas bacanya,,, padahal novelnya baguuussss,,, ngak melulu percintaan anak muda remaja atau dewasa,,, tapi dicerita yang mengisahkan lansia lansia iniiii menunjukkan setia itu mahaaalll
Husna_az: terimakasih atas ulasannya kak🙏
total 1 replies
Love You Z♥️
uploadlaahhh 2 bab sehari thooooorrrr,,,
Love You Z♥️
semangat teruuussss othooooooorrrrrr,,,
ceritanya baguuuuss,,, aluuuurrrnnnyyaaa aku suka bangeeettttt,,,,, 😍😍😍😍
gaby
Seru thor, sangat jarang ada novel kisah cinta paruh baya, bahkan bila adapun biasanya mereka baru pny anak, bukan cucu yg dah remaja. Btw dr awal bab ga di sebutin brp usia mereka, biar kt bisa berhalu ria
gaby
Seru, kisah cinta pasangan paruh baya👍👍
gaby
Penyakit anak jaman skrg gitu, ga menghargai orangtua. Dulu ketika mereka msh anak2, kita para orang tua yg repot mwngasuhnya. Giliran anak2 dah dewasa & berumahtangga, kita jg yg harus jd babu ngurus cucu. Harusnya menikmati sisa usia dgn pikiran tenang, ini malah di bebani jg babu sitter. Kalo pasutri sama2 kerja, alangkah baiknya sewa pembantu buat ngasuh anak, tp tetep nenek atau kakeknya bantu pantau doang.
Love You Z♥️
sering sering up yaaa thooorrr
novelnya baguuuuss,,,, alur ceritanya juga bagussss,, aku suka😍
Husna_az: insyaallah diusahakan ya kak
total 1 replies
Mira Hastati
bagus
Nurgusnawati Nunung
semoga berhasil usaha kalian.. Fajar, Alif
Nurgusnawati Nunung
lanjut thor..
Nurgusnawati Nunung
Alif . bisa juga ngerayu oma.
Nurgusnawati Nunung
Fajar anak yang baik. masih memikirkan opa Malik..
Nurgusnawati Nunung
Aduh.. opa Malik suka nge ghibah juga yaa. 🤣
Endang Sulistia
pret...manisnya mulutmu lif..
Endang Sulistia
lanjut thor...
Endang Sulistia
betul tuh lif..👍
Endang Sulistia
cocok Alif Ama fajar jadi saudara
Endang Sulistia
🤪🤣🤣🤣
Endang Sulistia
🤣🤣🤣🤣
Nurgusnawati Nunung
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!