NovelToon NovelToon
Wedding Disaster

Wedding Disaster

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:237.3k
Nilai: 5
Nama Author: Arthi Aurora

Menikah merupakan suatu hal yang berbahagia bagi siapapun, tapi tidak berlaku bagi Azura Kalingga. Karena pernah batal menikah membuat Azura berpikir jika pernikahan itu suatu malapetaka.

Sekali gagal, membuat Azura berprinsip tidak akan menikah seumur hidupnya. Sampai akhirnya dia terjebak bersama pria di masa kecilnya.

"Menikahlah denganku!! maka hanya kebahagiaan yang akan kau rasakan."

"Maaf aku tidak berminat!!" ucap Azura cuek.

Apakah Tristan Marvino mampu mengubah pandangan Azura tentang pernikahan?

Yuk ikuti kisah selengkapnya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arthi Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Si gadis kecil

Azura mengedarkan pandangannya pada seisi cafe untuk mencari keberadaan Diandra. Jadi sepulang bekerja Diandra mengajak Azura untuk bertemu di sebuah Mall besar yang ada di ibu kota. Dan di sinilah Azura berada, di sebuah cafe yang berada di Mall tersebut.

Lambaian tangan dari seseorang yang di carinya membuat Azura berjalan kearah dimana meja Diandra berada. Senyum manis langsung terukir dari gadis berwajah oval dan berambut hitam panjang, begitu melihat kedatangan Azura. Karena kesibukannya sebagai dokter anak, membuat Diandra tidak mempunyai banyak waktu untuk bertemu dengan sahabat sekaligus calon adik iparnya.

Azura mendaratkan tubuhnya tepat di samping Diandra, masih dengan setelan kerja, rok span hitam pas lutut, serta blazer berwarna abu tua yang menjadi style Azura kali ini, jangan lupakan high heels setinggi 10 cm yang membalut kaki jenjangnya serta rambut yang masih di cepol keatas. Bedanya kini Azura sudah menyimpan kacamata tebal yang membingkai wajahnya saat bekerja.

"Maaf ya Di udah nunggu lama, tadi macet banget di jalan."

"Gak papa Ra, aku belum lama kok nyampe sini. Kamu pesen minum atau makan dulu biar nanti aku yang traktir!"

Azura mengangguk, melambai pada pelayan cafe setelah itu dia hanya memesan secangkir coffe latte.

"Kamu libur praktek Di?"

Diandra mengangguk "iya Ra, kebetulan hari ini aku lagi libur jadi ngajakin kamu ketemuan. Habis ini temenin aku shopping yuk!"

"Loh Alvero kemana?"

"Dia ada meeting sama klien, tadi siang aku juga habis datang ke kantor dia. Oh ya denger-denger kamu di jodohin sama Tristan ya?"

Azura tersenyum simpul "aku belum menyetujui Di."

"Loh kenapa? bukannya Tristan teman masa kecil kamu ya?" tanya Diandra heran. Obrolan mereka terhenti ketika pelayan cafe datang mengantarkan minuman Azura.

"Aku masih takut Di jika menghadapi pernikahan, kamu tahu kan luka yang di torehkan Denis begitu dalam. Bukannya aku belum move on dari Denis, tapi trauma itu yang kini membayangiku." ungkap Azura jujur.

"Tapi Tristan berbeda dengan Denis Ra, sepertinya dia pria yang tulus, bahkan Alvero dan Kenzo sudah mengenal Tristan begitu lama."

"Aku tahu itu, aku hanya butuh waktu saja."

Diandra menghela nafas panjang memang sulit meyakinkan Azura yang keras kepala. Apalagi masa lalu yang buruk menghantui pikiran Azura kali ini, jadi wajar jika dia tidak ingin buru-buru berkomiten dengan pria manapun.

Azura menyesap sedikit coffe lattenya, sebelum akhirnya dia kembali melanjutkan ucapannya.

"Aku mungkin bisa memaafkan Tristan, tapi aku belum bisa menerima perjodohan ini. Menikah itu bukan hanya untuk satu orang, tapi menyatukan dua kepribadian yang berbeda. Aku hanya mengenal Tristan ketika masih kecil, dan di masa sekarang bahkan aku belum mengetahui orang seperti apakah dia itu." ucap Azura panjang lebar.

"Yah kurasa kalian berdua bisa saling mengenal terlebih dulu, baru memutuskan untuk menikah."

"Tidak akan mudah Di, kamu gak ngerasain apa yang ku rasakan dulu. Di tinggal pergi satu hari sebelum akad nikah itu begitu menyakitkan. Terlebih menanggung malu karena batal menikah."

Diandra meraih tangan Azura, memberinya kekuatan "aku paham apa yang kamu rasakan, aku yakin Tristan orang yang tepat yang akan mengobati luka di hati kamu."

Azura menggeleng lemah "katanya mau shopping jadi apa nggak nih? nanti keburu malem." tanya Azura mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Kamu gak makan dulu Ra?"

"Aku masih kenyang, makan di rumah saja nanti."

Setelah Diandra membayar semua tagihannya, mereka berdua keluar dari cafe untuk berbelanja.

🍂🍂🍂

Kedua gadis muda itu mengitari seisi mall untuk mencari barang yang mereka perlukan. Dari toko baju beralih ke toko sendal dan berakhir di sebuah toko tas terkenal yang harganya bisa mencapai dua digit. Azura hanya memilih beberapa potong pakaian untuk menunjang penampilannya saat bekerja. Di sini Diandra yang membeli banyak keperluan dari mulai baju, tas dan juga sendal. Semua itu bukan barang murahan harga satuannya bisa mencapai jutaan rupiah.

Setelah puas belanja berbagai macam keperluannya, Diandra mengajak Azura untuk duduk di sebuah kursi tunggu. Sejenak mereka mengistirahatkan tubuhnya dari rasa lelah yang mendera.

"Makasih loh Ra mau nemenin aku belanja, kamu tahu jika aku belanja sama Alvero dia itu suka buru-buru ngajak pulang, mending sama kamu deh." curhat Diandra.

Azura mengulas senyum menampilkan deretan gigi putihnya "selama aku bisa pasti aku temenin kamu Di."

"Aku ke toilet bentar, kamu tunggu disini ya jagain barang-barangku dulu." ujar Diandra dengan tangan menunjuk pada beberapa paper bag yang di simpan di kursi tunggu.

"Oke,"

Diandra berlalu menuju toilet, sementara untuk mengusir rasa bosannya Azura memilih membuka aplikasi di ponselnya. Ada beberapa pesan whatsapp masuk dari nomor tak di kenal, saat melihat foto profilnya ternyata dia adalah Tristan. Azura berdecak kesal darimana Tristan bisa mengetahui nomor ponselnya.

"Pasti Alvero nih yang udah bocorin nomorku ke dia?"

Saat Azura tengah sibuk dengan pemikirannya, tiba-tiba ada seorang gadis kecil yang duduk di sebelahnya. Gadis itu membawa sebuah boneka teddy bear di tangannya. Azura tersenyum melihat si gadis kecil yang menggemaskan.

"Hai.." Azura melambai tersenyum semanis mungkin agar gadis kecil itu tidak takut.

Sontak gadis kecil yang rambutnya di ikat ekor kuda itu menoleh, menatap wajah Azura secara seksama. Tanpa di sangka tiba-tiba gadis kecil itu memeluk Azura dan memanggilnya dengan sebutan bunda. Azura yang kaget di peluk gadis yang baru di temuinya hanya bisa melongo, membiarkan tubuhnya di peluk gadis kecil yang menggemaskan.

"Siapa yang kamu maksud bunda sayang?" tanya Azura ketika pelukan itu sudah terlepas.

"Tante bunda aku kan?" ujar si gadis kecil yang umurnya kira-kira tiga tahunan.

"Bukan. Tante bukan bunda kamu? memangnya dimana bunda kamu sayang?"

"Kata ayah bunda kabul cali uang banak."

Azura terkekeh mendengar ucapan gadis kecil di hadapannya, bisa-bisanya dia bilang bundanya kabur.

"Lalu ayah kamu dimana?"

"Ayah sibuk cali bunda balu."

Lagi Azura terkekeh mendengar ucapan si gadis kecil, matanya menatap sekitar berharap ada orang tua si gadis kecil yang mencarinya.

"Adek datang kesini sama siapa?"

"Sama Ayah sama bibi. Aku kabul abisnya ayah gak mau caliin aku bunda balu."

What? anak sekecil ini udah bisa bicara seperti itu, apa mungkin dari lahir si gadis kecil tidak pernah bertemu bundanya. Azura hanya menatap iba pada si gadis kecil yang sibuk memainkan bonekanya.

"Non Chery..!!" seruan seorang wanita dari arah samping membuat Azura menolehkan kepalanya.

"Ya ampun non bibi cari kemana-mana ternyata non ada di sini." wanita sekitar 40 tahunan yang memakai seragam baby sitter langsung memeluk si gadis kecil, tapi si gadis kecil tidak bergeming tetap asyik memainkan bonekanya.

"Jadi namanya Chery bi?"

"Iya mba, dia anak majikan saya. Jika di ajak main ke Mall non Chery suka kabur kemana aja."

"Oh kebetulan tadi Chery juga yang nyamperin saya kesini."

"Makasih loh mbak udah di jagain."

"Iya sama-..." ucapan Azura terhenti begitu melihat seorang pria yang berjalan kearahnya. Nampak kehawatiran yang terlukis jelas di wajah tampannya, buru-buru Azura menundukan kepala begitu menyadari siapa pria tersebut. Bayangan empat tahun lalu kembali menari-nari menggoreskan luka lama yang sudah lama terpendam.

"Ayaahhh...!" suara Chery terdengar nyaring memanggil pria yang berdiri di hadapan Azura.

bersambung..

🍂🍂🍂

...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote, koment dan masukin daftar favorit💞dukungan kalian sangat berharga bagi author. Terima kasih🙏😍...

1
💗vanilla💗🎶
mampir ni thor 😊
Rahma Lia
Luar biasa
Nurul Syahriani
Tristan nih gak tegas bgt jadi laki
yuliyuli
anggara kyak nama suami raisa apa jangn2 tristan anaknya raisa
Asih
tristan mah ngelunjak,, udah dpt maaf,, bisa temenan lg,, eh minta lebih. . . 😆
Asih
ini mbaknya kenzo si Ara mana thor. .???
Senajudifa
salken dr kutukan cinta dn mr.playboy thor sdh kumasukan dlm favoritku jika punya waktu kubaca lg
Senajudifa
mudahan mereka cpt ketemu
Senajudifa
kok suka terlambat trs azura
Senajudifa
bagus ceritax thor
Maya●●●
udah aku masukin fav ya kak.
semangattt
Maya●●●
halo kak salam kenal. aku mampir nih di karya kakak.
mampir juga di karyaku ya kak😊
Nay⚘
jejak
Dapat salam dari "Dear Sarah"
Nay⚘
sembgtt
Yanti Sofianti
tuuuuh bnr kan... sisil jodohnya arga yg lagi OTW 🥰
Yanti Sofianti
suami sisil selingkuh, cerai... trus sisil jd nya sama arga😁
Yanti Sofianti
apakah sisil jodohnya arga yg tertunda😁
Rini Haryati
ceritanya bagus
sukses
thor
keren
semangat
Nanda Lelo
lollipop naon 😁
Nanda Lelo
gak kembar y??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!