Tuhan menciptakan setiap orang berpasang-pasangan. Tugas kita adalah Menemukan pasangan yang mencintai kita apa adanya.
Novel ini berisi cerita dari Hendra dan Fraya tentang bagaimana mereka Mememukan Cinta.
Seluruh cerita ini adalah wujud khayalan dengan bumbu kenyataan yang pernah ada disekitarku.
Selamat membaca dan semoga menikmati alur ceritanya sampai akhir ya
❤❤❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lidya Mega, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Firasat
# Happy Reading #
Esok adalah hari yang telah ditunggu Omar. Ia meluruskan niat untuk berkunjung ke orang tua rumah Fraya. Pada akhirnya, Omar memilih untuk mengistirahatkan pikiran, hati, dan juga tubuhnya.
Omar tak sabar, jika subuh nanti, ia akan menuju ke kota Bandung. Yang ia inginkan adalah segera bertemu dengan pujaan hatinya, Fraya.
Dimatikan lampu utama kamar yang sedikit menyilau. Hanya tersisa alat penerangan kecil berwarna kekuningan yang memberi kehangatan di tengah dinginnya suhu kamar berAC itu.
"Ahh, tak lama lagi aku tidak akan tidur sendirian. Aku benar-benar tak sabar menanti saat itu tiba," harap Omar dengan antusias.
Omar menyusul angan yang ingin ia capai. Jatuh dalam lelap panjang.
Ia akan bertemu dengan Fraya yang sudah lama tak bisa ia temui. Dipanggilah Fraya dengan suara keras, bahkan berteriak, namun rasanya tercekek di pangkal tenggorokannya tak mampu diucapkan.
Ada apa denganku? suaranya mendadak hilang. Bagaimana bisa aku memanggil namanya.
Tak lama, Fraya melewati Omar begitu saja. Ia tak sendiri, ada seorang laki-laki yang tengah menggandeng tangan Fraya dengan mesra. Bahkan dia sesekali mencium jemari Fraya dengan lembut penuh cinta.
Siapa laki-laki itu? Kenapa aku sepertinya mengenalnya? Tapi dimana? Ada hubungan apa mereka berdua.
Fraya terlihat berbeda, dengan balutan dress panjang warna pink muda dengan laki-laki yang bukan dirinya. Mereka telah membuat hatiku terluka.
Aku mencoba menggapainya, memanggil namanya. Fraya! Fraya! Fraya! Sekuat tenaga tapi tak ada sepatah kata yang bisa didengar oleh Fraya. Hanya sia-sia belaka karena ia tak menoleh atau berhenti untuk menyapanya.
Fraya, kemana kamu akan pergi? Dengan balutan dress itu? Rasa penasaran Omar, bak detektif ulung, Omar mengikuti Fraya pergi. Lagi-lagi ia merasa teriris sembilu saat menatap kedua orang itu bercumbu dengan begitu dalamnya.
Ayolah Fraya, lepaskan dia. Kamu adalah calon istriku. Omar berusaha mengejar melerai Fraya dengan pria itu, yang dirasa seperti seusianya.
Omar mengekori kemana Fraya melangkahkan kakinya. Melewati rimbunan hutan belantara yang dipenuhi pepohonan tinggi. Hanya sinar rembulan yang menjadi satu-satunya pelita di kegelapan.
Dalam mimpi Fraya terlihat Omar mengikutinya. Sedangkan ia masih menggenggam tangan Hendra. Serasa Hendra berbisik lirih, sayang siapa laki-laki dibelakangmu. Sepertinya kamu mengenalnya? Menurutmu, apakah aku harus menyelesaikan urusanku dengannya.
Tentulah sayang, jika kita ingin memulai hubungan kita harus membuang kerikil yang mengganggu terlebih dahulu. Jangan sampai kita kelak menyesal.
Hendra mendekap erat, membujuk Fraya. Sayang, bagaimana urusanmu dengan dia. Apa sudah beres? tanya laki-laki itu sambil tetap menggenggam erat jemari Fraya setelah melepas ciuman panasnya.
Jangan khwatir, sudah. Dalam hati Fraya merutuki diri. Huh, pria tampan, tajir, tapi t olol itu sudah kuhempaskan ke ujung dunia yang penuh derita. Ucap Fraya sambil tersenyum licik.
Sudahlah, tak perlu kau hiraukan dia lagi. Sambil menunjuk Omar. Kita biarkan saja.
Yang terpenting saat ini, Fraya sudah mendapatkan yang diinginkannya. Tentu saja ia akan memutuskan meninggalkan Omar. Dan membebaskannya dari belenggu yang sudah lama menyiksa.
Sekarang aku terbebas dan bisa hidup nyaman bersama laki-laki yang mengenalnya dengan sangat baik. Ia mampu menebak keinginanku tanpa aku harus mengucapkan. Laki-laki yang sekarang dalam dekapannya. Fraya semakin erat melingkarkan lengannya ke pinggang laki-laki impiannya.
Omar masih terus mengikuti kemana arah Fraya akan pergi. Perjalanan ini membuat ia semakin bingung, terjang, penuh semak berduri.
Kenapa aku harus harus masuk ke hutan seperti ini. Apa yang disembunyikannya dariku, Fraya? Siapa laki-laki itu, aku seperti mengenalnya. Omar dipenuhi segala tanya yang membuatnya penasaran.
Sampai akhirnya Fraya tiba di suatu rumah yang berlantai dua. Rumah bergaya minimalis, dindingnya menggunakan perpaduan kaca dan kayu, berlantai marmer. Lampu berwarna kuning menjadikan rumah itu tampak hangat.
Kenapa di tempat seperti ini ada rumah mewah. Siapa yang akan ditemui Fraya? Kenapa dia tidak pernah cerita tentang ini semua? Omar tak habis pikir.
Setelah Fraya mengetuk pintu, terlihat seorang laki-laki paruh baya tengah membukakan pintu yang tingginya sekira 2,5 meter. Mereka saling bersalaman dan berpelukan hangat. Seperti sudah akrab satu sama lain.
Omar, mencoba mendekat, ada rasa ingin tahu lebih dalam. Siapa lelaki tua yang sedang bersama Fraya. Omar mencuri dengar percakapan diantara mereka.
Selamat datang menantuku yang cantik. Papa sudah menunggu lama kehadiranmu. Sahut pria paruh baya itu.
Hah, mantu. Hei, pak tua dia itu menantu Keluarga Iskandar. Protes Omar.
Ia menyadari jika laki-laki yang umurnya hampir sama dengan papanya itu adalah salah satu kliennya. Namun ia lupa siapa namanya
Omar dibuat kesal ketika pak tua menyuruh Fraya dan laki-laki itu beristirahat berdua di dalam kamar. Omar berlari mengejar mereka. Namun tak jua Omar bisa meraih tubuh kedua orang itu.
Fraya! Jangan masuk ke dalam. Kamu calon istriku! Hanya aku yang pantas mendampingimu selamanya. Fraya!
Fraya!
Suara Omar lolos begitu saja, terbangun dari alam mimpi dengan berteriak kencang. Peluh membanjiri sekujur badannya. Nafasnya naik turun persis orang yang baru saja ikut lomba lari marathon
Pria itu memandang sekeliling. Barulah ia sadar. Saat ini dia berada di kamarnya dan baru saja bunga tidur yang amat buruk menyapanya.
"Ah, hanya mimpi," ucapnya dengan suara parau.
Omar mengusap kasar wajahnya. Keringat yang ada di keningnya telah hilang oleh gesekan telapak tangannya. Kemudian ia segera mengambil segelas air minum yang berada di atas nakas samping tempat tidurnya.
Sekali gerakan, air putih itupun habis. Membasahi saluran kerongkongannya yang telah kering. Rasa lega menyelimuti seiring nafas yang kembali teratur.
"Apa kejadian itu hanyalah bunga tidurku atau itu wujud dari buah pikiranku?" Omar berpikir sambil mengurut pangkal hidungnya.
"Ah, biarlah. Aku tidak ingin terlalu dibuat pusing oleh hal yang belum pasti itu."
Dilihatnya jam dinding di tengah temaram lampu kamar. Meski samar, Omar tetap bisa melihat jika saat ini pukul empat pagi.
Ia tak bisa lagi kembali melanjutkan istirahatnya. Dengan enggannya, Omar melangkah ke kamar mandi untuk membasuh badannya. Setelah itu ia ingin berolahraga sebentar di ruang gym.
Pria itu berharap dengan berolahraga, jiwanya yang kalut bisa tenang kembali. Ia juga ingin mengusir segala prasangka buruk yang sedari tadi lalu lalang di pikirannya.
Setelah dua puluh menit berjalan cepat di treadmill, peluh membasahi tubuh Omar lagi. Dia menghentikan aktivitas berolahraganya dan bersiap untuk pergi ke Bandung.
Masih saja, kilatan sepenggal bunga tidurnya membayang. Sepanjang dia melakukan aktivitasnya pagi ini, sejauh itu pula berkas mimpinya terputar di otaknya. Sulit sekali untuk mendorong keluar delusi yang kini menjadi beban pikiran.
❤ To Be Continued ❤
Don't forget to Like, Comment, Rate 5 stars, Share, Vote and give tips for Author.
May God have bless to you all
terima kasih Bunda Arkan untuk waktu luangnya memberikan masukan di chapter ceritaku. ❤
sukes iya kak untuk karyanya
jangan lupa mampir di karya pertamaku yang menceritakan lelaki letoy yang selalu di tolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY.
terimakasih 🙏
baca kisahku juga ya
I lOVE YOU
&
HIDUPKU BERSAMA CEO
Semangat for author 😀! Mampir yuk ke novelku📒"Sicupu and Bad Girl"😍😘
Likes👍,Coment💨💥and Vote💪🙇! Terima Kasih😘😆😀.
Kutunggu...
Author tercinta aku kembali ~~💗😘
5LIKE & RAT5 seperti biasa
Mampir kembali yu
🌸~REINKARNASI~🌸
MANGATS 😘🌈
yuk dukung karyaku, baru lulus kontrak looo,
ILMU YANG BERMANFAAT
LIKE dan KOMEN serta VOTE
sangat membatu loo...
Rate 5 bintang pula yaaaa..
terima kasih
Jangan lupa mampir ya ke ceritaku I LIKE YOU dan Awas Jatuh Cinta 🤗