NovelToon NovelToon
Legends Of Dark Souls

Legends Of Dark Souls

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Petualangan / Contest / Isekai / Barat / Tamat
Popularitas:43.4k
Nilai: 5
Nama Author: Fisher

Kekuatan besar merupakan berkah sekaligus tanggung jawab yang begitu besar, namun apakah dengan membantu mereka kau akan mendapatkan kembali kebaikan yang telah kau berikan? "Hahaha, naif sekali." Kalau kau masih berfikir demikian maka kematian yang akan menantimu di depan sana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fisher, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Tak Terduga

Ku taruh semua alat makanku dan terpaku pada wajah Martha dengan senyum tipis yang sedang dengan lahap menyantap makanannya.

"Hoi, kenapa kau berhenti makan?" Tanya Martha.

"Tidak, hanya saja aku sedang memikirkan sesuatu." Ucapku.

"Apa itu?" Ucapnya.

"Bukan sesuatu yang penting." Ucapku.

"Ya apa, cepat katakan." Ucapnya.

"Enggak ah, lebih baik kau makan saja jangan banyak bicara, itu tak baik kau tau?" Ucapku.

"Jangan menggurui ku." Ketusnya.

"Hahaha." Tawaku.

"Kenapa ketawa, cepat habiskan makananmu, kau bilang ingin membawaku ke suatu tempat setelah ini." Ucapnya.

"Baiklah." Jawabku sambil meneruskan makan.

Kling~

Ah sepertinya akan pelanggan lain, selain kami disini, karena posisi tempat duduk Ku menghadap kearah lain, jadi aku tak bisa mengetahui siapa yang barusan masuk, ya siapa juga yang kurang kerjaan melihat orang lain ingin makan.

"Permisi apakah ada kursi kosong disini?" Tanya seorang pria.

"Kalau boleh tahu, anda ingin kursi untuk berapa orang?" Jawab pelayan.

"Untuk tiga orang." Ucapnya.

"Tapi saya lihat diluar ada tiga orang dan bersama dengan anda bukankah jadi ada empat orang disini?" Tanya pelayan.

"Ah, saya disini hanyalah seorang pelayan, dan mereka adalah tuan saya." Jawabnya.

"Maafkan saya, kalau begitu silahkan ikuti saya." Ucap pelayan.

"Sepertinya mereka akan duduk di sebelah ku." Ucapku dalam hati.

"Silahkan, dan untuk pesanannya silahkan ditunggu." Ucap pelayan mempersilahkan mereka duduk, sementara pelayan mereka berdiri di samping meja.

Karena pandanganku tertuju pada makanan di depanku, aku tak tertarik dengan siapa mereka, dan hanya mendengar percakapan mereka saja seolah tak peduli.

"Aku jadi teringat saat aku mengajak Cecilius kecil untuk makan disalah satu restoran favorit ku, ya meskipun dia hanya makan sedikit lalu tertidur setelah beberapa suapan, wajahnya tampak lucu saat itu, entah kapan aku bisa menyuapinya lagi meskipun saat ini aku tau ia telah menjadi seorang remaja, tapi aku masih ingin melakukan itu sekalilagi." Ucap Ashia.

"Ayolah istriku, jangan murung seperti ini, pasti kau bisa itu lagi aku yakin hal itu pasti akan segera terwujud." Ucap Demetrius.

"Iya Ratu, tapi kita sudah beberapa hari berada disini, apa kita akan terus mencarinya?" Tanya Yuki.

"Meskipun aku telah mengirim tim pencari, tetap saja mereka belum menemukan jejaknya, sebelum aku mendengar kabar darinya aku tak akan pergi dari sini." Ucap Ashia.

"Tapi Ratu, aku sudah bosan disini, para pendeta selalu saja memintaku untuk berkhotbah untuk mereka." Ucap Yuki mengeluh.

"Ya benar yang Yuki katakan, dan aku juga harus segera kembali mengurus kerajaan." Tambah Demetrius.

"Hiks hiks, tapi Cecilius, aku masih ingin mencarinya." Ucap Ashia.

"Em, jangan menangis, bagaimana kalau kita menunggu kabar mengenainya sampai petang ini, baru kita kembali ke Alstrina." Ucap Demetrius.

"Baiklah, hiks hiks." Ucap Ashia.

Pelayan yang baru saja ingin menaruh hidangan untuk mereka merasa tak enak dengan suasana ini.

"Permisi apa ada masalah dengan mereka?" Tanya pelayan pada pria yang sedari tadi masih berdiri.

"Sebaiknya anda tak perlu untuk mengetahuinya, dan untuk makanannya biar saya yang menyiapkannya." Jawabnya.

"Em, baiklah kalau begitu saya undur diri." Ucap pelayan pergi menjauh.

Sementara pelayan pria itu menyiapkan hidangan tampaknya aku mulai terganggu dengan suara tangisan seorang wanita yang duduk di sebelahku.

"Um, berisik sekali." Ucapku melihat kerah suara tangisan.

Pandanganku sejenak terpaku pada wajah mereka, sebelum akhirnya mengalihkan kembali pandanganku pada meja makanku dengan cepat, dengan menggertakan tanganku ke meja.

"Astaga kenapa mereka ada disini!" Ucapku dalam hati.

"Hei! Bisakah kau lebih tenang." Ucap Martha.

"Bukan apa." Ucapku.

"Kau ini kenapa?" Ucapnya sambil melirik ke samping.

"Um.." Gumamku berkeringat dingin.

"Ah, bukankah itu si Dewi, apa kau mengenalnya?" Ucapnya.

"Aku sedikit mengenalnya sebagai Dewi Air yang dipuja disini.

"Hoho, ternyata di cukup terkenal ya, sebaiknya aku menyapanya." Ucapnya sambil berdiri.

"J-jangan." Ucapku sambil memegang tangannya.

"Lepas!" Ucapnya membanting tanganku.

"Sial." Ucapku menggerutu terpaku pada meja.

"Hoi, Dewi Yuki apa kau mengingatku?" Serunya sambil melambaikan tangan.

"Eto, siapa ya?" Tanggap Yuki.

"Ini aku Mizuru, orang yang dulu kau reinkarnasi." Ucap Martha.

"Ah aku ingat, kau orang yang berbuat kasar waktu itu." Ucap Yuki terkejut.

"Bukankah tak sopan mengapa kenalan lamamu seperti itu." Ucap Martha menahan amarah.

"Memang seperti itu adanya, kau itu orang yang kasar." Ejek Yuki.

"Apa iya lupa dengan apa yang sebelumnya terjadi padanya." Gumamku melihat Yuki dan Martha yang telah berhadapan dan siap untuk beradu.

"Kau bilang apa hah!" Ucap Martha.

"Memang seperti itu adanya apa aku salah bicara, ha!" Tanggap Yuki.

Dan mereka berdua terlibat dalam pertengkaran antar wanita tanpa adanya sihir yang digunakan, ya hanya saling menarik rambut mereka dan beberapa pukulan, yang pada akhirnya tetap dimenangkan oleh Martha.

"Ah, sakit lepaskan." Ucap Yuki.

"Salah siapa kau berkata seperti itu." Ucap Martha.

"I-iya, maaf bisa kau lepaskan rambutku, itu terasa ingin lepas!" Ucap Yuki.

"Huh, baiklah." Ucap Martha melepaskan genggamannya.

"Uhh, rambut indahku jadi kusut seperti ini." Ucap Yuki mengelus rambutnya.

"Ne Yuki, apa kau sudah bosan mainnya?" Ucap Ashia tampak marah.

"B-bukan begitu Ratu." Ucap Yuki ketakutan.

"Ratu? Apa dia majikanmu?" Tanya Martha.

"Um ya."Jawab Yuki.

"Mohon maaf atas kelakuan Yuki barusan." Ucap Ashia.

"Anda tak perlu meminta maaf padaku karena ini juga bukan salah anda, melainkan Dewi bodoh ini saja." Ucap Martha.

"Ha!?" Yuki mulai terpancing lagi.

"Plak.." Tangan Ashia memukul kepala Yuki.

"Ita.. Sakit Ratu!" Ucap Yuki memegang kepalanya dengan ekspresi cemberut.

"Sekali lagi saya minta maaf atas perilakunya, dan kalau boleh tau anda ini siapa? dan bagaimana anda bisa mengenal Yuki?" Tanya Ashia.

"Sebenarnya saya adalah orang yang telah direinkarnasi olehnya dan kemungkinan anda sudah mendengar hal tersebut darinya." Jawab Martha.

"Coba kuingat sebentar, ah kau Mizuru teman dari anakku." Ucap Ashia.

"Anakku?" Ucap Martha penasaran.

"Iya, didunia ini aku adalah orang orangtua dari Cecilius." Ucap Ashia.

"Cecilius? apa itu namanya saat ini?" Tanya Martha.

"Iya Cecilius adalah nama yang aku berikan padanya." Ucap Ashia.

"Jadi begitu, dan kalau aku boleh tau saat ini ia ada dimana?" Tanya Martha.

"Sebenarnya.." Ucap Ashia menjelaskan kejadian tempo dulu pada Martha.

"Apa! tidak mungkin." Ucap Martha terkejut mendengarnya.

"Ya dan sampai saat ini kami belum menemukannya, namun akhir-akhir ini kami sedikit merasakan auranya berada disni." Ucap Ashia.

"Kalau begitu aku akan ikut mencarinya!" Ucap Martha.

"Kurasa kau tak perlu melakukannya." Timpal Yuki.

"Ha!" Seru Martha.

"Benar apa yang dikatakan Yuki, anda tak perlu mencarinya, sebelumnya kami telah mengirim tim pencari namun mereka juga belum menemukan keberadaannya, dan kurasa ia masih enggan untuk menemui kami." Jelas Ashia.

"Tidak mungkin." Ucap Martha pasrah.

"Hm, ngomong-ngomong orang yang bersama dengan anda itu siapa ya." Tanya Ashia menunjuk.

Semua bulu kudukku serasa berdiri dan keringat dinginku tak henti keluar setelah Mama menunjukku.

"Ah dia tuanku saat ini." Ucap Martha dengan gamblang.

"Ara." Ashia terkejut.

"Heh jadi sekarang kau seorang budak cabe cabean ya.." Ejek Yuki.

"Aku masih suci bodoh, lagipula kalau dia berani menyentuhku aku akan langsung menghabisinya." Ucap Martha.

"Kejamnya, apa ini karena kau hanya ingin bersama dengan Cecilius?" Ucap Yuki.

"Ya begitulah." Jawab Martha.

"Hehehe, sepertinya kau telat, karena waktu Cecilius masih kecil aku sudah pernah tidur seranjang dengannya, kau sendiri bagaimana?" Ejek Yuki.

"Ternyata begitu, kau berani menyentuh sayangku, sepertinya kau tak akan melihat hari esok." Ucap Martha memendam amarah mendekati Yuki.

"Hei jangan mendekat! apa yang ingin kau lakukan!" Ucap Yuki panik.

"Bukankah sudah kubilang kau tak akan melihat hari esok." Ancam Martha.

"J-jangan mendekat, aku peringatkan jangan mendekatiku! tidakkk!!!" Teriak Yuki.

Sementara mereka berdua sedang bertengkar perlahan Mama tampak mulai berjalan mendekatiku.

*Bersambung*

1
Ai Hoshino
I like your work, cheers thor
Ai Hoshino
next
Fahud_098
)(
Konan
lanjut kan thor😫
MR. X
lanjut
blumer
lanjytt tapi knpa pwndwk
MR. X
lanjut lagi thor...
Fisher
masih sepi
ELGANTA: hahahahahahh
total 1 replies
blumer
lanjuttt l
blumer
kasi tau ba identitas nya
Fisher: sabar ok
total 1 replies
blumer
kasi tau identitasnya ba
blumer
lanjuttt
blumer
lanjutt
blumer
lanjutta
blumer
lanjutt
blumer
lanjutttt
blumer
lanjuttt
blumer
lamjuutt
blumer
lanjjugy
THE SIN LUST
next Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!