NovelToon NovelToon
Tuan Galak & Nona Kecil

Tuan Galak & Nona Kecil

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Casilla Bella

Karya ini murni dari imajinasi penulis. Tidak ada unsur plagiat.

🌺🌺🌺

Angga Pratama, seorang pengusaha muda yang sukses. Dia terkenal dengan kedinginannya. Mamanya memaksa Angga untuk segera menikah. Jika Angga tidak menikah juga. Maka, Santi akan menjodohkannya dengan anak dari sahabatnya.

Anastasya, seorang gadis yatim piatu berusia 21 tahun. Ia dibesarkan oleh asisten rumah tangganya. Yang di kenal dengan panggilan Bibi Ratih.

Suatu hari Angga dan Tasya dipertemukan. Namun, bukan pertemuan yang baik seperti pada umumnya.

Penasaran dengan kisah mereka? Jangan lupa favoritkan novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Casilla Bella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter-35

Tap!

Tap!

Tasya berjalan dengan terburu-buru, sampai akhirnya ia tidak sengaja menyenggol seseorang.

PRANG!!!

Suara pecahan gelas yang terjatuh dari nampan. Tasya membungkukkan tubuhnya, dan mulai meraih pecahan gelas itu.

"Tidak usah repot-repot, Nona Tasya!"

Suara itu terdengar tidak asing baginya. Tasya mulai menengadahkan kepalanya. Matanya menatap wanita yang tidak jauh usianya dari dirinya.

"A-aku---"

"Biar saya saja, ini sudah tugas saya."

"Kak Riri..." panggil Tasya lirih.

Riri tidak bergeming. Dia fokus mengambil pecahan gelas yang ada di lantai itu. Tiba-tiba saja Roni sang office boy datang membawa sebuah pelan.

"Kakak..." panggilnya lagi.

"Permisi Nona..." Riri menundukkan kepalanya, dan pergi begitu saja.

Tasya bergumam, "Kenapa Kak Riri bersikap seperti itu? Apa dia marah padaku?"

Tasya segera menyusul Riri ke dapur. Dapur yang sama, saat Tasya masih bekerja sebagai office girl.

"Kak!" Tasya mendekati Riri yang sedang membuat kopi.

"Apa Kakak marah padaku?" tanya Tasya, lirih.

"Marah untuk apa Nona?" tanyanya balik, tanpa menoleh sedikitpun.

Ia menghela nafas sedih, "Tasya tahu... Tasya salah. Tasya tidak mengabari Kak Riri dan Kak Yuli lagi," Tasya mulai menggigit bibirnya gugup. Jari-jemarinya tidak bisa diam, mereka saling menyauti tanpa henti.

"Kak, maafkan aku, karena aku tidak mengundang Kak Riri dan Kak Yuli ke pernikahanku."

"Apa istimewanya seorang OG seperti saya? Untuk apa juga diundang? Itu kan hanya acara untuk orang-orang kalangan atas!" sahut Riri, ketus.

"Tasya benar-benar minta maaf, Kak!" kepalanya menunduk sedih.

"Tidak perlu minta maaf. Toh bila kita tidak sengaja bertemu tadi, Nona tidak akan meminta maaf seperti ini kan?"

"Kak, tolong jangan seperti ini... dan jangan memanggilku begitu..."

"Nona, dapur ini tidak cocok untukmu. Dapur ini hanya untuk kami para pegawai rendahan saja. Jadi, sebaiknya Nona pergi. Tuan Bos juga tidak akan menyukai ini!"

"Kak... Tasya benar-benar minta maaf..."

Di lain sisi...

Angga menatap jam tangannya, "Ke mana dia? Sudah jam segini tapi belum mengantarkan makan siang untukku!"

"Tuan, ternyata Raka menyuruh seseorang untuk mengawasi rumahmu!"

"Apa? Tapi... siapa? Dan sejak kapan?!" tanya Angga dengan suara yang menggelegar.

"Hmm..." Bije mengusap-usap dagu dengan jemarinya.

"Tuan, orang itu adalah orang yang selama ini kita kenal!" ujar Bije, lalu ia memperlihatkan sebuah foto.

"Apa? Ini tidak mungkin!!" Angga menggeleng tidak percaya.

"Kau pasti salah!" tambahnya.

"Tidak, Tuan! Saya sudah menyelidiki ini dengan benar. Memang dialah orangnya!" ucap Bije mantap.

"Tapi... dia... sejak kapan dia bekerja pada Raka?"

"Sepertinya sih... baru-baru ini!" jawab Bije sambil berpikir.

"Alasannya, karena Raka mengancamnya dengan menculik cucunya yang masih bayi!" sambung Bije.

"Kenapa dia tidak memberitahuku? Kalau dia memberitahuku, aku pasti akan membantunya!" kata Angga bersungut-sungut.

"Jadi, apa yang akan Tuan lakukan? Apa Tuan akan menolongnya terlebih dahulu. Atau menghancurkan keluarga Romi?"

"Keselamatan cucunya lebih penting saat ini! Segera kirimkan orang untuk menyelamatkan bayi itu!" titah Angga dengan suara dinginnya. Bije membalas dengan anggukan.

"Sayang!" suara nyaring itu tiba-tiba mengisi seluruh ruangan.

***

Tasya dan Riri saling berpelukan, mereka sudah saling memaafkan. Riri mengerti apa yang Tasya rasakan, setelah mendengar penjelasan dari Tasya. Memang wajar saja, bila Tasya tidak mempunyai banyak waktu untuk hal lain. Saat itu keadaannya tidak memungkinkan. Dari saat Ratih membutuhkan biaya operasi, sampai pernikahan yang mendadak. Setelah itu, pastinya Tasya dan Angga sedang menikmati kebersamaannya sebagai sepasang pengantin baru. Dan tidak lama, Angga kecelakaan lalu ada orang ketiga yang menghantui bahtera rumah tangga mereka.

"Hah... aku juga sebenarnya tidak menyukai Nona Mona. Dia selalu seenaknya datang ke sini. Bahkan suka menyuruh kami seenak jidat!" ujar Riri, kesal.

"Oh ya, Di mana Kak Yuli? Sedari tadi kita mengobrol tapi, Tasya tidak melihatnya?!" Tasya celingak-celinguk mencari keberadaan Yuli.

"Yuli sudah tidak bekerja di sini. Karena tiga minggu yang lalu dia sudah menikah," Riri menghela nafas kasar.

"Kalau aku sudah menikah, aku juga tidak akan repot-repot bekerja di sini!" ujar Riri sembari tersenyum.

"Sabar Kak, nanti juga ada jodohnya!" celetuk Tasya.

"Ya ampun!!" Tasya menepuk jidatnya gemas.

"Kenapa Tas?" tanyanya.

"Aku sampai lupa, kalau aku harus mengantarkan makan siang ini untuk Angga!" kata Tasya panik.

"Ya sudah, antar saja. Kita kan masih bisa ngobrol lain kali!" ujar Riri.

"I-iya, maaf ya Kak. Gara-gara Tasya, pekerjaan Kakak jadi tertunda..." sesal Tasya sambil memanyunkan bibirnya.

"Gak papa, kan ada si Roni! Iya kan, Ron?!" tanya Riri sambil menahan tawa.

"Terserah deh!" kata Roni, malas. Gara-gara Riri banyak mengobrol dengan istri bosnya itu. Ia harus mengerjakan pekerjaan Riri juga! Misalnya tadi, dialah yang harus melanjutkan membuat kopi dan mengantarkannya pada semua karyawan.

Tasya mulai meninggalkan dapur. Berjalan menuju lift sambil menenteng kotak makanan. Setibanya di lantai tempat Angga bekerja. Tasya mendengar pembicaraan dua orang di dalam ruangan itu. Tasya menempelkan telinganya di pintu, berusaha menguping pembicaraan mereka.

"Sayang, pokoknya kamu harus segera menceraikan Tasya!" rengek Mona sambil menghentak-hentakkan kakinya.

"Sabarlah dulu..."

"Aku gak bisa sabar lagi! Waktu itu kamu janji sama aku. Kamu akan menceraikan Tasya kalau Mama Santi sudah sembuh. Sekarang Mama Santi sudah sembuh, jadi aku gak mau dengar alasan apapun lagi!!!"

Deg!

"Apa? Jadi Angga berjanji seperti itu pada Mona?" refleks, Tasya menutup mulutnya tidak percaya.

Angga membuang nafas kasar, "Iya, sayang. Nanti ya? Sekarang aku banyak pekerjaan. Tolong biarkan aku bekerja dulu!"

"Pulang dari sini, kamu harus menceraikan Tasya! Titik!" Mona memasang wajah cemberutnya.

Angga sudah sangat tidak tahan dengan kelakuan wanita yang ada di hadapannya ini. Sebenarnya ia sangat ogah untuk meladeninya. Tapi, apa boleh buat? Semua sudah terlanjur! Toh apa yang ia lakukan juga demi kebaikannya dengan wanita yang sangat dicintainya.

"Ya... ya... aku akan ikuti permainanmu Mona!" Angga bersungut-sungut dalam hati.

"Baiklah!" kata Angga, sambil tersenyum paksa.

"Sayang, kamu yang terbaik!" ucap Mona senang.

Sementara, Tasya sudah mulai menangis di luar ruangan. Apakah dia akan secepat ini menjadi janda??

"Muach!" Mona mencium pipi Angga tiba-tiba.

Angga terkejut dengan apa yang baru saja ia dapatkan. Begitu pula dengan Tasya. Ia mulai mengepalkan tangannya. Tentu saja suara kecupan Mona itu terdengar oleh Tasya. Mona mengecup Angga dengan suara yang begitu manja. Membuat Tasya semakin berpikir yang tidak-tidak.

"Mona, jangan lakukan itu lagi!" kata Angga dengan suara datarnya. Tatapan elangnya menatap tajam Mona. Kemudian telapak tangannya mengusap pipi yang tadi dicium oleh Mona.

"Lho? Itu kan Nona Tasya?! Kenapa dia hanya berdiri di luar?" gumam Bije dari kejauhan, seketika saja Bije membelalak.

"Ya Tuhan... Mona kan ada di dalam bersama Angga!"

Tasya mulai pergi meninggalkan tempat itu. Saat ia berpapasan dengan Bije, Tasya langsung memindahkan kotak makan yang ada di tangannya ke tangan Bije.

"Tolong berikan ini padanya!" titah Tasya dengan nada marah. Lalu meninggalkan Bije yang tengah termangu dengan cepat.

"Ini Gawat!"

***

Happy reading 🥰

1
Qaisaa Nazarudin
Wahh licik,itu mah tanda gak laku..kalo yg laku itu harus ada peguamnya keluarga tasya sekalian..
Qaisaa Nazarudin
Dasar ngenyel,udah gak punya urat malu.ilfil langsung aku dgn cewek kayak gini,paling gak demen dgn cewek yg ngejar2 cowok..
Qaisaa Nazarudin
Ngebet banget pengen cucu...
Qaisaa Nazarudin
wkwkwk udah ku duga..
Qaisaa Nazarudin
Ciih udah kebaca modusnya papa kamu..
Supriatun Khoirunnisa
Luar biasa
gemini 210
😂😂😂. masa bos galak takut sama ibu kost wkwkwk
Yeni Sri
ceritanya lumayan menarik
Devi Handayani
yaahh yahhh yaahhhhh
.... payyyaahhhhh dahhh😤😤😤😤😤😤
Devi Handayani
yg sabar ya tasya😢😢😢
Devi Handayani
wkwkwkwkwkwkwkwkk... mules perut gw.... waddoiiwwww😂😂😂😂😅😅🤣🤣😅😅😅😅😅🤣🤣🤣🤣😅🤣🤣🤣
Devi Handayani
dubraakkkk😅😅😅😂😂😂😂😂😅😅
Devi Handayani
iya tasya mainkan magic muuu... buat dia terbucin bucin padamu tasya🤪😚😋
Devi Handayani
waahhh wahhhh niat nyaa dah ngga bener ini....nanti kena kutuksn mm reader baru tau kamu angga🤨🤨🤨
Devi Handayani
mama memang the best deh😍😍😍😍
Devi Handayani
hayooo loohhh😏😏😏😏
Devi Handayani
wahhh ibu nya si galak ini.... jodohin Buu si tasya ama si galak biar tau rasa dia hahhaahhaahh🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Devi Handayani
sungguh sadis caramu tuan angga.... awas aja jatuh cinta ama tasyaaa😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏
Devi Handayani
gpp jadi OG..... tapi OG nya CEO hihihihi😁😄😄😄😁😄😄😄😁😁😁😁
Devi Handayani
untung ada bibi peri sang penolong.... klo ga tinggal dimana tasya?? 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!