NovelToon NovelToon
Akhir Kisah Cinta Tria

Akhir Kisah Cinta Tria

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:491.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: pecinta hijau

Tria Handayani Marzuki adalah seorang anak yatim piatu yang tinggal bersama dengan kedua orang tua angkatnya, atas ke inginkan dari ayahnya sebelum beliau meninggal.

Awalnya Tria mengira ia akan hidup bahagia bersama mereka, namun dengan seiring berjalannya waktu yang di dapat Tria hanyalah kesedihan dan kesengsaraan.

Tria di perlakukan seperti seorang pembantu di rumahnya sendiri, Tria mencoba untuk tetap menjalani kehidupannya dengan rasa ikhlas. Keberadaan sahabatnya membuat Tria bertahan untuk hidup, hanya bersama dengan mereka Tria bisa tertawa lepas.

Tria mencintai salah satu dari sahabatnya, Satrio Nugraha yang ternyata ia juga diam diam mencintai Tria. Hingga suatu saat Rio memberanikan dirinya untuk mengutarakan perasaannya kepada Tria, dan Tria menyambutnya dengan bahagia.

Kisah cinta yang baru saja di mulai, harus kandas begitu saja karena Tria di jodohkan dengan pria lain oleh Karmila, mamah angkatnya.

"Aku memilih dia." ucap Tria.

Rio yang mendengarnya sungguh tidak menyangka dengan keputusan yang diambil Tria, Tria mengorbankan kebahagiaannya. Hanya untuk menuruti keinginan Karmila, mamah angkatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pecinta hijau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps35

Perjalanan menuju kediaman Risno.

Pikiran Rio sangat terganggu. Hatinya pasang surut untuk mempercayai ucapan Karmila, mama angkat dari kekasihnya itu.

Selama menjalani hubungan dengan Tria, wanita itu tidak pernah membicarakan masalah tunangan dengan dirinya.

Ia mengendarai mobil dengan tidak fokus, bahkan tidak sadar, ia menambahkan laju mobilnya.

Ciit!! Rio mengerem mobilnya dengan tiba-tiba. Ia terkejut, hampir saja ia menabrak seorang ibu pejalan kaki yang hendak menyeberang jalan. Ia keluar dari mobil dan menghampiri sang ibu.

”Ibu, apa Ibu baik-baik saja? Maaf Ibu, ini kesalahan ku. Aku tidak fokus mengendarai mobil.” ucapnya, menyesal.

”Alhamdulillah, Ibu baik-baik saja. Jika kamu tidak berhenti, mungkin Ibu akan terluka. Lain kali, jika membawa mobil harus pelan dan hati-hati.” sahut si ibu, menasehati.

”Iya, Bu, terima kasih, atas nasehatnya. Karena Ibu tidak apa-apa, aku permisi ya, Bu. Aku sedang terburu-buru.” ucap Rio, berpamitan.

”Iya, pergilah! Biar pun kamu buru-buru, jangan ngebut dan fokus pada setir mu. Jangan sampai hal ini terjadi lagi.” sahut sang ibu kembali menasehati.

”Iya, Ibu. Terima kasih, kembali atas nasehatnya. Aku permisi.”

”Iya, anak muda.” sahut sang ibu.

Rio kembali masuk ke dalam mobil. Ia bersandar sebentar, memejamkan mata sambil menghela nafas.

Ia kembali menghidupkan mesin mobilnya dan perlahan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Kini, ia berfokus pada setirnya, ia tidak ingin hal seperti tadi terulang kembali.

Rio menghentikan mobilnya tepat di depan pagar rumahnya Risno. Ia melihat Risno yang sedang berolahraga di halamannya.

Risno terkejut dengan kedatangan Rio yang mendadak. Tidak pada biasanya, jika Rio ingin datang ke rumahnya, maka Rio akan mengabarinya terlebih dahulu.

Risno menghentikan aktivitas olahraganya, ia berjalan menuju teras rumah, duduk di kursi menunggu Rio di sana.

Ia bertanya-tanya dalam benaknya sambil melihat Rio yang terus berjalan ke arahnya. Apa yang terjadi pada temannya itu? Wajahnya juga terlihat gusar.

Ia melihat Rio duduk di bangku depannya tanpa bersemangat, juga nampak menghela nafas berat.

”Ada apa? Tumben kamu datang tanpa mengabari ku dulu, tidak seperti biasanya! Apa ada sesuatu yang terjadi?” tanyanya.

Rio masih enggan menjawab, pria itu menunduk, seperti sedang berfikir dan melamun.

”Ada apa? Mengapa wajah mu kusut begitu? Apa yang sudah terjadi?” tanya Risno lagi, penasaran.

Rio mengangkat kepalanya, melihat Risno, ia kembali menghela nafas berat.

”Ris, apa Tria ada bicarakan sesuatu padamu? Atau pada Mini, atau Nani, begitu?” tanya Rio, wajahnya terlihat serius.

”Tidak ada, memangnya kenapa? Apa sesuatu telah terjadi pada Tria? Coba kamu bicarakan padaku dengan jelas!” wajah Risno juga ikut terlihat serius.

”Tidak ada, Tria baik-baik saja.” Rio menjeda ucapannya, ia kembali menghela nafas, ”Tadi Karmila dan saudara angkatnya Tria datang menjenguk mama, mereka, selain datang menjenguk mama juga menyampaikan undangan pada kami sekeluarga untuk menghadiri acara pertunangan Tria dengan Ismail.” ungkapnya.

Risno terkejut, ”Apa?! Tria akan bertunangan? Dengan pria lain? Lelucon apa ini? Bagaimana bisa orang tua angkat Tria berbicara begitu, kamu kan kekasihnya!! Apa Tria belum memberitahukan hubungan kalian pada orang tuanya?” tanyanya penasaran.

”Kemungkinan seperti itu! Tria pasti belum memberi tahu hubungan kami berdua pada orang tuanya. Bukan kah kita sangat tahu bagaimana hubungan mereka berdua di rumah itu? Jadi, menurutku Tria pasti tidak berani memberitahu pada mereka secepat ini. Apalagi hubungan kami baru seminggu. Apa benar Tria tidak pernah membahas masalah ini pada kalian?”

Risno terdiam sesaat, ia mengingat kembali sikap aneh Tria saat mereka pertama kali berkunjung ke rumah sakit menjenguk mamanya Rio.

”Tidak ada! Tapi, waktu hari pertama kami datang menjenguk tante ke rumah sakit, Tria kebanyakan melamun selama perjalanan. Aku bertanya padanya, tetapi, dia tidak mengatakan apapun. Dia malah terus mengalihkan topik pembahasan.” ucap Risno. ”Lalu, kamu percaya dengan ucapan Karmila?” tanyanya kemudian.

”Aku tidak percaya dengan ucapannya, aku akan percaya jika Tria sendiri yang bilang begitu ke aku.” sahut Rio.

Risno terdiam. Jika memang benar Tria akan bertunangan, itu artinya Tria terpaksa untuk ngelakuinnya. Tria pasti mengorbankan perasaannya! Dan pasti ini kerjaan nyokap angkatnya. Karena nyokap angkatnya selalu mengekang kehidupan Tria. benaknya.

”Mengapa kamu tidak menemui Tria dan bertanya langsung padanya? Biar kamu gak kepikiran seperti ini lagi.” ucapnya, mengusulkan.

Rio menghela nafas, ”Ok, aku memang berencana untuk menemui Tria. Tapi, aku sengaja mendatangi mu dulu. Aku kira Tria ada membahasnya bersama kalian.” sahutnya.

”Hum, sebaiknya kamu pergi menemui nya saja. Jangan membuang waktu mu di sini.” ucap Risno.

”Iya, aku pergi dulu.” sahut Rio. Ia beranjak berdiri. Ia pergi ke mobilnya.

Risno memandang punggung Rio dengan iba. Apakah cinta dari temannya itu akan kandas dan terulang lagi peristiwa sebelumnya, padanya?

”Semoga saja cinta nya kali ini tidak kandas di tengah jalan.” gumamnya.

Ia masuk ke dalam rumah setelah Rio pergi.

... ..

Kediaman Burhan.

Tria masuk ke kamar, menyimpan handphone dan tasnya. Setelah itu, ia pergi ke dapur, ia sangat lapar, ia ingin memasak mi instan dengan telur untuk mengganjal perutnya yang lapar.

”Gak usah masak! Sekarang kamu kembali ke kamar mu, kamu mandi dan bersiap-siaplah! Sebentar lagi kita akan pergi makan malam di luar bersama Bu Ani dan anaknya, Ismail.” ucap Karmila.

Langkah kaki Tria terhenti tepat di pintu dapur, ia berbalik, melihat Karmila.

”Tria gak akan kemana-mana malam ini! Tria gak akan bertemu dengan siapapun!" ucapnya dengan tegas.

Karmila marah, Tria benar-benar melawannya kali ini. ”Bagus ya, kamu sudah mulai membangkang sekarang!” ucapnya.

”Iya, selama ini Tria memang selalu nurut sama Mama, tapi tidak untuk kali ini! Tria gak akan nurut sama Mama! Untuk pria yang akan menjadi kekasih Tria, Tria sendiri yang memilihnya. Bukan Mama!!” sahut Tria, dengan berani.

Karmila tertawa, ”Kamu sudah mulai berani?! Aku mau lihat, sampai di mana keberanian mu ini!!” ucapnya dengan lantang.

Tria mengabaikan Karmila, ia terus berjalan memasuki dapur.

Karmila sangat geram, ia mengikuti langkah Tria. Ia melemparkan paper bag ke badan Tria yang sedang membuka kulkas.

Tria terkejut, ia menutup kembali pintu kulkas. Ia menunduk melihat paper bag yang jatuh di kaki nya. Ia terkejut melihat sebuah gaun berwarna hijau, yang pinggirannya berwarna oranye keluar dari paper bag tersebut.

Matanya juga terbelalak melihat kalung emas yang di hiasi dengan berlian hijau di tengah-tengah ukiran gambar hati.

Apakah Mama sudah menyiapkan semua ini? Apa Mama benar-benar tidak pernah menganggap ku seorang anak? Dia tidak pernahkah memikirkan bagaimana perasaan ku? Seenaknya saja dia mau mengatur masa depan ku. Tidak, aku tidak mau!! benak Tria.

Ia mendongak, melihat Karmila.

”Ambil pakaian dan perhiasan itu! Dan pergilah bersiap sekarang juga!!” ucap Karmila.

”Tria sudah bilang! Tria tidak akan pergi kemana-mana malam ini!! Mama tidak berhak mengatur ku untuk menikah dengan pria pilihan Mama!!” sahut Tria.

Ia berjalan melangkahi gaun dan emas yang tergelatak di lantai itu, ia terus melangkah melewati Karmila. Karmila menangkap dan mencengkram erat lengan kanan Tria saat melewatinya selangkah.

”Argh!” jerit Tria.

Karmila mendekatkan bibirnya ke telinga Tria. ”Kalau kamu menyayangi Rio dan keluarganya, maka nurut lah dengan apa yang ku perintahkan! Jika tidak, kamu akan tahu sendiri akibatnya! Apa yang terjadi dengan Mina, itu baru teguran kecil!” bisik nya.

Deg! Jantung Tria berdetak cepat. Mukanya terlihat pucat, matanya juga terbelalak. Ia mencoba bersikap tenang.

Apa? Apa kecelakaan Mina, mama yang membuatnya celaka? Tapi... tapi...kenapa? benaknya.

”Apa maksud Mama? Mama, ingin mengancam ku, begitu?” ucapnya, berpura-pura tegar.

”Ku kira kamu bodoh, ternyata kamu pintar juga. Aku tahu, kamu sangat menyayangi Rio dan keluarganya, kan? Jika kamu menyayangi mereka maka lindungilah mereka dengan menurut padaku!” ucapnya kembali berbisik di telinga Tria.

Tria melepaskan cengkraman tangan Karmila dari lengannya.

”Tidak, aku tidak akan bertunangan dengan siapapun selain dengan orang yang ku cintai! Aku tidak takut dengan ancaman mu!” sahutnya, dengan lantang.

Karmila tertawa jahat, ”Hahahaha, Tria, apa kamu masih ingat dengan kematian ibumu? Apa kamu yakin ibumu meninggal dengan wajar karena kecelakaan murni?”

Deg! Jantung Tria kembali berdetak cepat. Ia memandang Karmila.

Karmila membalas menatap Tria dengan tajam. ”Asal kamu tahu, kematian ibumu karena ku! Ibumu membangkang padaku seperti kamu sekarang ini!! Untuk itulah, aku membuatnya terdiam selamanya!!” ucapnya.

Pertahanan tubuh Tria serasa lemas, ”Ti...tidak! I..itu tidak mungkin! Ibu..tidak...” ia tidak melanjutkan lagi ucapannya. Ia terduduk lemas di lantai.

Ia menangis, di mata dan pikirannya kembali teringat akan peristiwa kematian ibunya yang meninggal karena kecelakaan beberapa tahun yang lalu.

Ibunya bertabrakan dengan mobil lain yang berlawanan arah dengannya, ternyata itu hanya kecelakaan yang di rekayasa Karmila. Tria menangis tersedu-sedu membayangkannya.

Karmila tertawa keras melihat Tria yang terduduk tidak berdaya di lantai. Ia jongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Tria.

”Kecelakaan yang menimpa Mina, itu merupakan teguran untuknya. Karena ia sudah menguping pembicaraan ku dengan kolegaku. Untungnya Mina tidak mengenaliku. Jika kamu tidak menurut padaku, kematian yang di alami ibumu akan di alami juga oleh Mina.” bisik nya di telinga Tria.

Deg! Jantung Tria berdetak dengan cepat tiada henti. Ucapan-ucapan yang di lontarkan Karmila sungguh membuatnya terkejut.

Jadi benar, kecelakaan yang menimpa Mina karena Mama!! Awalnya aku kira hanya gertakan, ternyata... itu benar! benaknya.

Tria benar-benar tidak berdaya sekarang. Ia semakin menangis memikirkan kembali perkataan Karmila.

Karmila berdiri, ia berjalan mendekati paper bag yang sudah tergelatak di lantai itu. Ia tersenyum licik melihat Tria yang semakin tidak berdaya.

Ia menendang emas dan gaun hijau tersebut dengan keras, hingga gaun dan emas tersebut berada dekat dengan tangan kiri Tria yang bertumpu di lantai.

"Ambil itu dan pergilah ke kamarmu untuk bersiap-siap! Aku tidak ingin melihat air matamu saat kamu bertemu dengan calon tunangan mu dan ibu mertua mu. Mengerti?!” ucapnya.

Tria terdiam, ia tidak menanggapi. Karmila tersenyum puas melihat Tria. Ia pergi dapur meninggalkan Tria sendiri.

Hidup ku tidak berarti lagi. Mama sungguh wanita kejam. Bagaimana bisa Karmila menjadi mama angkat ku? Betapa piciknya dia!! Bagaimana dia mengelabui polisi hingga kecelakaan ibuku di bilang kecelakaan murni? Kecelakaan yang menimpa tante Mina juga polisi mengklaim kecelakaan murni. Karmila benar-benar jahat!

Tria semakin menangis.

Apa yang harus ku lakukan sekarang? Bagaimana menghadapi Karmila yang licik ini?! Aku tidak ingin bertemu dan bertunangan dengan pria itu.

Mana mungkin aku putuskan begitu saja hubungan ku dengan Rio karena pria yang belum ku kenal ini? Tidak! Aku tidak mau...hu..hu..hu...ayah...ibu.... Rio....

Ia memegang gaun dan emas itu dengan erat, melihatnya dengan air mata yang berlinang.

1
Denni Siahaan
"semoga dapat ganjaran Karmila
Kadek Bella
lanjut thoor,nggak ada party nya
Aldin Andi
cerita yang bagus
Rosita Husin Zen
tria hamil apa lgi athor kasih tria hamil sepasang anak kembar alhamduliah banget biar tambah bahagia banget kehidupan rumah tangganya rio dan trià aaamiin
Rosita Husin Zen
tria laki laki masih babyàk banget yg lebih baik dari rio jdi jangan tàkut di tinggal sama di sàkiti sama rio aruh selagi kamu tria masih gadis bàik cantik
Rosita Husin Zen
thor knp ga mampus aja sih orang jahat dan licik seprti yuli dan mamanya
Rosita Husin Zen
cepat cepat kàsih tau thor yg jahatin tria kan kasohan banget tria thor
Rosita Husin Zen
cerita ini ga pakai sholat dan mengaji dan memakai jilbab/pakai baju syari yà thor
pecinta hijau: iya...
total 1 replies
Rosita Husin Zen
ini certa nya tetantang keserakahan licik saudra angkat yg tidak tau diri dan tidak punya malu dengan mengambil hak punya orang lain astagfirllohhalazim
Elmiah
senang aku liat rio sama tria nikah mantao
Elmiah
senang aku tapi air mata ku menetis bacanya ro mane kasih tahu juga dong
Elmiah
tria harus kuat
Elmiah
tria lemah takut jadi gak seru bacanya seandai nya tria kawin sama ismael rio nya lemah gak seru
🌻Ruby Kejora
Salam kenal kk. Sukses bwt kk 🌼🌼❤️
pecinta hijau: salam kenal juga.. aamiin...terima kasih
total 1 replies
Aldin Andi
diam diam cinta... langsung saja katakan kalau cinta...nanti xesel loh kalau Rio mencoba mencintai wanita lain.
Aldin Andi
wah...saingan cintax Rio..
Aldin Andi
benar sekali...rindu itu sangat menyiksa....
Aldin Andi
tenang. Mamanya Rio juga setuju kok
Aldin Andi
dekat dekat Tria hanya untuk seorang pria. Ada maunya saja.
Aldin Andi
kamu salah, seharusnya kamu berbagi suka duka dengan teman mu. apa artinya sahabat kalau kamu tidak berbagi?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!