Qaireen selalu merasa sendiri, tidak ada yang menyukainya dengan tulus. Semua orang yang dekat dengannya akan memutus hubungan begitu Qaireen hilang dari pandangan mata mereka.
Sampai akhirnya ada satu orang yang datang tiba-tiba dan menyatakan akan membantunya. Qaireen yang tidak percaya dengan orang lagi memutuskan untuk menolak awalnya. Dia masih terus datang tapi Qaireen memperkirakan itu hanya sebentar, paling lama selama satu bulan.
Tapi dia datang lagi, dan lagi. Haruskah Qaireen percaya padanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elfian Syera Nasution, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertarungan Nyawa
Bus yang ditumpangi Qaireen hampir menabrak mobil yang ada di depan mereka tadi. Qaireen hampir terhempas dengan kuat kalau bukan pegangan adha yang sangat kuat.
"Onkou memang membawa petaka bagi semua orang, semua orang yang di tempeli onkou akan mati menggenaskan. Apa ini takdir hidupmu" ucap Adha dalam hati.
Qaireen mulai bekerja di cafe dengan melap semua cafe yang ada disana. Membersihkan lantai juga kaca secara bergantian.
Dia ingin melakukan banyak hal untuk melupakan perpisahannya dengan Adnan. Sesekali dia menghembuskan napas berat saat pengunjung sepi atau saat dia sendiri.
Adnan masih duduk menunggu Qaireen di meja cafe yang ada di outdoor. Dia terus mengawasi pergerakan Qaireen.
"Kapan kau akan menghabisi siluman itu, semakin lama akan semakin bahaya untuk Qaireen" ketik adha dan mengirim pesannya pada Adnan.
"Aku akan segera menghabisi siluman itu secepatnya, cukup awasi Qaireen dan tunggu perintahku" balas Adnan.
"Kau memerintahku? Balas Adha lagi yang gengsi diperintah.
"Tanpa ku perintah kau pasti melakukannnya. Tunggu saja dan aku akan mengabari mu" balas Adnan yakin.
Sejauh ini siluman onkou masih belum melakukan pergerakan yang membahayakan Qaireen. Adha cukup mengawasi dari jauh. Dia hanya masih menjilat kulit pipi Qaireen dan kadang menjilat makanan para pembeli di cafe tersebut.
...****************...
Hari sudah gelap, Qaireen berjalan sendirian menuju halte bus. Bahunya semakin lama semakin berat, bahkan terasa sangat sakit.
Seorang pria bertopeng datang dan tiba-tiba menghadang Qaireen dari depan.
"aku gak akan menyakitimu. Aku hanya butuh siluman yang menempel di tubuhmu"
"Si-lu-man" jawab Qaireen gugup karena ketakutan, bagaimana tidak baru saja orang yang berada di depannya mengatakan siluman sedang menempel padanya.
Blitz.
Siluman itu menunjukkan wujudnya. Siluman hitam dengan lidah yang panjang. Qaireen bahkan sampai jatuh karena begitu terkejut.
"Apa yang di inginkan siluman seperti itu padaku" ucapnya dalam hati, karena dia sudah gak mampu berbicara lagi.
Siluman itu tak berbicara apapun dan langsung mencoba menerkam orang yang ada di hadapannya.
Orang bertopeng itu berhasil mengelak dengan susah payah. Bahkan siluman itu memberi balasan bertubi-tubi tanpa jeda yang panjang.
Syat.
Sebuah cakaran berhasil mengenai kulit wajah Pria bertopeng itu. Dia menyentuh kulitnya yang terluka dah benar saja kulit wajahnya sedang mengeluarkan darah.
Siluman itu sangat sulit di taklukkan karena sangat liar dan licin. Dia bahkan butuh waktu hanya beberapa detik untuk pindah dari satu benda ke benda lain.
Pria bertopeng itu hanya bisa bertahan dari serangan brutal siluman itu.
"Orang sepertimu mana mungkin mengalahkanku" ucap siluman itu sambil tertawa keras.
"Lari, aku harus lari sekarang" perintah orang itu pada Qaireen.
Qaireen ragu antara ingin lari atau tidak. Disitu sisi dia ingin lari namun disisi lain dia gak tega membiarkan orang yang membantunya ditingal begitu saja.
Duum.
Hantaman keras terdengar jelas. Orang bertopeng itu terhantam keras ke dinding gedung yang ada di pinggir jalan. Topengnya terbuka, dia terbatuk dan mengeluarkan darah segar.
"Adnan!!! Teriak Qaireen yang baru menyadari itu adalah Adnan. Sejak awal Adnan sudah berusaha menutupi dirinya dengan topeng dan suara yang berbeda.
"Lari dari sini dan menjauh secepat mungkin" ucap Adnan sambil menahan rasa sakit di dada kirinya.
"Aku gak akan, gak akan pergi. Aku akan membantumu" ucap Qaireen sambil berlari ke arah Adnan.
Duumm...
Tubuh Qaireen terlempar cukup jauh dari sana, seketika dia langsung tak sadarkan diri.
"Reen, Qaireen" panggil Adnan sambil merangkak ke arah Qaireen yang terluka.
Adnan tahu bahwa siluman onkou bukanlah tandingannya. Apalagi untuk Qaireen yang hanya seorang manusia. Siluman saja butuh waktu yang lama untuk kembali normal setelah kena serangan dari siluman itu.
Karena aura hitam siluman onkou sangat kuat dan menakutkan. Siluman itu tertawa terbahak-bahak sambil berjalan ke arah mereka berdua.
"Sungguh malang, siluman dan manusia yang hina rupanya. Kau siluman pembangkang yang ingin menjadi manusia" ejek siluman itu dengan suara yang menggelegar.
"Siapa yang kau sebut dengan manusia yang hina" kakek adha datang tiba-tiba dan langsung menghantam tubuh siluman dengan cambuk yang bersinar seperti emas.
Siluman itu langsung tersungkur di tanah, dia bahkan sulit untuk berdiri karena kakinya yang terluka oleh cambuk.
"Siluman hina seperti mu pasti berguna untuk ku" ucap kakek adha sambil tersenyum menakutkan.
Dengan sekali tebas, pedang panjang merobek jantung siluman itu dan dia menghilang di udara setelah melompat ke gedung kosong bersama kakek adha.
"Qaireen, Reen. Buka matamu. Aku mohon" ucap Adnan yang ketakutan kehilangan Qaireen.
Dia bahkan gak peduli dengan lukanya yang cukup parah. Atau dia yang hampir kehabisan energi karena perlawan itu. Jadi dia gak bisa membawa Qaireen menghilang dari sana.
"Buka matamu" Adnan sangat khawatir mengingat takdir kematian Qaireen yang diperkirakan karena siluman onkou yang menempel padanya.
Adha datang terlambat. Dia membantu Adnan dan membawa Qaireen ke dalam taksi yang dia tumpangi.
"Apa yang terjadi, kau berhasil" tanyanya khawatir.
"Aku gak berhasil, tapi kakekmu berhasil. Katanya dia membutuhkan siluman itu"
"Kakek, tapi untuk apa"
"aku gak tahu"
"bagaimana dengan Qaireen" tanya Adha yang mulai sadar bahwa Qaireen gak menunjukkan tanda-tanda kesadaran sejak mereka pergi dari lokasi kejadian.
Adnan menggeleng dan mengelus rambut Qaireen berkali-kali.
"apa yang terjadi padanya"
"Dia terkena pukulan dari onkou"
"manusia yang terkena pukulan onkou jarang - Adnan gak bisa melanjutkan kata-katanya. Dia hanya menangisi Qaireen sejadi-jadinya.
"Tolong buka matamu" ucap Adha berharap Qaireen dapat mendengarnya.
...****************...
Kakek adha membuang onkou dari atas gedung ketika dia berhasil mengambil mutiara kehidupan siluman itu.
Dia menerjang dinginnya udara malam yang menusuk tulang. Dia bahkan tersenyum sekilas entah karena apa.
"Aku sudah menunggu waktu ini cukup lama" ucapnya di keheningan malam.
...****************...
Kakek adha masuk ke ruangan rahasia. Dia membuka kain penutup yang berada di atas meja.
Tampak jelas kalau yang ada di depannya adalah seorang siluman wanita. Kakek adha membantu siluman itu duduk dan berlahan memasukkan mutiara kehidupan dari mulut siluman itu.
"kita akan berhasil, kali ini kita akan berhasil. Aku sudah menunggu waktu itu selama bertahun-tahun" ucapnya antusias.
Wanita itu tampak menunjukkan tanda-tanda kehidupan yang jelas. Kaki dan tangannya mulai bergerak. Bahkan pergerakannya sangat gak wajar. Semua badannya menegang.
Kakek Adha mulai ketakutan. Wanita itu mulai turun dari atas meja. Menatapnya dengan wajah yang menakutkan. Dia berjalan semakin dekat dan mencekiknya sambil tertawa terbahak-bahak.
"Kau harus mati, mati saja kau!!!! teriaknya.
Bersambung.....
blm mudeng aqu....
tlg dong, thor....