Seorang gadis cantik berusia 18 tahun bernama Tiara, terpaksa menikah dengan Kenan, Boss Ayahnya yang berusia 26 tahun untuk melunasi hutang Ayahnya.
Awalnya Tiara menolak karena ia masih ingin melanjutkan pendidikannya, tapi Kenan memaksanya sehingga Tiara tidak dapat menolaknya.
Tiara juga harus menerima kenyataan, setelah menikah dia hanya dianggap pelayan.Kenan sendiri sebenarnya memiliki seorang kekasih.
Penasaran sama kisah mereka?
Simak aja ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fani Andriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Selesai mengoleskan salep,Kenan menyuruh Tiara memakai kembali bajunya dan menaruh salepnya di laci.
"Kamu mau makan apa?Aku ambilkan!,"ucap Kenan.
"Aku makan di bawah aja, Mas. Aku bisa turun pelan-pelan kok,"ucap Tiara lalu berdiri pelan-pelan.
Kenanpun membantu Tiara turun kebwah pelan-pelan.Mama Dahlia heran melihat Tiara jalan tertatih-tatih bahkah wajah Tiara terlihat kusut.
"Tiara.Kamu kenapa?Habis jatuh?,"tanya Mama Dahlia.
"Anu...,"Tiara malu jawabnya.Mama Dahlia memandangi Tiara dari atas sampai kebawah.Ia lalu paham apa yang terjadi dengan Tiara.
"Sudah nggak usah dijawab.Mama tahu kamu kenapa?Sekarang kalian makan sudah siang,"ucap Mama Dahlia sambil tersenyum.
"Iya, Ma,"jawab Kenan.
"Kenan ternyata nggak sabaran,"gumam Mama Dahlia lalu pergi dari hadapan Kenan dan Tiara.
"Mama tahu aja,"batin Kenan.
Kenan dan Tiara lalu menuju meja makan. Dimeja makan ada Cempaka.Tiara dan Kenan gabung makan bersama Cempaka.
Sementara itu Nisa menjenguk Farel dirumah sakit.Sampai dirumah sakit ia langsung menuju kamar Farel.Namun saat masuk kamar Farel,Nisa jalannya kurang hati-hati.Ia tergelincir air yang ditumpahkan Farel.Buah yang dia bawa terlempar.Ia terjatuh tepat di tubuh Farel.
Merekapun bertatap-tatapan dengan jarak yang sangat dekat.
"Ada apa dengan jantungku?Kenapa berdetak dengan cepat?,"batin Nisa.
Farel dan Nisa lalu berhenti bertatapan.Nisa memperbaiki posisinya dan tanpa sengaja memegang tangan Farel yang sakit.
"Aww...,"ucap Farel sambil merintih.
"Maaf aku nggak sengaja. Sakit ya.Sebentar Aku panggil dokter buat periksa tangan kamu,"ucap Nisa lalu pergi.Farelpun menahannya.
"Nggak usah,Nis.Tangan aku nggakpapa.Nanti juga sakitnya hilang,"ucap Farel sambil merintih.
"Beneran?,"Nisa memastikannya.Farel menganggukkan kepalanya dan senyum.
"Syukurlah Farel nggakpapa,tapi kenapa ada genangan air dikamar Farel?,"batin Nisa.
Nisapun mencari sumber genangan air tersebut sambil memunguti buahnya yang jatuh berserakan dilantai.Tak lama ia menemukan botol air minum di bawah kolong tempat tidur Farel.
"Rel.Botol air kamu kenapa ada dikolong?,"tanya Nisa.
"Tadi aku mau minum,tapi susah pakai tangan kiri.Jadi botolnya jatuh,"ucap Farel.Nisa memakluminya.
Tak lama ada cleaning service yang masuk kamar Farel.Dia membersihkan kamar Farel.Nisapun bergegas memunguti buahnya dan membersihkannya.
"Untung buahnya nggak rusah,"batin Nisa. Nisa lalu meletakkan buahnya di meja nakas.
"Rel.Aku keluar sebentar,"ucap Nisa.Nisa berinisiatif membelikan Farel minum.
Setelah membeli air minum ia kembali kekamar Farel.Ia langsung membukakan air minum tersebut dan memberikannya ke Farel.
"Makasih,Nis.Seharusnya kamu nggak usah ngelakuin ini,"ucap Farel.
"Nggakpapa.Kamu kalau nggak minum bisa dehidrasi.Lagian kamu kenapa sendirian?Mama kamu mana?,"ucap Nisa.
"Mama ada dirumah.Aku sebenarnya tadi ditemani kak Tristan,tapi kak Tristannya pergi nggak tahu kemana.Katanya cuma sebentar tahunya lama,"ucap Farel.
"Kamu punya kakak?,"tanya Nisa.
"Iya. Aku punya kakak,"jawab Farel.
"Kok kamu nggak pernah cerita kalau punya kakak?tapi ya udahlah nggak penting.Oya kamu mau makan buah?,"ucap Nisa.
"Ya mau,kalau kamu nggak keberatan buat kupasin,"ucap Farel.
Nisa lalu mengupaskan Farel buah apel.Setelah itu menyuapinya.Meskipun Farel menolak untuk disuapi, tapi Nisa tetap melakukannya.Farelpun lalu merasa Nisa aneh.Nisa begitu perhatian pada dirinya.
Selang beberapa menit Tristan datang dan Ia terkejut melihat adiknya berdua dengan seorang wanita.
"Hmmm...Ada yang pacaran nih ceritanya,"ucap Tristan mengejutka Farel dan Nisa.
"Kakak. Apaan sih? Siapa yang pacaran?,"jawab Farel.Nisa seketika bengong melihat kakaknya Farel.Ia tak menyangka kakaknya Farel itu artis idolanya.
"Pantes Farel nggak pernah cerita soal kakaknya.Kakaknya artis,"batin Nisa.Nisapun memandangi Tristan tanpa berkedip.
"Hmmm...Kayanya mulai panas disini.Diluar kayanya enak tuh adem,"ucap Tristan lalu pergi.Nisa tetap bengong dan matanya tidak berkedip.
Namun baru keluar Tristan balik lagi.Ia sengaja mau nyindir Farel.
"Oya.Selamat pacaran adikku sayang,"sindir Tristan lalu pergi.
"Kak.Awas ya,"teriak Farel kesal.Farel juga heran Nisa diam mematung.
"Nis.Kamu kenapa bengong?,"tanya Farel sambil menjentikkan jarinya.Nisa lalu sadar dari lamunannya.
"Iya.Kenapa,Rel?Kamu mau buah lagi?,"tanya Nisa.
"Nggak.Aku udah kenyang.Kamu nggakpapa kan?,"ucap Farel.
"Aku nggakpapa kok,"jawab Nisa.
"Ehhh... iya kenapa aku nggak minta foto sama kak Tristan,tapi nggakpapa aku seneng bisa liat dia secara langsung,"batin Nisa.
Farel melihat Nisa melamun lagi.Ia pun menyuruh Nisa pulang.Sementara itu Kenan dan Cempaka asik bermain playstation sedangkan Tiara belajar.
Selang beberapa menit Cempaka kelelahan bermain.Ia tertidur dikamar Farel.Kenan mengambil kesempatan untuk mengajak Tiara kencan.
"Sayang. Jalan yuk! Mumpung cempaka tidur,"bisik Kenan sambil memeluk Tiara dari belakang.
"Kemana?,"jawab Tiara sambil menutup bukunya.
"Udah ikut aja!,"ajak Kenan. Tiara mengiyakannya.
Kenan dan Tiara lalu pergi ke sebuah cafe.Sebelumnya Kenan sudah memesan cafe tersebut untuk makan berdua dengan Tiara.Sampai Cafe Tiara terkejut melihat tempatnya sangat romantis.
"Wow...Ini semua kamu yang buat,Mas?,"tanya Tiara terkesima.
"Iya.Kamu suka kan?,"tanya Kenan.Tiara tersenyum.Kenan senang kencannya berhasil.
Mereka makan siang dengan diiringi lagu yang sangat romantis.Selesai makan Kenan mengajak Tiara ke Mall.
Di Mall mereka nonton bioskop sambil makan popcorn.Habis nonton Kenan mengajaka Tiara ke toko perhiasan yang ada di Mall.Kenan sengaja mau membelikan perhiasan karena ia tahu Tiara tidak punya perhiasan selain cincin nikahnya.Walaupun sebenarnya Tiara tidak mau.
"Keluarkan perhiasan yang paling bagus disini?,"ucap Kenan pada pelayan toko.
"Iya,Pak,"jawab pelayan toko lalu mengeluarkan beberapa perhiasan yang paling bagus ditokonya.
"Sayang.Kamu pilih yang kamu suka!,"pinta Kenan.Tiara bingung disuruh milih.Ia sebenarnya juga tidak suka memakai perhiasan, tapi Kenan kekeh mau membelikannya.
"Mas.Kamu aja yang pilih!Pilihan Mas pasti bagus,"ucap Tiara.
Kenanpun memilih perhiasan yang paling mahal dan paling bagus yaitu kalung berlian.Setelah membayarnya Kenan mengajak Tiara ke toko baju dan tas.Kenan ingin Tiara tampil modis karena setiap hari Tiara memakai pakaian yang biasa.
Ditoko baju dan tas Kenan memilih beberapa baju dan tas yang cocok dengan Tiara.Tiara merasa Kenan berlebihan, tapi Ia tidak bisa membantahnya.
Selesai belanja Tiara tertarik dengan eskrim yang ada di salah satu cafe Mall.Kenan langsung membelikannya.Seetelah itu mereka pulang kerumah.
Diperjalanan Tiara menikmati eskrimya sampai blepotan.Saat berhenti di lampu merah.Ia melihat Tiara begitu menggemaskan.
"Kamu makannya blepotan,sayang,"ucap Kenan lalu melahap bibir Tiara.Tiara tidak berontak dan semakin lama ciuman itu semakin dalam.
Namun tiba-tiba ada yang mengklaksonnya dari belakang.Kenan terkejut dan melihat lampu sudah hijau.Ia lalu melajukan mobilnya.
tokohnya anak usia sekolah/pelajar
terkesan penulis ABG