NovelToon NovelToon
MY BABY

MY BABY

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:252k
Nilai: 5
Nama Author: karmela

Kisah tentang bagaimana Lia dan Ali membesarkan si kembar. Juga Lia yang harus menghadapi masalah dari Franda yang mulai berulah.




"Kak ali mau apa? mau kita pisah? ya udah. Lia juga gak butuh cowok kayak kak ali, gak bisa milih antara istri sama anaknya? lebih milih wanita lain?" Lia kesal.




"Apaan sih Lia, siapa yang mau minta pisah. Aku bukannya ngebelain Franda."



"Terus apa, Franda itu jahat kak, dia pura-pura, mau celakain Si kembar dan mau misahin kita."


"buat apa Lia, dia itu gak tau apa-apa."



"Buat dapetin kakak. Dia pernah cinta kan sama kakak." kata Lia.



Ali terdiam. Franda didepan Ali sangat polos, tapi dibelakang Ali ingin melakukan apapun untuk memisahkan Lia dan Ali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon karmela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35

Setelah selesai makan mangga Lia mengajak nenek dan kakeknya masuk kembali ke rumah. Lia merengek pada lala meminta neneknya itu untuk menelpon Ari, supaya bisa meluangkan waktu untuk mengajak keluarganya ke rumah. Ari itu sibuk sekali, hampir susah mendapatkan jadwalnya.

 

 

"Nenek, telpon om ari ya, suruh om ari nanti luangin waktu buat kumpul. Buat jalan-jalan."

 

 

Pinta lia yang kini sudah sampai di ruang tengah dengan lala. Mereka duduk istirahat disana dengan menonton tv. Sementara Ali dan dimas ke dapur untuk membuatkan makanan. Jangan lupakan dimas yang jago masak ya. Ali juga, walau hanya makanan luar. Dimas membantu ali masak.

 

 

"Nenek, lia telpon om ari ya, biar lia suruh om ari luangin waktu. Lia pengen banget semuanya kumpul." kata lia meminjam ponsel lala. Lala mengangguk dan memberikannya.

 

 

Klingg...

 

 

Beberapa kali lia mencoba menelpon ari, tapu beberapa kali juga tak diangkat.

 

 

***

 

 

 

 

 

 

(Sedikit kisah ari ya, kakak..)

 

 

Ari sedang ada di rumahnya, dengan istri dan anak laki-laki tercintanya. Mereka sedang ada di meja makan untuk menikmati sarapan mereka.

 

 

"Sayang, udah siap belum, berangkat sama papa." teriak seorang wanita, seusia Ara.

 

 

"Iya mama, sebentar." teriak anak laki-lakinya dari kamar atas.

 

 

"Suaminya gak diurus nih." kata ari merajuk. Ari sudah duduk dikursi untuk sarapan.

 

 

"Ahh.. masih aja kayak anak kecil. Dasar." kata alexa, yang tak lain adik alex yang pada akhirnya setelah perjuangan panjang ari, alexa jatuh cinta dan mau menikah dengannya.

 

 

"Gilakk, udah perjuangan panjang, sampai dulu deketin tante-tante buat move on dari kamu, kak alexa. Masak sekarang udah jadi suami, udah aku bobol susah-susah loh, sampai ada axel, masih aja dicuekin." Kara ari mengingat masa lalu.

 

 

"Iyaa suamiku tersayangg... gak dicuekin, orang cuma panggil jagoan kamu tuh." kata alexa langsung mendekati ari, mengusap pipi ari dan mencium bibirnya sekilas. Ini cara ampug alexa untuk menenangkan ari kalau sudah marah, capek dan kesal.

 

 

"Lagi," pinta ari lagi. Alexa pun menurutinya.

 

 

"Mamaaaa kebiasaannn... porno ih depan axel." Teriak exel yang menuruni tangga, yang tak sengaja melihat kecupan yang ingin lia berikan singkat, tapi ari malah sarapan dengan bibir alexa.

 

 

"Sorry." alexa langsung menjauhkan dirinya dari ari.

 

 

Exel sendiri berusia 3 smp. Dia sama seperti ari, tampan. Axel yang sudah siap dengan seragamnya langsung duduk dikursinya. Alexa mengambilkan makanan untuk axel dan ikut duduk menikmati sarapannya.

 

 

"Axel, jangan tiru adegan tadinya. Kalau mau meniru nanti nunggu kamu usia 17 tahun keatas." kata ari pada axel.

 

 

"Ari, apaan sih. Ngapain dibahas coba." alexa langsung menyenggol tangan ari.

 

 

"Ya kan cuma kasih tau, biar Axel itu gak salah pergaulan." imbuh ari.

 

 

"Makannya jangan main adegan porno depan axel." kata axel dengan santai menjawab kedua orang tuanya. Axel sudah sering sih beberapa kali mempergoki mama dan papanya seperti itu.

 

 

Klinggg...

 

 

Ponsel ari berdering, ari menghentikan makannya dan langsung mengangkat ponselnya.

 

 

"Halo, ma. Ada apa?" tanya ari lewat telpon dikira mamanya, lala.

 

 

"Om!" teriak lia girang dari sebrang sana, suaranya naik beberapa oktaf, sampai membuat ari terkejut mendengar suara lia ditelinganya.

 

 

"Aishh.. anak ini, sama aja kayak kak ara, cempreng. Kok nelpon pakai ponsel mama?" kata aru baru sadar, ari menapat ponselnya bingung.

 

 

"Siapa, yang?" tanyaa alexa pada Ari.

 

 

"Lia telpon. Tapi kok telponnya pakai ponsel mama, apa dia ke indonesia." kata ari memberitahu alexa.

 

 

"Loudspaker yang." pinta alexa pada ari.

 

 

Ari pun menyalakan pengeras suaranya, membiarkan alexa dan axel mendengar langsung pembicaraannya dengan lia.

 

 

"Hai lia, lia di indonesia?" tanya alexa membuka percakapan.

 

 

"Kak lia, yang kemarin nikah ya? yang axel mau ikut ke singapur gak boleh ya sama papa?" tanya axel mengingat-ingag lia.

 

 

"Iya." jawab Alexa.

 

 

"Iya tante, lia di indonesia. Axel gimana kabarnya? tante main ya ke rumah nenek, sekalian bawa si ganteng."

 

 

"thank you kakak cantik." puji axel menjawab pujian dari lia.

 

 

"Pasti makin ganteng nih anak om ari." puji lia lagi.

 

 

"Siapa dulu bapaknya. Bapaknya aja ganteng." kata ari tak mau kalah.

 

 

"Om, luangin waktu sehari ya buat jalan-jalan sekeluarga. Lia juga udah minta tante riri sama om eki buat ke rumah nenek lusa, sekalian papa sama mama mau ke indonesia, ya om, plisss... Demu lia sama calon bayi lia. yaa om, lia pengen kumpul. Kita makan-makan aja, sehari aja om? ya tante, paksa om ari, jangan kerja mulu." kata lia panjang lebar.

 

 

Ari geleng-geleng. Bener-bener kayak kakaknya yang crewet kalau soal suruh kumpul keluarga, tepat waktu. Ari menggeleng pada alexa, meminta alexa menyampaikannya.

 

 

"Om arinya geleng-geleng lia. Katanya sibuk banget gak bisa, gimana dong?" kata alexa pada lia lewat telpon. Alexa melirik ari, Ari menahan tawanya, dia sengaja meminta alexa untuk berbohong dan mengerjai keponakannya itu.

 

 

"Om jahat banget, sehari aja masak gak bisa."

 

 

***

 

 

Lia kesal sekali dengan jawaban Ari. Lia merajuk, dia langsung memberikan ponselnya ke lala kembali. Lia naik ke kamar atas, Ali yang akan membawakan mangga yang sudsh dipotong-potong, seperti permintaan lia malah ditinggal ke kamar atas.

 

 

"Lia kenapa ma?" tanya ali bingung melihat lia nangis ketika melewatinya.

 

 

"Nih, si omnya ngerjain pasti." kata lala menunjuk telponnya. Dimas yang baru datang langsung menangkap apa yang lala bicarakan.

 

 

"Liat keatas li, bujukin lia kamu. Sekalian bawain mangganya keatas." kata dimas pada ali. Ali mengangguk, dia langsung naik keatas.

 

 

"Ri, kebiasaan kamu." dimas mengambil ponselnya dari lalal. "jangan suka gitu, ngambek tuh anaknya yang lagi hamil."

 

 

"Hahaa... maaf pa. Lagian lucu tau, ngambekan banget sih. Pasti kalau liat wajahnya lia langsung lucu, asik tau dimainin gini." ari malah makin tertasa puas.

 

 

"Jangan gitu ri, kasian. Nanti kalau gak mau makan gara-gara ngambek gimana. Kamu kesini ya pokoknya lusa, sekalian riri sama eki." kata lala menyambung obrolan yang tadi.

 

 

"Iya ma. Nanti sampein maaf dari ari." kafa ari ingin menutup telponnya karena dia harus berangkat ke kantor.

 

 

"Nenek, sampein ke kak lia ya. Axel request adek cowok, kan udah ada Si tasya adiknya tante riri, jadi axel request cowok, biar bisa diajak main bola dan game gitu." axel menahan papapnya yang akan mengakhiri telponnya.

 

 

"Siap, nanti nenek sampein ke kak lia ya."

 

 

"udahan ya ma, ini axel sama ari mau berangkat." alexa menutup telponnya setelah berpamitan pada lala.

 

 

Lala dan dimas sangat bahagia, mereka bisa melihat anak-anaknya tumbuh dewasa, berkeluarga dan juga bahagia dengan kehidupan masing-masing.

 

 

"Semoga kita bisa sampai tua nemenin mereka." kata dimas merangkul lala.

 

 

"Emang kita udah dipanggil nenek sama kakek belum tua." kata lala melirik dimas aneh. Dimas seperti tak sadar usia, belum tua?

 

 

Dimas geleng-geleng, "kita itu belum tua la, ya status kita aja, kakek dan nenek muda. Hahaa..." kata dimas tertawa sendiri dengan kalimatnya.

 

 

"Yang muda lala doang, mas dimas kan dulu nikah sama lala udah udah. Mas dimas tetep, kakek tua. Haha..." lala tak mau kalah, dia tertawa puas menatap dimas yang diam dengan kesal. Dimas kesal dan langsung mencium dan menikmati bibir lala yang mengejeknya.

 

 

"Semoga kita bisa kayak kakek sama nenek ya kak." kata lia yang tadinya mau turun kebawah dengan nathan, ali.

 

 

Ali hanya mengangguk. Ali mengingat kembali pesan oma yang sudah menolongnya itu.

 

 

Nathan, oma gak suka lia deket-deket sama mamanya yang pelakor. Inget gimana mama kamu sedih karena mama lia yang rebut papa kamu. Oma mau kamu memisahkan lia dari keluarganya kalau perlu. Ajak lia ke paris, tinggal di paris dan perlahan ajadi lia tanpa keluarganya. Oma benci sekali dengan mamanya lia, oma hanya mau kamu sama lia.

 

 

Nathan memeluk lianya dari belakang, melingkarkan tangannya diperut buncit lia. Nathan bingung, dia ditengah-tengan orang-orang yang dia sayangi. Tak mau melukai oma, tak mau melihat lia sedih dengan memisahkan lia dari mamanya dan keluarga besarnya. Disisi lain, oma sendirian, sebatang kara.

 

 

'Aku gak yakin lia, kamu harus pilih salah satu dari kita nanti. Aku atau keluarga kamu. Maafin aku lia, kamu harus pilih salah satu dari kami lia.' batin nathan memeluk lia. Lia dan nathan melihat nenek dan kakeknya, bahkan diusia tua pun masih saja mesra. Lia sangat senang melihatnya.

 

 

to be continue

 

 

selipin kisah ari dikit ya kakak

karena mau bikin buku dan ceritanya ari belum kesampaian jadi d

1
arfan
up
gus priana
lanjut thooor
Ssaeda Aditia
buat ali menyesal seumur hidupnya... kasih tau orn tua lia lio gmna kcewanya mlihat anak kandung sndri dinodai sama anak yg dlu dia syang
Ssaeda Aditia
klo bisa jngn sma ali...cri yg lain aj pengganti ali biarpun nnti punya ank dri ali
Ssaeda Aditia
ali itu siapanya alex.. tdi bilng alex pas melihat 3 orng yg disayang hnya kurng 1 ali alex teringt ali.. apa ali anak alex atw gmna ...
yayas06
thorr, cerita ini kok gak dilanjut lg?
Arwondo Arni
semoga si kembar baik2 saja dan kebusukan Franda kebongkar jgn sampai rmh tangga Lia dan Ali berpisah
Mike
lha sampai sekarang belum ada lanjutannya
Siti Hairiah
lanjut pnsaran dengan s kembar
Yasmin Jamilah
ga ngerti aku alurny
miella
gue yg dengernya aj saqt hati ya...jgn di temuin dlulah sampe anaknya udh besar
Siti Aisyah
masih ada kelanjutan nya kan thor .
Tina Chu
like
My Heart
like
My Heart
like
Mike
lho kok update terbaru lama yach😭😭
Jihan Gur Vinna
lanjut
Merry Mardiana
lanjuttt
hahahaha wow
lanjut thor semoga kembar baik baik saja ya thorr🥰😭
yayas06
next dong thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!