Hi readers ketemu lagi dengan aku dicerita kedua aku. Semoga kalian tidak ada kata bosan ya dan tetap setia....
Menceritakan tentang seorang Putri Tunggal seorang Mafia yg berkuasa. Di usianya yg dini ia sudah bertunangan dan akan menikah pada saat sekolahnya selesai demi mengembangkan sayap kekuasaan.
Banyaknya beban dan rintangan yg ia hadapi, menjadikan dia sosok yg dingin serta kuat. Sifatnya yg susah ditebak pun menjadikan dia tak memiliki seseorang yg dekat kecuali tunangannya yg selalu ada untuk dirinya.
Bisakah ia menyelesaikan setiap masalah kehidupan silih berganti yg menghampirinya? Mampukah ia menyelesaikan permusuhan yg Ayahnya lakukan terlebih terkait dengan masa lalu keluarganya yg juga datang untuk membalaskan dendam mereka terhadap Ayahnya.
Pilihan yg sulit untuk bertahan atau melepaskan yg bukan menjadi keinginan hati.
Kepo-in terus yuk, terlebih pada saat umur mereka 17 Tahun, dimana kekuasaan akan dialihkan kepada generasi berikutnya.
Salam Hangat Author... 🙏😇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marya Juliani Jawak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembalinya Sherlyn
Mendengar jika anak dan calon menantunya pulang membuat kediaman Lucas menjadi ribut dari pagi - pagi buta. Bagaimana tidak jika Rosa menyuruh Koki dan semua pelayan memasak dalam penyambutan ke pulangan Angga dan Calista.
Meja makan biasa yg digunakan untuk makan bersama diubah menjadi meja makan yg menampilkan kesan romantis dalam sekejab. Hiasan demi hiasan, Bunga mawar di dalam vas yg diletakkan di tengah meja serta lilin yg menjadi pelengkap dalam membuat suasana menjadi romantis.
Lucas yg baru menuruni tangga melihat kesibukan Rosa yg ikut serta di dapur hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Ia melangkahkan kakinya hingga kini ia berada di belakang Rosa. Dipeluknya pinggang ramping Rosa dan mendaratkan ciuman di pipi mulusnya. "Pagi sayang" sapanya dan meletakkan dagunya di leher Rosa.
"Sayang, kamu sudah bangun?" Tanya Rosa dan melepaskan pelukan Lucas dari pinggangnya. Di balikkannya badannya hingga kini mereka saling bertatap mata. Senyum tercetak manis dikedua wajah mereka.
Dirangkulnya lengan Lucas dan mereka pun duduk di kursi "Bagaimana? Apa kamu suka?" Tanya Rosa meminta pendapat Lucas.
"Selagi kamu suka, aku akan suka." Ucap Lucas membelai rambut Rosa dan mereka pun akhirnya mengobrol ringan menunggu kepulangan anak dan calon menantu mereka.
Makan malam pun tiba, kini mereka sudah duduk berhadapan. Lucas berhadapan dengan Angga dan Calista berhadapan dengan Rosa. Ntah apa yg menjadi tujuan Rosa menyiapkan ini semua, tapi Calista hanya bisa diam melihat sejauh mana Rosa akan bertindak. Sedangkan Angga hanya bisa tersenyum karena ini akan menjadi moment indah dalam hidupnya karena jujur saja ia dan Calista jarang melakukan hal yg berbaur romantis.
Setelah semua berkumpul Rosa pun mengambil nasi dan meletakkannya di atas piring Lucas dan dirinya. "Mau lauk pauk apa Mas?" Tanyanya manis menatap Lucas. Lucas hanya bisa tersenyum merasakan kebahagiaan saat ini. "Ayam Bakar dan tumis kangkung saja." Rosa pun mengambilnya dan melirik tajam ke arah Calista. Dari tatapannya seolah - olah ia sedang mengatakan 'Apa kamu bisa menyajikan makanan di piring pasangan seperti yg aku lakukan sekarang?' tatapan yg menganggap remeh Calista.
"Terimakasih sayang"
"Sama - sama Mas" Ucap Rosa kemudian duduk melihat ke depan tempat Calista duduk.
Calista yg di tatap pun tersenyum kecut. Di ambilnya nasi dan menyendokkannya ke piringnya. Lalu di arahkan nya mangkuk berisi nasi ke arah Angga. Angga pun menerimanya dan menyendokkannya ke dalam piringnya.
Melihat piring Calista sudah terisi ikan, Angga pun mengambil sayur di sampingnya dan meletakkan di hadapannya. Di sendokkannya dan ditaruh di nasi Calista. "Banyaklah makan sayur." Ucapnya seraya meletakkan sendok sayur kembali. Hal itu tak luput dari pandangan Lucas dan Rosa.
"Seharusnya bukan kamu yg melakukannya Ngga, tapi Calista selaku anak perempuan." Sindir Rosa di sela - sela makannya.
"Tidak apa - apa Ma, lagian Angga tidak keberatan kok." Ucap Angga (Jika dihadapan Lucas maka ia akan memanggil Rosa dengan sebutan 'Mama', tapi jika tidak maka sebutan 'Tante').
"Dia punya tangan sendiri, jadi bisa melakukannya dengan sendiri" Jawab ketus Calista.
"Ibu kamu benar, seharusnya kamu bisa mencontoh ibu kamu Calista." Ini lah yg di nanti - nantikan Rosa, dirinya disanjung dan Calista yg di sudutkan.
"Ibu aku hanya satu dan itu bukan dia. Lagian wajar jika ia melakukannya toh itu tugasnya sebagai seorang pelayan Ayah." (Pelayan yg bisa melakukan apa saja termasuk menjadi simpanan) Lanjut Calista dalam batinnya.
Rosa yg merasa senang di sanjung kini harus menelan pahitnya ucapan Calista. Wajah merah yg menandakan amarah hanya bisa ia tahan dalam hatinya. Di tatapnya Lucas untuk mencari pembelaan, tapi di urungkannya karena melihat wajah Lucas yg malas menanggapi ucapakan Calista. Ia pun melihat tajam ke arah Calista tapi yg di tatap mala fokus pada makananya. Ia pun melanjutkan makannya agar citranya tetap baik di mata Lucas.
Angga yg melihat kekesalan Rosa hanya bisa tersenyum. Ia merasa puas melihat Rosa yg akhirnya tersudutkan dengan sendirinya.
*******
"Turunkan dia disini." Pinta pria paruhbaya yg berada di samping pengemudi. Sang pengawal yg bertugas menjaga Sherlyn dalam perjalanan pun segera menarik paksa Sherlyn keluar dari mobil.
Setelah mereka mendorong Sherlyn, mereka pun segera masuk kedalam mobil. Parubaya tersebut pun menurunkan kaca mobil sehingga pandangannya dengan Sherlyn saling mengunci.
"Pergilah sejauh 2 kilometer ke arah depan, pastikan kita tidak akan bertemu lagi cantik." Ucapnya tersenyum dan mobil pun segera berlalu meninggalkan Sherlyn yg terperangah. Dilihatnya dari kaca spion, ia pun melambaikan tangan kirinya sebelum benar - benar menghilang dari pandangan Sherlyn.
Percaya atau tidak, dengan bodohnya Sherlyn pun melangkahkan kakinya ke arah depan. Langkah demi langkah ia jalani, terik matahari menemaninya hingga memberi rasa panas pada dirinya. Sesekali ia mengibaskan tangannya ke arah wajahnya.
Setelah cukup jauh melangkah, ia bisa melihat bangunan gedung yg cukup besar tidak jauh lagi dari hadapannya, jika ia berjalan lagi. Tapi ia bingung mengapa ia di arahkan ke gedung tersebut. 'Apa ini Markas? Apa mereka menjebakku?' pertanyaan yg terlintas dalam benaknya.
Ia pun melihat sekeliling dan benar saja, jalanan tampak sepi. Bagaimana tidak sepi, orang yg dilalui dari tadi hanyalah hutan dan hutan. Ia pun mengendap - endap di balik beberapa pepohonan yg ada disekitar jalan tersebut. "Aku tidak mau terkurung lagi, aku akan melawan jika ini merupakan jebakan" Ucapnya meyakinkan diri.
Kevin yg berada dalam ruang CCTV pun menekan bel peringatan untuk waspada. Ia melihat pergerakan Sherlyn yg begitu mencurigakan dari layar monitor.
Mendapatkan pemberitahuan waspada, mereka pun segera bersiap dan segera mendekat kearah Sherlyn berada. Awalnya ada sedikit perkelahian, tapi mereka dapat membawa Sherlyn karena kalah jauh dari jumlah mereka.
King, Elang, Sebastian dan Queen pun segera menuju ruang interogasi setelah mendapatkan kabar jika yg mencurigakan sudah dapat dan sudah di pastikan jika ia memang datang seorang diri.
Clek.... pintu pun terbuka dan mereka segera mendekat ke arah perempuan yg wajahnya di tutupi kain hitam.
Queen yg hafal rambut Sherlyn pun berharap jika itu adalah Sahabatnya. Tanpa sadar ia pun tersenyum. "Buka penutupnya" Ucapnya begitu senang.
Anak buah kakaknya pun menurut walaupun mereka merasa aneh melihat adik bos mereka sepertinya senang.
"Sherlyn...." ucap Queen dengan airmata yg sudah membasahi kedua pipinya. Ia segera berlari memeluk Sherlyn.
Mmmmm..... mmmm.... Suara Sherlyn yg terdengar karena mulutnya dilakban. Ia juga menangis melihat dirinya akhirnya bisa terbebas dan bertemu dengan Queen serta yg lainnya juga.
King, Elang dan Tian juga merasa senang jika Sherlyn sudah kembali. Mereka saling merangkul sebagai bentuk kesenangan mereka.
Happy Reading Guys.
Jangan Lupa Rate (⭐), Favorite (❤️), Like (👍), Komentar (💬) serta Votenya ya reader....
Salam hangat dari Author. Semoga kalian suka.... Terimakasih
mampir juga tempat ane../Coffee//Coffee//Coffee/
dapat salam dari arlen dan alexa, dlm ceritaku yg berjudul queen n king ceo 😁🥰🥰🥰🙏🙏🙏🙏
Ditunggu novel terbarunya y thor