NovelToon NovelToon
ANNA

ANNA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:112.1k
Nilai: 5
Nama Author: Christ

SYNOPSIS:

HANNA GRACE, Atau Yang lebih akrab di sapa Anna, adalah gadis Yang hidupnya di penuhi oleh KE-MA-LA-NGAN.

Saking Tragis nya, bahkan KEMATIAN pun enggan untuk menghampiri-nya.

Maka pertanyaan nya; mampukah Anna meluluhkan Sang Pembuat takdir dan menemukan seberkas cahaya untuk menerangi hidupnya Yang begitu gelap?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Christ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ANNA-35

...🍁🍁🍁...

Anna memejamkan mata sambil menyenderkan kepala pada kedua tangannya yang sudah dilipat menjadi satu.

Ia mencoba untuk menenangkan pikirannya sesaat. Anna benar-benar tidak bisa bekerja jika isi kepalanya kacau seperti saat ini,

Berkali-kali Anna telah mencobanya. Ia pergi keruang istirahat dan berbaring di sana, tapi tubuhnya justru terasa semakin tidak nyaman.

Kemudian ia membawa bantalnya keluar dan berbaring di atas sofa, Anna berdiam di sana untuk sesaat berharap bisa terlelap, tapi lagi-lagi matanya tidak bisa terpejam.

Semua pikirannya telah tercampur aduk, Bayangan-bayangan mengerikan selalu saja mengalihkan segalanya.

Kenapa malam itu ia harus hidup? Kenapa bukan dia saja yang mati?

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu selalu saja berputar-putar memenuhi kepalanya. Anna benar-benar merasa lelah.

"Tolong lah.. ku mohon.. bekerja samalah dengan ku. Aku hanya ingin tidur."

Lirih Anna frustasi.

Seharusnya, malam yang begitu hening dan dingin bisa mendekap dan memeluk jiwanya yang merana. Tapi kenapa begitu sulit baginya..?

...🍁🍁🍁...

Merasa lelah berada di sofa, sekali lagi Anna berpindah. Kali ini Anna memilih untuk pergi ke meja kerjanya. Mungkin di sanalah ia akan bisa terlelap.

Anna duduk di kursinya dan melihat keluar jendela sambil menantikan matahari terbit mengeluarkan warna keemasan.

Balkon yang terbuka lebar membuat hembusan angin yang begitu dingin dan sejuk bertiup melewati wajah Anna. Ia tidak berniat untuk mati membeku, hanya saja; kepalanya terasa ingin pecah.

Perlahan Anna mulai mengantuk..

Ku mohon.. sebentar saja.. Aku hanya ingin tidur..

Tapi baru saja Anna ingin terlelap, tubuhnya kembali menegang.

Pendengaran Anna menajam saat mendengar suara sepatu yang terantuk keras dengan lantai hingga mengeluarkan suara yang cukup nyaring menembus inderanya.

Suara langkah kaki. Anna panik.

Siapa yang ingin masuk ke ruangan ku sepagi ini, OB? Tapi..

Saat terdengar suara dari ganggang pintu di putar, Anna langsung berbalik dengan cepat untuk bersiap menghadapi apa yang ada di hadapannya.

Saat pintu terbuka, otak Anna langsung bekerja untuk menganalisa dan ajaib nya Anna langsung bisa mengenali siapa sosok yang saat ini sedang berdiri di depan pintu.

Anna sempat terbelalak, namun tidak untuk waktu yang lama. Sejak awal, Anna bisa menduganya, bahwa hal seperti ini cepat atau lambat akan segera terjadi.

Dan lihatlah, dari kejauhan Anna bahkan bisa menangkap sebuah senyuman yang terukir di wajah Sam.

Apa Pria itu sedang bahagia? Tapi kenapa?

Kenapa harus di saat ia ingin tidur..? Sial!

"Apa yang kau lakukan di ruangan ku, wakil presdir?" Tanya Anna bersuara dingin bercampur rasa kesal.

Mendengar hal itu, Sam menurunkan tangannya yang sedang memegang bunga, rencananya yang ingin memberikan kejutan, justru sepertinya berbalik dan Sam lah yang di buat terkejut.

Sam benar-benar tidak menyangka akan melihat Anna pada jam seperti ini. Terlebih lagi, "Anna, apa yang kau lakukan disini?" Suara Sam terdengar ragu.

Namun pada Akhirnya Sam memilih untuk berjalan mendekat kepada Anna, ''Berhenti di sana!" seru Anna sekali lagi menghentikan langkah kaki Sam.

"Anna?"

Sam hanya ingin melihat Anna lebih dekat. Ia sangat merindukan gadis itu. Sekali saja, Sam ingin bicara padanya, Sam ingin mengutarakan semua perasaannya.

"Jika ada yang ingin wakil presdir sampaikan datang saja nanti saat jam bekerja di mulai. Ku rasa aku masih punya waktu pribadi untuk saat ini. Jadi-

Anna menelan ludahnya cepat, nafasnya mulai tersendat, Anna menggeleng dan memejamkan mata untuk sesaat, Anna mulai mati rasa. Tubuhnya merinding, sekaligus ngeri.

"Pergilah!" pinta Anna dengan suara tegas. Sam diusir sama seperti karyawan yang baru saja melakukan kesalahan. Rasanya menyesakkan.

Saat ini ia benar-benar tidak ingin bertemu dengan siapapun. Anna hanya ingin menghabiskan waktunya sendiri, tapi kenapa semua orang justru mendekatinya tanpa ia kehendaki.

Melihat Anna yang masih bersembunyi dalam cahaya remang-remang, dan tidak bergerak sedikitpun, Sam kembali melangkah untuk mendatangi tempat dimana tombol-tombol lampu berada dan menyalakan semua lampu yang ada di ruangan itu.

Dalam sekali klik, kegelapan pun menghilang. Bahkan Saat ini Sam bisa melihat dengan jelas wajah wanita yang sangat ia rindukan selama beberapa waktu lamanya.

Tapi Anna tidak bergeming. Matanya tetap terarah dengan begitu waspada. Pandangannya mengikuti kemana pun Sam melangkah. Gadis itu mengawasinya.

...🍁🍁🍁...

Merasa sedikit goyah dengan tatapan yang begitu intens, membuat Sam jadi salah tingkah, baru kali ini ia di buat seperti ini, Sam benar-benar tidak tau ingin melakukan apa,

"Anna aku,-

Sam mengangkat bunga di tangannya, dan berjalan mendekati Anna, gadis itu masih memperhatikan pergerakan Sam.

"Aku hanya ingin memberikan bunga ini sebagai ucapan selamat datang, tapi ternyata justru aku yang, -.

Anna tidak bergeming. Wajah Anna terlihat pucat dan kaku. Bahkan muncul lingkaran hitam di bawah matanya..

Ada yang Salah dengan Anna. Tatapan itu, Sam tidak pernah melihatnya, bahkan disaat pertemuan terakhir mereka. "Di jam seperti ini?" Anna melihat pada jam tangannya yang baru menunjukan pukul empat pagi.

Mengabaikan semua teka-teki yang ada di pikiran nya, Sam berjalan dengan cepat mendatangi meja Anna dan tanpa permisi Sam langsung mengangkat ganggang telpon dan menyambungkan panggilannya,

"Halo nona?" jawab seorang pria yang berada di ruangan kontrol, "Jam berapa wakil presdir utama tiba di kantor?" tanya Sam menuntut, ia melirik kepada Anna, namun gadis itu membuang wajahnya.

"Pukul dua dini hari tuan," jawab petugas itu lagi. Mendengar hal tersebut, Sam sempat terbelalak sesaat, kemudian segera menutup telpon di tangannya.

Sam meletakan bunga di dalam vas, dan memutari meja Anna. Gadis itu masih tidak bersuara.

Bahkan saat Sam memegang tangan Anna, dan menuntunnya keluar, Anna tetap tidak bersuara. Seakan-akan Sam hanya bertemankan bayangan.

Dada Sam yang berdebar saat mereka bersentuhan dengan Anna menjadi semakin tak menentu akibat sikap diam Anna. Benar-benar membuat gila!

Sesampai nya di tempat parkir, Sam segera membukakan pintu mobil, "Masuklah." kata Sam pelan. Anna masih juga tidak bersuara.

Yang seharusnya gadis itu berteriak, memaki, atau pun marah kepada Sam, atau melakukan apa saja untuk melampiaskan kemarahannya, Tapi tidak. Justru sebaliknya, Anna hanya diam seribu bahasa.

Dan saat Sam memintanya untuk masuk, Anna bahkan tidak bertanya, kenapa atau mengapa ia harus masuk ke dalam mobil Sam, Anna hanya menuruti perkataan Sam tanpa membantah sedikitpun.

Jujur saja sikap diam Anna yang seperti ini membuat Sam merasa sedikit takut. Benar-benar membuat frustasi.

...🍁🍁🍁...

Setelah berkendara beberapa menit, mobil Sam sudah terparkir di taman. Ia sengaja membawa Anna ke sana.

Melihat bagaimana gadis itu bersikap, Sam tau bahwa Anna butuh waktu untuk melepaskan semua perasaannya. Saat ini Anna butuh pelampiasan, dan menurut Sam, olah raga adalah satu-satunya cara terbaik.

Setelah Sam melepaskan jas dan mengganti sepatunya, ia juga melepaskan dasinya kemudian menggulung tangan kemejanya dan siap untuk berlari.

Sam akan menemani Anna untuk melepaskan seluruh perasaan nya yang terasa berat.

"Keluarlah.. - pinta Sam menatap Anna dengan rasa cemas, namun lagi-lagi Anna menghindari tatapan Sam.

Anna keluar begitu saja tanpa mengatakan apapun. Bahkan saat gadis itu mulai berlari, Anna tetap diam seribu bahasa.

Satu putaran..

Sam mengikuti di belakang Anna dengan ritme yang sama.

Dua putaran..

"Jika kau lelah, kita bisa," Anna semakin mempercepat larinya menjauhi Sam, membuat pria itu menutup mulutnya dengan segera.

Tiga putaran..

Empat putaran..

Tujuh putaran..

Langkah Anna melambat, sementara Sam tetap mengikuti dari belakang .

Bahkan tubuh Sam sudah di penuhi peluh, kemeja yang digunakannya sudah menempel karena basah,

Sam jadi bertanya-tanya, sejak kapan Anna bisa berlari sejauh ini, ataukah saat ini Anna sengaja memaksa dirinya karena mengalami sesuatu yang berat.

Tapi apa? apa yang di alaminya? apakah karena bertemu dengan ku? Sam mengerang frustasi karena tidak mengetahui apapun tentang Anna. Selama ini ia terlalu menutup mata.

Sembilan putaran..

"Anna, kau baik-baik saja..?" Tanya Sam yang kembali menyamakan langkah dengan Anna, Sam mulai khawatir.

Wajah Anna memerah, penuh keringat dan juga terlihat lelah, namun lebih baik dari sebelumnya. Anna terlihat hidup.

Anna kembali mempercepat laju larinya, kemudian Sam kembali menyusul.

Pada putaran yang kesepuluh, kaki Anna tidak sanggup lagi untuk berlari, Anna melambat dan kini benar-benar berhenti.

Nafasnya terengah-engah, tubuh Anna terasa basah, dan lelah, tapi entah kenapa perasaannya benar-benar menjadi lega.

Rasa frustasi yang menguasainya sebelum ini benar-benar telah lenyap dan berganti dengan keinginan untuk segera beristirahat.

"Kau baik-baik saja?" Sam memegang tangan Anna dan menahan nya, "Tunggulah disini, aku akan membelikan minuman untuk mu." kata Sam kemudian kembali berlari.

Rasa lelah yang Anna rasakan benar-benar membuat perasaannya menjadi lebih baik. Bahkan hembusan angin pun rasanya bisa membuat Anna tumbang dalam hitungan detik.

...🍁🍁🍁...

Setelah mendapatkan dua botol air mineral, Sam berlari dengan cepat untuk kembali kepada Anna.

Sam masih mengkhawatirkan gadis itu.

Tapi sesampainya di sana, Sam merasa lega. Anna tidak pergi. Gadis itu masih berada di tempatnya, bersandar pada pohon, dan..tidur.

Anna sedang tertidur.

"Anna...?" panggil Sam pelan, namun Anna tidak menjawabnya. Gadis itu benar-benar terlihat lelah, sampai-sampai tidak menghiraukan suara panggilan Sam.

Melihat Anna yang tertidur pulas, Sam pun duduk dan bersandar mengikuti Anna.

Seandainya saja Sam tidak mendorong Anna untuk pergi menjauh, apakah saat ini ia bisa merasakan kebahagiaan seperti sebelumnya?

Seandainya Sam tetap menahan Anna berada disisi nya, mungkin saja saat ini mereka dapat tertawa dan melewati hal-hal sulit bersama.

"Kau benar-benar membuat duniaku berantakan Vamp." gumam Sam, memandang wajah Anna dan menghembuskan nafas lelah.

...🍁🍁🍁...

Tepat pukul dua siang, Anna pun terbangun dari tidurnya. Perasaan nyaman dan lega membuat tubuh Anna terasa ringan.

Tidak ada lagi rasa sesak dan perasaan menyiksa, yang ada hanyalah rasa nyaman dan juga..

Anna mengerjap saat menyadari sesuatu. Anna tidak berada di kamarnya. Bukan juga di kamar istirahat yang terdapat di ruang kerjanya.

Jika begitu, lalu dimana ia saat ini?

Sam....!

"Kau sudah bangun?"

Sebuah suara mengejutkan Anna. Itu Sam. Pria itu duduk di kursi yang berada tak jauh dari ranjang tempat dimana Anna sedang berbaring.

Anna kembali mengerjap;

Apa ini kamar Sam? "Kau benar." kata Sam bersuara, "Ini kamar ku." katanya seakan-akan mengetahui pertanyaan apa yang terbersit dalam kepala Anna.

"Kau ingin membersihkan diri? aku sudah minta pada sekertaris ku untuk menyiapkan baju ganti untuk mu." Anna tidak menjawab.

"Dad.. " gumam Anna pelan. Bodohnya! Benar-benar bodoh! Betapa cerobohnya ia kali ini.

Anna pergi tanpa pamit, bahkan merahasiakan keberadaannya, dan pada jam seperti ini pun Anna bahkan tidak berada di kantor.

Bodoh. Bodoh. Bodoh. Anna merutuki diri sendiri.

"Aku sudah minta sekertaris ku untuk mengatakan kepada sekertaris mu, bahwa saat ini kau sedang melakukan pekerjaan di luar kantor bersama dengan klien." jelas Sam kembali membaca situasi.

Anna tersentak. Ia kembali menaikan pandangannya kepada Sam, dan melihat wajah pria itu.

Dasar Pria menyebalkan! gerutu Anna seraya mendelik kepada Sam.

Tingkah pria itu yang seolah-olah bisa menyelesaikan semua permasalahan disekitar Anna benar-benar sangat mengesalkan.

Bahkan tanpa bertanya apapun, Sam bisa mengantisipasi apa saja yang seharusnya Anna lakukan. Menyebalkan!

Sam bangun dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Anna. Bahkan saat ini Sam sudah duduk di atas ranjang yang sama dengan gadis itu,

Tubuh Anna terasa kaku. Ia tidak bisa menghindari tatapan mata Sam..

"Selamat siang Vamp.. sadarlah." bisik Sam setelah mencium lembut bibir Anna.

Bibir yang terasa manis, dan juga lembut. Sam ingin lagi..

Masih belum menyadari apa yang baru saja terjadi diantara mereka, jantung Anna justru mengatakan kebenarannya, jantungnya berdebar semakin cepat,

Sam mengulas sebuah senyum yang lagi-lagi membuat dada Anna bergemuruh..

Apakah..?

Saat Sam kembali mendekat, Anna memundurkan wajahnya, Anna merona. Sial.

"Kau.. - gumam Anna, otaknya mulai bekerja. Mereka baru saja berciuman. Apa yang sebenarnya terjadi?

Tidak mungkin begini. Seharusnya Anna menjauh. Seharusnya Anna merasa jijik, seharusnya Anna marah dan menampar wajah Sam, tapi kenapa..

Kenapa kedekatan diantara mereka justru terasa intim dan menyenangkan. Anna merasa terbakar, tapi bukan terbakar oleh sesuatu yang mematikan, ia terbakar oleh sesuatu yang memabukkan..

Melihat wajah Anna yang merona tanpa berkata-kata, lagi-lagi Sam berniat ingin menggoda Anna, Ia kembali memajukan tubuhnya semakin dekat..

Mata Anna mengerjap jantungnya berdebar, bahkan kini Anna terlihat sedang menahan nafas..

Manisnya..

"Mandilah.. aku akan mencium mu nanti." ucap Sam lagi-lagi menggoda Anna,

Dengan sekali gerakan Sam mengangkat tubuh Anna dan mendekapnya erat hingga membuat gadis itu hampir saja melonjak karena terkejut.

"Sam apa yang kau lakukan!" seru Anna meronta..

Sam membawa Anna dan berjalan ke arah kamar mandi. "Kau harus mandi Vamp. Meskipun kau sangat cantik, tapi tubuhnya benar-benar harus di bersihkan." ujar Sam mengingatkan bahwa sebelumnya, tubuh Anna di penuhi oleh keringat.

Benar-benar memalukan.

...🍁🍁🍁...

Sementara Anna mandi dan membersihkan diri, Sam memutuskan untuk keluar dari dalam kamar, Sam harus menyiapkan makan siang untuk Anna.

Sam mengetuk pintu kamarnya sendiri. "Jika kau sudah selesai, keluar dan makan lah. Aku sudah menyiapkan makan siang untuk mu." seru Sam dari depan pintu.

Tapi tidak ada suara yang membalas. Sam hanya tersenyum. Seakan menyadari bahwa saat ini Anna pasti sedang merona karena malu.

Sepuluh menit berlalu, Anna belum juga keluar dari kamar Sam, "Vamp, kau sudah selesai?" Tanya Sam sekali lagi.

Lagi-lagi tidak ada balasan, Sam pun memutuskan untuk masuk dan mengecek kamarnya, pikiran Sam mengacau.

Sam tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Anna.

"Anna aku.. -

Saat Sam mendorong pintu, Anna menarik ganggang untuk membukanya,

Anna menatap wajah Sam yang menunjukan ekspresi cemas bercampur lega,

Apa Sam mengkhawatirkan aku? Tapi kenapa?

"Kau baik-baik saja?" Suara Sam tercekat, wajah putih pucat dengan mata sebening madu menatapnya dengan binar yang menggetarkan hati Sam sekali lagi.

"Aku baik-baik saja." jawab Anna, kemudian menurunkan pandangan memutuskan kontak diantara mereka, namun Sam kembali menaikan wajah Anna dan mengunci tatapannya.

Tangan Sam yang terasa hangat menyusuri wajah dan rahang Anna yang dingin. Bahkan rambutnya yang basah memberikan percikan rasa yang berbeda,

Nafas Sam yang terasa hangat membelai dan menyapu wajah Anna dengan begitu lembut.

Sam sedang menatapnya.

Apa yang ingin dijelaskan oleh tatapan itu? Kebenaran apa yang ingin Anna dapatkan darinya?

"Aku merindukan mu Vamp. Sangat-sangat merindukan mu." bisik Sam. Suaranya tercekat.

Sam memeluk Anna erat. Mencium keningnya lembut, dan perlahan menutup jarak di antara mereka.

Bibir Anna yang terasa lembut dan manis benar-benar membuat Sam merasa mabuk. Perasaan hangat dan juga diterima membuat dada Sam semakin bergemuruh.

Ia senang sekaligus terharu,

Anna tidak menolaknya.

Bahkan saat Sam melepaskan pagutan diantara mereka dan memberi waktu untuk mengatur nafas yang mulai memburu, Sam dapat melihat dengan jelas bahwa Anna pun menginginkan hal yang sama seperti yang Sam inginkan.

Anna menginginkan dirinya, dan Sam bahkan sangat-sangat..

"Sam..." ucap Anna dengan suara berbisik.

Anna memejamkan mata seraya mengatur nafasnya yang terasa sesak.

Sam menggenggam erat kedua tangan Anna di depan Dadanya, kemudian menyatukan kening mereka,

"Aku benar-benar merindukan mu Anna. Aku benar-benar merindukan mu."

.......

.......

.......

.......

.......

1
Ririn Santi
jgn bilang klu mom sam adalah mom anna jg
Ririn Santi
apa raka tdk mendapat rekam medis scr utuh bahwa mella mendonorkan jantung dan matanya pd anna?
Ririn Santi
hah... lega anna gak apa2
Ririn Santi
tuh kan anna. klu sampe kamu sadar dan tau luck membuka bajumu bukankah itu akanbmenambah traumamu sj. keras kepala sih kamu gak mau cerita
Ririn Santi
sudahlah anna. jgn bersikap sok kuat menghadapi luck. menghadapi tubuhmu sendiri aja kamu lemah. berbagilah masalah dg orang lain agar mrk bs melindungimu. jgn keras kepala
Ririn Santi
ceritalah anna. jgn hny diam sj. engkau tdk akan bs menghadapinya sendiri
Ririn Santi
syukurlah. anna dikelilingi org baik
Muawanah
aku baru mampir nieh kak 😊
Reni Noor Aeni
akh kak Christ ceritamuu itu lohhh, bikin aku serasa naik rollercoaster 😍😍😍 kereeennnn
A.R.C: Makasih udah mampir
total 1 replies
👑 Mellysa 💣
Gak kerasa sudah tamat aja ceritanya...sempat berhenti baca karena suatu kesibukkan tapi akhirnya bisa baca lagi & menyelesaikan sampai tamat.

Cerita Anna & Sam ini menurut aku termasuk cerita novel yg banyak pelajaran hidupnya...dimana Anna harus berjuang melawan kegelapan demi melanjutkan masa depannya.

Mulai berani untuk kembali belajar mencintai untuk kembali meraih kebahagiaan hidupnya yg sempat hilang akibar rasa sakit yg tidak tertahankan karena cinta.

Sebenarnya melupakan sesuatu yg menyakitkan itu bukanlah hal yg mudah untuk dilakukan...dimana hidup masih berjalan dan pikiran masih bekerja...bayang2 & ingatan pahit itu pasti akan terus mengikuti.

Tetapi kehidupan yg masih harus tetap berjalan membuat kita harus mencoba untuk mendewasakan diri lagi...dimana rasa pahit itu harus kita ingat untuk kita jadikan pelajaran untuk kehidupan kita selanjutnya.

Thanks Christ...ceritamu luar biasa...semoga menghasilkan karya yg lebih bagus lagi...🥰🥰🥰🥰🥰👍👍👍👍👍
👑 Mellysa 💣
Yeah...selamat akhirnya Anna & Sam mendapatkan 1 pasang anak kembar...lengkap sudah kebahagiaan Anna & Sam. Iri deh...Anna & Sam bisa mendapatkan 2 anak sekaligus dengan jenis kelamin yg berbeda...pasti seru tu.

Semoga Anna & Sam selalu berbahagia dengan keluarga kecil mereka...dan semoga selalu romantis sampai mereka menua & sampai Tuhan berkata waktunya untuk pulang...Amin...🥰🥰🥰🥰🥰
👑 Mellysa 💣
"Terima kasih sudah kembali padaku sayang"

Lah...Sam memangnya Anna pergi ninggalin kamu...? Kan Anna gak pergi kemana - mana...cuma jalan2 sebentar aja kok...ahh Sam mah lebay ihh.

Gini nih kalau cowok sudah bucin...cuma menghilang sebentar dari tatapan mata aja dibilang menghilang...tapi sikap Sam ini malah terlihat menggemaskan sih memang...😂😂😂😂😂
👑 Mellysa 💣
Eleh...siapa lagi itu yg ngambil foto Anna & Luck...kayanya kali ini kepercayaan Sam lah yg akan diuji.

Tapi kalau melihat sifat Sam selama ini sih...gak seharusnya Sam berfikiran jelek tentang Anna...semoga saja ya..? Akh...aku jadi agak ngeri juga sih mikirin konflik selanjutnya...😊😊😊😊😊
👑 Mellysa 💣
Ahhh...kalian manis amat sih...untung Anna adalah perempuan yg bisa berfikir rasional...sehingga tidak mudah bertengkar karena terpengaruh dengan hal2 yg tidak begitu penting.

Lagian juga kepercayaan antar pasangan juga harus ada...sehingga tidak selalu timbul kesalah pahaman yg panjang...semoga Anna & Sam selalu seperti itu...😊😊😊😊😊
👑 Mellysa 💣
Eleh...masa baru juga mengarungi manisnya bahtera rumah tangga tapi sudah mau berantem lagi sih...bener2 dah.

Lagian Sam oon amat sih...ngapain juga berkas yg sudah tidak penting masih disimpan...demen banget sih buat perkara.

Semoga aja hubungan mereka tidak sekacau dapur yg dikacaukan sama Anna....😂😂😂😂😂
M.M. Myka
keren banget thor critanya 🙄🙄.. sukses untk karya2 selanjutnya🤗🤗
A.R.C: terimakasih dukungan nya 🙏🥰
total 1 replies
@ Teh iim🍒🍒😘
Beneran Christ ini dah tamat
@ Teh iim🍒🍒😘: 😍😍😍😍🥰🥰
total 2 replies
Nana effendy
sedih thor💔
Anna Tampu Bolon
terimakasih kakak untuk karya nya .
next aku mau lihat judul lain nya donk kak...
Anna Tampu Bolon
bahagia itu harus di usahakan ...
sehat selalu baby twins .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!