JANGAN DI TUNGGU..
UPDATE TIDAK MENENTU KAPANNYA.. KARENA KESIBUKAN...
Saat SMA di pandang sebelah mata, di permalukan oleh orang yang disukai,di jadikan bahan tawaan karna penampilan yang culun dan di anggap miskin .
hingga memilih pergi, dan melupakan.
kembali dengan identitas asli, dan membuat banyak orang kagum.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vera Ferdina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MCA Ep 33
talita yang geram melihat kemesraan julian dan alena mulai tak terima, kini obsesi untuk memiliki julian lebih besar lagi, bukan hanya untuk nama perusahaan keluarganya, melainkan tidak mau kalah dengan alena.
entah kenapa sejak dulu talita sangat tidak suka dengan alena, mengira bahwa alena hanyalah gadis cupu yang tidak selevel jika dekat dengannya.
kedua orang tua talita terus saja mengusik untuk segera mendekati julian.
"papa sama mama tenang saja, aku yakin julian pasti aku dapatkan." ucap talita sangat yakin dengan perkataannya
"jangan cuma bisa ngomong talita, buatlah dirimu berguna menjadi anak papa, jangan bisanya menghabiskan uang saja" tegas papa talita
"hmmm... " talita langsung menuju kamarnya dengan perasaan marah, kesal, emosi.
"sialan, kenapa alena yang kau pilih julian, bukannya kau dulu membenci wanita itu, lihat saja aku akan melakukan semua cara agar bisa menjadi nyonya agastara" gumam talita
***
romi sedang berkunjung ke kediaman meta tunangannya, pernikahan mereka akan di adakan 2 bulan lagi, dan menurut romi itu sangat lama. dari dulu romi sudah ingin menikahi wanita pujaan hatinya itu. hanya saja waktu dan kesibukan masing masing tidak memihak pada mereka, apa lagi meta adalah seorang model yang tidak bisa menikah jika masih memiliki kontrak kerja.
"sudahlah sayang, 2 bulan itu sangat cepat jika kita tidak terlalu memikirkan, bukanya kita harus mengurus semuanya, dari gaun, terus hotel dan undangan" ucap meta tersenyum manis ke arah romi
"baiklah sayang, tapi bukankah itu semua sudah di urus oleh orang tua kita, bahkam adikku alena meminta ikut mengurus pernikahan kita. jadi kau tidak perlu sibuk mengurus banyak hal" kata romi menidurkan kepalanya di paha meta.
"hei... ini adalah pernikahan kita 1 kali seumur hidup, aku ingin ikut andil dalam menyiapkan semuanya"
"hmmm... baiklah baiklah, semua apa katamu, aku ikut saja"
"terimakasih sayang" meta mengecup kening romi
di lain tempat alena sedang makan siang bersama julian, ada sekretaris ray dan juga tia yang ikut bersama mereka.
karena alena ingin melihat sejauh mana hubungan sahabatnya dengan ray.
julian awalnya tidak mengajak ray , ia hanya ingin makan berdua saja dengan kekasihnya, tapi alena memaksa dengan manja padanya. siapa yang tidak akan luluh jika seperti itu.
"kenapa wajahmu ditekuk begitu?" tanya alena
"tidak apa" sahut julian dengan singkat
"apa kita mengganggu disini?" tanya tia melirik ke arah alena dan juga julian
"hmmm..." sahut julian
ray dan tia menahan tawa melihat sikap julian yang seperti anak anak, sebenarnya ray sudah menduga sikap tekuk bosnya itu karena kehadirannya dan juga tia.
"sepertinya bosmu ingin berdua saja denhan alena, tatapannya pada kita benar benar tidak enak" bisik tia pada ray
"tidak perlu pedulikan dia, makan saja dengan tenang, setelah itu kita pergi berdua"
"jangan menatap mereka seperti itu, mereka pasti peka" bisik alena pada julian
"aku tidak peduli" ucap julian sedikit keras, sengaja agar para asisten mereka peka
"sayang, jangan begitu... mereka sahabat kita" bisik pelan alena
mendengar panggilan sayang dari mulut alena tentu saja membuat julian senang, bahkan senyuman terukir di wajahnya.
"aku tidak akan kesal dengan mereka ,jika kau memanggilku sayang setiap hari dan dimana pun" bisik julian membuat kedua pipi alena memerah.
cup....
julian tak taham melihat wajah malu kekasihnya, sangat gemas.
"ekhem... ingat disini masih ada aku dan tia" ujar ray
"lian, jangan sembarangan menciumku" kesal alena
"siapa lian? aku tidak kenal" sungutnya tersenyum sambil menaik turunkan alisnya
alena menarik nafas panjang...
"sayang, jangan sembarangan menciumku, ini di depan umum" ulang alena selembut mungkin
"baiklah sayang, kalian berdua tetaplah disini, aku dan alena akan pergi ke suatu tempat" kata julian
"kemana tuan? maaf sebelumnya, tapi aku di tugaskan untuk menjaga alena kamana pun" ucap tia dengan jujur
"tenang saja, aku akan memberitahu calon mertuaku jika alena akan bersamaku hari ini, dan kalian berdua bisa berpacaran juga"
"tapi lian... " belum alena bersuara julian sudah memotongnya
"sayang, ingat bukan lian atau julian" ingatnya
"hm.... iya sayang, papa tidak akan mengizinkan aku pergi seharian tanpa pengawasan"
"papamu dan aku banyak pengawas sayang, kau tenang saja" kata julian
"baiklah, tia aku akan pergi dengan julian ,kau bisa menghabiskan waktumu dengan ray juga"
tia dan ray merasa malu dengan perkataan alena, pasalnya mereka sudah menjalin hubungan kekasih, dan alena dan julian pasti tau itu.
"baiklah, terimakasih atas waktu yang kalian berikan, aku tidak akan menyia nyiakan ini" kata ray dengan senang
"aku pergi dulu..." julian keluar dengan menggenggam tangan alena lembut.
"kita akan kemana?" tanya alena sata sudah sampai di depan mobil julian
"nanti juga kau akan tau sayang"
skali2 pebinor lah stlh Yudis munculkan lagi Sam buat Julian cemburu masak Alena trs yg cemburu
Elin hanya mau hartanya saja, tidak mau Prianya
sukses...semangat
mksh